<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845</id><updated>2012-01-31T14:11:36.090+07:00</updated><category term='GH_KMPA'/><category term='DP'/><category term='ORAD_KMPA'/><category term='Serba serbi'/><category term='film'/><category term='Agenda'/><category term='survey'/><category term='Jelajah'/><category term='Caving_KMPA'/><category term='RC_KMPA'/><category term='Jalan-jalan'/><category term='Liburan'/><title type='text'>KMPA Ganesha ITB's Blog</title><subtitle type='html'>My Breath, My Soul, My Life</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>72</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-4772108014934375678</id><published>2011-09-30T11:12:00.002+07:00</published><updated>2011-09-30T11:15:58.668+07:00</updated><title type='text'>THE HIDDEN PARADISE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/-dJ66aJ-2SHM/ToVCbVca_eI/AAAAAAAAAP0/oqKO6tU2WyE/s1600/DSC_0449.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 266px;" src="http://3.bp.blogspot.com/-dJ66aJ-2SHM/ToVCbVca_eI/AAAAAAAAAP0/oqKO6tU2WyE/s400/DSC_0449.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658001544241151458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;The hidden paradise, adalah nama yang menurut gw sangat cocok untuk mendeskripsikan sawarna. Sebuah pantai dengan tebing – tebing di pinggirnya, dengan ombak yang besar, pohon – pohon tropis kecil dan gua disekitarnya. Pantai ini terletak di Banten, 6 – 7 jam perjalanan dari Bandung dengan menggunakan motor, masuk ke jalan – jalan kecil dan rusak. Makanya gw kasi sebutan hidden paradise. Pantai terbagus dan ter-ribet (untuk mencapainya) yang pernah gw datengin.&lt;br /&gt; Perjalanan kali ini berlangsung selama lima hari. Hari pertama dimulai dengan keberangkatan dari sel di kampus ITB tercinta naik 5 motor beranggotakan 10 orang. Perjalanan berlangsung di malam hari yang dingin. Tujuan pertama adalah ke sukabumi. Dalam perjalanan ini ban motor yang gw dan ade gunakan pecah sehingga mesti nyari tukang tambal ban. Untung bang fred nemu tukang tambal ban ga jauh di depan. Setelah tambal menambal selesai, perjalanan dilanjutkan menembus angin yang dingin sampai melewati sukabumi. Disana kita berhenti di sebuah warung yang sudah biasa ditempati anak – anak KMPA kalo mau ke Sawarna. Kita semua nginep, makan dan tidur di warung tersebut.&lt;br /&gt; Keesokan paginya perjalanan dilanjutkan sampai ke Pelabuhan Ratu. Di sana kita beristirahat bentar dan kembali melanjutkan perjalanan sampai ke Sawarna siang menjelang sore hari. Dalam perjalanan sebelum sampai Sawarna ini, motor yang ditumpangi dika dan bayu terjatuh di tanjakan terjal dan rusak. Namun jatuhnya ga parah seperti yang akan gw ceritakan selanjutnya. Nah setiba di Sawarna, kita langsung ke rumah sebuah keluarga yang sudah sangat dekat dengan KMPA. Disana kita berramah – tamah sebentar, kemudian keluar untuk membeli berbagai barang – barang makanan dan kebutuhan lainnya. Di dekat rumah situ, ada warung yang sangat lengkap, kita sebut borma.&lt;br /&gt; Nah kegiatan selanjutnya yang di hari ini yang sangat menyenangkan. Untuk pertama kalinya jalan – jalan melihat pantai di kirinya dan melihat tebing di kanannya. Tebing nya ga begitu tinggi tapi fun bwt boulderan. Kita dikasi task sm bang fred untuk boulderan sampe ke suatu titik, yang ga begitu tinggi, tapi rada susah. Gw coba sampe tangan lecet – lecet karna tebingnya kasar banget, tapi masih gagal(dikit lagi nyampe). Akhir – akhirnya, setelah coba sampe sore cuma bang fred yang berhasil. Kita foto – foto di pantai dan gw dika sama inda mencoba mengebor di batu kecil di pasir. Karna sebenarnya tujuan perjalanan kali ini adalah belajar buat jalur sport. Nah, kenapa gw bilang di awal paragraph kalo kegiatannya menyenangkan, karna Cuma itu kegiatan yang gw nikmatin. Ceritanya, setelah cape manjat, kita mau cari sunset di Tanjung Layar. Perjalanan ke Tanjung Layar menggunakan motor dan harus melewati sungai yang dipasangi jembatan kayu gantung yang bergoyang. NAHHH, di jembatan ini gw goncengan motor bareng dika terjatuh di tengah jalan gara – gara jembatannya goyang – goyang. Untung ga nyebur sungai, tapi tangan gw jadi keseleo(yang sialnya sampe sekarang masih). Gara – gara tangan keseleo itu gw jadi ga bisa ngapa – ngapain. Baru sekali ngerasain melakukan semua hal dengan 1 tangan dan ternyata sangat susah.&lt;br /&gt; Besok pagi nya gw langsung diajak novi ke rumah pak siapa gitu yang bisa ngurut. Baru sadar disana gw kalo jatonya tu parah juga ternyata, karna ga begitu sakit pas jatoh, tapi pas di urut sakitnya mantab. Uda de, bis ini gw ga bisa ngapa - ngapain lagi. Kelanjutan ceritanya sangat membosankan karna gw Cuma datang ke pantai, ngeliat yang manjat. Bantu masak – masak dikit sebisanya. Tau – tau uda sore aja dan balik ke rumah. Hari ini pembuatan jalur kurang berjalan lancer karna kesusahan dalam memanjat keatas untuk memasang tali dan pengaman. Malem – malem mau mandi males, jadi Cuma bilas – bilas dan gw dapet sesuatu si, belajar nimba air pake 1 tangan. Haha. Malem makan tidur bangun pagi hari baru dan keadaan sama.&lt;br /&gt; Hari ke tiga hamper sama kaya hari ke 2 karna ga pake urut. Siang siang kalau tidak salah brian sama wina pulang duluan. Tau – tau sore lagi dan 1 hari membosankan terlewat kembali. Hari kedua ini pembuatan jalur sudah setengah jadi. Malem berlangsung seperti biasa dan tidur seperti biasa. &lt;br /&gt; Hari keempat jalur selesai dibuat siang menjelang sore. Setelah perjuangan berat oleh dwika dan inda akhirnya jalur baru selesai dibuat. Bang fred membantu melepaskan sekaligus member contoh dalam cleaning dari atas ke bawah. Nah jalur pertama ini juga dicobain dikit oleh bang fred dan katanya lumayan susah (wow). Sore – sore mau foto – foto terakhir di pantai semua orang tapi pas uda siap – siap tiba – tiba batre kamera abis. Jadinya malah main yang muter – muter ngadep tanah sambil megang kuping trus lari ke depan dan akhirnya pada bergelimpangan badan – badan hidup. Sebenernya gw dika sama inda mau main ombak di pantai, tapi karna ada kejadian berbahaya dulukala, jadi ga boleh lebih dari paha sama mas sigit. Malam terkahir kita evaluasi dan tidur nya agak cepet kecuali bayu inda sama mas sigit yang jalan – jalan keluar dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Besok paginya bangun jam 4, rencananya mau ngeliat suset. Tapi pas nyalain motor, motornya si bambang yang dipinjem ade mogok lagi. Jadi ga jadi liat sunset malah jalan dan nongkrong di warung atas tidur – tiduran. Abis itu kita semua ke bayah untuk belanja sembako dan bensin. Balik ke rumah dan beres – beres, pamit kemudian kembali menempuh perjalan jauh ke Bandung. Belum jauh dari Sawarna, motor yang ditumpangi ade dan dwika kembali menimpa musibah yaitu jatuh dan nabrak motor mas sigit dan gw. Untung ga kena tangan kanan gw ~_~/ . Intinya dwika bawa sial :p dia naik motor dengan 3 pengendara berbeda dan smuanya jatoh ckckck. Sampai di bandung malam hari dan mampir ke rumah nda dulu ngambil lele yang kecil – kecil. Perjalanan ke hidden paradise berakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Joseph Bimandita Sunjoto / GM 011 XX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-4772108014934375678?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/4772108014934375678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=4772108014934375678&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4772108014934375678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4772108014934375678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2011/09/hidden-paradise.html' title='THE HIDDEN PARADISE'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-dJ66aJ-2SHM/ToVCbVca_eI/AAAAAAAAAP0/oqKO6tU2WyE/s72-c/DSC_0449.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-4667732691817983827</id><published>2011-05-11T12:55:00.001+07:00</published><updated>2011-05-11T13:03:18.249+07:00</updated><title type='text'>Impian 18 bulan lalu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-E0rEvPB_u48/TcoloE3NBDI/AAAAAAAAAPY/rp7IGUsBbFI/s1600/Catatan%2BPerjalanan%2BParang2.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 309px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-E0rEvPB_u48/TcoloE3NBDI/AAAAAAAAAPY/rp7IGUsBbFI/s400/Catatan%2BPerjalanan%2BParang2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5605334056646280242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-4667732691817983827?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/4667732691817983827/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=4667732691817983827&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4667732691817983827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4667732691817983827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2011/05/blog-post.html' title='Impian 18 bulan lalu'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-E0rEvPB_u48/TcoloE3NBDI/AAAAAAAAAPY/rp7IGUsBbFI/s72-c/Catatan%2BPerjalanan%2BParang2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-371951771388388838</id><published>2011-05-11T12:48:00.002+07:00</published><updated>2011-05-11T12:53:02.451+07:00</updated><title type='text'>kami bermain di Gua Jangkrik dan Gua Wayang</title><content type='html'>Catatan Perjalanan&lt;br /&gt;Gua Jangkrik dan Gua Wayang&lt;br /&gt;By: Belmesty Kamila GM-002-XX&lt;br /&gt; Tanggal 8-10 April 2011, subdivisi caving pergi ke padalarang untuk mengunjungi gua jangkrik dan gua wayang. Orang-orang yang pergi hari pertama adalah Yoga, Onye, Usie, Yuda, Bowo, Bellys, Sojo, dan Andra. Muhsin dan Nurul menyusul datang hari kedua. Persiapan logistik selain makanan dipersiapkan dua hari sebelum berangkat (karena berebut dengan persiapan subdivisi gunung hutan yang hendak ke gunung gede-pangrango dan berebut dengan subdivisi RC yang hendak berlatih di maranata) sedangkan makanan dibeli tanggal 8 jam 12 siang. Saya dan Andra membeli makanan di pasar simpang. Berdasarkan menu yang sebelumnya sudah ditentukan, saya dan Andra menghabiskan Rp 173.700 namun belum membeli buah dan bakso yang seharusnya ada di menu. &lt;br /&gt; Rencana berangkat ke padalarang jam delapan malam. Namun ada kendala yaitu: helm kurang sehingga Andra kembali ke kosan untuk mengambil helm cadangan, ayam tertinggal di rumah Bellys sehingga Bellys kembali ke rumah lagi, dan paravin kurang sehingga beli dulu di Alpina.  Akhirnya, kami berangkat ke padalarang jam sembilan malam. Perjalanan ke padalarang terhambat karena ban motor Andra bocor dua kali hingga akhirnya ganti ban. &lt;br /&gt; Selama perjalanan saya tertidur sehingga tidak terlalu mengetahui peristiwa-peristiwa selama perjalanan ke padalarang. Namun, berdasarkan pembicaraan teman-teman diketahui bahwa sempat mengambil air untuk minum di tempat wudhu. &lt;br /&gt;Ketika sampai di tempat penambangan, kami ngobrol sama penjaganya (tadinya dikira tidak ada penjaga, ternyata ada penjaga di pos atas. Sampai di warung tempat kami menginap sekitar jam sebelas. Setelah itu kami memasang tenda dan membenahin warung sehingga nyaman untuk tidur. Sebelum tidur, onye berinisiatif untuk membakar ayam yang sudah dibeli. Akhirnya kami sempat mencoba dua ayam bakar. Sementara saya dan GL baru berniat untuk tidur, Yoga ternyata masih ingin makan. Jadi Yoga, Onye, Yudha, dan Usie menghabiskan dua bungkus mie sebelum tidur. Mereka tidur di tenda sementara Bellys, Bowo, Andra dan Sojo tidur di warung.&lt;br /&gt;Hari kedua, kami terbangun jam tujuh oleh penambang-penambang yang datang bekerja. Kamipun akhirnya menemui Ibu pemilik warung yang kami tempati, ia tidak melarang kami berada disana. Pagi itu kami memasak sop, tempe dan nasi. Sopnya berisi kentang, wortel, kol, dan tomat. Tempenya digoreng biasa saja karena saya dan Andra tidak membeli tepung. Kami memasak dua misting nasi dan cukup untuk kami berdelapan. &lt;br /&gt;Sementara beberapa dari kami mencuci piring dan berbenah-benah untuk berangkat ke gua jangkrik, seseorang pekerja mengajak kami ngobrol. Sepertinya pekerja itu termasuk orang penting diantara pekerja disana. Orang itu bertanya kepada kami apakah kami sedang melakukan penelitian disana, ketika kami menjawab bahwa kami hanya bermain-main, orang tersebut terlihat lega. Ia bercerita bahwa ia dan pekerja lainnya khawatir karena mulai banyak mahasiswa yang mengunjungin gua di sana. Mereka takut mahasiswa-mahasiswa tersebut melakukan penelitian ataupun pencarian situs purbakala yang dapat menghambat pekerjaan mereka.&lt;br /&gt;Setelah bercakap-cakap dengan pekerja yang sepertinya orang penting tersebut, kami berangkat ke gua jangkrik yang terletak tak jauh dari jalan. Gua jangkrik adalah gua yang terbagi menjadi dua rute dari pintu gua, ada rute vertikal dan ada rute horizontal. Kami dibagi menjadi dua tim. Tim pertama terdiri dari Bellys, Bowo, Usie dan Yudha yang berangkat ke bagian horizontal. Tim kedua terdiri Yoga, Onye, Andra dan Sojo yang berangkat ke bagian horizontal. &lt;br /&gt;Tim satu berangkat dengan Yudha yang ada di paling depan. Saya, Bowo, Usie dan Yoga membawa dua webbing. Webbing pertama dipakai di turunan terjal pertama dan webbing kedua dipakai di turunan yang bisa dilewati bagian atas maupun bagian bawahnya tapi tetap harus menggunakan webbing untuk turun lebih bawah lagi. Ternyata ada turunan terjal ketiga, sementara webbing kami sudah habis. Sementara kami memikirkan cara lain untuk turun, kami melihat tali jatuh dari bagian atas di tempat yang seharusnya kami turun dengan webbing. Kami berusaha memanggil tim kedua yang menggunakan tali tersebut, namun tidak ada jawaban. Kami menyimpulkan bahwa bagian horizontal dan bagian vertikal dari gua ini tersambung oleh lubang kecil. Akhirnya kami kembali ke atas dan menunggu teman-teman tim satu selesai menjelajahi bagian vertikal gua ini.&lt;br /&gt;Tim dua kembali, akhirnya kami makan siang bersama. Makan siang kami adalah snack hijau, roti bagelan, snack bantal keju dan snack telor. Tapi snack bantal kejunya tidak terlalu enak. Snack tersebut kami habiskan setengah saja karena setengah berikutnya untuk dimakan pada makan siang esok harinya.&lt;br /&gt;Kamipun bertukar tempat. Tim pertama ke bagian vertikal; tim kedua ke bagian horizontal tapi mereka dibekali tiga webbing. Selama pemasangan alat, Bellys masih sangat bermasalah alat mana diletakan sebelah mana dan bagaimana alat tersebut diletakan sehingga memakan waktu lebih dari yang diperlukan. Bellys juga lupa cara pemasangan webbing untuk harness. Setelah semua siap, kami akhirnya berangkat ke bagian gua masing-masing.&lt;br /&gt;Bagian vertikal gua terdiri dari turunan terjal pertama yang mengunakan webbing. Kemudian turuanan landai yang diakhiri dengan tempat kami menurunkan tali. Kami turun tali dengan urutan Usie, Bellys dan Yudha. Karena alatnya hanya tiga, yang turun kami bertiga dulu, kemudian kami naik kembali dengan urutan Bellys, Usie, dan Yudha. Harusnya Usie naik duluan, namun ia sibuk menjelajahi bagian lain yang menjorok ke bawah. Ia menemukan sarang wallet dan banyak jangkrik disana. Ketika saya naik denga tali, helm saya jatuh karena saya mencoba menengok ke bawah padahal saya tidak memasang helm dengan kencang. Helm dan headlamp saya jatuh ke lubang yang menghubungkan bagian vertikal dengan bagian horizontal. Tim kedua sempat melihat helm dan headlamp saya jatuh, namun helm it uterus jatuh ke lubang berikutnya sehingga mereka tidak dapat menggapainya tanpa tali lagi.&lt;br /&gt;Akhirnya saya menaiki tali dengan bantuan sinar dari headlamp lainnya. Saya bertukar alat dengan Bowo kemudian saya kembali ke jalur awal. Usie kemudian naik dan bertukar alat dengan Yoga. Usie dan Saya kembali ke mulut gua. Saya mengalami kesulitan ketika memanjat dengan webbing, sehingga perlu di bantu Onye yang sudah selesai menjelajahi bagian horizontal. Setelah saya berhasil naik, saya memberikan harness webbing, karabiner, dan sling saya karena Onye mau membantu Yoga. Onye ternyata bersama Nurul yang baru saja sampai padalarang bersama Muhsin. Awalnya Nurul ingin turun dengan tali juga, namun tidak jadi karena waktu sudah cukup sore. Akhirnya saya, Nurul dan Usie kembali ke mulut gua dan bertemu Muhsin, Sojo dan Andra. Kami bercakap-cakap hingga Yoga, Yudha, Bowo dan Onye kembali.&lt;br /&gt; Kami kembali ke warung. Tadinya kami mau langsung mempersiapkan makanan, tapi akhirnya kami berjalan-jalan sebentar karena hari masih terang. Kami berjalan menuju gua di depan warung yang ada disekeliling kapur yang sudah di obrak-abrik pekerja tambang. Gua tersebut tadinya punya pilar yang bagus kata muhsin, tapi sekarang mulut guanya sudah retak-retak dan bagian dalam gua sudah berantakan. Kami tidak berani melanjutkan ke dalam gua karena takut guanya runtuh. Kamipun berjalan mengelilingi gua tersebut, setelah itu kembali ke warung dan mempersiapkan makan malam yaitu ayam bakar dan kangkung. Hari sebelumnya, ayamnya sudah di rendam dengan air jadi sekarang kami hanya perlu memberi bumbu dan membakarnya. Tapi kami kekurangan air bersih sehingga Muhsin dan Usie berangkat dengan motor untuk membeli air bersih, mereka juga membeli snack untuk makan siang karena snack yang dibeli di pasar simpang tidak memberikan energi yang cukup. Setelah api jadi dan Muhsin juga Usie sudah kembali dengan air 30 liter, ayampun dibakar. Saya membuat nasi, Nurul membuat kangkung normal sementara Andra membuat kangkung super manis. Minuman hangat dan melon yang dibawa Muhsin juga Nurul diedarkan sementara menunggu semua masakan matang. Setelah matang, kami menggelar makan panjang. Kami pun makan.&lt;br /&gt; Setelah selesai makan, kami beres-beres dan memasak minuman hangat lagi. Tadinya sebelum kami memulai memasak, kami berniat melihat sunset. Tapi terlupakan ketika kami asyik masak. Karena hari sudah gelap, kami duduk mengelilingi api unggun dan mulai evaluasi. Selama evaluasi kami menyampaikan apa yang kami rasakan ketika masuk ke gua jangkrik. Dalan evaluasi, Yoga menyinggung bahwa saya masih belum menjaga alat-alat dengan baik. Setelah evaluasi, kami mengobrol dan bercanda. Tapi karena saya terlalu mengantuk, saya setengah tidur menjalaninya sampai akhirnya saya pindah ke warung untuk tidur.&lt;br /&gt; Esok harinya, kami bangun lebih lambat karena tak ada pekerja yang membuat kami terbangun. Kami membuat sarapan, namun ternyata parafin dan spirtusnya tinggal sedikit sehingga kami menggunakan kompor Ibu pemilik warung untuk menyelesaikan masakan. Kami memasak nasi goreng yang dicampur mie goreng juga telur yang dicampur kol. Tapi nasi goreng gila kami terlalu lembek dan rasanya kurang muncul.&lt;br /&gt; Setelah kami selesai makan, seperti biasa, kami mencuci alat masak di danau dekat warung. Setelah itu, kami dipisah menjadi dua tim yang berbeda dari kemarin. Tim pertama adalah Yoga, Andra, Onye dan Bowo yang akan kembali ke gua jangrik untuk menyelamatkan helm dan headlamp saya. Sementara tim kedua yaitu Muhsin, Usie, Nurul, Yudha, Sojo dan saya ke gua wayang. Tim kedua mengambil helm motor karena kami kekurangan helm, kemudian kami berangkat ke gua wayang.&lt;br /&gt; Gua wayang terletak didekat belokan jalan. Muhsin tidak ikut masuk gua karena ia tidak tertarik memasuki gua tanpa headlamp. Headlamp kami terbatas, kami hanya memiliki dua headlamp dan satu senter bulat Onye. Kami pun memasuki gua, Yudha paling depan dan Nurul paling belakang. Gua wayang adalah gua yang pendek. Awal kami masuk, ada sisi diagonal yang bagus untuk difoto, sayangnya teknik kami dalam fotografi belum bisa menangkap keindahan sisi tersebut. Kami menurunin sisi diagonal tersebut hingga kami sampai pada ujung gua yaitu bagian yang ada ventilasi kecil di atas gua. Di gua ini, kami hanya menggunakan dua webbing. Webbing terakhir dipasang di anchor perunggu (Klasifikasi berdasarkan Muhsin, anchor perunggu adalah anchor yang mudah lepas bila di geser arah tarikannya, dalam peristiwa ini anchor akan copot bila ditarik ke atas).&lt;br /&gt; Ketika setengah perjalanan di dalam gua, Sojo mengatakan bahwa ia ingin buang air besar. Tapi kami tetap melanjutkan perjalanan. Ternyata di akhir perjalanan, Sojo sudah tidak kuat lagi menahan dan akhirnya terciumlah bau yang kurang sedap. Kamipun segera ke mulut gua agar Sojo bisa melanjutkan urusannya yang sangat mendesak tesebut.&lt;br /&gt; Kami kembali ke warung dan menunggu tim pertama yang menyelamatkan helm di gua jangkrik. Mereka kembali dengan pakaian kotor dan tubuh yang terlihat sangat kelelahan tapi mereka berhasil menyelamatkan helm dan headlamp saya. Kami istirahat sebentar dan kemudian berberes-beres karena mau berangkat ke sungai Citarum untuk membersihkan alat.&lt;br /&gt; Kami tidak mengalami masalah dalam perjalanan ke sungai Citarum. Sebelum kami membersihkan alat di sungai Citarum. Kami mampir ke gua Sangyang Tikoro yang ada di hulu sungai Citarum. Dulu, gua tersebut dilalui air sungai Citarum yang deras, namun karena sungai Citarum sedang kering, kami bisa menjelajahinya.&lt;br /&gt; Gua Sangyang Tikoro sangat besar. Sisi-sisi gua sangat kasar karena sering tergerus air deras. Sebelah kiri mulut gua ada jalur yang menembus ke luar gua. Kami jalan lurus dan menemukan bagian gua yang tergenang air. Bowo, Yoga dan Yudha terus berjalan sementara kami hanya melihat mereka yang makin lama tidak terlihat kemudian muncul lagi di bagian selanjutnya. Kamipun berbalik arah, kembali ke mulut gua. Beberapa dari kami mencoba melewati lorong lain yang agak berair dan menembus ke luar gua.&lt;br /&gt; Setelah selesai menjelajahi gua dan berfoto-foto, kami kembali ke motor dan berangkat ke sungai Citarum dibalik pembangkit listrik Saguling. Kami melewati gua Sangyang Poek untuk mencapai bagian sungai yang ingin kami gunakan untuk membersihkan alat.&lt;br /&gt; Setelah sampai, kami membersihkan alat-alat dan mengeringkannya. Setelah itu, kami berganti pakaian. Laki-laki tetap di tempat sementara perempuan ke gua Sangyang Poek untuk berganti pakaian. Kamipun selesai berganti pakaian dan kembali ke motor. Dalam perjalanan ke motor, Yudha tanpa sengaja memecahkan genteng saung warga dengan carriernya, namun kami tetep melanjutkan perjalanan. Ketika kami hampir mencapai motor, ada seorang penjaga PLTA Saguling yang berkata pada kami agar jika kami ingin parker motor, sebaiknya kami parker di PLTA Saguling agar lebih aman. Kemudian kami naik motor dan kembali ke ITB ;tapi Muhsin dan Yudha tidak langsung ke ITB, mereka mengurus keperluan tugas akhir Muhsin di PLTA Saguling. &lt;br /&gt;Perjalanan dari sungai Citarum tidak ada masalah. Kami sampai di ITB sekitar jam delapan kemudian kami segera membersihkan jumar, krol, karabiner, MR, dan alat-alat lain yang berbahan besi. Kami juga menjemur tali di atas sel dan menggantungkan sling, webbing, padding, dll di depan sel. Esok harinya, kami membersihkan carrier yang terkena tumpahan shampoo Yudha, misting, dan alat masak lainnya. Berakhirlah rangkaian kegiatan yang kami lakukan dalam mengadakan perjalanan ke gua Jangkrik dan gua Wayang di Padalarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-371951771388388838?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/371951771388388838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=371951771388388838&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/371951771388388838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/371951771388388838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2011/05/kami-bermain-di-gua-jangkrik-dan-gua.html' title='kami bermain di Gua Jangkrik dan Gua Wayang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1442722633915853993</id><published>2010-09-01T21:22:00.002+07:00</published><updated>2010-09-01T21:25:02.964+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan ke Gunung Merapi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH5iMFCL9QI/AAAAAAAAAO8/YAGFDYMrSD4/s1600/6.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH5iMFCL9QI/AAAAAAAAAO8/YAGFDYMrSD4/s320/6.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511950953597367554" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PERJALANAN KE GUNUNG MERAPI – JOGJA&lt;br /&gt;By nurul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mengisi liburan semester kemaren, beberapa anak mencetuskan ide untuk berjalan-jalan ke jogja. Kami pergi ke jogja pada tanggal 30 Juni 2010. Kami berangkat pada pukul 20.00 menggunakan kereta api. Anggota yang ikut dalam perjalanan berjumlah enam orang, yaitu fia, cahyo, ko andi, onye, usie dan saya sendiri, nurul. Kami sampai di Jogja kira-kira pukul tujuh pagi. Sesampainya di jogja kami langsung mencari untuk sarapan. Setelah itu, kami mencoba mencari dimanakah satu bumi (UGM) berada dengan  bertanya dengan beberapa orang yang ada di jalan. Akhirnya, setelah naik busway kira-kira setengah jam, kami pun sampai di UGM. Seeampai di UGM kami langsung menanyakan keberadaan satu bumi.&lt;br /&gt; Setelah sampai di sekre satu bumi, kami istirahat sejenak sambil ngobrol-ngobrol dengan anak-anak satu bumi.  Setelah itu, kami semua dijamu dengan makan siang yang enak. Pada hari ini, kami tidak pergi kemana-mana, kecuali di malam harinya kami baru pergi ke alun-alun, pusat kota jogja, sebelumnya kami juga diajak main futsal oleh anak-anak satub.  &lt;br /&gt; Hari kedua, kami berencana untuk pergi naik gunung merapi. Rencana awal berangkat pukul dua siang, tetapi karena banyak yang ngaret kami baru berangkat pukul lima sore. Kami pergi menggunakan motor. Anggota yang ikut naik gunung merapi kira-kira ada enam belas orang. kami baru sampai di basecamp dekat gunung merapi sekitar pukul sembilan malam. Dari jogja ke tempat gunung merapi ini dibutuhkan kira-kira 3 jam, di tambah berhenti di jalan untuk makan dan solat, kira-kira total waktunya 4 jam.&lt;br /&gt; Setelah beristirahat, sekitar pukul 10 malam, kami memulai perjalanan menuju puncak merapi. Di gunung merapi terdapat 2 pos. Pos pertama ditemui setelah kira-kira berjalan selama dua jam. Jalan menuju pos pertama tidaklah begitu sulit untuk ditempuh. Selanjutnya, menuju pos kedua, jalannya sudah agak curam. Untuk menuju ke pos kedua ini dibutuhkan waktu kira-kira 3 jam. Dari pos kedua menuju ke tempat ngecamp tidaklah begitu jauh lagi. Hanya perlu berjalan kira-kira setengah jam. Tempat campnya sangat luas. Pada saat itu, karena sedang weekend dan sedang musim liburan, banyak sekali orang yang naik gunung merapi dan ngecamp di tempat tersebut. kami sampai di tempat camp itu sekitar pukul 03.00 dan berencana naik ke puncak merapi pada pagi harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH5h8-MZUoI/AAAAAAAAAO0/fNvndRG3B6Y/s1600/17.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH5h8-MZUoI/AAAAAAAAAO0/fNvndRG3B6Y/s320/17.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511950694063100546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beristirahat, kira-kira 3 jam, sekitar pukul 6 pagi kami mulai naik ke puncak merapi. Dari camp, puncak merapi dapat ditempuh hanya dalam satu jam. Setelah sampai di puncak, kami tidak lupa mengambil beberapa gambar untuk dokumentasi. Pemandangan di atas gunung merapi sangat lah indah. Dari atas sana, terlihat gunung merbabu dan gunung sindoro sumbing. Selanjutnya, setelah puas mengambil gambar lebih kurang selama satu jam, kami pun turun lagi.sesampainya di bawah, kami sarapan. Setelah kenyang, kami memacking semua baramg-barang dan bersiap untuk turun ke bawah lagi. Waktu yang dibutuhkan untuk turun gunung tidak selama naiknya, hanya dibutuhkan waktu selama dua jam. Sekitar pukul 2 siang kami sudah sampai di bawah. &lt;br /&gt;Setelah sampai dibawah, kami beristirahat sejenak, kemudian kami melanjutkan perjalanan untuk kembali ke jogja. Sekitar pukul 5 sore kami sudah sampai kembali ke jogja. Pada malam harinya, kami diajak jalan-jalan di dalam kota jogja. Hari berikutnya kami berenacana pergi ke pantai siung, tetapi karena ada anggota yang harus balik ke banbung keesokan harinya, kami mengurungkan niat itu. Selanjutnya, keesokan harinya, kami kembali ke bandung. Perjalan ke jogja kali ini sangat seru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1442722633915853993?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1442722633915853993/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1442722633915853993&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1442722633915853993'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1442722633915853993'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/09/perjalanan-ke-gunung-merapi.html' title='Perjalanan ke Gunung Merapi'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH5iMFCL9QI/AAAAAAAAAO8/YAGFDYMrSD4/s72-c/6.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7348624953050765124</id><published>2010-08-31T23:17:00.001+07:00</published><updated>2010-08-31T23:22:46.144+07:00</updated><title type='text'>Citatah 125, Padalarang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0sOVf_QcI/AAAAAAAAAOs/CGYxACOaSIQ/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0sOVf_QcI/AAAAAAAAAOs/CGYxACOaSIQ/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511610143772459458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PERJALANAN&lt;br /&gt;GL-XIX SUBDIVISI ROCK CLIMBING&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22 – 25 Mei 2010&lt;br /&gt;CITATAH 125 M, PADALARANG, JAWA BARAT&lt;br /&gt;Oleh :&lt;br /&gt;Gabriel Efod Virant Pangkerego&lt;br /&gt;Planologi 2009 / 15409034&lt;br /&gt;No. Anggota : GM-013-XIX&lt;br /&gt;KMPA Ganesha ITB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari itu adalah hari terakhir semester 2 dan menjelang Perjalanan Evaluasi Akhir Gladi Lanjut XIX Subdivisi Rock Climbing yang kami rencanakan pada pertengahan Juni 2010 menuju Tebing Uluwatu Bali. Kami GL-XIX Rock Climbing merencanakan latihan pemanjatan artificial di Tebing Citatah 125 m. Saya, Inda, Winda, dan Dian sudah merencanakan latihan ke sana Jumat, 21 Mei 2010 setelah pulang kuliah. Tapi karena satu dan lain hal, perjalanan hari itu diundur menjadi keesokan harinya pada Sabtu, 22 Mei 2010. Memang kesibukan masing-masing anggota GL selama ini adalah halangan bagi kami untuk latihan bersama-sama termasuk pada hari itu.&lt;br /&gt;Keesokan harinya, Sabtu, 22 Mei 2010, kami merencanakan berangkat ke Citatah siang pukul 10-11an, namun karena kami harus belanja keperluan dan segala logistic makanan, kami harus ngaret sekitar 2-3 jam dari yang direncanakan. Akhirnya berbekal diri, kesenangan, dan kesiapan kami siap berangkat. Namun ada satu masalah sebelum berangkat. Mungkin sepele karena tidak ada yang mau mengangkat satu carier, Mas Sigit marah dan jalan kaki duluan, dan merembet ke Sani yang tidak memperdulikan kami. Disana selain kami berempat ada Sigit, Sani, dan Freden yang mendampingi kami. Akhirnya dengan ditinggal oleh Sigit dan Sani, kami pun berdoa dan jalan kaki ke pertigaan Grande Dago menyusul 2 kakak kami tersebut. Di sana kami menunggu bus Damri Leuwi Panjang-Dipati Ukur untuk kami tumpangi ke Leuwi Panjang. Setelah menikmati es krim durian, bus pun datang dan kami menumpang bus tersebut.&lt;br /&gt;Dengan ongkos dua ribu hingga Leuwi Panjang, kami turun di terminal Leuwi Panjang dan berganti bus yang langsung menuju Padalarang. Saya lupa berapa ongkosnya, yang saya ingat hanyalah hampir semua dari kami tertidur dan tiba-tiba kami dibangunkan oleh Sigit dan Sani ketika sampai di Citatah.&lt;br /&gt;Turun dari bus, awan sudah menunjukan senja di depan kami. Kami pun langsung melangkah ke atas, ke basecamp yang biasa menjadi tempat kami beristirahat. Sampai di basecamp kami langsung beberes tempat kami, membakar sarang semut merah yang mengganggu kami, dan mencari dahan-dahan untuk kami pakai sebagai api unggun malam harinya. Dan kemudian karena kami tidak bisa memulai pemanjataan saat itu, kami hanya menghabiskan waktu dengan ngobrol-ngobrol dan membantu teman kami, Budi yang mengurusi perlengkapan manjatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam hari, karena saya ada urusan di kampus saya harus pergi kembali  ke kampus, dan berjanji untuk kembali ke Citatah keesokan harinya bersama Inda. Inda berencana pulang dulu keesokan harinya karena harus survey acara KMK ke Ciater. Jam 10 malam saya kembali ke Bandung menggunakan bus yang sama seperti keberangkatan. Malam hari saya sampai di kos, dan membereskan tugas akhir Teknik Presentasi dan Komunikasi (Tekpres) Planologi, tugas yang sangat penting untuk saya kerjakan. Dan malam itu saya tidak tidur untuk menyelesaikannya.&lt;br /&gt;Minggu, 23 Mei 2010, saya ke kampus untuk mengurusi acara SATU dari fakultas saya SAPPK. Kami mengundang anak-anak panti asuhan, ini adalah bentuk bakti sosial kami kepada masyarakat. Saya di acara tersebut berperan sebagai stage manager. Di tempat lain, Winda dan Inda juga kembali ke Bandung. Acara SATU baru selesai sore menjelang malam hari, dan saya belum menyelesaikan tugas Tekpres walaupun sudah tidur malam sebelumnya. Sebelumnya saya tidak ingin ikut menggabungkan tugas Tekpres itu, karena ini adalah tugas kelompok jadi perlu disatukan. Namun karena saya adalah ketua kelompoknya, jadi saya merasa saya harus ikut, akhirnya saya menghubungi Inda untuk bilang kalau saya tidak bisa kembali hari itu ke Citatah. Ternyata Inda juga baru balik dari Ciater dan berencana baru Senin akan kembali ke Citatah karena di kecapaian. Akhirnya kami berdua merencanakan kemabali ke Citatah hari Senin malam. Dan saya kembali berkutat dengan tugas Tekpres, tidak tidur menyelesaikan tugas. Saya dan teman sekelompok Tekpres non-stop mengerjakan tugas dari jam 8 malam hari Minggu hingga jam 2 siang hari Senin. Setelah itu langsung mengumpulkan tugas kami ke kampus jam 3 siang. Setelah itu, saya baru tidur di CC Barat setelah 2 hari tidak tidur hingga malam harinya.&lt;br /&gt;Malam harinya, saya baru terbangun dan terkejutkan noleh telpon dari Inda yang meminta saya segera ke sel. Akhirnya saya ke sel langsung segera ditelpon. Ternyata di sana ada Inda dan Winda, dan Inda menceritakan kepada kami bahwa ia kesal dengan Mas Sigit yang katanya marah kepadanya. Segera kami bertiga langsung sms Freden yang masih ada di Citatah bahwa kami akan berangkat malam itu juga ke Citatah. Kami mencoba menghubungi Jesica untuk mengajak ia ikut ke Citatah bersama kami, dan belanja makanan untuk kami santap hingga keesokan harinya. Namun Jesica tidak bisa dihubungi. Langsung pukul 19.30 kami berangkat ke Citatah naik mobil Winda. Selama satu jam kira-kira kami sampai di Citatah, dan di sepanjang perjalanan kami bertiga berbincang tentang masalah di GL XIX RC.&lt;br /&gt;Sesampai di Citatah dan sesampai di basecamp, kami menunggu Freden. Freden datang dan menyuruh kami ke bawah tebing untuk ngobrol-ngobrol. Kami berempat berbincang sebelum akhirnya Bli Bayu pun dating bergabung dengan kami. Tampak dari wajahnya bahwa Freden kesal kepada kami, dia kesal kepada saya dan Inda yang ingkar janji bahwa akan datang hari sebelumnya. Setelah kami berbicara panjang lebar, bahwa kami tidak datang karena alasan yang kuat, akhirnya dia bisa mengerti. Kami juga membicarakan secara terbuka masalah-masalah di GL angkatan kami. Dia meminta kami untuk tetap semangat untuk latihan RC.&lt;br /&gt;Saat itu saya sangat capai karena belum tidur selama 2 malam. Akhirnya kami membuat jadwal kegiatan untuk keesokan harinya, yaitu bangun jam setengah 6 pagi langsung olahraga, Freden mengajari saya teknik pemasangan alat di tebing sampai pukul 10 pagi, dan dilanjutkan dengan pemanjatan. Namun mala mini saya diharuskan tidur agar segar keesokan harinya.&lt;br /&gt;Selasa, 25 Mei 2010, pukul 05.30 pagi, kami bangun dengan terpaksa karena masih ngantuk. Kami langsung olahraga pagi keliling desa. Setelah olahraga, Inda dan Winda membuat sarapan untuk kami, sedangkan saya diajari secara privat oleh Freden tentang pemasangan alat. Saya diajari privat hari itu karena selama ini saya tidak ikut latihan-latihan RC karena kesibukan lain. Setelah belajar pemasangan alat, yang sempat ada insiden saya dan Freden jatuh 2 meter dan berguling-guling di tanah, kami melanjutkan dengan pemasangan alat dengan artificial secara horizontal. Setelah selesai hingga pukul 10 pagi kami makan siang. Ternyata Freden masih memberi saya PR untuk melakukan artificial hingga goa 25 meter secara vertikal. Saat itu badan saya sangat lemas mungkin karena kecapaian hari-hari sebelumnya, namun saya paksakan saja. Lalu saya naik vertikal dengan susah payah setinggi 25 meter hingga goa. Treamor saya kambuh dengan parah, saya sempat bilang ke Freden kalau saya sangat tidak yakin bisa ngetop hari itu karena kondisi fisik saya yang lemah. Namun saya terus disemangati oleh Freden, dan mengurungkan niat saya itu. Sesampai di goa ternyata saya masih harus memanjat seperti ninja di Cimenei, awalnya saya ragu apalagi setelah Freden bilang Dian pernah jatuh di sana. Tapi setelah nekat mencobanya, dan bisa, saya tidak percaya saya bisa naik hingga di step kedua setelah Cimenei, dan dari sana kami berdua rapling hingga ke bawah.&lt;br /&gt;Sesampai di bawah kami dibriefing oleh Freden dan ormed jalur ke puncak. Sebelumnya saya sudah bilang ke Inda dan Winda kalau saya tidak yakin bisa ngetop saat itu, apalagi saya sudah lemas, mengantuk , dan treamor saya sedang parah-parahnya. Saya menanyakan apakah bisa diundur hingga keesokan harinya. Mereka mengerti kondisi saya, namun karena saya merasa tidak enak kalau tidak ngetop saat itu apalagi mereka sedang semangat-semangatnya, kami terus lanjut dengan posisi saya sebagai jumarer yang hanya membawa logistic saat memanjat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0r-r0OisI/AAAAAAAAAOk/GxoXIWBw3uI/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0r-r0OisI/AAAAAAAAAOk/GxoXIWBw3uI/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511609874885020354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanjatan dimulai pukul setengah tiga sore, dengan estimasi waktu 21/2 samapai 3 jam hingga puncak. Dibuka dengan doa oleh Winda dan mohon doa dari Bli Bayu, kami memulai pemanjatan setelah goa 25 meter. Diawali dengan pemanjatan ninja oleh Winda sebagai leader di Cimenei, lalu saya sebagai jumarer dengan teknik SRT, dan terakhir Inda sebagai cleaner. Sesampai di atas kami diberikan pemandangan indah Padalarang dari atas yang sayangnya ditutupi oleh pabrik-pabrik kapur. Namun tak lama kami di sana, kami harus melanjutkan pemanjatan hingga ke puncak. Selama pemanjatan kami sebagai tim lebih santai dan tidak terburu-buru, karena kondisi saya yang kelelahan dan capai sekali. Bahkan saking kecapaiannya saya sempat tertidur ketika menunggu Winda sang leader yang sempat ormed di atas.&lt;br /&gt;Ketika di bawah, kami dibriefing oleh Freden, dan diberikan teknis pemanjatan, yaitu: hingga pitch terakhir leader adalah Winda, cleaner Inda, dan saya sebagai jumarer. Namun setelah pitch terakhir setinggi 20 meter hingga puncak, leader adalah saya, dan Winda atau Inda diberikan kebebasan. Namun karena selama pemanjatan saya dan teman-teman melihat kondisi saya yang tidak begitu baik, saya meminta kepada mereka agar leader terakhir jangan saya. Dan mereka menyanggupi walau saya merasa tidak enak. Sekitar pukul 17.00 sore kami tiba di pitch terakhir, dimana dari sana kami bisa memanggil Bli Bayu dan Freden yang terlihat sangat jauh di bawah dekat mobil Winda.&lt;br /&gt;Di pitch terakhir, 20 meter dari puncak kami sudah bisa melihat puncak dari sana, dan tebing yang sudah menantang kami di depan. Setelah itu, Winda dan Inda meyakinkan saya bahwa saya pasti bisa melead mereka berdua. Sebenarnya saya sudah mengatakan kalau saya tidak sanggup, namun karena semangat dari mereka berdua sungguh meyakinkan saya yang lemah ini. Dan diputuskan saya akan menjadi leader, dengan cleaner Winda, dan Inda sebagai jumarer. Ketika kami duduk bersama bertiga untuk berganti perlengkapan, kami sempat mengobrol banyak. Kami merasa senang dapat memanjat puncak Citatah 125 m bertiga, karena selama ini kami tidak pernah pergi bertiga, dan kami merasa sangat senang dan tersemangatkan apabila kami bertiga berkumpul dan latihan bersama. Apalagi ini adalah latihan pertama kami dapat bertiga bersama, setelah 2 bulan tidak latihan karena kesibukan masing-masing. Jadi kami sangat senang waktu itu.&lt;br /&gt;Pukul 17.30 kami memulai pemanjatan di pitch terakhir hingga puncak. Semula tidak ada hambatan yang berarti dan saya masih merasa kuat untuk melanjutkan pemanjatan 20 meter terakhir. Apalagi Freden, Bli Bayu, Enda, istri Mang Enda, dan Budi sudah terlihat memanggil-manggil kmai dari atas.&lt;br /&gt;Setelah 3/5 tambatan (saya lupa) kondisi masih terang dan jalur masih mudah dilewati. Namun setelah itu, tiba-tiba suasana Citatah menjadi gelap mendadak karena menjelang magrib. Jalur sudah gelap, saya tidak bisa melihaty jalur yang ada, bahkan Freden membantu penerangan dengan senter yang dia bawa. Memang satu safety procedure ini terlupakan oleh kami sebab estimasi waktu kami selesai pukul jam 17.00. Seharusnya saat itu saya berhenti sejenak, namun entah mengapa safety procedure kembali saya lupakan. Saya memasang tambatan paku phyton agar lebih kuat. Setelah gelap itu, saya sempat memasang dua phyton di tebing dan saya merasa yakin akan kuat menahan kami. Lalu saya kesulitan di satu titik dimana tidak ada pegangan yang dapat saya raih. Saya cukup lama di sana, sekitar 5-10 menit mencari jalur yang cukup mudah untuk kami lewati. Saya sempat bertanya kepada Freden, “Bang lewat mana nih? Susah banget?” “Sudah pot, lanjut aja ke atas! Ayo cepat!” begitu kata Bang Freden. Namun apa daya, saya mencari dan tidak ketemu pegangan apapun. Di saat itu saya sungguh merasa capai dan ngantuk sekali, bahkan treamor saya kembali kambuh dengan parahnya. Akhirnya, “Bang, istirahat dulu ya?” kata saya dan diiyakan oleh Bang Freden. Akhirnya saya memberi kode kepada Winda belayer saya. Dan saya melepaskan pegangan untuk nantinya tertambat di phyton saya.&lt;br /&gt;Setelah itu saya mengalami blank selama kurang lebih 5-10 detik. Rupanya saya jatuh saat itu, phyton saya copot dua. Katanya saya selama 3 detik jatuh dan 2 kali menabrak dinding dengan keras. Saat itu saya mengalami blank, namun setelah itu saya sadar kembali. Saya merasa kalau saya dipull oleh Winda hingga kaki saya menyentuh tanah. Namun entah mengapa, saya merasa tidak kuat dan langsung jatuh. Saya tidak merasa sakit apa-apa, bahkan saya sadar 100%. Saya melihat Winda dan Inda yang terdiam, mereka menyenter-nyenter ke arah saya dengan muka takut mereka, saya ingat senior-senior saya turun mengevakuasi saya, diajak ngobrol oleh mereka dan saya berusaha dengan susah payah menjawab mereka, bahkan pengalaman terburuk saya, saya alami saat itu. Saya sadar ketika saya kejang-kejang. Badan saya gerak-gerak sendiri, namun saya tidak dapat menghentikannya. Bahkan sampai Enda yang waktu itu ada di sebelah saya berkata astagfirullah saya ingat, namun saya tidak bisa berbuat apa-apa. Saya sadar hingga saya diangkat dievakuasi ke atas, namun sayangnya setelah itu saya tidak sadarkan diri. Saya baru sadar ketika saya terbangun di ruang ICU rumah sakit dengan anak-anak KMPA ramai di sebelah saya, ada dokter berbaju tentara, dan kedua orang tua saya.&lt;br /&gt;Rupanya saya dievakuasi ke rumah sakit Cahya Kawaluyan Padalarang. Saya mengalami pendarahan kepala sehingga kepala saya berisi sepertiga darah, dan mesti dioperasi saat itu juga, katanya kalo telat satu jam mungkin saya akan meninggal. Selain itu paha saya juga robek dan tulang selangka saya patah hingga sekarang.&lt;br /&gt;Namun pelajaran yang saya ambil, saya akan terus bersama KMPA dan tidak akan pergi, seperti yang teman-teman saya tanyakan pada saya, “Pot, kok lo masih mau ikut KMPA?” Namun justru saya semakin merasa bersalah, tidak enak, dan berhutang budi oleh keluarga saya KMPA. Bila tidak ada mereka yang menyelamatkan dan membantu saya, pasti saya tidak dapat bersama mereka lagi sekarang.&lt;br /&gt;Selain itu tidak lupa, jangan melupakan safety procedure yang ada! Kalo merasa tidak yakin lebih baik jangan anda lakukan karena akan membahayakan diri anda dan teman-teman yang bersama anda. Dari pengalaman ini saya dapat belajar banyak, dan juga teman-teman saya. Sayangnya saya tidak dapat berkontribusi banyak di perjalanan evaluasi akhir bersama teman-teman GL XIX RC saya ke Gunung Kelud. Saya sungguh kecewa, dan saya bertekad cepat sembuh dan jalan-jalan bersama mereka lagi. Untuk perjalanan akhir ini, saya tetap bertekad membantu sepenuh hati, karena saya adalah tanggung jawab mereka, dan mereka adalah tanggung jawab saya. Teman-teman adalah obat untuk segalanya.&lt;br /&gt;Citatah 125 m, Padalarang, 25 Mei 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bandung, 31 Agustus 2010&lt;br /&gt;Gabriel Efod Virant Pangkerego&lt;br /&gt;GM-013-XIX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7348624953050765124?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7348624953050765124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7348624953050765124&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7348624953050765124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7348624953050765124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/citatah-125-padalarang.html' title='Citatah 125, Padalarang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0sOVf_QcI/AAAAAAAAAOs/CGYxACOaSIQ/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-960487215659373208</id><published>2010-08-31T23:13:00.002+07:00</published><updated>2010-08-31T23:17:12.834+07:00</updated><title type='text'>Rock Climbing di Kelud</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0q7S90_GI/AAAAAAAAAOc/MpgAJxxW6Y4/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0q7S90_GI/AAAAAAAAAOc/MpgAJxxW6Y4/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511608717163166818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anggota muda KMPA 'G' ITB, kami diwajibkan untuk membuat perjalanan akhir untuk divisi kami masing - masing. Saya dan teman - teman dari divisi Rock Climbing memutuskan untuk melakukan perjalanan ke tebing Sumbing, Gunung Kelud. Saya pun ditunjuk untuk menjadi ketua perjalanan dan koordinator lapangan untuk perjalanan ini. Setelah rangkaian latihan, perisapan logistik, dan presentasi di depan massa KMPA yang rumit, akhirnya tim Kelud saya diijinkan berangkat ke Kelud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tim kelud terdiri dari saya (first commander), Inda (second commander), dian, azka, mas sigit, tetu, bayu, dan affan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami berangkat tanggal 12 juli 2010 dari ITB pukul 17.15 . Kami naik angkot Sadang Serang Caringin ke stasiun hall Bandung. Dari stasiun hall bandung kami naik kereta patas menuju stasiun padalarang (pk.17.45). Untuk menuju Kediri kami menggunakan kereta ekonomi Kahuripan. Stasiun keberangkatan pertama Kereta Kahuripan adalah stasiun padalarang. Jadi supaya mendapat kursi lebih baik dari stasiun pertamanya. Namanya juga kereta ekonomi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pukul 18.15 kami sampai di padalarang. Kereta kahuripan berangkat pukul 20.00, maka kami punya waktu hampir 2 jam untuk leha - leha di stasiun. Kami berjalan menuju kereta kahuripan yang berada di jalur tiga kalau tidak salah. Ternyata ada kereta pengangkut barang di jalur dua. Karena malas memutar, saya naik ke atas kereta di jalur dua dengan maksud untuk menyeberang. Sampai di atas kereta tiba - tiba carrier 22 kilo saya terjepit di badan kereta dan railing tangga yang saya lalui. Saya pun tidak dapat bergerak di atas kereta. Tiba - tiba sang kereta mulai bergerak dan saya sangat panik. Saya pun segera melepaskan carrier saya yang masih terjepit di badan kereta. Setelah itu saya berhasil melepaskan sang carrier yang terjepit dan segera melemparkannya dari atas kereta tanpa pikir panjang. Padahal di dalam tas saya ada kamera dslr saya, tapi saya sudah sangat panik karena kereta sudah jalan. Carrier saya yang terjatuh segera diselamatkan teman saya sebelum terlindas kereta. Saya pun segera melompat ala James Bond dari kereta yang bergerak. Sudah seperti di film - film laga saja. Akhirnya saya dan carrier saya selamat dan tidak ikut si kereta menuju entah kemana. Saya pun menjadi lelucon tim selama karena kebodohan saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kereta Kahuripan berangkat dari stasiun padalarang pk 20.00. Saya makan malam di kereta dengan menu nasi ayam goreng dengan harga 5000 rupiah saja. Kereta kahuripan segera penuh setelah melewati stasiun kiara condong. Orang - orang berdiri berhimpitan. Panas, pengap, bau keringat, dan bau pesing menjadi teman tidur yang sangat tidak menyenangkan. Ditambah lagi dengan bantalan kursi yang makin lama makin tipis karena terlalu lama diduduki. Alhasil saya pun jadi tidak nyenyak. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Lewat dari Yogyakarta kereta menjadi sepi, saya pun berjalan - jalan menyusuri gerbong kereta dan duduk di pintu samping kereta, menikmati angin dan pemandangan sawah. Setelah puas menonoton pemandangan dari pintu kereta, saya pun mencari kursi yang kosong, lalu tidur dengan nyenyak.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kami sampai di kediri pukul 14.00. kami langsung dijemput oleh mas Ari dan Mas Zen dari FPTI (forum Pemanjat Tebing Indonesia) naik mobil charteran (Grand Max yang super besar). Kami belanja sayuran dulu di pasar Kediri. Saya dan beberapa teman tidak ikut belanja ke dalam pasar. Saya pun beli es degan yang segar dan dingin untuk melonggarkan tenggorokkan yang rasanya sudah merenges. Secepat kilat mata saya melihat tukang bakso yang menggoda iman (baksonya, bukan yang jualnya). Saya pun langsung membeli sepuluh buah bakso sekaligus. Sudah kelaparan sepertinya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah kelar membeli sayuran, kami melanjutkan perjalanan ke Gunung Kelud. Rute yang kami pilih adalah Kediri lalu ke Wates lalu ke Ngancar lalu ke Kelud. Sebelum ke Wates kami menyempatkan diri untuk bertemu Pak Mumun, anggota FPTI yang lain dan tentu saja kami menyempatkan diri membeli tahu Kediri yang terkenal. Perjalanan di kaki gunung kelud kurang bersahabat. Kabut yang luar biasa dan jalan yang berkelok membuat saya agak takut. Lihat kiri, lihat kanan cuman putih saja warnanya. Udara segar sudah terasa sejak dari kaki gunung kelud. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akhirnya kami tiba di parkiran wisata Gunung Kelud. Saya pun berkenalan dengan Pak Tomo salah satu penjaga Gunung Kelud. Fyi, pertama kali melihat Pak Tomo saya sempat takut, soalnya Pak Tomo tinggi besar dan berkumis tebal (read:sexy). Hahaha. Ternyata Pak Tomo sangat ramah dan baik. Kami pun menuju lokasi base camp dekat tebing Sumbing. Base camp tidak begitu jauh dari parkiran. Kami melewati terowongan sepanjang kurang lebih 50 meter yang sangat gelap dan menyeramkan. Aura mistis pun ditambah dengan adanya tempat bertapa di dalam terowongan ini yang dipenuhi oleh kelelawar. Yah bolehlah buat yang lagi galau buat merenung sama kotoran kalong. Haha. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertama kali melihat tebing sumbing, saya sangat kagum sekaligus jiper. Tebing setinggi 200 meter ini berdiri kokoh di hadapan saya, menunjukkan kegagahannya dengan bentukan yang sangat unik. Saya tidak bisa berhenti terpana melihat tebing sumbing. Adrenalin saya terpacu begitu kuat, tidak sabar rasanya mencicipi batu - batu andesit ini bersentuhan dengan telapak tangan saya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0qo4uNyTI/AAAAAAAAAOU/oDt7KgAB6gM/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0qo4uNyTI/AAAAAAAAAOU/oDt7KgAB6gM/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511608400880716082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera mendirikan camp karena sudah mulai berkabut. Orientasi medan pun saya batalkan karena kabut cukup tebal dan hujan mulai turun. Mas Ari pun menyampaikan beberapa petuah - petuah etika bersikap di gunung kelud ini, seperti jangan buang air di daerah antara base camp dan tebing, melainkan ke daerah di belakang base camp, dan saat buang air jangan menghadap ke tebing. Mitosnya tempat antara camp dan tebing merupakan 'dapur'-nya jin dan makhluk gaib lainnya. Pukul 20.30 kami makan malam ayam ungkep dan tumis kangkung. Luar biasa nikmat apalagi ditemani kopi pahit khas Mas Sigit dan lagu lapangan (read: shaggy dog). Malam pertama di kelud  kami disambut dengan angin kencang yang membuat malam menjadi sangat dingin.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagi di Gunung Kelud membuat saya tidak ingin keluar dari sleeping bag. Tapi demi kelancaran teklap saya pun sedikit demi sedikit sleeping bag dan keluar dari tenda. Hawa dingin pagi kelud segera menyeruak masuk ke dalam pernapasan saya. Saya dan beberapa anggota tim pun melakukan ormed ke tebing sumbing untuk mencari kira - kira bagian mana yang bisa dijadikan jalur sport. Jarak camp ke tebing tidak begitu jauh. Medan yang ditempuh adalah kumpulan tumbuhan pendek khas daerah dingin.      Golok pun mulai beraksi menunjukkan taringnya menebas ranting - ranting yang menghalangi. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah makan pagi, tim panjat (saya dan inda) segera menyiapkan alat untuk artifisial di bagian tebing yang kami pilih. Inda sebagai leader pertama mengalami kesulitan karena medan yang berat. Pemanjatan artifisial dilanjutkan setelah makan siang dengan saya sebagai leader kedua. Setelah mencapai ketinggian yang diinginkan saya pun memasang tambatan untuk tali statis. Karena semua tambatan adalah pengaman sisip maka saya memasang 5 tambatan. Dua untuk tambatan utama tali statis dan tiga lagi sebagai back up. Safety prosedur tetap nomor satu untuk saya. Saya pun memulai pengeboran pertama. Karena hari sudah sore maka pengeboran dihentikan pukul 17.15. Inda sebagai partner sejati pembuat jalur saya sakit flu hari ini. Mungkin karena kondisi tubuh yang kelelahan memang rentan terhadap penyakit ini. Malam kedua di gunung kelud ini sangat indah. Langit bertaburan bintang dan bulan yang malu - malu menampakkan dirinya. Saya pun rebahan di api unggun menatap langit. Beberapa kali saya melihat bintang jatuh dan mengucapkan beberapa permintaan. Walaupun sepertinya permintaan yang saya sebutkan sama semua. Yahhh jadi curcol kan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hari ketiga di gunung kelud berlangsung seperti teklap. Cuaca seperti mengerti  briefing yang saya berikan tadi malam. Pengeboran pun selesai pukul 17.00. Pengeboran dilakukan oleh saya dan Inda. Empat hanger telah terpasang kuat pada masing - masing lubang yang telah dibuat seperti mengundang para pemanjat untuk menembus jalur ini. Malam ketiga kali ini tidak kalah indahnya dengan malam sebelumnya. Taburan bintang seolah tidak berhenti menghibur saya yang kelelahan setelah seharian tergantung di harness mengebor tebing yang begitu kokoh. Perih di telapak tangan, pegal di sekujur badan, dan otot leher yang ketarik seolah hilang oleh hiburan alam damai yang begitu indah. Saya merasa sangat tenang. Melihat langit, merasakan tiap udara yang masuk ke paru - paru saya. Saya merasa seperti anak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pagi di hari keempat di gunung Kelud tidak seperti biasanya. Hari ini saya bangun lebih pagi (pk 05.00). Saya mengambil kamera saya dan berjalan menuju gardu pandang yang berada di selatan base camp. Jalan menuju gardu pandang sangat menyakitkan. Sekitar 600 anak tangga harus dilalui untuk mencapai gardu pandang. Sampai gemetaran kaki saya. Hahaha. Tapi semua itu terbayar dengan keindahan alam yang disajikan dari ketinggian ini. Jejeran tebing - tebing gunung kelud (tebing sumbing dan tebing gajah mungkur, serta satu tebing yang belum terjamah) mengelilingi kubah lava yang berisi sang anak gunung. Matahari pagi pun menyusup perlahan diantara tebing dan asap kawah. Pemandangan yang belum pernah saya saksikan sebelumnya. Kamera saya pun tidak berhenti mengedipkan diafragma lensanya, mengijinkan cahaya pagi masuk dan memberikan citra yang begitu megah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah turun dari gardu pandang, saya pun mempersiapkan diri dan peralatan untuk menjadi pemanjat pertama yang memanjat di jalur yang saya buat. Setelah berhasil menembus jalur untuk pertama kali saya pun mendapat hak untuk memberi nama jalur itu. Saya melihat jalur tersebut, dan saya menemukan keunikan pada jalur tersebut. Jalur tersebut menyerupai seekor kuda dan batuan pada jalur tersebut berwarna merah. Setelah mengkonsultasikannya pada tim saya, maka diputuskan nama jalur tersebut adalah Red Stallion. Saya suka nama ini. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Setelah selesai beres - beres camp kami pun menuju parkiran menunggu shuttle bus yang akan mengantar kami ke stasiun. Kami pun mandi di toilet parkiran dengan air yang sangat dingin. Jam 12.00 kami pun naik ke shuttle bus yang telah menunggu. Shuttle bus yang super ngebut ini membuat saya terguling- guling di dalam mobil. Sampai di stasiun pukul 14.00, kami pun nongkrong dan menegak kopi hangat di salah satu tempat makan di stasiun. Kerata Kahuripan arah Bandung berangkat pukul 15.00. yahh, saya pun kembali duduk berjam - jam di dalam kereta yang panas. Tapi saya sangat senang, red stallion menjadi hadiah jalur sport baru buat KMPA.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-960487215659373208?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/960487215659373208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=960487215659373208&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/960487215659373208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/960487215659373208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/rock-climbing-di-kelud.html' title='Rock Climbing di Kelud'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0q7S90_GI/AAAAAAAAAOc/MpgAJxxW6Y4/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-3880684471716109919</id><published>2010-08-31T22:30:00.002+07:00</published><updated>2010-08-31T23:12:27.173+07:00</updated><title type='text'>Tegal Panjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0p1xIws-I/AAAAAAAAAOM/T0M6QbzcwCk/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0p1xIws-I/AAAAAAAAAOM/T0M6QbzcwCk/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511607522671244258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal panjang, the secret sabanna&lt;br /&gt;July 20, 2010 by windabanyuradja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran saya masih agak kacau dengan kejadian kecelakaan yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Begitu pula dengan beberapa teman saya. Jadi untuk menghilangkan kepenatan kami memutuskan untuk jalan – jalan ke tegal panjang. Memang tegal panjang ini belum begitu terkenal di antara pecinta alam – pecinta alam maupun wisatawan. Akses tempat ini pun masih sulit.&lt;br /&gt;Saya berangkat hari jumat, 4 juni 2010. Kami memulai perjalanan pukul 09.00, dari itb kami naik angkot jurusan dago-kalapa sampai ke terminal kalapa. Tiba di kalapa pukul 09.45.  Lalu kami pun mulai menunggu bus yang arah pangalengan. Silakan tanya saja kepada orang sekitar dimana tempat paling yahuud untuk nunggu bus ini. Karena nunggunya ga di terminal. Karena menunggu bus pangalengan ini cukup lama, jadi kami beli es  cendol dulu serta berteduh di depan rumah kosong, karena waktu itu hari hujan. Akhirnya bus pun datang kira – kira pukul 10.30.&lt;br /&gt;Kami tiba di pangalengan pukul 16.00. Kami pun carter angkot ke arah desa cibatarua. Kami harus carter karena sudah tidak ada angkot jam segitu ke arah cibatarua. Yasudah kami pun naik mobil carteran. Ternyata jalan ke desa Cibatarua ini ajegilebinbuset juga yah. Jalan tersebut rusak parah, dan shockbreaker angkot yang ‘yah gmana lagi’, membuat pantat saya terasa lecet – lecet. Saat di dalam angkot, Mas Sigit (senior saya) menyetel lagu shaggy dog. Sungguh mengena tiap lirik lagu jalan-jalan dari shaggy dog. Dan sejujurnya, sambil membuat catatan perjalanan ini saya memutar lagu itu kembali. Hahaha.&lt;br /&gt;Tiba di cibatarua jam 18.30, senior saya pun menemui Kang Maman untuk menginap di rumah beliau.  Ternyata beliau belum pulang. Kita pun diterima oleh istrinya. Kita pun masak di dapur rumah Kang Maman. Malamnya Kang Maman pulang dan kita pun beramah tamah.&lt;br /&gt;Besok pagi kami berangkat pukul 10.00 menuju tegal panjang. Dari cibatarua kami melewati desa papandayan. Lalu dari desa papandayan kami melewati perkebunan teh. Seluas mata memandang saya hanya melihat tanaman teh yang hijau dan menyegarkan mata. Setelah itu kami melewati ladang penduduk. Masyarakat daerah ini sangat ramah. Setelah melewati ladang, kami mulai memasukki daerah hutan yang cukup lebat kira – kira pukul 11.00. Untuk mencapai tegal panjang kami harus masuk ke dalam hutan dan melewati tiga punggungan dan tiga sungai kecil. Setelah 1 jam berjalan ternyata kami salah jalan alias nyasar. Cobaan dari sang mahaalam pun datang, hujan deras mengguyur kami di tengah hutan. Kami pun memutuskan untuk menuju sungai dan memasang flysheet sebagai tenda darurat untuk berteduh. Beberapa anggota tim ada yang memasak makan siang, dan beberapa anggota lain pergi mencari jalan. Jujur saya cukup panik karena jarum jam saya telah menunjukkan jam 14.00. sedangkan kami belum baru melewati satu punggungan. Anggota tim yang mencari jalan kembali dan menyampaikan kabar yang tidak begitu baik. Mereka tidak menemukan jalur pendakian. Daerah ini memang jarang didaki dan belum terkenal. Sehingga dengan cepat tanaman – tanaman hutan akan memakan jalur pendakian. Setelah hujan reda kami pun memutuskan untuk kembali ke ladang penduduk untuk bermalam di sana. Namun dalam perjalanan pulang kami bertemu dua pemburu yang kebetulan ingin berburu di tegal panjang. Maklum, tegal panjang masih sangat alami, kita dapat menemukan berbagai jenis satwa seperti monyet, burung, babi hutan, rusa, sampai kucing hutan atau macan kumbang. Kami pun berangkat bersama pemburu tersebut ke tegal panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0pe5Grf6I/AAAAAAAAAOE/l-yrS7G33eI/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0pe5Grf6I/AAAAAAAAAOE/l-yrS7G33eI/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511607129673007010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dicatat, sungai pertama yang dilewati mengalir dari kiri ke kanan, arusnya cukup deras, dan lebar sungai kira- kira 2,5 meter. Tepat setelah sungai pertama terdapat tanjakan lurus kira – kira sejauh 15 meter. Sungai kedua adalah sungai rawa berlumpur. Dan sungai ketiga adalah sungai yang tidak begitu besar. Tegal panjang berada di punggungan setelah sungai ketiga.&lt;br /&gt;Matahari sudah tenggelam dan tidak lagi ada cahaya di dalam hutan. Kami pun mengeluarkan senter masing – masing. Ingat pergerakkan malam sangat tidak dianjurkan. Setelah perjalanan yang melelahkan di tengah kerumunan tumbuhan berduri di dalam hutan, tibalah kami di tegal panjang. Sabanna luas yang dikelilingi punggungan dan gunung. Rumput – rumput setinggi paha melambai – lambai ditiup angin  lembahan memantulkan cahaya bulan yang berjaya. Padang rumput yang begitu luas diikuti oleh bentukan alam berupa cekungan sedalam 6 meter yang meliuk – liuk seperti ular raksasa.&lt;br /&gt;Kami segera mendirikan tenda dan mencari kayu bakar untuk mengeringkan badan yang basah karena hujan dan keringat. Tegal panjang sangat dingin karena angin bebas berkeliaran menusuk masuk ke camp.&lt;br /&gt;Pagi perdana di tegal panjang tidak akan saya sia – siakan. Saya bangun jam 05.30. Kehangat sleeping bag segera berganti dengan dingin embun rumput  yang membuat ujung- ujung kaki saya mati rasa. Saya segera mengambil kamera dan memotret sunrise tegal panjang. &lt;br /&gt;Kabut – kabut menyelimuti barisan punggungan yang mengelilingi tegal panjang. Matahari pun muncul seolah – olah menunjukkan kejantanannya pada para pendaki yang merindukan kehangatannya. Setelah makan pagi, saya pun jalan – jalan ke tengah padang rumput yang seolah tak bertepi. Celana saya basah karena embun ilalang yang menyapu setiap langkah kaki saya. Di tegal panjang ini terdapat kubah air sedalam 5 meter yang tidak pernah kering. Air dari kubah air ini sangat dingin.&lt;br /&gt;Rumput di tegal panjang kali ini sudah setinggi paha karena saya datang pada bulan – bulan penghujan. Sebagai informasi, rumput di tegal panjang secara berkala akan dibakar warga untuk mencegah kebakaran hutan. Biasanya warga membakar rumput tersebut di awal musim kemarau. Jadi waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tegal panjang adalah akhir musim kemarau, karena rumput – rumput baru tumbuh setinggi betis.&lt;br /&gt;Tegal panjang memang tempat yang tepat untuk bermalas-malasan. Saya dan teman – teman KMPA bermain kartu, bermain monopoli, dan main bola gebok. Malam hari kedua cuaca sangat bersahabat. Langit malam begitu cerah tanpa awan. Bintang dan bulan berlomba menerangi malam hari ini.&lt;br /&gt;Pagi hari ini seperti hari sebelumnya, cerah dan berkabut. Setelah puas berfoto – foto. Kamu pun berangkat pulang menuju desa cibatarua lewat jalan pergi sebelumnya. Sebenarnya dari tegal panjang kita dapat pulang melewati pondok selada, Gunung Papandayan. Tapi KTP saya kemarin ditahan oleh Pak RT Cibatarua. Dari cibatarua kita dapat naik truk pengangkut daun teh untuk sampai ke Sedep. Dari sedep kita dapat naik pick up menuju Pangalengan. Dari pangalengan kita naik angkutan umum langsung ke Bandung tepatnya ke Tega lega. Dari Tegalega kita bisa naik angkot Cisitu menuju ITB.&lt;br /&gt;Begitulah perjalanan saya kali ini. Tegal Panjang, i will come back someday.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-3880684471716109919?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/3880684471716109919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=3880684471716109919&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3880684471716109919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3880684471716109919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/tegal-panjang.html' title='Tegal Panjang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0p1xIws-I/AAAAAAAAAOM/T0M6QbzcwCk/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-6072742776643612881</id><published>2010-08-31T21:59:00.003+07:00</published><updated>2010-08-31T22:25:36.607+07:00</updated><title type='text'>Jalur Sport Tebing Hawu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0e1BqIGwI/AAAAAAAAAN8/AZwiNGgAU-g/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 168px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0e1BqIGwI/AAAAAAAAAN8/AZwiNGgAU-g/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511595415298382594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan perjalanan&lt;br /&gt;Pembuatan Jalur Sport di Tebing Hawu 30Juni-1Juli 2010&lt;br /&gt;Oleh: Clorinda Kurnia Wibowo (GM-010-XIX)&lt;br /&gt;Rencana untuk berlatih membuat jalur sport diutarakan oleh Winda sebagai ketua perjalanan akhir GL RC XIX, setelah diputuskan bahwa salah satu kegiatan yang akan kami lakukan dalam perjalanan akhir nanti adalah pembuatan jalur sport. Dalam latihan kali ini kami meminta Nda sebagai tutor kami untuk teknik pengeboran dan pembuatan jalur sport. Gunung Batu yang memiliki jenis batuan andesit kami anggap tempat yang tepat untuk memulai latihan pada esok hari, Selasa, 29 Juni 2010. Namun sangat disayangkan, ada hal yang harus dikerjakan Nda di Citatah,sehingga ia tidak bisa menemani kami ke Gunung Batu. Tetapi, ia menawarkan untuk menemani kami latihan di Gunung Hawu, Citatah. Maka kami pun memutuskan untuk menerima tawaran Nda dan segera mengumpulkan para pembimbing rock climbing kami di KMPA untuk ikut menemani latihan.&lt;br /&gt;Selasa, 29 Juni 2010&lt;br /&gt;Akhirnya terkumpullah pasukan untuk latihan kali ini, yakni : Inda &amp; Winda (Gladi Lanjut RC XIX), serta Freden &amp; Bayu (para pembimbing yang baik hati dan tidak sombong). Logistik panjat dan camp mulai dipersiapkan sekitar pukul 19.00 oleh Inda dan Winda. Logistik panjat yang kami bawa adalah: Karabiner screw (25), palu (2), runner (11), Sling (19), Webbing (3), harness(3), jumar(1), croll(1), autostop (1), piton (8), figure 8(3), chocker(1), blade(2), bong(2), delta(1), hanger(7), hexentrik(6), bor(2), skyhook(2). Logistik camp yang kami bawa adalah:matras(3), flysheet(1),kompor parafin(3), misting(2 set), golok(1), parafin(2 pak). Rencananya kami berangkat segera setelah packing selesai, namun karena adanya kegiatan “curhat2an” (hmm..begitulah menurut Mas Sigit) yang meikutsertakan para anggota BP KMPA termasuk Freden dan Bayu, maka perjalanan pun tertunda. Malam semakin larut, ternyata kegiatan tersebut baru selesai pukul 01.00. Perjalanan ke Citatah akan memakan waktu ±1jam, sedangkan kondisi fisik yang optimal sangat diperlukan untuk memulai latihan kami. Maka kami pun memutuskan untuk istirahat di kanopi, dan tertundalah kembali perjalanan kami hingga fajar menjelang.&lt;br /&gt;Rabu, 30 Juni 2010&lt;br /&gt;Setelah sarapan, kami berangkat pukul 08.00 dengan mengendarai dua buah sepeda motor milik Bayu dan Pak Alam (terima kasih Pak atas pinjamannya!). Dalam perjalanan menuju Citatah, kami menyempatkan diri untuk membeli mata bor di toko besi, mengingat mata bor yang kami miliki sudah tumpul. Tetapi, dari beberapa toko besi yang kami kunjungi, tidak satupun yang menjual mata bor seperti yang kami inginkan. Akhirnya kami pun kembali melanjutkan perjalanan. Setibanya di pos Citatah 125, pukul 09.30, kami menunggu kedatangan Nda sambil menikmati manisnya buah cresen yang tumbuh di kawasan tersebut. Tak lama kemudian, Nda datang bersama dengan istrinya yang akrab kami sapa “Teteh”. Lalu, kami segera menuju Gunung Hawu yang terletak di balik tebing Citatah 125 dengan mengendarai sepeda motor.  &lt;br /&gt;Perjalanan menuju Gunung Hawu ±15 menit dengan medan yang berbatU-batu. Pukul 10.30 kami memulai latihan teknik pengeboran. Nda memberi contoh terlebih dahulu, kemudian Inda dan Winda mengikuti secara bergantian. Awalnya gerakan kami masih terlihat kaku, bor yang kami pegang kerap kali bergeser-geser ketika dipalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0efZYPEBI/AAAAAAAAAN0/j43VPwNac-M/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 216px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0efZYPEBI/AAAAAAAAAN0/j43VPwNac-M/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511595043708669970" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, lubang pertama yang kami buat pun menjadi terlalu besar untuk dipasang hanger. Lalu Inda dan Winda kembali mempraktekkan pengeboran, masing-masing satu lubang dimulai oleh Inda. Satu jam kemudian, satu lubang selesai dan bor berpindah tangan kepada Winda. Pukul 13.30, pemanjatan artificial dimulai sebagai tahap awal pembuatan jalur sport dengan Inda sebagai leader dan Bayu sebagai belayer, dibantu oleh Nda yang memasang pengaman terakhir. Setelah tali statis terpasang dan alat-alat telah tertata rapi, kira-kira pukul 15.30, kami pun menyantap makan siang kami (atau lebih tepatnya makan sore, berhubung sudah lewat jam tiga). Hari sudah semakin sore, jalur sport belum dibuat, kami pun memutuskan untuk menginap. Pukul&lt;br /&gt;17.00, pembuatan jalur sport dimulai. Dengan menggunakan tali statis dan&lt;br /&gt;ascender, Winda mulai memukulkan palunya pada titik yang kemudian di sanalah terpasang hanger pertama oleh warga KMPA setelah sekian lamanya tidak ada kegiatan pembuatan jalur sport di KMPA. Nda pulang bersama istrinya tak lama kemudian. Malamnya, ± pukul 19.30, kami mengevaluasi perjalanan hari ini, juga bersama Sigit yang telah datang menyusul pukul 18.00 dengan membawa empat buah matras dan dua sleeping bag. Setelah berbincang-bincang hingga pukul 22.00, Inda dan Winda pun beristirahat agar tetap fit dalam melanjutkan pembuatan jalur sport keesokan harinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 1 Juli 2010&lt;br /&gt;Pukul 06.00, Sigit sebagai PJ bangun pagi segera membangunkan kami satu per satu. Nda yang seharusnya membawa sarapan, ternyata tidak dapat datang. Maka, Bayu dan Freden turun untuk membeli sarapan. Udara dingin yang dipadukan dengan gorengan serta kopi panas yang nikmat memberikan rasa yang sempurna untuk melanjutkan pembuatan jalur sport hari itu. Pukul 07.30 (telat 30 menit dari jadwal semula), Inda mulai racking dan melanjutkan pembuatan jalur sport. Pukul 09.00 hanger kedua telah terpasang, maka giliran Winda memukulkan palunya untuk menempatkan hanger ketiga.  Pukul 12.00, Inda kembali naik untuk memasang hanger terakhir. Pemasangan pengaman di atas memekan waktu yang cukup lama yang kemudian dibantu oleh bang freden. Ketika proses pengeboran berlangsung, kira-kira pukul 13.30, hujan mulai turun dengan derasnya. Pengeboran terpaksa dihentikan, dan kami pun berteduh di bawah fly sheet. Satu jam kemudian hujan pun reda. Winda segera melanjutkan pembuatan jalur sport sambil membawa tali dinamis untuk dipasang di top jalur. Pukul 15.30 jadilah sebuah jalur sport yang belum bernama. Hak untuk menamainya diberikan kepada pemanjat pertama yang berhasil memanjat jalur tersebut. Kami pun beristirahat sejenak sambil menyantap makanan yang dibawa oleh Nda. Pukul 17.00, jalur tersebut dipanjat oleh Inda. Sayang, setelah mencoba berkali-kali, tidak berhasil juga hingga runner pertama. Kemudian, Winda mencoba memanjat. Setelah beberapa kali percobaaan, runner pertama sukses diraihnya, tapi belum berhasil juga untuk mencapai runner kedua. Karena tenaga yang tinggal sedikit, terkuras setelah mengebor dari hari sebelumnya, Inda dan Winda menyerahkan pemanjatan kepada Freden untuk mengclean runner-runner yang telah terpasang. Akhirnya kami pun kembali ke kampus pada pukul 17.00. Sedih, senang, kecewa, dan bangga ada dalam rangkaian kegiatan kami. Namun di atas itu semua, perjalanan ini memberikan pengalaman baru yang berharga bagi kami dan tentunya bagi KMPA.&lt;br /&gt;Nama jalur  : Mahaputri &lt;br /&gt;Tinggi jalur  : 9 meter&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-6072742776643612881?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/6072742776643612881/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=6072742776643612881&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/6072742776643612881'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/6072742776643612881'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/jalur-sport-tebing-hawu.html' title='Jalur Sport Tebing Hawu'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0e1BqIGwI/AAAAAAAAAN8/AZwiNGgAU-g/s72-c/New+Picture+(1).png' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8991751065314062996</id><published>2010-08-31T21:49:00.004+07:00</published><updated>2010-08-31T21:59:04.645+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Caving di Gunung Guha</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0YpS3bHII/AAAAAAAAANs/mS6RpD-5iSc/s1600/P5030071.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0YpS3bHII/AAAAAAAAANs/mS6RpD-5iSc/s320/P5030071.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511588616689360002" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PERJALANAN CAVING DI GUNUNG GUHA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 17 Juni 2010&lt;br /&gt;  kami memulai perjalanan pada hari ini pada pukul 13.00, bergeser 4 jam dari rencana awal, seharusnya berdasarkan teklap kami telah berangkat semenjak pukul 09.00 tapi dikarenakan ada beberapa persiapan yang belum lengkap seperti adanya beberapa logistik yang belum dibeli dan belum dipackingnya barang-barang yang akan dibawa maka keberangkatan kamipun ditunda. pada hari ini anggota yang berangkat hanya berlima, yaitu Yoga sebagai ketua perjalanan, Usie, Rahman, Bryan, dan saya, Nurul. Pada awalnya kami berencana berangkat berenam tetapi karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan Os tidak jadi ikut ke Gunung Guha.&lt;br /&gt; Setelah dilepas dari SEL pada pukul 13.00 oleh beberapa orang yang ada di SEL, kamipun memulai perjalanan menuju Gunung Guha. Perjalanan menuju Gunung Guha memakan waktu kira-kira 3 jam. Diperjalanan menuju Gunung Guha, kami bertemu dengan Stephan dan Benny yang juga akan ikut dalam perjalanan ini, mereka adalah anak MAPALA MARANATHA dan dalam perjalanan ini kami juga singgah sebentar di Citatah untuk menjemput Nda dan istrinya beserta Budi. Setelah itu, kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Gunung Guha.  Sekitar pukul 16.30 kami sampai di Gunung Guha. sebelum menuju ke tempat camp, kami singgah sebentar di rumah pak RT untuk menyerahkan surat izin dan setelah itu, kami juga singgah sebentar di rumah pak Ade, penduduk yang akan mengantarkan kami ke goa-goa yang ada di Gunung Guha. setelah itu, kami langsung bergerak ke camp yang letaknya sangat dekat dengan tempat pertambangan. Kami sampai di camp tersebut sekitar pukul 17.00 dan langsung bergerak mendirikan tenda dan mencari kayu untuk membuat api unggun. Sekitar pukul 19.00 tenda dan api unggun telah jadi dan kamipun memulai masak makan malam. Sekitar pukul 20.00 makanan telah siap dihidangkan dan kamipun memulai makan malam.  Menu makan malam kami hari ini adalah ayam bakar dan sayur kangkung. &lt;br /&gt; Setelah makan malam, kami duduk bersama didepan api unggun sambil bercengkrama.setelah itu, kami juga mengevaluasi perjalanan pada hari ini, beberapa hal yang dievaluasi diantaranya yaitu waktu keberangkatan yang sangat ngaret, logistik yang ketinggalan dan packing yang lumayan memakan waktu. Selain itu, kami juga briefing untuk persiapan di keesokan harinya. Setelah briefing dan evaluasi, sekitar pukul 23.00 kamipun tidur agar keesokan harinya dapat bergerak cepat&lt;br /&gt;Jumat, 18 Juni 2010&lt;br /&gt; Hari kedua kami berencana bangun pukul 05.00 tetapi pada kenyataannya hanya beberapa orang yang bangun tepat waktu sehingga pergerakan pada hari ini sedikit terlambat.  Setelah bangun, kamipun mulai memasak sarapan. Sekitar pukul 07.00 kami sarapan dan kemudian mempersiapkan alat-alat yang akan digunakan dalam pemetaan dan pendataan.  Setelah itu, sekitar pukul 08.00 kami telah mempersiapkan semuanya dan berencana memulai pendataan dan pemetaan pada hari itu. Tetapi karena pak ade tidak dapat datang pada hari itu, kegiatan kami pun tertunda beberapa saat, sehingga kami baru memulai kegiatan sekitar pukul 09.30. sebelumnya kami telah berencana membagi anggota ke dalam dua tim, satu tim pendataan dan satu lagi team pemetaan. Karena pak Ade, penduduk yang akan menunjukkan letak goanya tidak dapat hadir pada hari ini, team pendataanpun tidak bergerak pada pagi harinya. Sedangkan team pemetaan langsung melakukan kegiatan dengan memetakan sebuah goa yang berada disekitar camp kami. Stephan dan Benny juga ikut denagn team pemetaan karena mereka akan mengambil gambar keadaan dalam goa. Setelah melakukan pemetaan sekitar satu jam, kami beristirahat sebentar. Pemetaan hanya dilakukan sebentar karena goa yang dipetakan tergolong pendek, hanya 30 meter. Setelah itu, kami, team pemetaan beranjak untuk mencari goa disekitar camp, tetapi kami tidak menemukan apa-apa. &lt;br /&gt;Setelah sekitar 2 jam mencari goa disekitar daerah itu, kami mendapat informasi dari team pendataan bahwa mereka menemukan goa. Kamipun beranjak kesana untuk melihat goa tersebut, ternyata goa itu termasuk goa yang pendek sehingga kami tidak memetakan goa tersebut. Setelah melihat goa tersebut, kamipun kembali ke camp. Kami sampai di camp sekitar pukul 15.00. sesampainya di camp kami beristirahat. Sementara itu, beberapa orang memasak untuk makan malam, sekitar pukul 18.00 kami makan malam. Setelah itu, kami berkumpul lagi didepan api unggun untuk membahas briefing untuk kegiatan keesokan harinya dan juga membahas evaluasi mengenai kegiatan pada hari ini. mengenai briefing untuk keesokan harinya kami berencana untuk langsung memetakan goa walet, goa yang telah kami ketahui dari survey, karena kami khawatir pak Ade tidak dapat hadir pada keesokan harinya.&lt;br /&gt;Beberapa hal yang dievaluasi pada hari kedua yaitu : hal yang paling disoroti adalah kami tidak mempersiapkan plan B atau rencana lain apabila pak ade tidak dapat mengantarkan kami ke goa. Alhasil, pergerakkan kedua team pada hari ini terhambat dan teklap pada hari ini menjadi kacau. Selain itu, manajemen gerak juga dievaluasi, sebaiknya setiap team memilih seorang dalam team untuk menjadi koordinator pergerakan. Hal lain yang dievaluasi yaitu waktu makan siang sebaiknya target waktu bukan target tempat. Itulah kira-kira hal yang dievaluasi pada hari kedua. Setelah evaluasi kamipun masuk ke dalam tenda untuk beristirahat agar di hari selanjutnya pergerakan dapat dimaksimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0YQoH5hjI/AAAAAAAAANk/PEGpHDWFji0/s1600/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0YQoH5hjI/AAAAAAAAANk/PEGpHDWFji0/s320/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511588192898876978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu, 19 juni 2010&lt;br /&gt;Hari ketiga, kegiatan di mulai sekitar pukul 6 pagi. Setelah benar-benar  bangun, kami mulai memasak sarapan, dan beberapa dari kami ada yang menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk kegiatan pemetaan dan pendataan hari itu. Sekitar pukul 8 pagi, kami telah selesai sarapan dan menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan dan siap untuk memulai kegiatan. Dalam kegiatan pada hari ini kami dapat mendata 5 goa yaitu: goa G6, goa gelatik, goa sikendi, goa pertigaan, dan goa G8. Namun dari 5 goa tersebut yang kami petakan hanya 2 goa saja, yaitu goa sikendi dan goa G8. Ini dikarenakan kondisi goa yang tidak memungkinkan untuk dipetakan, sebagian besar dari goa-goa tersebut telah runtuh akibat kegiatan pertambangan yang ada di sekitar lokasi dimana goa berada. Kegiatan hari ini berjalan cukup lancar dan menemukan banyak goa karena ada warga desa setempat yang menggantikan pak ade menemani mencari goa.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 4 sore kami selesai melakukan pendataan dan pemetaan, dan kembali ke camp untuk beristirahat. Sementara itu beberapa orang dari kami memasak makan malam, sekitar pukul 7 kami makan malam. Setelah itu kami berkumpul di sekitar api unggun untuk melakukan briefing kegiatan esok hari dan mengevaluasi kegiatan hari ini. Setelah evaluasi kamipun beranjak masuk ke dalam tenda untuk beristirahat agar fit untuk melakukan kegiatan esok harinya. &lt;br /&gt;Minggu, 20 juni 2010&lt;br /&gt; Hari keempat, sekitar pukul 6 pagi kami memulai kegiatan hari ini, memasak untuk sarapan, menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pemetaan dan pendataan nantinya. Setelah semuanya selesai, sekitar pukul 8 kami mulai mobilisasi menuju goa wallet untuk memulai pemetaan dan  pendataan. Kegiatan hari ini difokuskan hanya pada satu goa saja, yaitu goa walet. Hal ini dikarenakan mobilisasi dari basecamp  menuju goa walet memakan waktu yang cukup lama, selain itu, letak goa walet yang berada di atas tebing juga menjadi salah satu factor lamanya pendataan dan pemetaan pada goa walet. &lt;br /&gt;Sekitar pukul 10 kami sampai di goa walet, dan langsung melakukan instalasi alat untuk mencapai mulut goa yang berada di atas tebing dengan ketinggian sekitar 15 meter. Setelah selesai instalasi kami beristirahat untuk makan siang dan setelah itu, sejam kemudian satu per satu dati tim pemetaan  mulai manjat menuju mulut goa satu jam kemudia, sekitar pukul dua siang tim memulai pemetaan goa walet. Pemetaan goa walet memakan waktu kurang lebih 2 jam 30 menit, namun pemetaan yang dilakukan tidak pada seluruh bagian goa hal ini dikarenakan batasan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya, yaitu sebelum pukul 5 sore tim sudah harus keluar dari dalam goa. Setelah semua anggota tm pemetaan turun dari mulut goa walet, alat-alat pun di’cleaning’ dari tebing. Sekitar pukul 19.00 kami kembali ke basecamp, dan beristirahat sejenak. Setelah itu kami berkumpul di sekitar api unggun untuk makan malam dan evaluasi kegiatan hari ini serta briefing untuk kegiatan hari esoknya. Pukul 22.00 kami beranjak ke tenda untuk beristirahat.&lt;br /&gt;Senin, 21 juni 2010&lt;br /&gt; Hari kelima, sesuai dengan briefing pada malam sebelumya, kami bangun pukul 5 pagi. Beberapa dari kami yang sudah bangun terlebih dahulu langsung berinisiatif untuk memasak sarapan dan menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk pemetaan dan pendataan goa hari ini. Pukul 8.00 semua talah siap untuk memulai kegiatan pendataan dan pemetaan hari ini. Dalam kegiatan hari ini goa yang didata sebanyak empat goa, yaitu goa macan, goa pacet, dan goa kasir. Namu goa yang dipetakan pada kegiatan hari ini hanya dua goa saja yaitu goa macan dan goa kasir. Pada kegiatan hari ini, untuk kegiatan pendataannya kami mendapat bantuan dari pak hasan, warga desa setempat. Pak hasan membantu kami menunjukan lokasi goa-goa tersebut. Lokasi dari goa-goa tersebut cukup sulit di jangkau jika tidak ditemani oleh orang-orang yang benar-benar tahu lokasi tepatnya. Untuk goa pacet dan cibiru berada di sekitar puncak dari gunung guha.&lt;br /&gt; Setelah melakukan pendataan dan pemetaan selama hamper 9 jam, pukul 16.30 kami kembali ke basecamp. Beristirahat sejenak, kemudian beberapa menyiapkan makan malam dan beberapa membereskan alat-alat yang tadi digunakan agar tidak tercecer dan gampang dicari esok paginya. Sekitar pukul 22.00, setelah selesai makan malam dan evaluasi serta briefing untuk kegiatan esok harinya kami masuk tenda untuk beristirahat setelah cukup lelah dengan kegiatan hari ini.&lt;br /&gt;Selasa, 22 juni 2010&lt;br /&gt; Hari keenam, seperti hari-hari sebelumnya. Kami bangun pukul 5.00, namun setengah jam kemudian baru benar-benar bangun dan memulai aktifitas. Hari ini, hari terakhir untuk saya dan rahman karena kami  berdua harus kembali ke bandung untuk menemui orang tua masing-masing yang sedang berkunjung. Setelah sarapan dan menyiapkan perlengkapan pendataan dan pemetaan, kami memulai kegiatan sekitar pukul 8.00, sesuai dengan hasil briefing dan teklap yang sebelumnya sudah dibuat. Pada hari ini goa yang berhasil didata adalah tiga goa, yaitu goa G31, goa G32, dan goa saliwangsa. Dari ketiga goa tersebut tidak satupun yang dapat dipetakan, karena tidak masuk dalam criteria goa yang dapat dipetakan. Ketiga goa tersebut berada di atas tebing dan bentukannya berupa crack dengan ornament-ornamen yang telah mati(kering). Kegitan hari ini selesai lebih cepat dari hari-hari sebelumnya, ini dikarenakan ada dua orang anggota tim yang harus pulang terlebih dahulu( saya dan rahman). Kegiatan hari ini selesai sekitar pukul 15.30. Setelah beristirahat dan makan malam, pukul 19.00 dua orang angota tim tersebut kembali ke bandung(SEL), dan sampai tujuan sekitar pukul 21.00. sementara itu anggota tim yang lain, seperti biasa setelah makan malam berkumpul mengelilingi api unggun dan mengevaluasi kegiatan hari ini serta briefing untuk kegiatan esok harinya.&lt;br /&gt;Rabu, 23 juni 2010&lt;br /&gt; Hari ketujuh, hari terakhir tim melakukan pendataan dan pemetaan goa di daerah gunung guha, cianjur, jawa barat. Sesuai dengan hasil briefing malam sebelumnya, hari ini tim yang masi tersisa akan kembali ke bandung. Karena akan kembali ke bandung, tim menjadi sedikit lebih santai. Setelah sarapan, sekitar pukul 8 pagi, tim mem’packing’ semua alat-alat dan bersiap untuk kembali ke SEL. Namun sebelumnya mereka tidak lupa mampir ke desa untuk berpamitan dan berterima kasih pada pak ade dan pak hasan karena telah membantu kami melakukan pendataan dan pemetaan goa selama seminggu berada di gunung guha. Selain itu mereka juga berpamitan pada pak RT setempat untuk melapurkan bahwa kegiatan kami telah usai dan akan kembali ke bandung. Sekitar pukul 11 siang mereka kembali ke SEL dan sampai di SEL sekitar pukul satu siang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8991751065314062996?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8991751065314062996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8991751065314062996&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8991751065314062996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8991751065314062996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/perjalanan-caving-di-gunung-guha.html' title='Perjalanan Caving di Gunung Guha'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0YpS3bHII/AAAAAAAAANs/mS6RpD-5iSc/s72-c/P5030071.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-5306801854615963206</id><published>2010-08-31T21:26:00.003+07:00</published><updated>2010-08-31T21:49:21.133+07:00</updated><title type='text'>Caving di Gombong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0WZAyZulI/AAAAAAAAANc/iJht8ET055o/s1600/DSC02565.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0WZAyZulI/AAAAAAAAANc/iJht8ET055o/s320/DSC02565.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511586137935297106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PERJALANAN CAVING DI GOMBONG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 26 Maret 2010, kira-kira pukul 10 malam, kita, anak-anak caving yang berjumlah 6 orang ( usie, os, yudha,yoga,muhsin dan nurul) mengadakan perjalanan ke Jawa Tengah, lebih tepatnya kabupaten Gombong, lebih tepatnya lagi kecamatan Ayah. Tujuan kita mengadakan acara ini tak lain dan tak bukan adalah melihat dan lebih mengenal goa.  Di kecamatan Ayah ini kita udah masuk ke dalam 2 goa yang cukup terkenal, yaitu goa jemblongan dan goa macan.&lt;br /&gt;Buat pergi ke kecamatan Ayah, butuh waktu kira-kira 8 jam, 7 jam dikereta dari stasiun kiara condong ke stasiun gombong, dan 1 jam nya lagi pakai bis dari gombong ke kecamatan ayah.  Kita berangkat dari Bandung jam 10 malem, nyampe di kecamatan ayah kira-kira jam 6 pagi. Cukup menyiksa buat pantat gw yang makin lama makin menipis.hehe. di desa ayah, kita menumpang tinggal di rumah pak RT selama lebih kurang 2 hari 1 malem. Nyampe di desa ayah, kita langsung dihidangkan sarapan, padahal di jalan tadi juga udah sarapan, tapi nggak apa apa, hitung-hitung tambah energi. Hehe. Setelah istirahat dan nyiapin barang-barang buat masuk ke goa sekitar 2 jam, kita berangkat ke goa macan. &lt;br /&gt;Di goa ini, rencananya kita mau SRT-an, karena dari kabar yang kita dengar di goa ini ada goa vertikalnya, panjangnya kira-kira  50 m. Tetapi  karena ada satu tragedi yang sama-sama tidak kita inginkan, SRT tidak  jadi dilaksanakan. Tapi, ada satu hal yang sangat menarik di dalam goa ini. Ada aula yang gede banget, terus sekitar 50 meter ke bawah ada sungai yang ngalir deres banget.  Menurut cerita orang yang pernah ngeliat langsung, dibawah juga ada danaunya. Katanya juga sih, pernah ada yang diving di danau itu. Tapi sayang banget, kita belum bisa liat danaunya, kerena ga jadi SRT. Gw pribadi juga cukup kecewa sih, tapi gak apa apa, ini justru jadi motivasi gw buat balik ke goa itu lagi, buat SRT-an dan ngeliat langsung danaunya. &lt;br /&gt;Setelah beresin alat-alat buat instalasi, Kita keluar dari goa macan, kira-kira pukul 3 siang. Setelah itu, kita istirahat beberapa menit di pondok deket goa sambil ngeliat pemandangan sekitar kota gombong.  Abis itu, kita balik ke rumahnya pak RT. Kita langsung mandi dan bersih-bersih alat. Sekitar jam 6 sore, kita makan malam. Nah, abis makan malam kita ngobrol-ngobrol.  Yah, sedikit ngegosiplah. Haha. Dan disela-sela gosip, Yoga juga ngeluarin kata-kata “alay”-nya. Ini yang bikin heboh. Haha. Tapi gw juga jadi ketularan  dan sering sering ngucapin kata-kata alay, seperti “chups” yang kata Yoga artinya cupu. Hahaha. Emang alay tuh anak. Well, hari ini seru lah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0WDgyiYAI/AAAAAAAAANU/GVOWrd3VI28/s1600/DSC02641.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0WDgyiYAI/AAAAAAAAANU/GVOWrd3VI28/s320/DSC02641.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511585768568676354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua, kita udah berencana masuk ke goa jemblongan yang kata Yudha yang udah pernah survey kesini didalamnya bagus banget. Buat mencapai goa ini kita harus jalan sekitar 1 km, dengan tanjakan yang lumayan menyiksa. Bener aja kata Yudha, Ini  bukan goa horizontal biasa, didalamnya ada sungai yang bagus banget. Gw baru pertama kali ngeliat sungai yang bener-bener gak ada sampahnya kayak gitu. Pokoknya kerenlah. Di dalm goa ini, banyak hal-hal wah yang gak kepikiran sebelumnya. Pas pertama kali ngeliat sungainya, gw gak berasa ada di dalam goa. Gw baru tahu kalo ada goa yang sekeren itu.Stalagtitnya juga masih banyak yang hidup, jadi kita harus jalan super hati-hati biar nggak nyentuh apalagi ngerusak ornamen-ornamen yang ada. Ornamen yang paling gw inget itu adalah batu yang kegantung dan ngeluarin air, kayak shower gitu deh. Itu keren banget. Selain itu juga ada bagian yang kita harus masuk ke dalamnya dengan posisi tiarap, karena sempit dan diatasnya banyak stalagtit yang menggantung. Nah, ternyata goa ini berakhirnya di goa wisata, yaitu goa petruk. Disebut goa petruk gara-gara ada batu yang menyerupai petruk didalamnya.  Juga ada yang semar didalamnya. &lt;br /&gt;Dari goa petruk, kita jalan balik ke rumah pak RT, sebenernya gak begitu jauh sih, cuma sekitar 2 km. Tapi karen cuaca yang lumayan panas, perjalanan terasa sangat melelahkan. Setelah jalan sekitar 1 jam, kita pun sampai di rumah pak RT dan langsung packing dan bersih-bersih, kerana takut ketinggalan kereta. Gak lupa sebelum berangkat kita makan siang dulu. Hehe.&lt;br /&gt;Sekitar jam 2 siang kita udah berada di stasiun gombong lagi. Di stasiun, kita juga ketemu sama anak-anak pecinta alam dari stt telkom “ASTACALA”. Perjalanan pulang terasa lebih lama, kita berada dikereta sekitar 8 jam . Sesampainya di bandung waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Untungnya, papa Usie nganterin kita sampai ke ITB, jadi kita nggak perlu ribet-ribet naik angkot.&lt;br /&gt;Perjalanan ke Gombong kali ini sangat seru, ngebuat kita jadi lebih tertarik dan penasaran sama yang namanya goa. Karena banyak hal-hal yang nggak kita duga ada di dalam goa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-5306801854615963206?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/5306801854615963206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=5306801854615963206&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5306801854615963206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5306801854615963206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/caving-di-gombong.html' title='Caving di Gombong'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0WZAyZulI/AAAAAAAAANc/iJht8ET055o/s72-c/DSC02565.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1534112585137419032</id><published>2010-08-31T21:22:00.000+07:00</published><updated>2010-08-31T21:26:22.903+07:00</updated><title type='text'>Goa Cikaracak, Padalarang</title><content type='html'>Catatan Perjalanan ke Goa Cikaracak, Padalarang&lt;br /&gt;20-21 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Usie Fauzia A. (GM-022-XIX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan ini dilakukan karena sebenarnya kami benar-benar ngebet ingin caving dan rencana awal ke Gombong tidak jadi karena dua orang teman kami, Muhsin dan Aji, ada ujian, maka muncullah ide untuk caving di Padalarang. Rencana ini benar-benar mendadak, bahkan pada malam tanggal 19 Maret belum ada kepastian pergi ke Padalarang. Akhirnya saya inisiatif menanyakan anak-anak caving GL XIX untuk melakukan perjalanan ini dan ternyata kepastian yang ikut caving kali ini baru muncul jam dua siang hari-H (tanggal 20 Maret tepatnya hari Sabtu). Sekitar jam setengah lima sore saya baru sampai di sel (janji kumpul sebenarnya jam tiga sore). Jam enam sore saya, Yoga, Yudha, Bimo, Muhsin, dan Aji berkumpul di sel untuk membicarakan teknis lapangan dan logistik (waw baru dibicarain sekarang…?) dan akhirnya perjalanan caving sekarang kami akan memetakan Goa Cikaracak.&lt;br /&gt;Sekitar jam delapan malam kami (saya, Yoga, Yudha, dan Muhsin) berangkat dari sel menuju Padalarang, tapi sebelumnya mampir ke swalayan dulu untuk beli makanan. Haha pelajaran pertama buat kami, GL baru khususnya, jangan buat teklap pas hari-H. Gara-gara mendadak kami cukup kerepotan dengan duit untuk beli bahan makanan (padahal bahan makanan kaya beras, garam, dan teman-temannya bisa didapat gratis dari rumah saya) dan tiba-tiba Yudha sadar bahwa kami lupa bawa tenda (sebenarnya tenda sudah disiapkan sama Bimo tapi lupa dimasukin ke kerir haha..). Parah, dengan modal nekat dan keyakinan bahwa malam ini tidak hujan, kami benar-benar berangkat ke Padalarang dengan menggunakan motor.&lt;br /&gt;Jam 10-an kami sampai di basecamp, masih termasuk karst citatah, kebon dengan batu-batu kapur raksasa. Disanalah kami bakar-bakaran ayam (untung cuma berempat haha) dan tidur beralaskan ponco beratapkan langit karena kami lupa bawa tenda. Hari Minggu tanggal 21 Maret 2010, kami bangun pukul 06.00. Setelah solat dan ritual pagi Muhsin, kami mulai masak dengan menu nasi goreng dan martabak mi (untung cuma berempat jadi jatahnya banyak). Langsung go chao ke rumah si ibu(saya ga tau namanya map) buat siapian alat-alat dan pake coverall. Yah karena persiapan yang tidak matang, coverall yang ukurannya kecil tidak terbawa jadi saya pakai yang ukurannya kebesaran untuk badan saya. Berangkatlah kita ke Goa Cikaracak, yah bersakit-sakit dahulu lah untuk mencapai ke sana harus jalan kaki yang lumayan jauh apalagi sepatu boot saya kebesaran dan itu tidak nyaman bagi saya (dilemma berbadan kecil). Untuk mencapai ke mulut goa, kami harus turun kebon karena lokasi goa nya di bawah dan di sela-sela kebon.&lt;br /&gt;Sebelum masuk, kami diberi materi oleh Saudara Muhsin, ternyata pemetaan yang akan kami lakukan sekarang tidak semudah pemetaan yang pernah dilakukan di Goa Lalay pada jaman Diksar GM dulu. Kami diajarkan memetakan aula juga. Untuk pemetaan kali ini, saya berperan sebagai descriptor, Yoga dan Yudha sebagai shooter dan stasioner (mereka sering tukeran peran). Sulit juga yah jadi descriptor, berhubung saya suka bengong dan bingung, saya sering ketinggalan data karena Yoga dan Yudha cepat sekali memetakannya. Kami tergolong lama memetakan goa nya, belum seluruh bagian goa kami petakan. Kami hanya memetakan sampai aula pertama karena ternyata butuh adaptasi untuk memetakan goa hingga lancar, juga butuh kerjasama dan konsentrasi juga buat saya, berhubung suasana goa bikin saya ngantuk dan gampang bengong.&lt;br /&gt;Tidak terlalu sulit untuk memasuki goa ini, hanya beberapa turunan dan langit-langit goa nya yang lumayan rendah jadi kami harus berjalan jongkok hingga bertemu ornament besar kemudian turun ke aula, keadaan goa nya tidak basah, hanya tanah yang berlumpur membuat kami sulit berjalan dan boot saya sering copot karena sulit diangkat dan kaki saya yang terlalu kecil. Karena pemetaan dia aula lama sekali, saya pun menikmati mengambil foto ornament-ornamen goa saya masih belum menemukan flowstone yang menarik, hanya terdapat ornament-ornamen yang bentuknya menyerupai hewan-hewan. Setelah selesai memetakan aula, kami pun makan siang di sana dan karena sudah jam dua siang kami pun menyudahi pemetaan sampai di sini saja. Waw ternyata lama juga kami di dalam goa dan seperti biasa cahaya matahari tidak pernah jadi begitu dirindukan kecuali oleh kami, para penelusur goa. Yeah day light…! &lt;br /&gt;Setelah keluar dari goa, kami bergegas kembali ke rumah si ibu karena cuaca mendung dan gerimis. Sekitar jam tiga sore kami pergi ke daerah dekat Sungai Citarum, tapi ternyata waduknya jebol dan kami tidak jadi main ke sana, akhirnya kami memang harus balik ke kampus dan sekitar jam setengah tujuh malam kami sampai di kampus dan langsung menunaikan kewajiban kami yaitu cuci-cuci alat yang penuh dengan lumpur. &lt;br /&gt;Perjalanan yang menyenangkan bagi saya apalagi dengan teman-teman caver yang aneh-aneh sifatnya membuat saya ingin caving lagi diberbagai goa yang pasti diluar ekspektasi saya. SEMANGAT…!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1534112585137419032?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1534112585137419032/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1534112585137419032&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1534112585137419032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1534112585137419032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/goa-cikaracak-padalarang.html' title='Goa Cikaracak, Padalarang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-2666632034191032318</id><published>2010-08-31T21:05:00.002+07:00</published><updated>2010-08-31T21:22:33.902+07:00</updated><title type='text'>Latihan Gabungan Susur Goa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0QA8-9Z6I/AAAAAAAAANM/dTXipnhBaWM/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0QA8-9Z6I/AAAAAAAAANM/dTXipnhBaWM/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511579127527597986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Pejalanan Latihan Gabungan Susur Goa &lt;br /&gt;Tasikmalaya, 30 April – 2 Mei 2010&lt;br /&gt;Oleh: Usie Fauzia A. (GM-022-XIX)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan gabungan  caving kali ini diselenggarakan oleh Tasikmalaya Caving Community (TCC). Pada awalnya cavers GL XIX yang bisa ikut hanya saya dan Yudha, sedangkan Nurul, Yoga, Bimo, dan Aji ada prioritas lain. Nekat memang apalagi bos-bos caving (Muhsin dan Os) tidak bisa ikut juga. Ya sudahlah the show must go on…saya tetap melakukan persiapan, tanya sana-sini tentang latgab tahun lalu, tanya prosedurnya ke panitia karena ternyata tanggal 30 April kami ada UTS jadi kami baru bisa pergi Jumat malam  sehabis UTS. Saya terus membujuk teman-teman saya untuk ikut latgab, ternyata Yoga berhasil terhasut oleh saya haha…alhasil dia ikut latgab dan izin dari kadwil di fakultasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kesibukan masing-masing apalagi UTS Fisika membayang-bayangi kami, saya menginstruksikan kepada Yoga dan Yudha untuk menecek alat-alat yang harus dibawa seperti SRT Set dan alat explore goa. Hanya dicek sadja dan kami mulai beres-beres logistik jumat sore sehabis UTS dan rapat, yaah sekitar jam 7 kami baru mulai masukin alat-alat ke kerir. Ternyata Onye alias Rahman ikut latgab dan Pak Muhsin pun ikut juga. Mereka terharu melihat kesungguhan kami (hoek…). Rencana awal kami pergi ke Tasik dengan kereta, ternyata anak Bramatala (mapala Widyatama) ngajak bareng, oh mereka senasib dengan kami harus ujian dulu, kami pun mulai menodong motor anak-anak sel. Motor Ka Aldi, Johan, dan Andi berhasil kami todong. Jam setengah sembilan (telat 30 mnt dari rencana awal) kami berangkat ke Widyatama. Dari Bramatala ada Cacing, Fajar, dan Rizal. Dengan empat motor, kami pun berangkat ke Tasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 12 malam kami sampai di Tasik kota dengan selamat walau di perjalanan sopir dan penumpangnya terkantuk-kantuk, apalagi Yoga hampir mencium truk (nyaris). Karena kami tidak tahu sekre TCC, kami berhenti di swalayan Jalan Mitra Batik untuk menunggu panitia. Entah karena capek atau shock hampir mencium truk, Yoga pun tepar. Lumayan lama kami nunggu karena walau panitia telah datang kami tetap harus nunggu satu motor lagi yaitu motor Fajar dan Rizal yang nyasar di warung.  Jadi totalnya kami baru sampai di sekre TCC jam 01.00 WIB. Berbincang-bincang sebentar dan kami langsung istirahat di tempat (tidur di ruang itu juga karena males bergerak ke ruang yang disediakan untuk tidur). Kami harus bangun jam lima subuh agar ke lapangan tepat waktu, tapi manusia hanya bisa berencana, anak-anak pada bangun jam 6 pagi. Terima kasih kepada Muhsin, karena kebiasaan menunaikan tugas sucinya dan bau kentutnya dia, saya terbangun jam setengah 6 (hoek…). Setelah solat, saya bantu panitia membangunkan teman-teman jam 6 pagi. Tanpa cuci muka dan sebagainya, setelah bangun mereka langsung manasin motor dan angkut kerir masing-masing. Bersama panitia kami berangkat ke tempat latgab yaitu di Desa Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya. Lumayan jauh, sekitar 2 jam dari Tasik Kota dengan menggunakan motor. Jalan dari jalan raya menuju pedesaan juga sangat ‘off road’ sekali dan lumayan jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul setengah sembilan pagi kami tiba di rumah penduduk yang dijadikan base camp. Hmm…seperti bukan kawasan karst yang sering terlihat pada umumnya…tidak ada conical hills, jadi sepanjang perjalanan saya menebak-nebak dimana lokasinya karena si conical hills belum muncul juga, ooo ternyata daerah ini termasuk karst tertutup (kata Pa Mucin), tapi terlihat kok banyak batu gamping di sana-sini. Saatnya ganti kostum dan mempersiapkan logistik yang diperlukan seperti srt set dan makanan. Dari base camp ke lokasi goa ternyata sangat jauh sekali (lebay tapi memang benar sih) ditambah dengan jalan yang menanjak dan kostum kita yang panas banget…seperti biasa saya barisan depan karena saya sadar kalau saya di belakang takutnya ketinggalan he…ternyata bukan saya saja yang ngos-ngosan, yang lainnya juga ngos-ngosan (ya iya lah). Sampai di lokasi goa, kami langsung berebut air minum, wow ternyata ramai sekali, ada apa ini? Ooo…pada ngantri mau mencoba srt di goa vertical ini. Sambil menunggu, salah satu panitia ada yang manjat, bukan rock climbing, tapi coconut climbing, ya berburu kelapa muda karena semuanya kehausan dan kebetulan yang empunya ladang kelapa sudah mengizinkan kelapanya di babat oleh panitia (dan juga peserta). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum kami turun goa, kami ikut latihan srt dulu di pohon karena kami belum mengenal srt intermediate atau deviasi. Anak Bramatala langsung turun goa. Wow ternyata yang latihan srt banyak juga. Kami pun harus mengantri untuk bisa srt di pohon. Tidak hanya mapala yang ikut latgab ini, banyak anak-anak sispala juga yang ikut dan nampaknya mereka belajar dari dasar, dari pengenalan alat sampai srt. Itu yang membuat kami lama menunggu. Saking lamanya kami suruh Onye untuk manjat pohon kelapa dan mengambil beberapa untuk dimakan. Masih kelamaan juga, Yoga dan Mucin sempat tertidur. Akhirnya giliran saya srt, karena sudah sangat lama saya tidak srt-an, memasang alat pun jadi tidak selancar dulu apalagi saat bagian memasang tali dan mengunci autostop (pesan sponsor: rajinlah latihan biar ga gampang lupa). Saya mencoba dua lintasan: polos dan intermediate. Saat di lintasan intermediate, ada panitia yang menginstruksikan sehingga lancar-lancar saja dan jadinya tidak terlalu lama menggantung. Selesai saya maencoba, saatnya giliran Yudha, Yoga, Onye, dan Mucin. Karena sudah jam 12 siang, kami pun inisiatif untuk masak sambil menunggu giliran mereka. Masak seadanya karena bumbu dapur di rumah saya habis huhu, kami pun masak nasi goreng dengan telur yang ga ada rasanya (garam di rumah juga habis). Naas tapi tetap habis karena laper.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0PisqDGmI/AAAAAAAAANE/wnE4bvXemV8/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0PisqDGmI/AAAAAAAAANE/wnE4bvXemV8/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511578607748848226" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selesai latihan, kami pun pergi ke goa vertikal yang tadi kami datangi pertama kali, oh ternyata masih ngantri, yaah…kami menunggu lagi, tiduran lagi, dan si Yoga pun membaca Brady, buku kimia yang saking tebalnya bisa dijadikan bantal. Kalu diperhatikan, goa vertical ini hanya berupa retakan tanah saja karena tidak ada lanjutan secara horizontal pada dasar gua, dalamnya pun kurang dari 20 meter. Karena bosan menunggu, kami pun mengekor Mucin yang pergi ke lokasi goa lain yang dijadikan tempat ke dua untuk latihan srt. Goa yang ke dua ini pun tipenya sama dengan goa yang pertama karena pada dasarnya ini hanya retakan besar di tanah, mulut goa ini lebih besar dari mulut goa yang pertama. Yaah…kami tetap harus mengantri walau peserta di sini lebih sedikit daripada peserta di goa pertama karena di sini isinya panitia semua…para cavers yang dari mukanya (-__-;) saja sudah ketahuan jago dan peserta-peserta yang sudah expert (lebay). Waa saya jadi merasa paling junior di sini mengingat ini adalah srt pertama saya langsung di lapangan. Di sini kami bertemu lagi dengan anak-anak Bramatala yang entah habis dari mana. Pada saat mau turun, entah karena grogi atau bukan saya jadi lupa apa dulu yang dilakukan buat turun, mengingat selama ini kalau latihan srt di kampus kami naik dulu baru turun, sekarang turun dulu, daripada ketahuan bingung, saya minta bantuan panitia yang bernama Ka Bambang (bukan Bengbeng KMPA). Oo ternyata autostop nya dikunci dulu, lalu pasang jumar, dan buka autostop turun deh. Belum apa-apa saya sudah menjumpai line intermediate, untung masih fresh jadi ga ada masalah. Saya turun sedalam 20 meter. Benar-benar hanya retakan tanah karena tidak ada ornament atau kenampakan goa yang lain. Batuannya basah dan di dasar 20 meter masih ada tanaman, saya tidak perlu menyalakan headlamp karena masih cukup cahaya bagi saya. Setelah sampai dasar, saya naik lagi karena tak ada yang menarik. Lancar-lancar saja hingga saya keluar dari mulut goa. Wuih lumayan deh tapi ga capek-capek banget. Saatnya giliran Yoga, Yudha, Onye, Cacing, dan Fajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat magrib, tinggal Yudha dan Cacing yang belum kebagian turun. Lumayan memakan waktu yang lama juga. Naas bagi Yudha, pada saat dia turun, panitia menawarkan makan bancakan bersama. Entah karena saya yang kelaparan atau yang lain lagi malas makan, saya menjadi last girl standing, jadi malu karena ketahuan makannya banyak (akhirnya saya bisa mengerti perasaan Nurul, cewek di GL XIX yang makannya banyak banget -___-). Kembali ke topik srt, sampai setelah selesai makan srt pun dilanjutkan kembali bagi yang belum turun. Karena menunggu sampai semuanya kebagian turun, saya pun tertidur hingga waktunya beres-beres karena materi hari ini sudah selesai. Itu artinya saya harus berjalan sangat jauh sekali untuk sampai ke base camp. Long march pun dimulai dengan menuruni bukit, banyak menelan korban juga alias kepeleset karena turunan dan gelap. Sampai juga di base camp, walau sudah malam, udara tetap panas. Sambil menunggu rapat evaluasi dimulai, lagi-lagi saya tertidur di teras rumah. Evalusi pun dimulai di dalam rumah, saya disuruh masuk mengikuti evaluasi. Pada intinya materi hari ini berjalan molor dan tidak sesuai target (target awal vertical rescue juga selesai hari ini) karena ternyata peserta banyak yang belum mengenal alat-alat srt sehingga harus diajarkan dari dasar. Keputusan lain dari rapat ini adalah besok akan ada materi vertical rescue dan pemetaan Goa Bojong. Tim dibagi dua sehingga mudah-mudahan tidak mengantri dan materi akan dimulai jam tujuh pagi. Tidur………………..!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 2 Mei 2010, saya bangun jam enam pagi. Oh masih banyak yang belum bangun. Pada latgab ini, yang perempuan tidur di dalam rumah dan yang laki-laki tidur di tenda. Saya jadi ingat teman-teman saya yang mendirikan flysheet merah di depan rumah warga, pasti mereka belum bangun. Waw ajaib…! Saya melihat mereka sudah bangun, bahkan Yudha dan Onye sedang masak.Saya rasa tidak perlu lah kita membahas makanan. Seselesainya makan, kami masih bersantai-santai karena walau sudah jam tujuh pagi, belum ada tanda-tanda materi akan dimulai bahkan banyak peserta yang masih masak atau mandi. Waktu luang itu kami gunakan untuk beres-beres di dalam flysheet merah sambil berbincang-bincang (-__-) dan menikmati teh panas. Sekitar jam setengah sembilan toa pun berbunyi tanda materi akan segera dimulai. Jadi materi dibagi dua menjadi vertical rescue dan pemetaan Goa Bojong, kalau keburu peserta bisa bertukar materi. Kami memutuskan untuk ikut materi vertical rescue dulu. Waw sedikit ternyata yang ikut materi vertical rescue. Saat materi berlangsung, saya merasa bingung karena caranya tidak dijelaskan, hanya dipraktekan. Kemudian peserta saling sharing metoda-metoda vertical rescue dan pak Mucin memeragakan metoda counter balance dengan Onye sebagai korban. Kemudian ada Ka Nizar dan Ka Jaya (Palawa Unpad) memeragakan rescue yang tekniknya mengangkat korban ke atas. Yoga pun ikut mencoba dengan Onye sebagai korban. Oh tiba-tiba Cacing (Bramatala) datang dan mengajak explore Goa Bojong. Saya dan Yudha pun menhianati Yoga dan Onye yang tengah tergantung di pohon. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan Yuda bersiap-siap dengan memakai coverall yang lagi dijemur, setelah siap, saya, Yudha, Cacing mulai berjalan menuju Goa Bojong. Tidak jauh dari base camp kita, terdapat sungai yang mengalir keluar dari mulut goa. Goa Bojong menjadi semacam terowongan raksasa bagi sungai ini, dari awal mulut goa hingga ujung mulut goa lagi seluruhnya berair karena memang jalur sungai. Kami pun menyusuri goa melawan arus sungai. Waa belum apa-apa tinggi airnya sudah seperut saya, ditambah lagi lumpur yang membuat saya susah berjalan. Saya pun menitipkan kamera pada Yudha yang lebih tinggi dari saya. Goanya cukup lebar dan tinggi, tampaknya Cacing kegirangan, dia berenang, ah airnya tidak sejernih sungai bawah tanah di goa Gombong, airnya lumayan coklat. Tak jauh kami berjalan nampak suara-suara yang sepertinya peserta latgab. Benar saja mereka ada yang sedang berenang dan ada yang duduk di ornament goa, ah buruk sekali, kedatangan saya disambut meriah dengan teriakan, ”Foto…foto…!!”. Oh mereka menyambut kamera yang saya pegang, bukan menyambut saya (-______-). Setelah sesi foto, kami melanjutkan explore goa, ternyata materi pemetaan goa nya selesai sampai di tempat foto-foto tadi. Kami pun melewati lorong berair yang menurut saya lumayan, tapi belum terlihat ornament yang menarik nih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sampai di lorong kecil yang sempit karena banyak stalaktit ditambah dengan air yang makin meninggi, untung panitia sudah memasang tali di sisi kanan dinding goa, waw ternyata memang tinggi airnya melebihi tinggi badan saya. Sial saya tidak bisa mendokumentasikannya, padahal banyak ornament yang lumayan, apalagi setelah keluar lorong kecil itu banyak kanopi yang memercikan air…ahh saya tidak foto kanopi-kanopi itu. Entah karena waktunya terburu-buru atau hal lain, panitia menyusuri goa dengan cepat, saya tidak sempat hunting ornament-ornamen untuk di dokumtasikan…ahh sayang sekali. Akhirnya tu kamera saya serahkan ke Yudha karena saya yakin tidak akan sempat foto-foto ornament goa dan lorong yang berair. Hopeless. Saya pun mengikuti panitia, terus menyusuri goa yang airnya makin tinggi dan sangat berlumpur. Kadang kami harus lewat samping atas untuk menghindari air yang sangat dalam, tapi tetap saja saya harus melewati lorong berair yang tinggi airnya lebih tinggi dari saya sehingga saya harus berpegangan pada Yudha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Goa Bojong ini, ornament yang dapat dilihat bermacam-macam, ada pilar yang sangat besar, kanopi, stalaktit, teras, dam alami, hingga stalakmit yang masih muda (masih putih). Walau bermacam-macam, ornament-ornamen ini warnanya tidak bagus, umumnya tidak putih (kecuali stalakmit). Kondisi di dalam goa pun banyak sampah, mungkin sampah rumah tangga masyarakat yang terbawa aliran sungai dan nyangkut di dalam goa. Pada saat melewati celah kecil karena terhalangi dinding goa yang besar, saya mulai merasakan bau-bau guano (yaks..) dan akhirnya saya pun melihat cahaya matahari…mulut goa pun terlihat…sesampainya di mulut goa, kami pun istirahat sebentar di bebatuan sungai. Saya, Yudha, dan teman lainnya memutuskan lewat jalan darat untuk mencapai base camp, sedangkan Cacing dan salah satu panitia memutuskan backtrack ke dalam goa karena ternyata Fajar dan Rizal (Bramatala) menunggu di dalam, atau karena Cacing ketagihan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahhh…ternyata jalan darat melelahkan sekali, naik turun bukit ditambah dengan lewat pesawahan. Sesampainya di basecamp saya langsung mencari kamar mandi, ternyata semua kamar mandi umum dipakai, terpaksa saya memakai kamar mandi umum di dekat musola yang jaraknya lumayan jauh dari base camp. Selesai mandi dan sekembalinya di base camp, ternyata semua peserta sudah datang dan sibuk packing karena materi latgab telah selesai. Ternyata flysheet merah kami telah dibereskan begitu pun dengan logistic, sudah ter-pack dengan rapi, kecuali boot dan coverall saya. Setelah kami dan anak-anak Bramatala siap, sekitar jam empat kami meningalkan base camp menuju sekre TCC. Rupanya terlambat dua jam dari rencana panitia, panitia merencanakan materi selesai dan peserta bisa pulang jam dua siang, karena ada masalah peralatan yang saling tertukar dan administrasi, kami pun terpaksa menunggu sampai jam empat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat menuju Tasik kota, pada waktu magrib, motor yang ditunggangi Cacing dan Yudha mengalami pecah ban. Saya, Mucin, Onye, Yoga pun turut berhenti dan ikut ke tempat tambal ban. Kebetulan sekali ada warung baso, sekaligus saja menunggu motor sambil makan malam. Jam tujuh malam kami mulai berangkat lagi menuju sekre TCC. Sekitar jam delapan malam kami tiba di sekre TCC, tanpa basa-basi kami langsung pamitan dengan semua peserta dan panitia yang sedang berkumpul disana. Jam setengah sembilan kami (KMPA dan Bramatala) beranjak dari sekre TCC menuju Bandung. Waa…hajar saja lah…karena besok kami harus kuliah. Perjalanan pulang selama kurang lebih tiga setengah jam bersama angin malam dan truk-truk barang berhasil membuat saya tepar, masuk angin, dan demam. Pesan moral: selalu pakai jaket kalau melakukan perjalanan dengan motor. Haha., tapi saya tidak pernah kapok, perjalanan latgab yang menyenangkan walaupun selalu ada kekurangan dan ketidakpuasan. Harapan saya sih, dalam kegiatan caving, etika caving harus dapat disepakati dan dijalankan oleh semua cavers, seperti tidak memegang atau menginjak ornament-ornamen muda yang masih tumbuh, tidak menduduki kanopi, dan tidak meninggalkan sampah di dalam goa karena kita (cavers) harus ikut bertanggung jawab menjaga ekosistem goa yang sensitif. Hoho…!! KMPA….GANESHA….!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-2666632034191032318?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/2666632034191032318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=2666632034191032318&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/2666632034191032318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/2666632034191032318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/latihan-gabungan-susur-goa.html' title='Latihan Gabungan Susur Goa'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0QA8-9Z6I/AAAAAAAAANM/dTXipnhBaWM/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7439640662301694812</id><published>2010-08-31T21:00:00.003+07:00</published><updated>2010-08-31T21:05:14.873+07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Pintu Angin</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0L-BCcfrI/AAAAAAAAAM8/y3Ta21-vGtk/s1600/New+Picture.png"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0L-BCcfrI/AAAAAAAAAM8/y3Ta21-vGtk/s320/New+Picture.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511574679029841586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CATATAN PERJALANAN PINTU ANGIN &lt;br /&gt;JULI 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Johan Santoso&lt;br /&gt;GM-012-XIX&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi ceritanya kami GL GH XIX ingin mengadakan latihan navigasi darat tertutup. Tapi karena satu dan lain hal akhirnya hanya saya dan Bainul yang bisa mengikuti latihan ini. H-1 keberangkatan kami kumpul di sel untuk merencanakan latihan besok. Rencananya kami akan latihan di daerah Cikole dan finish di desa Cibeusi. Jalur sudah kami susun dan gambaran penampang pun sudah kami gambar di millimeter block. &lt;br /&gt; Hari H pukul 08.00 kami berkumpul di SEL untuk melengkapi logistic kelompok. Kami belanja makan dan barang-barang kelompok lainnya. Rencananya kami berangkat pukul 12.00. &lt;br /&gt; Sekitar pukul 13.00 kami selesai packing. Kami pun siap berangkat. Tapi ada usulan dari beberapa pembina untuk mengganti latihan ini menjadi galatuping agar lebih banyak anggota GL yang bisa mengikuti kegiatan ini. Kami pun berdiskusi dengan teman-teman yang lain. Akhirnya kami sepakat untuk mengadakan galatuping ke Pintu Angin selama semalam dengan peserta Johan, Bainul, Fanka, Hasti, Cahyo, Andy, Fya, Affan, Alam, Jarwo, Yanu, dan Maman.&lt;br /&gt; Beberapa anggota kelompok berangkat menuju pintu angin menggunakan angkot. Kami berangkat dari SEL pukul 5 sore. Kami menggunakan angkot caheum ledeng yang berhenti di terminal ledeng. Lalu dilanjutkan dengan angkot yang menuju terminal Parongpong. Dari terminal Parongpong kami melewati villa Istana Bunga untuk menuju ke pintu angin. Dari Istana Bunga kami memotong punggungan sehingga kami langsung tiba di jalan setapak menuju pos pintu angin.&lt;br /&gt; Tiba di sana hari sudah gelap. Kami melapor ke pos pemeriksaan dan disambut oleh seorang petugas (sebut saja Bonges). Kami diminta membayar uang administrasi sebesar Rp 5000. Tapi akhirnya kita tawar menjadi Rp 3000. Kami langsung menuju tempat camp yang biasa kami gunakan. Tapi sayangnya sudah ada kelompok lain yang menggunakan tempat itu. Akhirnya kami berjalan lagi sehingga menemukan tempat camp yang strategis di samping jalan setapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0LrxBjJZI/AAAAAAAAAM0/pR3ZV2A6sPo/s1600/New+Picture+(1).png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0LrxBjJZI/AAAAAAAAAM0/pR3ZV2A6sPo/s320/New+Picture+(1).png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511574365493470610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami langsung membuat camp, api, dan memasak makan malam. Setelah makan malam selesai kami santap, acara dilanjutkan dengan obrolan santai. Anggota tim lainnya baru tiba sekitar jam 11 malam. Acara tetap dilanjutkan dengan obrolan santai.&lt;br /&gt; Malam itu kami habiskan dengan membicarakan kelanjutan ekspedisi GL GH, pentingnya komunikasi dalam tim, hal-hal ringan  lainnya, dan tentunya minum kopi. Kami pun mengobrol panjang lebar mengenai pengalaman di subdivisi kami, baik suka maupun duka.&lt;br /&gt; Matahari pun terbit. Kami mulai merasa ngantuk. Sebaliknya Maman justru semakin bergairah untuk mendaki ke puncak Gunung Burangrang. Kami pun masuk tenda dan tidur. Sedangkan Maman pergi mendaki sendirian ditemani dengan kamera kesayangannya. Sekitar pukul 7 pagi kamni dibangunkan oleh anggota Kopassus yang tidak senang dengan keberadaan camp kami. Kami pun disuruh membongkar camp. Setelah segelas kopi, anggota itu pun melunak. Kami justru mengobrol tentang pecinta alam dan pengalamannya perang di Aceh dan Papua. &lt;br /&gt; Tidak lama kemudian ia pamit untuk melanjutkan patrol. Kami juga membereskan camp untuk siap-siap pulang ke Bandung. Setelah makan pagi, kami jalan menuju Pintu Komando. Sekitar 2 jam kemudian kami tiba. Kami naik angkot menuju terminal Parongpong. Dari situ kami naik angkot ke terminal Ledeng dan dilanjutkan dengan angkot caheum ledeng sampai di ITB.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7439640662301694812?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7439640662301694812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7439640662301694812&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7439640662301694812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7439640662301694812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/perjalanan-pintu-angin.html' title='Perjalanan Pintu Angin'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TH0L-BCcfrI/AAAAAAAAAM8/y3Ta21-vGtk/s72-c/New+Picture.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-5003191779003137362</id><published>2010-08-28T05:11:00.002+07:00</published><updated>2010-08-28T05:15:11.081+07:00</updated><title type='text'>Latihan Survival di Ciherang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg41yFoyoI/AAAAAAAAAMk/n8ZYa4HcEIc/s1600/7_ada+maho.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg41yFoyoI/AAAAAAAAAMk/n8ZYa4HcEIc/s320/7_ada+maho.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510216640717441666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan Survival Ciherang&lt;br /&gt;Yang ikut:&lt;br /&gt;dari GL ada 6 orang yaitu: Budi, Putra, Bainul, Idham, dan Johan&lt;br /&gt;pembimbing ada 5 orang yaitu: Andi, Fya, Afan, Yudi, dan Gustav&lt;br /&gt;Perjalanan latihan survival di Ciherang dimulai hari Jum'at tanggal 11 Juni 2010. Sesuai&lt;br /&gt;kesepakatan, yang ikut latihan survival Cicenang ngumpul di sel jam 7 pagi. Namun dasar&lt;br /&gt;kebiasaan, peserta tetap saja telat. Akhirnya setelah menunggu selama beberapa saat kami semua&lt;br /&gt;berangkat menuju lokasi latihan survival jam 10.30&lt;br /&gt;Kami berangkat menuju lokasi menggunakan carteran yang langsung menuju Tadjur, nama salah&lt;br /&gt;satu desa di daerah Purwakarta. Tapi menurut Yudi dan Gustav, ada baiknya kita pergi&lt;br /&gt;menggunakan kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan umum, dari sel menuju Ciroyom. Di&lt;br /&gt;Ciroyom naik bus yang ke arah Purwakarta lalu turun di pertigaan Wanayasa. Setelah itu naik ojek&lt;br /&gt;menuju ke desa Pasanggrahan kemudian langsung menuju desa Tadjur.&lt;br /&gt;Kami sampai di Tadjur sekitar pukul 11.30. Kami lalu shalat jum'at di masjid yang ada di desa itu.&lt;br /&gt;Lalu dilanjutkan dengan menikmati berbagai makanan sebelum mulai latihan survival. Kami semua&lt;br /&gt;menikmati mie yang kami beli di warung dekat masjid. Sebagian menikmati baso yang kata Gustav&lt;br /&gt;harganya cuma 2000.&lt;br /&gt;Hari 1&lt;br /&gt;Sekitar pukul 1 siang latihan survival dimulai. Kami mulai melakukan ormed untuk menuju sungai&lt;br /&gt;Ciherang. Namun karena sedikit kesulitan, kami bertanya langsung kepada penduduk sekitar. Begitu&lt;br /&gt;tahu rute menuju sungai Ciherang, kami langsung jalan.&lt;br /&gt;Kami memutuskan untuk berjalan menyusuri sungai. Beberapa kali kami harus berbasah-basahan&lt;br /&gt;karena nyebur ke sungai. Ketika hari sudah terlalu, kami memutuskan untuk camp. Budi yang&lt;br /&gt;mengusulkan tempat camp tapi tempat itu ditolak. Gustav kemudian memimpin kami menuju&lt;br /&gt;tempat camp yang sebenarnya. Kami langsung membuat bivak alam dan mulai mengumpulkan&lt;br /&gt;makanan seperti jantung pisang dan batang pisang. Andi menemukan kodok. Lumayanlah&lt;br /&gt;setidaknya ada daging buat makanan survival.&lt;br /&gt;Ketika evaluasi kami tahu kalau tempat tadi tidak cocok buat camp survival. Selain itu tempat itu&lt;br /&gt;juga terlalu jauh dari sumber air. Evaluasi lainnya ialah kami kurang dalam hal komunikasi&lt;br /&gt;sehingga bivak cukup lama jadinya. Selain itu bivak kami juga masih jelek karena masih ada lubang&lt;br /&gt;di atapnya. Dan yang paling penting kami belum membuat plot jalur mana yang akan kami lewati&lt;br /&gt;dan titik tujuan.&lt;br /&gt;Kami kemudian makan batang pisang dan jantung pisang yang direbus. Cukup lezatlah ketika masamasa&lt;br /&gt;survival. Daging kodok tadi cuma dimakan sama Andi, Yudi, Gustav dan Johan. Yang lainnya&lt;br /&gt;enggan mencoba dengan alasan haram. Ngobrol berlanjut masalah makanan haram. Sambil itu kami&lt;br /&gt;mulai memplot jalur.&lt;br /&gt;Hari 2&lt;br /&gt;Hari kedua survival kami bangun pagi sekitar pukul 05.30. Arbi yang paling bisa bangun pagi&lt;br /&gt;berhasil melakukan tugasnya walaupun dengan susah payah membangunkan yang lain. Setelah itu&lt;br /&gt;semua kerja sesuai pembagian tugasnya. Ada yang masak, ada yang ambil air.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 08.30 kami semua baru selesai menikmati batang pisang rebus. Selanjutnya kami&lt;br /&gt;melakukan pemanasan dan “tawuran” untuk menghancurkan camp survival. Setelah itu baru&lt;br /&gt;perjalanan dilanjutkan kembali.&lt;br /&gt;Sesuai plot jalur kami menyusuri sungai. Awalnya kami menebas-nebas pohon karena tak ada jalan&lt;br /&gt;sehingga perjalanan agak lambat. Ketika Idham menemukan jalan setapak perjalananpun menjadi&lt;br /&gt;cepat dan tetap mengikuti sungai. Di tengah perjalanan hujan turun cukup lebat. Sekitar pukul 12.30&lt;br /&gt;kami tiba di sebuah aula yang kata Andi tempat dia acara akhir. Andi memutuskan untu membuat&lt;br /&gt;camp tak jauh dari tempat itu.&lt;br /&gt;Semua langsung mulai kerja mendirikan bivak. Dan dalam dua jam bivak jadi tapi bivak milik GL&lt;br /&gt;atapnya roboh karena kelebihan beban. Para GL akhirnya tetap lanjut memperbaiki bivak. Malam&lt;br /&gt;harinya diisi dengan kedinginan karena hujan siang tadi dan api ga bisa nyala.&lt;br /&gt;Malam hari dilanjutkan dengan makan batang pisang rebus, jantung pisang rebus dan godaan untuk&lt;br /&gt;mengakhiri survival. Godaan semakin tak tertahankan stelah melihat biskuit togo. Obrolan&lt;br /&gt;kemudian berlanjut tentang evaluasi dan persiapan buat hari berikutnya dan juga masalah survival&lt;br /&gt;dan trap hewan. Lalu ada obrolan tentang alien gara-gara Budi melihat fenomena aneh di langit.&lt;br /&gt;Juru bicaranya Yudi yang jurusan Astronomi. Dan akhirnya kami semua memutuskan untuk&lt;br /&gt;menutup survival pagi pada hari 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg4kWA4naI/AAAAAAAAAMc/Vkr3HL-WTlo/s1600/6_Penutupan.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg4kWA4naI/AAAAAAAAAMc/Vkr3HL-WTlo/s320/6_Penutupan.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510216341123538338" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 3&lt;br /&gt;Tiba-tiba semua bisa bangun pagi sekitar pukul 05.30 tepat waktu. Karena hari ini penutupan&lt;br /&gt;survival, semua mulai masak. Selama masak kami ngobrolin dajjal dengan jubirnysa Gustav.&lt;br /&gt;Awalnya kami masak nasi kemudian baru masak mie. Di atas daun pisang nasi ditumpahkan&lt;br /&gt;dibumbuhi mie dan kering tempe. Kami yang sudah ga sabaar langsung menghabisi makanan tadi&lt;br /&gt;sampai bersih tak tersisa.&lt;br /&gt;Kemudian kami melakukan penghancuran bivak survival. Kali ini Idham menjadi tokoh utama.&lt;br /&gt;Sehabis itu kami melakukan pemanasan dan perjalanan kembali dilanjutkan. Idham memimpin di&lt;br /&gt;depan dan Putra sebagai navigatornya. Setelah melakukan ormed, kami memutuskan untuk naik&lt;br /&gt;suatu punggunangan sesuai plot ke arah tenggara. Ternyata itu merupakan punggungan yang salah.&lt;br /&gt;Kami kemudian melakukan ormed lagi dan memutuskan untuk memotong ke arah timur laut. Jalan&lt;br /&gt;yang kami lewati cukup terjal dan melelahkan karena harus nebas sana-sini.&lt;br /&gt;Akhirnya setelah istirahat makan siang energi terisi penuh dan kami menemukan jalan setapak.&lt;br /&gt;Kabar bagusnya jalan ini berada di punggungan yang kami plot. Kami susuri jalan ini sehingga&lt;br /&gt;kami sampai di puncakan antara Gunung Burangrang dan Gunung Masigit. Di puncakan ini kami&lt;br /&gt;sudah bisa melihat kebun dan jalan raya. Akhirnya tanda-tanda peradaban muncul juga.&lt;br /&gt;Kami langsung tancap gas menuruni puncakan menuju pelana sebelah Gunung Masigit. Begitu&lt;br /&gt;sampai kami belok kiri menuju jalan yang di ddaerah latihan koppasus (komando). Kami ikuti jalan&lt;br /&gt;hingga sampai di jalan raya. Dari situ kami naik angkot carteran warna kuning menuju Bandung.&lt;br /&gt;Kami tidak langsung ke kampus, kami mapir dulu ke De Kost, tempat makan seafood. Dengan&lt;br /&gt;carrier di punggung dan pakaian kotor, kami tampil beda. Kami langsung memesan makanan&lt;br /&gt;dengan mempertimbangkan budget yang tersedia. Ada yang pesan Gurame bakar, cumi-cumi dan&lt;br /&gt;ayam. Kami saling berbagi lauk karena ada sebagian yang lauknya belum datang-datang bahkan&lt;br /&gt;ketika nasi sudah habis dan perut sudah penuh. Begitu selesai makan kami langsung pergi menuju&lt;br /&gt;kampus tercinta dan tiba sekitar pukul 20.30 malam. Akhirnya perjalanan latihan survival usai dan&lt;br /&gt;siap menonton piala dunia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-5003191779003137362?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/5003191779003137362/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=5003191779003137362&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5003191779003137362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5003191779003137362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/latihan-survival-di-ciherang.html' title='Latihan Survival di Ciherang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg41yFoyoI/AAAAAAAAAMk/n8ZYa4HcEIc/s72-c/7_ada+maho.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8204214198916380377</id><published>2010-08-28T05:08:00.003+07:00</published><updated>2010-08-28T05:11:35.901+07:00</updated><title type='text'>Simulasi di Tegal Panjang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg4CCblldI/AAAAAAAAAMU/f9GB7rMGUSk/s1600/14_Pulang.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg4CCblldI/AAAAAAAAAMU/f9GB7rMGUSk/s320/14_Pulang.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510215751751275986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai rangkaian persiapan dalam ekspedisi Alas Purwo, GL GH mengadakan simulasi. Simulasi diadakan di daerah sekitar Tegal Panjang. Tim yang berangkat yaitu Putra, Budi, Bainul, dan Fanka didampingi Andi. Johan kemungkinan menyusul. Simulasi ini diketuai Putra. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berangkat dari sel jam 15:30 pada Rabu  tanggal 14 Juli 2010. Dari ITB kami naik angkot Cisitu-Tegalega yang ke arah Tegalega. Kami turun di Tegalega. Dari Tegalega kami naik elf ke arah Pengalengan. Total biayanya sekitar Rp 20.000.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin karena hujan, aku tertidur hampir sepanjang perjalanan dari Tegalega-Pengalengan. Sekitar pukul 18:00 kami tiba di depan pintu gerbang kebun Malabar. Sebenarnya elf yang kami tumpangi ga nyampai ke situ, namun kami membayar lebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu kami tiba kami langsung cari makan. Kebetulan ada warung buka di pasar kecil yang berada di deket pintu gerbang kebun. Warung itu jual ayam goreng dan sepertinya hampir habis. Untungnya cukup buat kami berlima. Setelah itu kami sempat kepikiran buat mendirikan tenda. Namun setelah bertanya ke satpam, kami boleh memakai pos yang sudah ga dipakai lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi-pagi sekali kami dibangunkan oleh satpam. Kulihat jam dan ternyata sudah pukul 5 pagi. Seperti kata satpam, tujuan kita ialah ke Cibutarua dan untuk ke sana kami harus numpang truk yang mengangkut teh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum berangkat, kami makan di tempat yang berjarak 4 kios dari tempat makan kemarin malam. Di situ jual nasi dengan berbagai lauk. Jam masih pagi dan makanan masih terlihat hangat dan lezat. Kemudian kami segera berdiri di deket pos sambil menunggu truk yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sebenarnya truk yang lewat tapi kebanyakan mereka membawa pekerja atau hasil kebun. Kami lama menunggu dan kami tak kunjung dapat transport. Aku jelas udah capek menunggu. Memang transport perjalanan kali ini kurang mendapat perhatian. Dan akhirnya dengan sedikit bantuan dari satpam kami akhirnya bisa berangkat menggunakan pickup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 10:30 kami sampai di Cibutarua. Kami jalan sebentar hingga akhirnya menemukan sebuah musholla kecil. Kami mengambil air dan segera melakukan ormed. Target kami ialah terus ke arah tenggara dari tempat kami berada hingga akhirnya sampai lembah sebelum kawah Domas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami pun jalan melewati perkebunan teh di kanan-kiri kami. Posisi segera ditetapkan, Aku dan Putra berposisi sebagai navigator, Fanka merangkap tim jamur dan dokumentasi, Bainul seperti biasa menjadi porter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus jalan sampai akhirnya jalan setapak habis dan kami pun menemukan jamur pertama kami. Aku melihat jalan setapak. Aku dan Putra mengecek jalan itu. Setelah beberapa jauh, aku dan Putra kembali dan memutuskan untuk membawa tim menyelusuri jalan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari sudah sangat sore. Aku sudah sangat kelelahan dan persediaan airpun menipis. Untungnya kami menemukan selang-selang air di kanan kiri kami. Selang air kelihatan sudah dibolongi sama yang lainnya. Kami mengambil ambil air di situ.&lt;br /&gt;Kami terus jalan dan pukul 17:30 kami tiba di deket kawah. Aku ga yakin apa betul itu target kami, namun setidaknya tempat itu sangat nyaman untuk mendirikan camp. Kami kemudian bertemu dengan temen-temen dari HIMPALA yang sedang mengadakan diklatsar. Kami nge-camp bergerombol bersama mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bersiap-siap dan sarapan, pukul 9 pagi kami melanjutkan perjalanan. Target kami hari ini ialah Tegal Panjang sambil mengoleksi jamur di sepanjang perjalanan. Formasi tetap sama seperti kemarin. Di sepanjang jalan ini kami menemukan banyak sekali jamur hingga botol yang kami bawa tidak mencukupi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus jalan ke utara dan kami semakin jarang menemukan jamur. Jamur yang kami temukan warnanya dan bentukanya bermacam-macam, ada yang bewarna merah, kuning dan ada pula yang hidup menempel pada pepohonan. Sekitar pukul 13:30 kami sampai di padang yang luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya kami tak yakin apakah kami sudah sampai di Tegal Panjang. Namun tanda-tanda menunjukkan seperti itu dan akhirnya kami bisa istirahat dengan tenang.  Tegal Panjang merupakan padang rumput yang luas yang dikelilingi hutan-hutan. Ada bekas aliran sungai besar di tengah-tengahnya. Setelah puas berfoto-foto, kami mendirikan camp di tempat yang agak tinggi sehingga kami bisa menatap bentangan tegal panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap. Tim DU kami, Fanka, mulai masak dan bintang pun satu per satu mewujudkan dirinya. Beberapa saat selepas magrib, Johan ditemani Cahyo dan Yoga menampakkan wajahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selepas makan makanan kami plus sate ayam yang dibawa tim susulan, kami duduk ngumpul-ngumpul di api unggun yang membesar. Evaluasi, briefing keesokan harinya, dan ngobrol sampai malam tak bisa diajak bersahabat lagi. Sebelum tidur aku sempat berpuisi sebentar di hadapan bintang-bintang malam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg3qZpIuaI/AAAAAAAAAMM/L2lO-4NkpFc/s1600/10.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg3qZpIuaI/AAAAAAAAAMM/L2lO-4NkpFc/s320/10.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510215345665259938" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena rasa penasaran, kami memutuskan untuk ke Tegal Mariuk. Yoga dan Cahyo tetap di camp Tegal Panjang. Aku, Putra, Johan, Fanka, Bainul, dan Andi berangkat ke Tegal Mariuk. Pukul 10 pagi kami meninggalkan camp Tegal Panjang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami jalan ke arah timur laut dengan posisi awal, aku sebagai perintis; Putra sebagai navigator; Fanka tetap sebagai tim jamur; Johan dan Bainul sebagai porter. Beberapa saat kemudian Aku dan Johan bertukar posisi. Dan pada akhirnya Bainul sebagai perintis; aku sebagai navigator; Johan dan Putra sebagai porter. Pukul 13:00 kami tiba di Tegal Mariuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegal Mariuk itu seperti Tegal Panjang hanya lebih sempit. Kami istirahat siang di situ sebelum akhirnya hujan melanda. Kami memutuskan balik ke camp Tegal Panjang namun tidak lewat jalan yang tadi pagi. Kami lewati jalan setapak yang sudah ada sambil berhujan-hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore jam 4 kami tiba lagi di Tegal Panjang. Cuacanya sudah cerah lagi. Namun beberapa saat menjelang magrib hujan turun lagi. Kecuali DU, semua orang bersembunyi di dalam tenda. Begitu kami makan, hujan rintik-rintik masih turun. Sampai kami selesai makan, hujan belum berhenti. Kami akhirnya memutuskan evaluasi dan briefing di dalam tenda dan dilanjutkan tidur. Hujan dan angin masih ribut di luar tenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi masih dalam suasana berkabut. Kami bangun lalu bersiap-siap untuk balik ke Bandung. Sekitar pukul 9 pagi kami meninggalkan camp Tegal Panjang. Kami jalan ke arah barat agak selatan untuk tiba di Cibutarua. Kami tiba di situ pukul 12:00 dan menunggu truk yang lewat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harus menjemput adiknya, Putra harus segera pulang. Namun truk gratis tak kunjung lewat. Ketika Putra mulai berjalan untuk memanggil truk yang bayar, truk yang gratis pun lewat. Tanpa pikir panjang kami langsung naik walaupun kami harus menginjak-nginjak pisang yang memenuhi lantai bak truk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar pukul 3 sore kami tiba lagi di Pengalengan. Kami sempet mencicipi susu Pengalengan sebelum akhirnya naik elf lagi ke Bandung. Pukul 17:30 kami tiba di Tegalega. Akhirnya beberapa saat menjelang isyak, kami tiba di sel dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(GM-001-XIX)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8204214198916380377?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8204214198916380377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8204214198916380377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8204214198916380377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8204214198916380377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/simulasi-di-tegal-panjang.html' title='Simulasi di Tegal Panjang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg4CCblldI/AAAAAAAAAMU/f9GB7rMGUSk/s72-c/14_Pulang.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8594571895816474677</id><published>2010-08-28T05:04:00.002+07:00</published><updated>2010-08-28T05:07:43.752+07:00</updated><title type='text'>Latihan SAR &amp; P2 @Sanggara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg3I0EErBI/AAAAAAAAAME/R5rOqZ_PMAM/s1600/1_Pra.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg3I0EErBI/AAAAAAAAAME/R5rOqZ_PMAM/s320/1_Pra.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510214768642010130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan Latihan P2+SAR di Sanggara&lt;br /&gt;Oleh Johan Santoso&lt;br /&gt;Peserta: Bainul, Idham, Johan, Hasti&lt;br /&gt;Pemateri: Andy, Affan, Gustaf&lt;br /&gt;Hari I  Jumat, 4 Juni 2010&lt;br /&gt;Pada hari Kamis 3 Juni 2010 peserta perjalanan berkumpul di rumah Bainul (markas GH). Kami membicarakan perjalanan besok dan juga proposal XPDC Alas Purwo Ganesha 2010. Setelah mantap, kami pulang ke rumah masing-masing. Besoknya kami kumpul di SEL jam 8 untuk packing logistic. Sekitar jam 11 logistik selesai dipacking masuk ke carrier masing-masing. (Terima kasih buat Idham+Bainul sebagai porter). Jam 11.00 semua peserta kumpul dan barang sudah siap dibawa. Setelah briefing singkat pukul 11.30 kami berangkat dari SEL setelah dilepas beberapa anggota KMPA lainnya. &lt;br /&gt;Karena peserta latihan kali ini hanya 7 orang kami memutuskan untuk berangkat dengan angkot ngeteng. Perjalanan dimulai menggunakan  angkot Caheum Ledeng sampai terminal Ledeng dengan ongkos tiga ribu rupiah. Setelah itu dilanjutkan dengan angkot Ledeng-Lembang sampai pasar Lembang seharga tiga ribu rupiah lagi. Ditutup dengan angkot Lembang-Patrol seharga lima ribu rupiah. &lt;br /&gt;Jam 2 siang kami sampai di Patrol. Sayangnya hujan turun. Kamipun berjalan ke Gunung Sanggara di bawah guyuran hujan deras. Dari Patrol kami berjalan terus sampai desa Pangheotan jam 4 sore. Di sana kami beristirahat di warung dan beberapa teman kami menunaikan ibadah shalat di Masjid. Di warung yang berdekatan dengan tambak ikan yang sering dijadikan tempat pemancingan, kami menambah logistic makanan kami. Tiga ekor ikan dan sekantung kerupuk dibeli oleh Gustaf dan Andy. Pukul 16.30 kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Sanggara. Melewati sebuah desa dan kebun-kebun akhirnya kami tiba di camp pukul 18.00.&lt;br /&gt;Tim pun segera bergerak mendirikan camp, mencari kayu bakar, dan memasak. Sayangnya tenda yang kami bawa ternyata rusak. Alhasil tenda yang sudah susah payah kami bawa hanya dijadikan tempat meletakkan tas dan beberapa logistic lainnya, sedangkan kami tidur di Fly Sheet. Setelah tenda dan fly sheet berdiri kokoh serta api pun menyala, kami pun memasak dan duduk di sekitar api yang hangat bersama. &lt;br /&gt;Menu malam itu sangatlah mewah. Tumis kangkung, tumis tahu, dan  tentunya tiga ekor ikan bakar hasil eksperimen Gustaf dan  Idham, tak lupa taburan kerupuk. Kami semua makan dengan lahap di atas beberapa lembar daun pisang. Otol &lt;br /&gt;Selesai makan, acara dilanjutkan dengan evaluasi dan briefing untuk materi besok. Setelah ngobrol-ngobrol di sekitar api, kami semua masuk ke fly sheet untuk tidur dan beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari II Sabtu, 5 Juni 2010&lt;br /&gt; Sesuai briefing pada hari pertama, kami semua bangun pukul 05.30. Seperti biasa Hasti dengan suaranya yang seperti alarm  membangunkan kami tanpa perasaan. Kami pun (terpaksa) bangun dan langsung pergi ke sungai untuk mencuci nesting dan mengambil air untuk keperluan Dapur Umum. &lt;br /&gt; Selesai sarapan dan beres-beres logistic keperluan latihan SAR, kami semua berkumpul untuk briefing dan pemanasan. Hari itu kami (akhirnya) siap tepat waktu. Pukul 8 kurang kami sudah siap dengan pakaian lapangan dan sebuah tas keperluan logistic. Dua buah botol air minum berukuran @1,5 L, dua buah tali webbing, sebuah kotak P3K, biscuit makan siang, dan dua buah ponco siap dibawa oleh porter kami Idham. &lt;br /&gt; Latihan SAR kali ini dikondisikan bahwa korban hilang di sekitar Gunung Sanggara. Kamipun diharusnkan untuk menyisir seluruh karpak tersebut. Kami memutuskan untuk menggunakan metode potong kompas. Sebelum memulai operasi SAR, kami melakukan orientasi medan untuk menentukan titik awal operasi. Setelah itu kami langsung berangkat ke titik tersebut dan memulai operasi SAR kami. Tim diketuai oleh Johan. Kami langsung bergerak menuju utara. Lembahan dan punggungan kami susuri untuk mencari korban. Tidak peduli ada halangan apapun di depan mata, dengan senjata sebilah golok tebas kami tetap melanjutkan perjalanan ke utara. Sekitar satu jam perjalanan, kami tiba di sebuah punggungan panjang kearah utara. Kami pun mendapat kabar dari base camp bahwa ditemukan tanda-tanda korban di punggungan tersebut. Kami pun bergerak dengan metode susur punggungan. Kami menyusuri punggunan tersebut dengan jarak masing-masing anggota tim sekitar 3 meter. Beberapa tanda kehidupan dari korban pun kami temukan seperti adanya stream line, bekas camp, dan  jejak lainnya. Tak lama, kami mendengar suara dari korban (baca: Affan) di pinggir punggungan. Timpun bergegas menuju arah korban untuk menolongnya. &lt;br /&gt; Kami pun segera memindahkan korban ke tempat yang aman. Setelah itu tim dibagi, Idham dan Hasti memberikan pertolongan pertama ke korban sedangkan  Johan dan Bainul membuat tandu untuk mobilisasi korban. Korban dikondisikan menderita patah tulang paha  dan memar di tangan. Setelah korban berhasil distabilkan, kami pun pergi ke base camp dengan panduan bainul dan Hasti yang mencari jalur evakuasi menuju base camp. Tapi kali ini korban diganti dengan beberapa balok kayu yang didapat selama perjalanan untuk digunakan sebagai kayu bakar. Sayangnya, kami sempat tersesat karena salah mengambil punggungan. Kami pun melakukan ormed. Akhirnya dengan susah payah pada pukul 14.30 siang kami tiba di base camp dengan selamat. &lt;br /&gt; Di camp kami melakukan evaluasi terhadap materi yang baru saja di simulasikan. Evaluasi yang didapatkan ialah penanganan korban masih kurang baik. Setelah itu acara dilanjutkan dengan acara bebas. Beberapa dari kami tidur siang di fly sheet. Sisanya berusaha menghidupkan api dan memasak. Makanan kami sore itu adalah Nasi Hainam dan kerupuk buatan Andy. Setelah makan, beberapa dari kami pergi untuk mencuci nesting, mengambil air dan mencari kayu bakar karena api yang sudah dibuat mulai membesar sehingga kayu mulai habis. &lt;br /&gt; Malam harinya kami memasak bersama di sekitar api unggun yang sangat besar yang sudah dibuat dari sore tadi. Tapi sayangnya sebelum makanan kami matang, hujan turun. Kami pun segera pindah ke fly sheet dan api ditutupi dengan daun pisang sisa makan tadi sore. Untungnya setelah kami selesai masak, hujan berhenti. Kami pun segera keluar dari fly sheet dan melanjutkan masak. Beberapa dari kami menghidupkan kembali api yang sudah mati. Tidak lama kemudian, makan malam siap. Kami pun makan bersama di atas daun pisang yang sudah diambil sejak sore. Setelah makan kami melanjutkan dengan evaluasi dan briefing untuk besok. Sesuai kesepakatan, sesuai dengan kaidah komunikasi radio, pada simulasi SAR kedua, kami mengganti nama tim kami dari SRU I menjadi tim Rider dan base camp menjadi Fiesta. Setelah itu kami berbincang-bincang sejenak lalu beristirahat di fly sheet di bawah guyuran hujan yang kembali turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg27RhhgCI/AAAAAAAAAL8/0PDnHNbvkjM/s1600/IMG_4607.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg27RhhgCI/AAAAAAAAAL8/0PDnHNbvkjM/s320/IMG_4607.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510214536031993890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari III Minggu, 6 Juni 2010&lt;br /&gt; Seperti biasa kami bangun pukul 5.30. Kami berberes-beres, mengambil air, mencuci nesting, memasak, menyiapkan logistic SAR, dan membereskan logistic lainnya karena sore nanti kami akan pulang ke desa. &lt;br /&gt; Sayangnya hari ini kami terlambat. Jam 9 kurang kami baru siap berangkat. Kami pun melakukan briefing singkat dan pemanasan. Perjalanan dilanjutkan dengan metode susur sungai karena tanda-tanda korban ditemukan di sekitar sungai yang mengarah ke utara. Komandan tim pertama adalah Bainul. Kami langsung bergerak menuju titik awal pencarian. Dari situ kami pun menyusuri sungai di bawah komando Bainul. Beberapa tanda sepert kaos kaki ditemukan selama pencarian. Setelah  satu jam pencarian komando diambil alih oleh Idham. Pencarian berlangsung dengan lancar, sampai kami menemukan sebuah jeram besar. Kami pun memutuskan untuk menyusuri punggungan sampai jeram tersebut berakhir. Komando diserahkan ke Hasti. Kami melanjutkan susur sungai. Hujan turun dengan lebat. Tidak lama, kami menemukan sebuah jas hujan milik korban di sungai. Tidak jauh dari penemuan jas hujan tersebut, kami menemukan korban tergeletak di pinggir sungai. Kami pun langsung bergerak menemui korban dan memberikan pertolongan pertama. Johan dan Hasti bertanggung jawab memberikan pertolongan pertama. Sedangkan Idham Bainul melakukan pekerjaan lainnya dan mencari jalur evakuasi. Kali ini korban (baca: Andy) tidak sadarkan diri. Setelah berhasil disadarkan, ternyata korban mengalami hipotermia dan patah tulang tangan. Kami pun segera menstabilkan kondisi korban. Kami mengganti bajunya dengan baju Johan yang masih kering dan menyanggan tangannya dengan bidai. Kami pun melanjutkan pertolongan pertama. Namun korban kembali tak sadarkan diri dan detak jantungnya berhenti. Kamipun segera memberikan RJP kepadanya. Untungnya korban berhasil kami selamatkan. Kami pun memobilisasi korban dengan cara memapahnya. &lt;br /&gt; Setelah itu kami langsung bergerak menuju base camp. Kami bergerak cepat karena medan yang sudah diketahui. Sayangnya kami (lagi-lagi) salah mengambil punggungan dan melewati jalur kemarin. Untungnya kemarin kami sudah membuka jalur yang enak sehingga kami bisa dengan leluasa melewati jalur tersebut. Kami tiba di camp pukul 14.30 dan isitirahat makan siang serta evaluasi di bawah fly sheet karena hujan mengguyur kami. Evaluasi tim hari itu ialah, tim yang kurang teliti mencari tanda-tanda serta pergerakan tim harus berasal dari komando ketua tim. Setelah itu kami langsung menyiapkan logistic karena kami akan segera menuju desa Patrol untuk pulang. &lt;br /&gt; Pukul 3.30 sore kami berangkat dari camp ke desa. Kami mempercepat langkah kami untuk mengejar angkot. Sayangnya angkot yang kami kejar ternyata sudah tidak ada. Maka kami mampir di Desa Sukalayu untuk beristirahat di warung setempat. Pukul enam sore kami melanjutkan perjalanan ke desa Patrol. Sejam kemudian kami tiba di Patrol. Setelah beristirahat sejenak dang anti baju, kami memasak di depan warung yang sudah tutup. Kami pun makan malam di atas daun pisang yang kami ambil dari kebun warga. Setelah itu kami pun tidur di depan warung yang tutup tersebut setelah meminta izin ke empunya warung,&lt;br /&gt; Hari IV Senin, 7 Juni 2010&lt;br /&gt; Kami bangun di pagi hari pukul 6 pagi. Setelah menghangatkan diri di api yang dibuatkan oleh warga sekitar, kami berangkat menuju Lembang menggunakan angkot yang sudah stand by dari pukul 5 tadi.&lt;br /&gt; Kami berhenti di pasar Lembang dan bergerak menuju warung nasi kuning untuk makan pagi. Setelah kenyang sarapan, kami melanjutkan perjalanan ke terminal Ledeng. Dari terminal ledeng, dilanjutkan dengan angkot Caheum Ledeng menuju SEL. &lt;br /&gt; Tiba di SEL pukul 7 pagi, kami langsung melakukan evaluasi. Setelah itu kami membereskan logistic yang kami gunakan selama latihan. Sekitar pukul 10 kami selesai dan pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GM-012-XIX&lt;br /&gt;Subdivisi Gunung Hutan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;  Peserta latihan + Affan&lt;br /&gt;  Mencari jejak korban&lt;br /&gt;  Evakuasi korban&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8594571895816474677?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8594571895816474677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8594571895816474677&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8594571895816474677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8594571895816474677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/latihan-sar-p2-sanggara.html' title='Latihan SAR &amp; P2 @Sanggara'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg3I0EErBI/AAAAAAAAAME/R5rOqZ_PMAM/s72-c/1_Pra.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1344482861808156884</id><published>2010-08-28T05:03:00.000+07:00</published><updated>2010-08-28T05:04:34.366+07:00</updated><title type='text'>Pendakian Semeru</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg1sDVA0LI/AAAAAAAAALs/UWcFACDmp9Q/s1600/7_Puncak.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg1sDVA0LI/AAAAAAAAALs/UWcFACDmp9Q/s320/7_Puncak.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510213175011758258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berawal dari ekspedisi ke Alas Purwo yang kami batalkan, aku, Idham, Fanka, Hasti, Bainul,&lt;br /&gt;dan Johan memutuskan untuk muncak ke Semeru. Segala persiapan menjadi serba dadakan. Senin&lt;br /&gt;pagi tanggal 26 Juli 2010 kami semua segera memberesi masalah perwalian yang kemungkinan&lt;br /&gt;kami ga bisa mengikutinya.&lt;br /&gt;Sesuai jadwal, Senin sore kami berangkat. Kabar buruk datang detik-detik sebelum&lt;br /&gt;keberangkatan, Bainul ga bisa mengikuti perjalanan kali ini. Pukul 17.15 aku, Idham, Fanka,&lt;br /&gt;Hasti, Andi, dan Johan meninggalkan sel. Kami naik angkot Cisitu-Tegalega dan turun di Stasiun&lt;br /&gt;Hall.&lt;br /&gt;Pukul 18.30 kami naik kereta ke arah Stasiun Padalarang. Pukul 19.30 kami tiba di Stasiun&lt;br /&gt;Padalarang. Pukul 20.15 kereta Kahuripan yang kami tumpangi memulai perjalanan panjang ke&lt;br /&gt;stasiun Kediri. Stasiun Hall Bandung kami lewati begitu saja. Seperti biasa kereta ekonomi&lt;br /&gt;seperti Kahuripan jarang berhenti di stasiun utama, paling-paling berhenti di stasiun-stasiun kecil.&lt;br /&gt;Kereta Kahuripan berhenti di Stasiun Kiara Condong. Di sini pula si Cahyo naik bawa nasi&lt;br /&gt;goreng. Makan malam tiba!&lt;br /&gt;Kereta yang tadinya sepi tiba-tiba saja menjadi serame pasar. Penumpang berdesakan gak karuan.&lt;br /&gt;Fanka, Cahyo, Hasti duduk satu kursi, Idham dan Johan duduk satu kursi pula. Mereka saling&lt;br /&gt;berhadapan. Aku dan Andi membentuk kelompok sendiri di kursi di belakang mereka.&lt;br /&gt;Perjalanan ke Kediri benar-benar panjang dan agak membosankan. Kami sepakat membeli TTS&lt;br /&gt;buat mengisi kebosanan. Dan ternyata ada bapak-bapak yang jago benar ngisi TTS. Dia duduk&lt;br /&gt;di depan Andi dan selalu bisa menjawab TTS. Kelihatannya dia memang sudah punya banyak&lt;br /&gt;pengalaman. Konon dia bersama lima temannya yang berasal dari berbagai daerah pernah&lt;br /&gt;bekerjasama hanya untuk mengisi TTS.&lt;br /&gt;Hari 2&lt;br /&gt;Pagi datang dan Kahuripan belum juga tiba di Kediri. Sawah-sawah tetep aja ada di samping rel&lt;br /&gt;kereta. Aku dan Andi beli nasi dengan lauk ayam.&lt;br /&gt;Sekitar jam 10:00 kereta berhenti cukup lama di Madiun. Padahal kalau menurut jadwal, kereta&lt;br /&gt;harusnya tiba di Kediri jam 11:00. Kami duduk-duduk dulu di peron sambil minum es dawet&lt;br /&gt;yang seger.&lt;br /&gt;Dan ternyata seperti biasa juga kereta telat dan baru nyampe Kediri jam 14:00. Begitu nyampe&lt;br /&gt;di Kediri kami langusng beli tiket kereta Doho tujuan Malang untuk keberangkatan 14:15.&lt;br /&gt;Dan seperti biasanya kereta itu juga telat. Jam 15:30 kami baru berangkat. Sepanjang perjalanan&lt;br /&gt;Andi dan Cahyo duduk berkelompok sendiri; Hasti duduk sendirian kursi agak depan; Aku,&lt;br /&gt;Fanka, Idham, Johan main kartu di kursi agak belakang sampai akhirnya, "J#nc#k!!!"&lt;br /&gt;Permainan berhenti. Kami mulai ngobrol dengan agak berbisik dan ada bapak-bapak agak tua&lt;br /&gt;duduk di samping Idham. Bapak itu banyak bercerita tentang dirinya dan masa lalunya. Dia dulu pernah ke Timor Leste waktu keadaan memanas. Lalu dia juga banyak mentraktir kami makanan&lt;br /&gt;yang di jual oleh pedagang-pedagang kereta.&lt;br /&gt;Walaupun lokomotif sempat mengalami gangguan sehingga kereta harus terhenti hampir sejam,&lt;br /&gt;kami akhirnya tiba dengan selamat di Malang jam 21:00. Kami langsung menuju ke sekretariat&lt;br /&gt;IMPALA Universitas Brawijaya.&lt;br /&gt;Setibanya di IMPALA, Cahyo tidak bisa ikut ke Semeru dan dia pergi ke rumah neneknya.&lt;br /&gt;Sisanya menginap di sekretariat IMPALA. Sebelum tidur kami semua disarankan untuk cuci kaki.&lt;br /&gt;Ritual cuci kaki ini bukan untuk alasan kesehatan, tapi jaga-jaga saja biar ga ditemui sesosok&lt;br /&gt;wanita cantik yang telah lama ikut mendiami sekretariat IMPALA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg2B0VAR6I/AAAAAAAAAL0/3xHKWhX23xI/s1600/6.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg2B0VAR6I/AAAAAAAAAL0/3xHKWhX23xI/s320/6.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510213548942313378" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 3&lt;br /&gt;Rabu pagi tanggal 28 kami semua mempersiapkan diri. Logistik yang belum ada segera kami&lt;br /&gt;lengkapi. Agak siangan kami semua membuat surat keterangan sehat di puskesmas yang ada di&lt;br /&gt;sekitar Unbraw (aku lupa namanya). Yang jelas dari gerbang belakang Unbraw yang deket jalan&lt;br /&gt;MT Haryono naik sekitar 300 m, sebelum pertigaan belok ke kanan.&lt;br /&gt;Setelah persiapan beres, pukul 13:00 kami mulai perjalanan menuju puncak Semeru. Awalnya&lt;br /&gt;kami naik angkot ADL yang ke arah Arjosari. Begitu tiba di Arjosari perjalanan dilanjutkan&lt;br /&gt;menggunakan angkot AT dan kemudian turun di pasar Tumpang. Jalan menuju Tumpang agak&lt;br /&gt;sedikit terhambat gara-gara ada Calon Bupati yang sedang kampanye.&lt;br /&gt;Perjalanan harus dilanjutkan dengan menggunakan jip menuju Ranu Pane. Karena sopir jip tak&lt;br /&gt;mau berangkat kecuali ada 15 orang. Terpaksa kami menunggu sambil menikmati parade Bupati&lt;br /&gt;yang lagi kampanye. Sampai magrib ternyata kami masih diam di tempat. Idham, aku, Hasti&lt;br /&gt;shalat magrib di masjid deket pasar Tumpang. Seusai shalat Idham tanya ke satpam masjid&lt;br /&gt;tentang alternatif pergi ke ranu pane. Ternyata selain jip kita bisa naik truk. Tapi truk itu&lt;br /&gt;berangkatnya pagi-pagi sekali sekitar sehabis subuh.&lt;br /&gt;Kami akhirnya tahu juga bahwa ada orang yang sangat baik sekali namanya Pak Rusno. Kami&lt;br /&gt;memutuskan untuk tidur di rumahnya. Rumahnya terletak di sebelah utara pasar Tumpang dan&lt;br /&gt;agak masuk gang ke arah timur. Belakangan aku tahu dari tetanggaku bahwa rumah Pak Rusno&lt;br /&gt;ternyata “pos” yang cukup populer jika mau pergi ke Semeru.&lt;br /&gt;Hari 4&lt;br /&gt;Sesuai informasi, kami berangkat dari Tumpang pagi-pagi sekali, naik truk yang mau ke Ranu&lt;br /&gt;Pane. Dan ternyata pak Rusno adalah sopir truk yang ke Ranu Pane. Perjalanan ke Ranu Pane&lt;br /&gt;benar-benar lama dan medannya terus nanjak dan nanjak terus. Suatu waktu truk rasanya hampir&lt;br /&gt;tergelincir ke belakang. Kami juga diminta untuk berkumpul di bak paling belakang untuk&lt;br /&gt;menjaga truk biar ga tergelincir. Namun semua itu ditebus oleh pemandangan sepanjang jalan&lt;br /&gt;yang memang wah. Hijau pohon-pohon bener-bener menyejukkan mata.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 08.30 kami sampai di Ranu Pane. Kami yang dari subuh tadi belum makan&lt;br /&gt;apapun kecuali gorengan langsung menuju warung yang ada di deket pos Ranu Pane. Tempegoreng plus sayur lodeh pun memuaskan kelaparan kami di tengah hawa yang dingin. Dan benar&lt;br /&gt;apa kata seorang penjual gorengan yang kebetulan satu truk dengan kami, ternyata makan di&lt;br /&gt;Ranu Pane ini teramat mahal. Nasi, tempe dan sayur lodeh berharga Rp 10.000. Wow!!&lt;br /&gt;Setelah urusan perut beres, urusan administrasi segera kami selesaikan. Setiap orang diharuskan&lt;br /&gt;memiliki surat keterangan sehat lalu membayar bea sekitar Rp 15.000. Di dinding sempat kubaca&lt;br /&gt;nama-nama korban meninggal di gunung Semeru. Ternyata banyak juga ya.&lt;br /&gt;Setelah melakukan pemanasan, pukul 10.00 kami memulai pendakian. Target kami hari ini ialah&lt;br /&gt;sampai Kalimati, pos terakhir sebelum sampai puncak. Tapi ternyata itu cuma “isu”. Setelah&lt;br /&gt;melewati jalanan berpaving selama 2 plus 1 jam jalanan tak berpaving; berhenti setiap 1 jam di&lt;br /&gt;pos-pos kecil, ditemani pemandangan yang benar-benar memanjakan mata, kami akhirnya sampai&lt;br /&gt;di Ranu Kumbolo, pos kedua setelah Ranu Pane.&lt;br /&gt;Kami istirahat siang, duduk, masak sambil memandangi Ranu Kumbolo. Danau biru kehijauan,&lt;br /&gt;dikelilingi perbukitan, dengan langit biru dan mentari yang bersinar cerah. Kami terbius.&lt;br /&gt;Akhirnya Idham, sang ketua perjalanan, memutuskan untuk mendirikan camp di Ranu Kumbolo.&lt;br /&gt;Rame sekali di Ranu Kumbolo. Banyak orang dari mana-mana. Kami mendirikan kamp dalam&lt;br /&gt;shelter yang telah ada. Kami bertetangga dengan dua orang Jember, Rio dan Asa. Rio&lt;br /&gt;mengingatkan kami pada Yasir yang gendut, tapi kegendutan Rio ternyata mengalahkan&lt;br /&gt;kegendutan Yasir.&lt;br /&gt;Di Ranu Kumbolo, ada yang namanya “tanjakan cinta”. Alkisah jika anda naik tanjakan itu;&lt;br /&gt;anda memikirkan orang yang anda cintai; lalu anda naik terus tanpa sekalipun menoleh ke&lt;br /&gt;belakang ataupun berhenti; maka dialah cinta sejati anda.&lt;br /&gt;Hari 5&lt;br /&gt;Malam kemarin yang dingin juga masih terus berlanjut hingga kesokan paginya. Yang mau&lt;br /&gt;wudhu buat sholat subuh jadi berpikir dua kali. Tapi mau ga mau ya harus “nyemplung” ke&lt;br /&gt;Ranu Kumbolo.&lt;br /&gt;Setelah bersiap-siap, masak, sarapan plus foto-foto, kami siap berangkat. Target kami hari ini&lt;br /&gt;jelas, sampai Kalimati. Sebenarnya sempet terpikir untuk mencapai Arcopodo, tapi di sana&lt;br /&gt;ternyata ga ada sumber air. Dan jarum jam menunjuk pukul 09:00 ketika kami mulai jalan.&lt;br /&gt;“Tanjakan cinta” kami naiki dengan pelan-pelan dan santai. Kulihat Fanka dan Hasti serius pisan&lt;br /&gt;naiknya. Idham pun sudah tak terhitung berapa kali ia berhenti dan menoleh ke belakang.&lt;br /&gt;Setelah tanjakan cinta, ada Oro-oro Rombo menanti. Padang ilalang membentang sepanjang&lt;br /&gt;penglihatan kami. Dan tinggi ilalang melebihi tinggi badan kami. Setelah itu kami memasuki&lt;br /&gt;hutan lagi.&lt;br /&gt;Beberapa ratus meter sebelum tiba di Kalimati, kami berpapasan dengan para kakek-kakek&lt;br /&gt;beserta para porter mereka. Kakek-kakek itu konon dulu punya klub adventrue, dan kini mereka&lt;br /&gt;sedang bereuni ria. Kami sempet foto-foto bareng mereka berlatarbelakangkan puncak Semeru.&lt;br /&gt;Setelah 4 jalan kami tiba di Kalimati. Suasananya kering. Ilalang tumbuh tak begitu tinggi, ada&lt;br /&gt;bekas aliran lahar, ada banyak edelweiss, dan angin bertiup sangat kencang.&lt;br /&gt;Setelah memilih lokasi yang pas buat nge-camp, para pria mendirikan camp sementara para gadis&lt;br /&gt;ditemani mas mengambil air. Para pria selesai mendirikan tenda … dan ternyata Fanka, Hasti&lt;br /&gt;dan mas … belum juga balik. Ternyata lokasi sumber air berjarak 2-3 kilometer dari camp. Aku&lt;br /&gt;dan Idham sempet merasakan ketika kami mendapat giliran ambil air.&lt;br /&gt;Sore kami mulai masak buat makan karena kami berencana tidur lebih awal dan bangun pukul&lt;br /&gt;00:00 untuk mulai jalan ke puncak beserta rombongan yang lain. Makin menuju malan udara&lt;br /&gt;makin dingin. Minuman yang baru mendidih pun jadi tak terasa panas lagi. Kami sempat&lt;br /&gt;diingatkan untuk tidak minum minuman yang baru mendidih biar bibir kami ga pecah-pecah.&lt;br /&gt;Kami semua spontan langsung memakai segala jenis pakaian yang kami bawa. Aku sendiri&lt;br /&gt;memakai baju lapis 4, kaos-kemeja-jaket-anorak (diurutkan dari dalam). Dan begitu kami selesai&lt;br /&gt;makan, kami langsung menutup tenda rapat dan menyelimuti tubuh dengan sleeping bag masingmasing.&lt;br /&gt;Hari 6&lt;br /&gt;Pukul 00:00 kami semua bangun, siap-siap mendaki. Namun ternyata Idham ga jadi ikut muncak.&lt;br /&gt;Aku ga tahu apa karena kedinginan, sol sepatu yang lepas sejak dari Ranu Kumbolo, atau&lt;br /&gt;menjaga camp. Yang jelas rasanya ga enak mendaki tanpa dipimpin ketua rombongan.&lt;br /&gt;Sebenarnya kami agak telat karena ternyata rombongan kakek-kakek udah berangkat duluan.&lt;br /&gt;Kami segera menyusul. Begitu memasuki hutan entah mengapa aku kesulitan bernafas. Apa aku&lt;br /&gt;sakit, atau efek ketinggian yang membuat udara tipis, atau pepohonan yang terus memproduksi&lt;br /&gt;karbon dioksida. Kami berhenti cukup lama di Arcopodo. Melepas lelah sambil menatap jutaan&lt;br /&gt;bintang yang menghiasi angkasa malam. Indah dan baru kali ini aku melihat langit malam&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;Setelah dirasa cukup perjalanan dilanjutkan kembali. Kami akhirnya sampai di Cemoro Tunggal,&lt;br /&gt;batas vegetasi. Kami menatap hamparan pasir yang terus meninggi. Di sanalah puncak yang&lt;br /&gt;kami tuju.&lt;br /&gt;Kami mulai mendaki. Terlihat sudah ada beberapa orang di atas. Rombongan kakek-kakek tidak&lt;br /&gt;lanjut. Dan kulihat masih banyak lagi yang ada di bawah.&lt;br /&gt;Perjalanan ke puncak benar-benar tak mudah. Jika salah mengambil langkah, kaki tergelincir dan&lt;br /&gt;pasir pun jatuh ke bawah. Sangat disarankan menghormati pendaki lain dengan tidak menjatuhkan&lt;br /&gt;pasir atau kerikil ke bawah. Dan di tengah perjalanan ke puncak kudengar peribahasa baru,&lt;br /&gt;“Deket di mata, jauh di kaki”&lt;br /&gt;Kami berangkat pukul 00:00 karena kami ingin melihat sunrise dari puncak. Namun sayang&lt;br /&gt;sekali ternyata metahari sudah terbit ketika kami beberapa meter lagi menuju puncak. Walaupun&lt;br /&gt;begitu, tetap saja begitu kami sampai puncak, kami tetap senang, bangga, dan bersyukur. Dari&lt;br /&gt;puncak tertinggi Jawa, kami melihat tanah Indonesia.&lt;br /&gt;Dari puncak semua terasa wah. Ada batu penghormatan buat Idhan Lubis dan Soe Hok Gie.&lt;br /&gt;Angin bertiup sangat kencang. Dan kami mencoba mengunyah coklat yang sepertinya sudah&lt;br /&gt;berubah menjadi batu. Setelah puas merasa dan foto-foto, kami langsung turun.&lt;br /&gt;Turun pun ga mudah kelihatannya. Namun setidaknya perjalanan turun ga secapek perjalanan&lt;br /&gt;naik. Dan kata beberapa orang, turun seperti berselancar di atas pasir.&lt;br /&gt;2 jam kemudian, kami sampai di camp yang dijaga Idham. Kami istirahat bentar dan kemudian&lt;br /&gt;langusng packing dan balik lagi menuju Ranu Pane. Perjalanan balik benar-benar cepat. Pukul&lt;br /&gt;11:00 kami meninggalkan Kalimati. Pukul 13:30 kami sampai di Ranu Kumbolo. Dan akhirnya&lt;br /&gt;pukul 18:30 kami sampai di Ranu Pane.&lt;br /&gt;Begitu tiba di Ranu Pane kami kira Pak Rusno sudah meninggalkan kami. Namun ia masih setia&lt;br /&gt;dan menunggu sampai malam. Pukul 21:00 kami tiba di Tumpang. Lagi-lagi kami tidur di&lt;br /&gt;rumah pak Rusno.&lt;br /&gt;Hari 7&lt;br /&gt;Keesokan paginya kami langsung berkemas. Awalnya kami berniat untuk beli sarapan, eh ga&lt;br /&gt;taunya sudah dimasakkan sama istrinya pak Rusno. Jadinya kami langsung menyantap telor&lt;br /&gt;dadar, mie goreng bikinan bu Rusno.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 08:00 ada sopir angkot yang menjemput kami. Pak Rusno sengaja memanggil dia.&lt;br /&gt;Kami pun langsung sepakat untuk menggunakan jasa sopir angkot untuk kembali ke Malang.&lt;br /&gt;Dan anehnya jalanan kota Malang justru sepi ketika hari Minggu.&lt;br /&gt;Sesaat sebelum sampai di Unibraw, Idham dan Johan turun deket stasiun untuk pesen tiket buat&lt;br /&gt;pulang ke Bandung nanti Sore. Yang pulang ke Bandung pada sore itu adalah Johan, Idham,&lt;br /&gt;Hasti, dan Andi. Aku dan Fanka pulang pada hari-hari berikutnya.&lt;br /&gt;Begitu sampai di IMPALA Unibraw, aku langsung pergi ke Mojokerto, menyambangi rumah.&lt;br /&gt;Hari 8&lt;br /&gt;Keesokan paginya aku balik lagi ke IMPALA Unibraw untuk mengambil carier yang&lt;br /&gt;kutinggalkan dan sekaligus balik ke Bandung dari Malang. Dan ga taunya ada Fanka sama&lt;br /&gt;Cahyo yang ke Surabaya, aku numpang mereka sampai Stasiun Gubeng. Aku balik ke Bandung&lt;br /&gt;dari stasiun itu.&lt;br /&gt;Perjalanan ke puncak Semeru meninggalkan kenangan dalam pikiranku. Ternyata alam Indonesia&lt;br /&gt;memang benar-benar indah. Ternyata Indonesia ini memang pantas diperjuangkan. Ternyata ada&lt;br /&gt;orang seperti pak Rusno yang rela membantu tanpa mengharap pamrih. Ternyata ada orang&lt;br /&gt;seperti bapak di kereta yang malah menyuruh anak perempuannya untuk mengajar di tempat yang&lt;br /&gt;sangat pelosok yang lebih membutuhkan daripada sekadar mengajar di kota. Jaya terus Indonesia,&lt;br /&gt;semoga kau menjadi negeri yang hebat. (GM-001-XIX)&lt;br /&gt;KMPA. Ganesha!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1344482861808156884?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1344482861808156884/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1344482861808156884&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1344482861808156884'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1344482861808156884'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/hari-1-berawal-dari-ekspedisi-ke-alas.html' title='Pendakian Semeru'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg1sDVA0LI/AAAAAAAAALs/UWcFACDmp9Q/s72-c/7_Puncak.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-5166916249909152505</id><published>2010-08-28T04:55:00.001+07:00</published><updated>2010-08-28T04:57:36.192+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg0wPhy2cI/AAAAAAAAALk/ZSESRaPgo-w/s1600/1_Puncak+Sanggara.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg0wPhy2cI/AAAAAAAAALk/ZSESRaPgo-w/s320/1_Puncak+Sanggara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510212147494443458" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan Navigasi Tertutup GL GH XIX&lt;br /&gt;Waktu : 23 – 28 Mai 2010&lt;br /&gt;Tempat : Gunung Sanggara, hingga sungai citereup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peserta : Idam, Hasti, Johan, Fanka, Putra, dan Bainul “kadal”.&lt;br /&gt;Pendamping : Andi, Hery, Cahyo, Gian&lt;br /&gt;Hari 1 &lt;br /&gt;Awalnya, kami anggota subdiv GH, gw (idam), Hasti, Johan, Fanka, Putra, dan Bainul berencana mengadakan latihan navigasi tertutup selama 5 hari di daerah Gunung Sanggara. Ini merupakan latihan navigasi tertutup pertama kami setelah dilantik menjadi anggota muda KMPA Ganesha ITB.  Latihan ini kami adakan untuk mempersiapkan mental dan fisik kami menghadapi XPDC yang rencananya akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang.&lt;br /&gt;Rencana awal kami pergi jam 11 siang tapi dikarenakan persiapan logistik dan makanan yang belum maksimal akhirnya kami baru berangkat jam 1 siang, saat berangkat kami cuma ber-6, cahyo gian heri putra karena berbagai hal rencananya menyusul. Kami ber-6 mencarter angkot dari gerbang belakang ITB sampai tugu bukit unggul lalu diteruskan  jalan kaki sampai kamp panitia pas AA di sanggara. Di perjalanan, kami  sempat nyasar dulu sampai ketemu jalan buntu lalu kami memutuskan balik menyari persimpangan jalan dan akhirnya sampai d kamp jam stengah tujuh,  berbarengan dengan kedatangan kak Gian yang menyusul kami ke kamp, dan  selang berapa waktu datang  Cahyo. Malamnya diadakan evaluasi keberangkatan dan pembagian tim untuk navigsi besok dan dilanjutkan dengan makan makan dengan sate sosis dari kak Gian di api unggun,  dan saat sedang sibuk makan terjadilah “tragedy kadal mencari cinta bainul”, yang demi kebaikan sang kadal sengaja tidak disebarluaskan.&lt;br /&gt;Hari 2&lt;br /&gt;Matri navigasi tertutup di mulai, dengan pembagian tim, navigator adalah Hasti  Fanka, penebas Johan, dan porter Idam Putra Bainul. Sebelum memulai navigasi kami terlebih dahulu tracking ke puncak sanggara, Sebelum berangkat kak Gian izin balik ke Bandung karena ada keperluan lain. Secara umum tidak ada masalah berarti yang muncul saat pendakiaan ini. Di puncak sanggara kami istirahat setengah jam dan tak lupa foto foto terlebih dahulu. Dari puncak sanggara baru kami melakukan navigasi mengikuti plot yang kami buat  kami mulai navigasi jam setengah 12 sampai jam 5. Selama navigasi jalur yang di lewati lumayan sulit, saat navigasi kita juga kena hujan deras, dan akhirnya kita bertemu jalan buntu. Karena hari sudah mulai sore maka kami memutuskan  menghentikan navigasi dan mencari tempat untuk mendirikan kamp. Saat malamnya diadakan evaluasi, dan diketahui  penyebab sulitnya medan adalah jalur yang diambil saat naviagasi adalah melipiri puncak sanggara  dan tidak mengkuti punggungan yang ada, dan saat evaluasi kami baru mengerti mengenai filosofi punggungan. Total hari ini kami hanya berjalan 500 meter dari jalur plot.&lt;br /&gt;Hari 3&lt;br /&gt;Navigator hari ini Idam Bainul, dengan penebas Putra, dan porter Johan Fanka Hasti. Navigasi di mulai jam setengah Sembilan hingga jam setengah lima, hari ini tim sukses menuruni punggungan dan menemukan sungai yang ada di plot, lalu perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sungai, masalah timbul saat menemui air terjun vertical setinggi 5 meter, saat itu muncul beberapa opsi untuk menuruninya, yaitu melipiri punggungan di kiri sungai, melipir di tepi air terjun atau menggunakan “hepotesis ponco” dari sang navigator. Akhirnya kami memutuskan melipiri di tepi air terjun, dan setelah hampir satu jam yang penuh lumpur dan peluh kami semua berhasil menuruni air terjun dan setelah berapa saat menyusuri sungai kami akhirnya menemukan pertigaan sungai yang ada di peta dan diputuskan mendirikan kamp di dekat pertigaan sungai tersebut. Hari ini kami berdasarkan plot yang telah di buat kami berjalan sejauh 1 kilometer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg0ksEoDZI/AAAAAAAAALc/gN9c47XmUkg/s1600/4_Citeureup.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 240px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg0ksEoDZI/AAAAAAAAALc/gN9c47XmUkg/s320/4_Citeureup.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510211948998299026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari 4&lt;br /&gt;Hari ini pembagian tim adalah navigator Johan, Putra, dengan penebas Bainul dan porter Fanka Hasti  Idam. Jalur yang dilewati adalah menaiki punggungan hingga puncak Gunung Ipis dan menuruni punggungan lalu kembali menyusuri sungai Citereup, saat menyusuri sungai ini terlihat di kanan kiri sungai banyak bekas longsoran, secara umum jalur yang dilewatili lumayan lancar. Saat menyusuri sungai tiba tiba kami dilanda hujan lebat, maka kami memutuskan lansung naik ke punggungan terdekat untuk menghindari air bah. Saat mendaki punggungan anggota tim terlihat panik dengan lebatnya hujan dan licinnya medan, akhirnya dipimpin Andi dan Hery kami menaiki punggungan dan mendirikan kamp. Malamnya saat evaluasi dibahas mengenai kondisi tim saat hujan lebat dan juga logistik makanan yang menipis dan keterbatasan air. Akhirnya  kami memutuskan untuk mengubah jalur plot yang telah dibuat agar dapat lebih cepat mencapai desa terdekat.&lt;br /&gt;Hari 5 &lt;br /&gt;Target hari ini adalah desa terdekat, dan tim navigator adalah Bainul Putra dengan penebas Idam dan porter Johan Fanka Hasti. Sebelum mulai jalan kami melakukan ormed terlebih dahulu untuk menentukan posisi punggungan saat itu. Lalu kami memutuskan untuk menaiki puncakan diarah utara dan kemudian menuruni punggungan kearah timur laut, jalur awal yang kami lalui adalah menaiki punggungan dan kemudian menuruni lembahan curam lalu melipir dari lembahan ke punggungan di sampingnnya dan kemudian menaiki punggungan lagi, DAN AKHIRNYAAAA…….. kami kembali kepunggungan awal tempat kami kamp. Jadi selama seharian kami memutari pungungan dan kembali ke punggungan awal. Selama perjalanan kami juga membatasi penggunaan air karena keterbatasan persediaan. Menurut porter dan penebas, jalur hari ini adalah lajur terberat selama navdar tertutup ini, beratnya medan juga  meminta korban celana salah seorang anggota kami yang harus robek dibagian yang tak diinginkan. Saat evaluasi diketahhui kesalahan ini terjadi karena navigator mengambil jalur terlalu ke barat dan kurangnya komunkasi antar navigator lalu evaluasi dilanjutkan dengan membahas mengenai persiapan logistik pribadi  dan makanan dari PJ masing masing dan akhirnya ditutup dengan acara meng-kubis salah seorang sesepuh GH.&lt;br /&gt;Hari 6 &lt;br /&gt;EVAKUASI... Kami akhirnya diputuskan untuk dievakuasi oleh para pendamping karena logistik makanan yang ada telah sangat mengkhawatirkan, makanan yang tersisa hanya mie instan, biskuit kering dan air 3 botol. Pagi harinya kami hanya makan biscuit yang ada untuk menghemat penggunaan air selama memasak. Sebelum berangkat kami semua melakukan ormed untuk menentukan letak punggungan kami. Lalu kami berjalan menuruni punggungan dengan dipimpin oleh Heri dan Andi. Namun kami semua tetap diharuskan traking jalur yang dilewati untuk menentukan plot di peta. Siangnya kami telah sampai di sungai Citereup dan memutuskan untuk beristirahat. Saat istirahat beberapa anggota tim memutuskan mencari tempat untuk berenang, dan tak lupa foto foto saat berenang, beberapa orang terlihat berpose dengan penampilan yang menggugah selera ( foto terlampir ). Lalu perjalanan dilanjutkan dengan menyusuri sungai citereup hingga menemui pedesaan. Jalur yang dilewati selama menyusuri sungai  tergolong berat, kami harus berpindah pindah melipiri punggungan kanan dan kiri sugai  dan ditambah dengan aliran sungai yang deras  dan banyaknya jeram yang menggangu pergerakan. Selama penyusuran kami juga sering di selip oleh penduduk desa, yang berjalan jauh lebih cepat dari kami walaupun membawa beban yang jauh lebih berat (sebagian memanggul kayu gelondongan sepanjang 3 meter lebih dan karung kopi), lalu setelah sampai di tepi desa kami melanjutkan dengan navigasi punten hingga menemukan jalan raya dan langsung beristirahat di warung terdekat. Setelah cukup beristirahat, jam lima sore kami mulai balik ke kota Bandung dengan bis umum. Dan akhirnya jam setengah delapan malam kami tiba di kampus tercinta dengan tangan penuh luka,  kaki bengkak  dan perasaan puas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-5166916249909152505?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/5166916249909152505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=5166916249909152505&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5166916249909152505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5166916249909152505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/catatan-perjalanan-navigasi-tertutup-gl.html' title=''/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THg0wPhy2cI/AAAAAAAAALk/ZSESRaPgo-w/s72-c/1_Puncak+Sanggara.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7454730932840007803</id><published>2010-08-28T04:51:00.002+07:00</published><updated>2010-08-28T04:54:31.273+07:00</updated><title type='text'>Latihan Navdar @Cicenang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgzoR4Q1JI/AAAAAAAAALM/pPx8gnXgDxQ/s1600/1_Gn.Malang.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgzoR4Q1JI/AAAAAAAAALM/pPx8gnXgDxQ/s320/1_Gn.Malang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510210911174972562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan Latihan NavDar Terbuka @ Cicenang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan Perjalanan&lt;br /&gt;Untuk menerapkan ilmu manajemen perjalanan, mula-mula ketua Ekspedisi [ GM-014-XIX ] mengarahkan tim ekspedisi GH untuk berkumpul guna menentukan susunan kepanitiaan perjalanan. Melalui sebuah diskusi singkat pada malam hari pukul 23.30 WIB tanggal 16 April 2010 telah ditentukan susunan kepanitiaan sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Ketua Perjalanan   :  M.Bainul [GM-020-XIX]&lt;br /&gt;2. PJ Logistik   :  Abdul Somat Budiaji [GM-001-XIX]&lt;br /&gt;3. PJ Transportasi   :  Johan Santoso [GM-012-XIX]&lt;br /&gt;4. PJ Konsumsi   :  Angelina Yofanka [GM-005-XIX]&lt;br /&gt;Sementara jumlah peserta GL yang dipastikan hadir dalam latihan tersebut diantaranya  (total 9 orang) didampingi seorang pembimbing (Andy Nugroho) :&lt;br /&gt;Gladi Lanjut Gunung Hutan :&lt;br /&gt;1. Abdul Somat Budiaji [GM-001-XIX]&lt;br /&gt;2. Angelina Yofanka [GM-005-XIX]&lt;br /&gt;3. Haryanda Eka Putra [GM-014-XIX]&lt;br /&gt;4. Johan Santoso [GM-012-XIX]&lt;br /&gt;5. M. Bainul [GM-020-XIX]&lt;br /&gt;Gladi Lanjut non-Gunung Hutan :&lt;br /&gt;1. Annisa Nurul H. [GM-006-XIX]&lt;br /&gt;2. M. Adinata [GM-019-XIX]&lt;br /&gt;3. Yoga Saktyanto [GM-024-XIX]&lt;br /&gt;4. Yohanes Yudha [GM-025-XIX]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pra-Perjalanan&lt;br /&gt;Di pertemuan awal, ketua perjalanan telah menetapkan beberapa teknis sederhana mengenai waktu dan persiapan keberangkatan menuju Cicenang. Menurut laporan masing-masing PJ, persiapan sudah cukup matang. Logistik lengkap, konsumsi mencukupi, dan transportasi memadai. Sementara dari segi waktu, ditetapkan bahwa pelepasan keberangkatan akan dimulai pada pukul 17.00 WIB pada tanggal 17 April 2010 di SEL. Sayangnya, waktu keberangkatan terpaksa diundur dari rencana awal karena butuh waktu lebih untuk pembagian logistik dan packing serta adanya keterlambatan kedatangan beberapa peserta perjalanan ke SEL. Pada akhirnya, tim perjalanan dilepas oleh beberapa massa KMPA yang ada tepat pada pukul 19.00 WIB. Angkot yang tadinya nongkrong di gerbang utara Kampus ITB selama lebih kurang 2 jam akhirnya bergerak juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgz4V1IUsI/AAAAAAAAALU/P9nEL8UGr2I/s1600/2_Puncak+Malang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgz4V1IUsI/AAAAAAAAALU/P9nEL8UGr2I/s320/2_Puncak+Malang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510211187113480898" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan&lt;br /&gt;Selama di dalam angkutan, peserta perjalanan tidak terlalu banyak berbicara, lebih menikmati perjalanan dengan tidur atau mendengarkan dengkuran peserta lain. Ckckck. &lt;br /&gt;Perlahan namun pasti angkot bergerak ke utara Bandung melalui rute jalan umum Bandung-Lembang. Sekitar 50 menit kemudian akhirnya peserta perjalanan tiba di tempat yang telah ditentukan oleh panitia.&lt;br /&gt;Perjalanan menuju BaseCamp ditempuh selama sekitar 15 menit dari titik turun angkot. Dari segi lokasi, letak BaseCamp cukup strategis karena lokasinya yang sangat dekat dengan sumber air dan tertutup dari terjangan angin. Pukul 20.30 WIB peserta mulai mendirikan tenda, memasak, dan membuat api unggun. Peserta mulai makan sekitar pukul 22.30 WIB.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 23.00 WIB, para pembimbing lainnya (selain Andy) mulai berdatangan ke lokasi BaseCamp dengan mengendarai sepeda motor. Akhirnya malam ini pun kami habiskan dengan sedikit evaluasi dan briefing, lalu dilanjutkan dengan ngobrol dan diskusi hingga hari menjelang pagi.&lt;br /&gt;Peserta mulai bangun dan bersiap masak pada pukul 06.00 WIB, mundur dari rencana sebelumnya yakni pukul 05.00 WIB. Pukul 09.00 WIB peserta telah makan, packing dan siap untuk berangkat.&lt;br /&gt;Briefing NavDar dimulai. Dipimpin oleh Andy Nugroho, peserta diarahkan untuk mencapai suatu titik, tepatnya di puncak Gunung Malang (1021 m) yang berjarak sekitar 4-5 petak di peta dari titik BaseCamp. Peserta yang berjumlah 9 orang dibagi menjadi 4 kelompok, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Annisa Nurul Hidayah&lt;br /&gt;Haryanda Eka Putra&lt;br /&gt;Yohanes Yudha&lt;br /&gt;Pembimbing : Yanu dan Alam S.P&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. M.Bainul&lt;br /&gt;Yoga S.&lt;br /&gt;Pembimbing : Andy Nugroho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Angelina Yofanka&lt;br /&gt;Johan Santoso&lt;br /&gt;Pembimbing : Irfan ‘Jarwo’ dan Gustaf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Abdul Somat Budiaji&lt;br /&gt;M. Adinata&lt;br /&gt;Pembimbing : Aldi dan Yudi ‘ Bondon’&lt;br /&gt;Masing-masing kelompok diharapkan untuk menempuh jalur yang berbeda satu sama lainnya. Masing-masing tim juga diberi kesempatan untuk melintasi jalan raya Bandung-Subang hanya sebanyak 1x.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan Tim&lt;br /&gt;Tahap pertama perjalanan ini adalah penentuan titik awal tim. Di tahap ini, tim kami cukup banyak menemukan kendala seperti belum ditetapkannya ketua tim dan kurangnya komunikasi antar anggota tim. Akibatnya proses penentuan titik awal hampir memakan waktu sekitar 1 jam.&lt;br /&gt;Setelah memastikan titik awal, tim kami akhirnya memutuskan untuk bergerak ke titik tujuan dengan teknik potong kompas menuju arah timur laut. Alasan kami pilih teknik ini diantaranya :&lt;br /&gt;- Permukaan kontur yang akan kami lalui dengan teknik potong kompas cukup landai sehingga memudahkan pergerakan tim&lt;br /&gt;- Titik-titik patokan untuk penerapan teknik ini cukup banyak dan mudah diamati sehingga tim tidak perlu bersusah-susah untuk mencari-cari titik acuan yang abstrak&lt;br /&gt;- Jika ditarik garis lurus, titik tujuan akhir mendekati arah timur laut dari titik awal.&lt;br /&gt;Teknik potong kompas ini kami aplikasikan hampir setengah perjalanan total. Dan terbukti, tim kami tidak banyak menemukan kendala berarti selama teknik ini digunakan mengingat pula lokasi yang notabene-nya adalah perkebunan teh. Titik terakhir tim menggunakan teknik ini adalah jalan raya Bandung-Subang.&lt;br /&gt;Sesampainya di jalan raya Bandung-Subang, tim memutuskan untuk beristirahat terlebih dahulu di warung terdekat. Mengisi perut dengan semangkuk mie instan dan air putih cukup membuat kami bertenaga kembali. Setelah makan dan beristirahat sekitar 45 menit, tim melakukan briefing terlebih dahulu untuk menemukan rencana rute yang akan ditempuh dengan bimbingan Yanu dan Alam S.P. &lt;br /&gt;Istirahat selesai. Tim bersiap untuk kembali melanjutkan perjalanan. Kali ini tim kami kembali dimudahkan dengan diperbolehkannya memanfaatkan jalan aspal yang telah ada namun tetap OrMed setiap saat. Setelah melalui track ‘bonus’ sekitar 800 m, akhirnya tim kami dihadapkan pada jalan berbatu menuju perkampungan penduduk. Dengan tetap mengikuti plot jalur yang telah direncanakan, tim kami terpaksa harus melalui sawah-sawah penduduk dengan melewati pematang-pematang sawahnya. 20 menit berlalu dan akhirnya tim kami tiba di tempat terbuka dimana terdapat jalur track off-road wisatawan. Setelah OrMed dan posisi Gunung Malang yang ada di depan mata telah dipastikan, semangat tim seketika on fire seolah akan menemukan harta karun. Sesuai plot awal, tim akan mendaki Gunung Malang melalui jalur timur dengan tantangan harus menyeberangi sebuah sungai.&lt;br /&gt;Selama perjalanan ke arah timur, tim kami sempat dihadapkan pada track-track yang cukup menguras tenaga. Selain itu, terdapat beberapa lokasi yang terlihat masih tertutup sehingga tim harus mampu memanfaatkan instingnya masing-masing untuk menentukan jalur tempuh selanjutnya hingga tercapai suatu tempat yang cukup terbuka. Hampir 1 jam tim berjalan, akhirnya tim berhadapan dengan tantangan yang dimaksud. Tak disangka, sungai yang rencananya akan kami seberangi cukup lebar, yakni sekitar 12 m, dan deras pula. Tim kami mulai merundingkan kembali plot jalur yang akan ditempuh dan dengan cepat diputuskan untuk menyusuri tepian sungai menuju arah barat. Meskipun lelah sudah mulai menjangkiti fisik masing-masing anggota tim termasuk pembimbing, setidaknya kami sedikit terhibur dengan ditemukannya air terjun. Di lokasi ini kami beristirahat sekitar 10 menit, merasakan percikan-percikan kecil air terjun itu sambil memikirkan kembali rute jalur yang akan ditempuh.&lt;br /&gt;Tim kembali bergerak. Setelah menempuh jarak sekitar 20 menit, akhirnya tim kembali ke jalur yang benar. Tim kembali menemukan track off-road yang dilewati sebelumnya dan akhirnya memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan ke arah barat. Sepanjang perjalanan kami menemukan banyak cottage/penginapan khusus serta sungai untuk wahana rafting. Sempat ragu untuk langsung menyeberangi sungai namun pembimbing kami meminta untuk segera mengambil langkah cepat. Tim kami pun segera memutuskan untuk menyeberang, meskipun sebelumnya kami berprinsip bahwa tim hanya akan menyeberang sungai jikalau memang benar-benar tidak ditemukan media penyeberangan dan alokasi waktu sedikit. Selama penyeberangan, keraguan kami membuat kami sedikit malu karena kedalaman sungai yang dimaksud ternyata hanya setinggi lutut orang dewasa. Tak beberapa lama, tim kami menemukan sebuah pondok kecil untuk berteduh. Istirahat lagi cuii..Lima menit kemudian tim pun kembali bergerak. Lega. Yaa, itulah yang tim kami rasakan ketika jalur pendakian resmi sudah terlihat di depan mata. Selama pendakian, ciri khusus yang dimiliki gunung ini adalah hutan pinusnya. Hutan seperti ini sebenarnya cukup rawan kebakaran jika di musim kemarau. Selain itu, antara satu pohon dengan pohon lainnya pun cukup berjarak (renggang). Jalur yang jelas amat memudahkan tim kami  selama pendakian. Jalur yang kami lewati ini ternyata mengitari punggungan hingga ke utara. Meski pembimbing sempat memisahkan diri dari tim –entah karena capek atau yakin timnya akan sampai ke puncak tanpa bantuan mereka- akhirnya tim dan pembimbing kembali bertemu di kontur terakhir sebelum puncak. Hanya butuh waktu sekitar 15 menit bagi tim kami untuk mencapai titik puncak dari pintu masuk awal. Sesampainya di titik puncak, kami dikejutkan dengan adanya kepulan asap 30 m di depan kami. Ternyata ada makhluk-makhluk yang telah mendahului kami kira-kira 40 menit sebelumnya yakni tim yang beranggotakan M.Bainul dan Yoga. Tepat pukul 13.45 WIB tanggal 18 April 2010 tim kami tiba di puncak. HAHAHA!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasca-Perjalanan &lt;br /&gt;Setelah seluruh tim tiba di titik puncak, tim dan para pembimbing segera mengevaluasi perjalanan masing-masing. Banyak masukan yang kami peroleh saat itu. Terutama dalam hal manajemen tim, koordinasi, teknik navigasi, dan manajemen waktu. Perjalanan kami tutup dengan sesi foto bareng. Pukul 16.00 WIB seluruh peserta turun, keluar melalui spot wisata ‘Ciater Spa Resort’dan kembali ke tempat dimana angkot telah menanti kedatangan kami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7454730932840007803?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7454730932840007803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7454730932840007803&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7454730932840007803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7454730932840007803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/latihan-navdar-cicenang.html' title='Latihan Navdar @Cicenang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgzoR4Q1JI/AAAAAAAAALM/pPx8gnXgDxQ/s72-c/1_Gn.Malang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7337577946553963855</id><published>2010-08-28T04:44:00.003+07:00</published><updated>2010-08-28T04:50:39.244+07:00</updated><title type='text'>Cikandang Sekali Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgybQ-HCiI/AAAAAAAAALE/vVdjDkXNvLg/s1600/P1040725.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgybQ-HCiI/AAAAAAAAALE/vVdjDkXNvLg/s320/P1040725.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510209588081134114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Perjalanan “ Cikandang Sekali lagi “&lt;br /&gt;Waktu perjalanan        : 3-5 Agustus 2010&lt;br /&gt;Peserta pengarungan : Yodia, Emil, Yana, Yasir, Jekim, Rahman, Freden, Fya, dan 3 orang Astacala&lt;br /&gt;Tim darat           : Andy, Yudha&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3 Agustus 2010&lt;br /&gt;Tim berangkat Pk.15.00. Mengalami keterlambatan kurang lebih 1 jam karena beberapa peserta harus mengurus keperluan daftar ulang kuliah. Akhirnya diputuskan Yana dan Emil menyusul dengan motor, sisanya berangkat dengan angkot caheum ledeng ke terminal caheum. Dari terminal Caheum naik bus langsung ke Garut. Perjalanan memakan waktun kira-kira 2 jam lebih karena sempat ada kemacetan. Sampai di Garut kami langsung naik angkot menuju ke sekre Gerhana di Universitas Garut. Emil dan Yana sudah sampai terlebih dahulu di Gerhana. Rencana awal kami istirahat di Gerhana dan berangkat malam ke start Cikandang. Tetapi rencana berubah menjadi berangkat di pagi hari dengan pertimbangan biaya sewa mobil akan bertambah jika berangkat malam hari. Beberapa logistik sudah disiapkan malam harinya agar pada pagi hari bisa berangkat tepat waktu. Malam harinya beberapa peserta langsung istirahat dan beberapa peserta pergi ke pemandian air panas.&lt;br /&gt;4 Agustus 2010&lt;br /&gt;Rencana berangkat Pk.04.00 berjalan dengan lancar. Semua bangun tepat waktu. Sarapan dibeli di jalan dan dimakan di start Cikandang. Start pengarungan mengalami sedikit keterlambatan karena koordinator lapangannya mual. Jumlah perahu yang berangkat 3 buah. Perahu pertama adalah perahu Gerhana yang berperan sebagai pembuka jalur dengan skipper Jon. Perahu kedua adalah tim rescue yang berisi freden, fya, dan Astacala dengan skipper Pak Yana. Tim ketiga adalah tim pemetaan dengan skipper Yodia, lalu tim darat langsung menuju finish. Start pengarungan agak mengalami masalah karena keadaan start sungai yang sangat berbatu-batu. Ketika memasuki awal Sungai Cikandang  Skipper tim pemetaan mengalami syok berat karena harus dihadapkan dengan undercut pertamanya. Perahu sempat nyangkut di batu dan air masuk ke dalam perahu sehingga ada logistik makanan yang hanyut dan kertas pemetaan basah kuyup dan lapuk. Terjadi salah paham ketika memasuki undercut. Pak Yana memerintahkan tim untuk turun. Tim mengira turun dari perahu, namun ternyataaa maksud Pak Yana adalah turun beserta perahu-perahunya. Akhirnya perahu tim pemetaan diambil alih oleh anak Gerhana hingga melewati undercut. Kertas untuk mencatat peta telah hancur lebur beserta clipboardnya. Akhirnya pemetaan dilaksanakan dengan metode yang sedikit lebih canggih yaitu dengan markin dan trekking GPS, dan karakteristik jeram direkam dengan video kamera. Setiap ada jeram tim pemetaan berhenti sebelum dan sesudah jeram untuk melakukan kegiatan pemetaannya.&lt;br /&gt;Pukul 12.00 seharusnya sudah di Desa Bokor untuk makan siang, namun mengalami keterlambatan karena lambatnya perngarungan akibat pemetaan. Namun kami sampai di Desa  bokor Pk.13.30 dengan diiringi hujan dan awan yang gelap. Di Desa Bokor kami makan siang dengan enaknya dan dengan lahapnya. Makan siang hanya sekitar 1 jam dan pengarungan langsung dilanjutkan kembali melihat hujan yang sudah reda. Posisi peserta mengalami perubahan. Yodia menjadi Skipper Perahu rescue dan Pak Yana di perahu pemetaan. Namun di awal-awal pengarungan kami diguyur hujan kembali. Muncul kekhawatiran akan banjir bandang. Ritme pengarungan kami percepat. Beberapa peserta sempat mencoba river board, dan body rafting ketika mendekati finish. Akhirnya kami sampai di finish lebih cepat setengah jam dari waktu yang ditentukan. Perahu dan logistik diangkut ke mobil. Beberapa ganti baju di  finish. Kami langsung menuju rumah Kang Dewek di dekat pantai untuk mandi dan beristirahat. DI rumah kang Gewek kami menyempatkan diri untuk ikut memetik kelapa muda dan melahapnya bersama-sama. Pk. 06.00 kami berangkat ke Pantai Sayang Heulang. Beberapa utusan membeli ikan untuk dibakar di pinggir pantai. Yang lainnya menyiapkan tenda dan alat-alat masak. Malam hari kami makan ikan tuna bakar yang sangat sedap dengan sambal kecap super pedas. Ketika bersantai memandang langit malam, tiba-tiba turun hujan dengan anginnya yang kencang. Kami langsung mencari tempat untuk berteduh. Karena tenda kami bocor kami mengungsi ke pendopo dekat warung. Kami istirahat di pendopo tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgyIPZw4GI/AAAAAAAAAK8/uc-hERE0eLc/s1600/P1040692.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgyIPZw4GI/AAAAAAAAAK8/uc-hERE0eLc/s320/P1040692.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5510209261242736738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Agustus 2010&lt;br /&gt;Kami bangun Pk.07.00, berberes dan langsung pulang ke Garut. Makan siang di jalan menuju Garut. Perjalanan sedikit berkabut namun tetap lancar. Sampai di Gerhana kami membersihkan logistik dan Pk.15.00 kami pulang ke Bandung. Sampai di Bandung sekitar Pk.06.00.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7337577946553963855?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7337577946553963855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7337577946553963855&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7337577946553963855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7337577946553963855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/08/cikandang-sekali-lagi_28.html' title='Cikandang Sekali Lagi'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/THgybQ-HCiI/AAAAAAAAALE/vVdjDkXNvLg/s72-c/P1040725.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1932627142032825044</id><published>2010-07-08T01:50:00.001+07:00</published><updated>2010-07-08T01:52:50.871+07:00</updated><title type='text'>Buletin Internal KMPA 'G' ITB</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.box.net/shared/pzcex5fgmz"&gt;buletin internal download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1932627142032825044?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1932627142032825044/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1932627142032825044&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1932627142032825044'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1932627142032825044'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/07/buletin-internal-kmpa-g-itb.html' title='Buletin Internal KMPA &apos;G&apos; ITB'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8579228436730811588</id><published>2010-07-08T01:00:00.003+07:00</published><updated>2010-07-08T01:14:33.557+07:00</updated><title type='text'>Pengarungan Perdana GL subdivisi ORAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TDTDMuz4kVI/AAAAAAAAAKU/slc5dmzijtc/s1600/IMG_2130.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TDTDMuz4kVI/AAAAAAAAAKU/slc5dmzijtc/s320/IMG_2130.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5491228469162971474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pengarungan Perdana GL subdivisi ORAD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 10 April 2010 &lt;br /&gt;(Pk.18.00)&lt;br /&gt;Semua peserta berkumpul di sel dalam keadaan sudah makan dan siap berangkat. Rencananya Pk.19.00 pasukan berangkat ke Garut. Akan tetapi beberapa peserta datang terlambat. Saya sendiri datang jam setengah 7 lewat dengan alasan “pergi ke gereja dulu”. Ketika saya sampai di sel, sebagian besar  peserta sudah berkumpul. Yang belum terlihat adalah Kanya, ketua KMPA kita (Brian congor), dan kedua teman tambangnya. Jam 7 lewat hamper setengah 8 Kanya tiba di sel. Brian &amp; friends masih belum kelihatan congornya. Ketika saya menelepon Brian, beliau berkata “sori beyb, aku baru bias datang jam 9”. Setelah proses tawar menawar, akhirnya si pria setuju untuk datang Pk.20.00. Kita yang sudah ada di sel memutuskan untuk mencari makanan. Setelah proses menunggu yang sangaaaat lama, dan ketika semua orang mulai gelisah dan gemas ingin mencubit si congor, akhirnya jam 9 entah lewat berapa menit, si congor mulai mengaum di sel. Masalah muncul seiring dengan kedatangan si congor. Ternyata kita masih kurang sarana transportasi karena Korlap belum minta izin untuk memakai mobil teman Brian dan beberapa peserta memutuskan untuk berangkat esok paginya tanpa memberitahu saya. Akhirnya kita memutuskan untuk memberangkatkan 3 armada motor  yang dipimpin oleh Emil, Bocil, dan Adin, beserta sekutunya Yodia, Usie, dan Yudha. Sedangkan Pak Dani menyusul mengendarai motor teman Brian dan membonceng Kanya dan ikut serta pula sebuah mobil yang diisi oleh 2 teman tambang ( Namanya Bimo dan Anwar), Brian, Intan, dan Manda  (tamu dari Unpad). Jadi pada Pk.22.00 armada pertama meluncur ke Garut, diikuti armada kedua sekitar  1 jam setelahnya.&lt;br /&gt;(Pk.23 sekian)&lt;br /&gt;Armada pertama sampai di Base Camp Gerhana. Karena  waktu sudah sangat larut dan semuanya lelah, akhirnya kita menginap di Base Camp Gerhana. Pada Pk.00.sekian armada kedua tiba. Semuanya berkumpul dan langsung evaluasi perjalanan hari ini dan briefing pengarungan esok hari. Sekitar jam 1 dini hari, kami akhirnya bisa tidur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu 11 April 2010&lt;br /&gt;(Pk.06.00)&lt;br /&gt;Peserta sudah bangun dan Brian Emil sudah pergi mencari makanan. Pk.07.00 pasukan hari minggu tiba di base camp Gerhana. Ada yang langsung tidur (Yanu) ada juga yang langsung makan.Pk.08.00 semua orang sudah siap berangkat. Tapi saya kurang memperhitungkan waktu untuk memompa perahu, menghitung dayung, pelampung,dan helm, dan acara angkut mengangkut logistic tersebut.Kita sampai di lokasi start Pk.09.. lewat sdikit. Namun mobil Pak Yana yang mengangkut pelampung dkk belum datang karena harus mengurus makan siang. Terlambat kurang lebih 1 jam, akhirnya kita mulai mengarung (tentunya diawali dengan briefing dan pemanasan terlebih dahulu).&lt;br /&gt;Air lumayan tinggi, arus juga deras dan banyak batu-batu di sungai. Selama pengarungan tidak terlihat addies. Pengarungan berjalan sangat menyenangkan. Dari 3 perahu,2 diantaranya flip, dan personil di perahu yang ke 3 hanya terlempar, namun tidak flip. Perahu Dani yang pertama kali flip. Baru beberapa menit dari start poin, perahu flip di jeram pertama. Perahu flip di tebing samping sungai. Di jeram pertama terdapat stopper yang mengakibatkan kapal flip (dan katanya di bawah stopper ada undercut!). Semua personil terjun ke air. Kanya, Johan,dan Affan berhasil diselamatkan perahu lain, sedangkan saya, Pak Alam, Dani, dan Adin harus ke tepian sungai dan mencari jalan dari darat. Upaya untuk ke daratan juga dibantu oleh warga sekitar yang kebetulan melihat. Dalam kesempatan flip kali ini, helm saya raib tanpa jejak (dan tanpa alasan pula), dan jidat saya benjol ditendang dayung seseorang personil perahu Dani. Oleh karena itu, jagalah helm anda baik-baik!&lt;br /&gt;Pengarungan berjalan dari Pk.10.00-Pk.15.00. Pengarungan berhenti di bawah jembatan( yang banyak pembuangan limbahnya). Perahu diangkut ke atas dan semua peserta menunggu di sebuah sekolah dasar di dekat sungai. Kami menunggu makan siang yang sedang dijemput Emil dan Brian. Kami menunggu lumayan lama sambil menggigil dan bercengkrama. Setelah makanan datang, kami semua yang kelaparan langsung melahap makanan. Setelah itu langsung mengangkut perahu dan logistic ke dalam mobil Pak Yana. Sebagian peserta di mobil Pak. Yana, dan sisanya naik angkot. Di tengah jalan mobil Pak Yana bermasalah dengan ban kiri belakang. Akibatnya hampir semua penumpang harus turun dan berjalan kaki ke base camp Gerhana.&lt;br /&gt;Di Base Camp Gerhana semua peserta membersihkan perahu dan alat pendukungnya sambil inventarisasi barang juga. Setelah beres-beres, peserta ganti baju dan istirahat sejenak, lalu dilanjutkan dengan evaluasi. Setelah evaluasi dan berbagi cerita, semua peserta mulai pamitan ke Pak Yana dan akang-akang Gerhana yang ada disitu. Pk.18.00 lewat beberapa menit semua peserta pulang. Perjalanan pulang menghabiskan waktu sekiter 2-3 jam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8579228436730811588?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8579228436730811588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8579228436730811588&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8579228436730811588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8579228436730811588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/07/pengarungan-perdana-gl-subdivisi-orad.html' title='Pengarungan Perdana GL subdivisi ORAD'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TDTDMuz4kVI/AAAAAAAAAKU/slc5dmzijtc/s72-c/IMG_2130.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-744554421238982386</id><published>2010-07-02T17:52:00.001+07:00</published><updated>2010-07-02T17:54:54.702+07:00</updated><title type='text'>Sungai Citarum subdivisi ORAD</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3FTRU_ZyI/AAAAAAAAAKM/7dMDJDDmFKc/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 101px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3FTRU_ZyI/AAAAAAAAAKM/7dMDJDDmFKc/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489260455694133026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan perjalanan&lt;br /&gt;Pengarungan Citarum 10 juni 2010&lt;br /&gt;Ketua Perjalanan : Yodia&lt;br /&gt;Peserta : Yodia, Adin, Emil, Dani, Jekim, Onta, dan Bocil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencana awal keberangkatan adalah :&lt;br /&gt;Berkumpul di SEL pada hari minggu Pk.06.00 untuk sarapan dan mempersiapkan logistic dan lain-lain. Akan tetapi dengan kendala beberapa keterlambatan dengan alasan baru bangun menyebabkan keberangkatan mundur  dari Pk.07.00 menjadi Pk.08.00&lt;br /&gt;Pk 08.00 4 buah motor berangkat ke Sungai Citarum.&lt;br /&gt;Pk.09.00 Kami sampai di Base Camp Kapinis. Kami langsung mencari Kang Wawan untuk menyewa perahu dan perlengkapannya. Setelah sedikit berbincang-bincang dengan Kang Jenggo dan melakukan pemanasan, pada sekitar Pk.10.00 kami turun ke sungai dengan rencana portaging ke lokasi start yang berlokasi di dalam kawasan Indonesia Power.&lt;br /&gt;Keadaan lokasi start : Sungai dikelilingi tebing-tebing yang sangat indah. Arus lumayan deras. Air di Sungai Citarum berwarna biru keabu-abuan. Tidak terlalu keruh. Tapi bau sangat menyengat seperti bau telur busuk, mengingat bahwa sungai Citarum adalah sungai yang paling kotor sedunia!&lt;br /&gt;Pengarungan pun dimulai dengan skipper : Emil dengan jumlah perahu satu buah saja.&lt;br /&gt;Pengarungan dilakukan hingga Base Camp Kapinis di bawah jembatan merah. Setelah itu kami berlatih upstream beberapa kali. Sekitar Pk.12.00 kami istirahat sejenak sambil makan snack.&lt;br /&gt; Pk.13.00 kami kembali mengarung minus Onta yang harus kembali karena ada urusan di Bandung. Pengarungan kali ini digunakan untuk latihan skipper, dayung, dan N-system untuk rescue.&lt;br /&gt;Latihan Skipper lumayan lancar. Adin dan Yodia mulai berlatih untuk mengarahkan perahu, walaupun masih agak canggung dan belum terbiasa, tapi overall latihan berjalan lancar. Latihan N-system  dilakukan di lokasi sungai yang flat. N-system ditambatkan di pohon di pinggir sungai. Lalu rescue rope dibawa oleh saya, yang ditunjuk menjadi strong swimmer pada saat itu ke, ke perahu yang akan direscue. N-system sedikit terhambat karena kurangnya latihan tali-menali dan belum 100% mengerti N-system. Tapi pada akhirnya kami mampu membuat N-system untuk rescue perahu. Latihan dayung dilakukan dengan metode 250 dayungan. Disini terlihat stamina saya tidak terlalu fit dan mulai kelelahan di tengah- tengah latihan. Selanjutnya pengarungan dilakukan dengan latihan skipper dan latihan dayung mengingat keadaan sungai yang flat tak berarus hingga finish.&lt;br /&gt;Lokasi finish terletak di sisi kanan sungai setelah jembatan. Kami membawa Perahu ke sisi jalan raya lalu men-charter angkot seharga Rp.30.000,- untuk membawa kami ke base camp Kapinis. Setelah sampai di base camp kami mengembalikan perahu dan peralatan sewaan. Semuanya lengkap tidak ada yang hilang. Logistik yang kami bawapun lengkap. Setelah ganti pakaian dan makan indomie double kami berbincang-bincang dengan Kang Wawan yang dengan semangatnya membagi cerita-cerita selama membawa anak-anak Kapinis lomba rafting di luar negeri. Setelah perbincangan menarik yang lumayan membuat pinggang pegel, kami memutuskan untuk kembali ke Bandung pada sekitar Pk.06.00&lt;br /&gt;Perjalanan pulang lancar, hanya gerimis sedikit sejenak. Kira-kira Pk.07.00 kami sampai di SEL. Logistik dicuci dan dijemur dan pada Pk. 09.00 kami melakukan evaluasi di Es buah fadhillah di Tubagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil Evaluasi :&lt;br /&gt;- Kurangnya koordinasi lapangan karena tidak ada teklap&lt;br /&gt;- Keterlambatan berakibat mundurnya rencana pengarungan&lt;br /&gt;- Kondisi fisik yang perlu ditingkatkan&lt;br /&gt;- Tidak adanya dokumentasi&lt;br /&gt;- Untuk pengarungan selanjutnya jangan lupa membawa dry bag&lt;br /&gt;- Tidak ada briefing sebelum pengarungan&lt;br /&gt;- Tidak adanya pembagian tugas yang jelas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-744554421238982386?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/744554421238982386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=744554421238982386&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/744554421238982386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/744554421238982386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/07/sungai-citarum-subdivisi-orad.html' title='Sungai Citarum subdivisi ORAD'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3FTRU_ZyI/AAAAAAAAAKM/7dMDJDDmFKc/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-3593690395873871900</id><published>2010-07-02T17:31:00.003+07:00</published><updated>2010-07-02T17:38:59.092+07:00</updated><title type='text'>Vertikal Rescue Subdivisi Rock Climbing</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3Bq4ikzKI/AAAAAAAAAKE/p8rQAare-z8/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3Bq4ikzKI/AAAAAAAAAKE/p8rQAare-z8/s320/1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489256463310572706" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari/jam : Sabtu, 15 Mei, pukul 01.00 s.d. Minggu, 16 Mei, pukul 19.00&lt;br /&gt;Route  : ITB – Danau Ciburuy – Citatah – ITB&lt;br /&gt;Personel : freden, Sani, Azka, Bambang, Dian, Brian, John, temennya Bambang, Bli Bayu.&lt;br /&gt;   (menyusul) Tetu, Ade, Inda, Winda. &lt;br /&gt;Materi  :  - VR (di kampus)&lt;br /&gt;  - Artifisial (leader, cleaner, buat pict)&lt;br /&gt;  - Jumarer&lt;br /&gt;  - Sejarah&lt;br /&gt;Vertical rescue&lt;br /&gt;UAS kalkulus berakhir bagi anak-anak TPB. Tiba-tiba saja sms masuk ke h berupa ajakan ke citatah. Setelah ke sel ternyata ke citatahnya malam. Dan latihan pertama yang kita lalui dulu adalah VR alias vertical rescue dulu yang diadakan di antara dua labtek biru dekat sekretariat himpunan di sekitar situ. Yang mengikuti latian ada mas Freden, Tetu, Ade, Inda, Winda, dan brian. Kemudian ada Mas Sigit sama Bambang yang yang datang dengan nasi goreng. Latihan VR dilakukan beberapa kali. Pertama ada Dian dengan Inda bergantian. Rupanya mereka sudah mahir mempraktikannya. Kemudian dilanjutkan dengan Azka yang berpasangan dengan Ade. Berdua bergantian menjadi lkorban dan rescuer masing-masing satu kali. Lumayan cepet juga. Finally, Winda dan Tetu menutup latihan pada malam hari itu. Di sela-sela latihan itu juga kami sempat ngobrolin tentang bagaimana keberangkatan kita ke Citatah.&lt;br /&gt;Serangan fajar&lt;br /&gt;Pukul 23.30 kami mempersiapkan alat-alat yang akan dibawa. Ada tali, tambatan (pyton, exentrict, friend, bong dll), Harnes, seling, etc. Bambang berangkat duluan sama temennya anak unpad yang saya lupa namanya, Sani dengan Dian naik motor. Sementara Saya dengan Freden masih berkutat di sel mencari motor nganggur. Sani dan Bambang sudah cukup lama mendahului kami. masalah kami pun akhirnya terpecahkan setelah merelakan motornya yang sebelumnya tak bisa kami pinjam karena takut dimarahi Ayahanndanya. Motor kami pun melaju kencang menuju Kecamatan Padalarang. Sementara teman yang lain sudah menunggu di depan Danau Ciburuy.Setelah makan batagor, sesuai rencana, kami berenam tidur di tepi danau, di gubuk yang biasa orang gunakan untuk berwisat. Brian yang menyusul dengan John naik sepeda sampai di danau saat yang lai sudah mulai tertidur. Alhamdulillah saya dan beberapa yang lain sempat melaksanakan sholat subuh karena tempat kami tidur dekat dengan mushola.&lt;br /&gt;Coming citatah&lt;br /&gt;Setelah makan di kantin depan danau Ciburuy,tebing langsung dituju pukul 08.30. tanpa basa-basi lagi pemanjatan langsung dimulai.Bambang menjadi leader, sementara Dian menjadi cleaner sedangkan saya yang belum pernah mencoba Artifisial climbing sama sekali belajar memasang tambatan dengan diajari Bapak ketua KMPA, Brian. Mencoba memasang Phyton dan Blade dengan menggunakan martil, serta memasang exentrict dan friend dengan menyelipkannya ke dalam rekahan tebing.&lt;br /&gt;Setelah cukup dengan latihan-latihan memasang tambatan, saya menuju tempat Dian berlatih. Dia sedang menjadi leader diBilay oleh bambang. Hebat, ternyata jalur yang Ia buat lurus, sehingga titak menimbulkan friksi yang besar pada kernmantel. Kemudian saya menggantikan Bambang menjadi Bellayer  yang kemudian mengclear jalur yang dibuat oleh Dian. Sementara di tali statis yang kami pasang di sebelah kanan, ada Mas Jon yang memanjat dengan jumar.&lt;br /&gt;Cimney&lt;br /&gt;Sampailah saya di goa paling rendah yang biasa kami jadikan pitc pertama. Sebenarnya saya berniat untuk menjadi leader, namun Sani mengajak menuju cimney. Istilah itu sempat membuat saya bertanya-tanya. Saya yang belum pernah sekalipun menjadi bellayer tak menyanggupi untuk membilllay Dian yang  akan memanjat cimney. Akhirnya Freden yang naik tuk menggantikan saya. Baru saya tau ternyata Cimney merupakan dua dinding yang letaknya berdekatan. Sehingga pemanjat dapan memanfaatkan cimney untuk memanjat dengan kedua kakinya bertumpu pada dua dinding tersebut. Katanya sih kayak Jacky Chan gitu. Dian yang memulai memanjat pertama. Freden bilang kalau dari tahun ke tahun yang menkhlukan cimney pertama kali dalam satu angkatan adalah seorang pria, jadi bisa dibilang Dian mencetak sejarah baru buat angkatan GM XIX. Sejak pertama kali naik, sepertinya tak mudah bagi Dian untuk menakhlukan tantangan yang menurut saya baru itu. Cuma ada dua hanger di situ, dan jaraknay cukup jauh. Dari bawah, saya, Sani serta Freden yang saat itu menjadi bilayer terus memberi semangat dan petunjuk agar Dian terus semangat sampai puncak ujung cimney.dan benar saja, untung bukan saya yang jadi bilayer. Dian sempat terjatuh. Untung Ia sudah sempat menambatkan talinya pada hanger pertama. Akhirnya dengan susah payah Dian bisa mencapai ujungnya.&lt;br /&gt;Akhirnya tiga orang yang tadi di bawah pun menyusul ke atas. Ternyata tak sesulit yang saya bayangkan. Dari atas kami lihat mobil Winda yang sudah terparkir di dekat pabrik dekat tebing. Menandakan kloter dua telah datang. Ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan dari pemanjatan cimney tadi. Pertama saat Dian memanjat dia sering hampir untuk menyerah, turun saja. Dia sering bilang,”Ngga bisa”.  Tapi dengan dorongan semangat dari yang ada di bawahnya akhirnya Ia sampai juga. Nah dari situ saya mendapat pelajaran bahwa saat sedang memanjat, medan memang terasa menjadi sangat  sulit. Tapi kalau kita yakin, atau kalau nggay ya ada yang meyakinkan kita, pasti bisa. Ngga ada yang ngga bisa kecuali makan kepala sendiri. Pelajaran yang kedua saya dapat dari Sani ketika kami sempat ngobrolin tentang pentingnya bilayer saat Dian sempat terjatuh. Bahwa pemanjat dan bilayer adalah pasangan yang paling sejati di dunia ini. Gimana tidak ia memegang nyawa pasangannya itu. Setelah cukup lama foto-foto di cimney, kami berempat turun lagi dengan menggunakan dua tali agar tali bisa kami bisa bawa pulang lagi. Saya turun duluan karena merasa punya kepentingan yang sudah saya tunda-tunda.  Sholat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3BFNJKDKI/AAAAAAAAAJ8/3Fo0TROIUxs/s1600/Untitled.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3BFNJKDKI/AAAAAAAAAJ8/3Fo0TROIUxs/s320/Untitled.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489255816006077602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Evaluasi&lt;br /&gt;Pemanjatan hari itu ditutup dengan guyuran hujan. Semua yang ada di tempat itu langsung menuju tenda. Kemudian membereskan alat-alat untuk dipakai besok pagi. Sepertinya yang datang menyusul pun telah bergabung.Ada tetu, Inda, Winda, sama Mas Sigit. Sambil menunggu sempat kami ngobrol dan mendapat banyak pelajaran tentang sejarah. Karena kebetulan kami bareng sama temennya Bambang yang kuliah di jurusan Sejarah Universitas Padjajaran. Banyak yang kami obrolin di situ. Dari mulai sejarah zaman kerajaan sampai zaman orde baru tuntas kami bahas. Setelah kira-kira semua siap untuk evaluasi, saya diminya untuk mengevaluasi kegiatan pada hari ini karena saya dianggap paling terlibat dalam kegiatan hari ini. Cukup banyak yang kami evaluasi. Termasuk pelajaran yang saya dapat hari ini, kejadian-kejadian di cimney, dan bagaimana membuat pitc yang sepertinya tadi kurang sip karena keterbatasan hanger.&lt;br /&gt;Setelah evaluasi selesai, dilanjutkan dengan brifing teknis untuk  keesokan harinya. Dalam brifing tersebut disepakati. Kami memulai kegiatan jam tujuh pagi. Kemudian saya menjadi leader yang pertama. Dibilay oleh Inda. Kemudian Winda dengan Ade. Karena kami merasa perut kami cukup lapar Freden berinisiatif untuk berangkat membeli makanan dengan manarik iuran seikhlasnya. Saya menemani Freden mencari warung makan dan akhirnya menemukan warung padang yang harganya tak terlalu mahal.&lt;br /&gt;Setelah menutup berbagai macam obrolan dan makanan, langsung saja kami tidur. Sebelum tidur Bambang pamitan sama temennya mau pulang duluan. Bli Bayu datang saat kami tidur. Dengan atau tanpa sleeping bag pun di citatah ternyata tidak terlalu dingin.&lt;br /&gt;Hari kedua&lt;br /&gt;Sesuai rencana, jam tujuh kami siap untuk beraktivitas. Tapi karena makanan sudah datang saya terpaksa melepas alat-alat yang sudah terpasang di badan untuk sejenak mengisi perut dulu. Kemudian selesai makan pemanjatan siap dilakukan. Tapi ternyata tak semudah itu. Alat-alat yang sudah siap saya bawa ternyata masih banyak yang perlu dibenahi. Ada yang terlalu banyak lah, kurang lah, atau letaknya salah kanan kirinya.&lt;br /&gt;Saya memulai pemanjatan dengan lancar ditemani Inda sebagai bilayer. Sayangnya masih makan waktu terlalu banyak. Saat membuat pitc ada Sani serta Bli yang membimbing. Sementara Dian mengambil gambar dengan memanjat melalui tali statis memanfaatkan jumar. Sedangkan yang lain spot-spotan di tebing sebelah timur. Kemudian setelah selasai memanjat saya turun dengan repelling. Saya harus sholat duhur. Semantara Sani dan Dian pamitan duluan ada kepentingan mengenai tugas kuliah. Setelah saya selesai sholat sama Ade, sekarang  gilirannya Ade sama Winda. Namun sayang sekali, saat mereka baru mau mulai menyiapkan alat-alat, hujan deras mengguyur Kecamatan Padalarang. Terpaksa mereka menunda pemanjatan. Semua yang ada langsung menuju tenda sambil membereskan alat-alat. Sementara Brian masih sibuk  atas goa merapikan tali di bawah guyuran hujan. Setelah brian selesai dan ikut bergabung di tenda. Banyak hal yang kami obrolin. Dari yang isinya berbobot sampai yang omong kosong belaka kami obrolin. Termasuk tebak-tebakan yang dipaksakan sama Brian. Dari situ terasa hangatnya kebersamaan walaupun kondisi tempat kami duduk benar-benar  tidak nyaman. Tak ketinggalan juga ma Sigit dengan banyolannya yang khas tak hentinya membuat gigi selalu meringis.&lt;br /&gt;Pulang&lt;br /&gt;Mas Sigit sebagai yang paling tua mengusulkan, kalau sampai jam lima sore belum reda juga mau ngga mau kita pulang. Dan benar hampir jam lima, air dari langit itu masih juga turun. Kami pun membereskantenda di bawah gerimis. Beberapa barang Yang berat dimasukkan mobil Winda. Kami pulang, ada yang naik mobil ada yang naik motor. Hujan tak terlalu lebat saat itu. Barisan motor sempat mampir makan dulu di warung makan depan danau Ciburuy.&lt;br /&gt;Barisan motor kira-kira sampai di kampus jam 19.00. seementara yang naik mobil ternyata sampai duluan. Bagus, jadi alat-alat sepertinya sudah dibereskan.&lt;br /&gt;Perjalanan yang cukup menyenangkan. Penuh akan berbagai hal yang menginspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gm-007-xix&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-3593690395873871900?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/3593690395873871900/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=3593690395873871900&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3593690395873871900'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3593690395873871900'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/07/harijam-sabtu-15-mei-pukul-01.html' title='Vertikal Rescue Subdivisi Rock Climbing'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/TC3Bq4ikzKI/AAAAAAAAAKE/p8rQAare-z8/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8959412463049192652</id><published>2010-04-13T01:00:00.000+07:00</published><updated>2010-04-13T01:03:09.166+07:00</updated><title type='text'>Ganesha Photo Contest 2010</title><content type='html'>Hari bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April ini memberikan  inspirasi untuk mengadakan lomba foto bertemakan love for Earth, Earth  for all, diharapkan dengan adanya lomba foto ini kita dapat menyampaikan  pesan untuk masyarakat tentang kondisi Bumi tempat kita tinggal dan  hubungannya dengan aktifitas masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Teknis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Peserta umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pengumpulan paling lambat tanggal 16 April 2010  berupa softcopy @ email sahabatbumi2010@yahoo.com atau hardcopy dalam  amplop cokelat bertuliskan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Love for Earth, Earth for all&lt;br /&gt;Ganesha  Photo Contest 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di pojok kanan atas ke sekretariat KMPA 'G'  ITB, jl. Ganesha no. 10, sunken court W-03&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penjurian dilakukan  tanggal 18-20 April 2010&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pameran akan dilaksanakan pada  tanggal 23-24 April 2010 @ stand Expo CC Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hadiah berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-  Juara I Rp. 1.500.000&lt;br /&gt;- Juara II Rp. 1.000.000&lt;br /&gt;- Juara III Rp.  750.000&lt;br /&gt;- Enam finalis akan mendapatkan produk dari Eiger&lt;br /&gt;-  Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Juri&lt;br /&gt;-  Salahudin Damar Jaya (MediArt Photographer)&lt;br /&gt;- Dudi Sugandhi (Pikiran  Rakyat)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Persyaratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hasil karya dapat dikumpulkan  dalam bentuk hardcopy ukuran 8R atau softcopy dengan ukuran 3Mb atau  lebih dari 6Mp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Seluruh foto harus dilampirkan:&lt;br /&gt;-Nama  Peserta&lt;br /&gt;-No. Kartu Identitas yang masih berlaku&lt;br /&gt;-Nomer telepon  yang dapat dihubungi&lt;br /&gt;-Judul Foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Keterangan foto yang  dikirimkan dalam bentuk softcopy dapat disertakan dalam email dengan  nama file sesuai dengan judul foto, sedangkan keterangan foto yang  dikirimkan dalam bentuk hardcopy dapat dicantumkan dibelakang setiap  foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Peserta dapat mengirimkan 4foto terbaiknya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.  Tidak boleh ada penambahan/pengurangan unsur gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Editting  sebatas cropping, penambahan/pengurangan contras&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Photo belum  pernah diikut sertakan dalam kegiatan apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Panitia berhak  mendiskualifikasi apabila terdapat ketidaksesuaian dengan persyaratan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact  Person : Kanya Anindita (085722324522)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8959412463049192652?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8959412463049192652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8959412463049192652&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8959412463049192652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8959412463049192652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/04/ganesha-photo-contest-2010_13.html' title='Ganesha Photo Contest 2010'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8834317596598372272</id><published>2010-04-04T08:00:00.032+07:00</published><updated>2010-04-13T03:04:26.699+07:00</updated><title type='text'>SAHABAT BUMI: Seminar Green Community Development: Pelestarian Lingkungan Melalui Pemberdayaan Masyarakat. Ekspo. Lomba Fotografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fpEpMEeXI/AAAAAAAAAJM/AklUL4TArpk/s1600/sahabatbumi2010.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 333px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fpEpMEeXI/AAAAAAAAAJM/AklUL4TArpk/s320/sahabatbumi2010.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085739567872370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAHABAT BUMI: Merupakan sebuah persembahan Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam "Ganesha"ITB untuk Hari Bumi sekaligus untuk menanamkan kembali nilai- nilai tentang lingkungan ke dalam benak para anggota&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 153);font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;dan juga para partisipan acara Sahabat Bum&lt;/span&gt;i ini. Karena, tampaknya KMPA ''G"ITB. Begitulah kami sering disapa. telah lama tidak membuat acara seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;SAHABAT BUMI dengan tema "bersama kita wariskan bumi yang sehat bagi anak cucu kita". Terinspirasi dari keadaan bumi yang semakin rusak, tentunya kita ingin anak cucu kita masih bisa menikmati keindahan alam, contohnya mendaki gunung- gunung yang indah, memasuki goa, masih bisa memanjat tebing, ataupun bisa merasakan nikmatnya jeram- jeram Indonesia. KMPA yang menyadang nama sebagai "pecinta alam" merasa punya kewajiban tersendiri dalam keikutsertaannya me&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fnhm1hQTI/AAAAAAAAAH0/iKx9GlTYAig/s1600/26798_394928499392_569459392_3529775_3521639_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 272px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fnhm1hQTI/AAAAAAAAAH0/iKx9GlTYAig/s320/26798_394928499392_569459392_3529775_3521639_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456084038129369394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;nyelamatkan lingkungan ini, minimal tempat "bermain kita" kan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;SAHABAT BUMI: meliputi 3 acara, dengan harapan masing- masing acara ini dapat memberikan inspirasi tersendiri bagi kalian yang hadir dalam acara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;1.&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt; SEMINAR, mengangkat tema Green Community Development: Pelestarian Lingkungan Melalui Pemberdayaan Masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Berawal dari keinginan untuk menjadikan masyarakat desa yang sering bersinggungan dengan seorang "pecinta alam" menjadi cerdas dan berwawasan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Melalui seminar ini , KMPA berharap dapat menggabungkan hal- hal yang telah kita lakukan untuk lingkungan dalam membentuk suatu konsep pembentukan komunitas hijau dengan melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat itu sendiri bebasis lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Untuk membuat konsep itu, maka KMPA mengundang berbagai pihak yang berasal dari pemerintahan. LSM. dan para praktisi lingkungan untuk turut membagi ilmu mereka dalam seminar ini. Tidak hanya pembicara hebat, moderator hebat pun turut diundang dalam seminar ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Seminar ini akan diadakan pada tanggal 23- 24 April 2010 mulai dari jam 8- 16.00 di Lapangan Basket Kampus Institut Teknologi Bandung. Walaupun terletak di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;outdoor. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Jangan khawatir, panitia akan menyulapnya menjadi ruangan nyaman. mengapa di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;outdoor? &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Karena KMPA ingin, acara ini menjadi milik kita bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Peserta pun akan mendapatkan banyak fasilitas menarik: seminar kit, sertifikat, coffee break, dan lunch.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;cukup dengan membayar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Rp 50.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;000 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt;untuk kalangan mahasiswa dan Rp 100.000 untuk kalangan umum.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 102, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Pembayaran dapat dilakukan secara langsung ke Sekretariat KMPA 'G'ITB di Jalan Ganeca no. 10 Sunken Court W- 03, Kampus ITB Bandung atau ke rekening BNI Cabang ITB dengan nomor 0129330295 dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu ke penanggung jawab acara seminar, yaitu: Yositalida KF. ( Yostal) : 085697627303/ ys_tld@yahoo.com/. yositalida@gmail.com. Dan untuk Mahasiswa ITB, segera akan dibuat Stand Pendaftaran bertempat di gerbang Ganesha.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Gak akan rugi untuk kamu membayar dengan harga segitu, dibandingkan denagan ilmu, fasilitas, dan pengalaman yang akan kamu dapatkan selama 2 hari. Dan seminar ini juga tidak berdiri sendiri, karena akan dimeriahkan oleh &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;EXPO &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;yang menghadirkan banyak tamu menarik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pembicara dan moderator yang akan hadir pada tanggal 23 April 2010 adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;PEMBICARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Prof. DR. EMIL SALI&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 204, 0);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foRUERIMI/AAAAAAAAAIE/ai7Tk5KpykU/s1600/emil+salim.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 254px; height: 287px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foRUERIMI/AAAAAAAAAIE/ai7Tk5KpykU/s320/emil+salim.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456084857724674242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;M&lt;/span&gt;. mungkin namanya sudah tidak asing lagi di telinga kita. Dengan umurnya yang cukup senior, tidak mengurangi kiprah beliau di dunia lingkungan. Dan penghargaan yang terakhir diterimanya pada tanggal 5 juli 2009 adalah Dokter Kehormatan ITB atas sepak terjang dan pengabdian beliau. Terutama terhadap pemikiran2 beliau mengenai &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;sustainable development. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Bapak Emil Salim merupakan salah satu ekonom yang menjadi tokoh peletak dasar ekonomi Indonesia pada awal tahun 1970-an sehingga diberikan kepercayaan untuk membentuk dan memimpin Kementrian Lingkungan Hidup yang pertama di Indonesia. Berdasarkan kepercayaan itulah lahir pula UU No. 4/1982 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup. UU ini merupakan UU pertama yang mengatur masalah lingkungan di Indonesia sekaligus menjadi dasar bagi lahirnya peraturan-peraturan lingkungan seterusnya. Pemikiran beliau terus berlanjut untuk mengupayakan pertemuan konsep pembangunan dengan lingkungan, dan konsep ekonomi dengan ekologi. Pemikiran-pemikiran  tersebut dituangkan dalam bukunya yang berjudul Lingkungan Hidup dan Pembangunan (Penerbit Mutiara, 1979) dan Pembangunn Berwawasan Lingkungan (LP3ES, 1986).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dengan sepak terjang beliau inilah, kami sedang terus mem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;follow- up &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;kehadiran beliau di acara seminar ini untuk memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;closing speech:&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;GREEN COMMUNITY DE&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;VEL&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;OPMENT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fos0RAxMI/AAAAAAAAAIs/nrrq5faASx8/s1600/pak+naya.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 262px; height: 283px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fos0RAxMI/AAAAAAAAAIs/nrrq5faASx8/s320/pak+naya.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085330224530626" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Prof. Ir. SURNA TJAHTJA DJAJADININGRAT , M.Sc. PhD.&lt;/span&gt; "&lt;br /&gt;Pak Naya. begitulah beliau sering disapa. Merupakan pembina KMPA 'G'ITB dan merupakan anggota kehormatan pertama KMPA "G"ITB.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beliau merupakan mantan Dekan Sekolah Bisnis Manajemen ( SBM) ITB dan juga aktif dalam bidang Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beliau juga merupakan salah satu promotor Prof. Dr. Emil Salim dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sustainable Development. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beliau merupakan Guru Besar Manajemen Lingkungan Institut Teknologi Bandung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dengan segudang ilmu yang beliau ketahui tentang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Sus&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;t&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;ainable Development. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;KMPA menghadirkan beliau sebagai pembicara untuk &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;opening s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;peech: &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;SUSTAINABLE DEVELOPMENT&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; *) confirmed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foxSpX1iI/AAAAAAAAAI0/ufJUXVrjueQ/s1600/pak+Rachmat.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 251px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foxSpX1iI/AAAAAAAAAI0/ufJUXVrjueQ/s320/pak+Rachmat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085407099246114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Ir. Rachmat Nadi Witoelar Kartaadipoetr&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;a&lt;/span&gt;. Atau biasa dipanggil dengan sebutan Bapak Rachmat Witoelar. Merupakan Mantan Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Indonesia Bersatu- SBY.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;beliau juga merupakan lulusan Arsitektur tahun 1970 ITB. Dan saat ini, beliau menjabat sebagai Ketua Harian Dewan Nasional Perubahan Iklim ( DNPI). Dengan pengalaman beliau di kursi pemerintahan, dan juga di DNPI.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beliau akan memberikan paparan tentang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; LINGKUNGAN INDONESIA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;*) confirmed dan dalam &lt;span style="font-style: italic;"&gt;follow- up&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foZ_gna6I/AAAAAAAAAIU/vQI3or0YRpo/s1600/mas+leo.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 206px; height: 282px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foZ_gna6I/AAAAAAAAAIU/vQI3or0YRpo/s320/mas+leo.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085006825253794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;LEONARD SIMANJUNTAK&lt;/span&gt;. Beliau merupakan salah satu "lulusan" KMPA 'G' ITB, dan seperti Mas Prima, merupakan salah satu angkatan pendiri KMPA pada tahun 1991.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Merupakan lulusan Teknik Perminyakan ITB angkatan 1987.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dan sekarang beliau menjabat sebagai Programme Manager Desentralization di United Nation Development Programme ( UNDP)&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;dan juga sebagai Badan Pengurus di Greenpeace Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;dengan jabatan beliau saat ini, KMPA berharap baliau dapat memberikan gambaran tentang &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;L&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;INGKUNGAN INDONESIA&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) confirmed &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;MODERATOR&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foomJEEnI/AAAAAAAAAIk/dLW-KF5o8Vk/s1600/mas+prima.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 205px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foomJEEnI/AAAAAAAAAIk/dLW-KF5o8Vk/s320/mas+prima.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085257713619570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;AULIA PRIMA KURNIAWAN&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Salah seorang pendiri KMPA Ganesha ITB,  alumni Fisika ITB angkatan 1989, dan mantan Sekjen Ikatan Alumni ITB  Daerah Jakarta (2005 - 2009).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Aulia Prima adalah salah seorang  alumni KMPA-G yang menjadi entrepreneur dalam bidang Knowledge  Management (KM) consulting sejak 2007, selepas pengabdiannya sebagai  Associate Director di Ernst &amp;amp; Young.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Aktivitas  kepencintaalaman berbasis lingkungan hidup yang telah digelutinya sejak  mahasiswa, membentuk wawasannya dan mewarnai pemahamannya yang mumpuni  dalam strategi dan KM tersebut. Kombinasi inilah yang membuatnya  diundang oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada awal 2007, semasa  beliau menjabat sebagai Sekjen IA ITB Jakarta, untuk menyusun tinjauan  kritis terhadap Rencana Aksi Nasional untuk Perubahan Iklim (RAN-PI)  Indonesia yang diajukan pada saat COP-13 UNFCCC di Bali, Desember 2007  lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Saat ini Aulia Prima aktif sebagai Wakil Ketua Ikatan  Alumni Fisika ITB, dan juga tengah membantu banyak pihak dalam  pembenahan strategi, serta pengelolaan informasi dan pengetahuan; yang  kebetulan pula sebagian besar client-nya adalah organisasi dengan  agenda-agenda terkait penanganan perubahan iklim dan peningkatan  kualitas hidup manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI 2: SABTU/ 24 APRIL 2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Setelah mendapatkan gambaran tentang asal usul ide GREEN COMMUNITY DEVELOPMENT pada hari pertama. Pada Hari ke- 2 ini, KMPA ingin memberikan fasilitas kepada para partisipan untuk turut aktif dalam pemikiran- pemikirannya tentang lingkungan. Terutama dalam 4 aspek yang akan dibahas, yaitu: PERUMAHAN. WASTE MANAGEMENT. SANITASI LINGKUNGAN DAN MASYARAKAT. dan ENERGY: MIKROHIDRO. melalui diskusi interaktif yang akan dipimpin oleh seorang moderator.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;PEMBICARA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fojxI3rYI/AAAAAAAAAIc/XJ9LcEcrFKI/s1600/mas+marco.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 246px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fojxI3rYI/AAAAAAAAAIc/XJ9LcEcrFKI/s320/mas+marco.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085174766251394" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;MARCO KUSUMAWIJAYA&lt;/span&gt;. Merupakan pembicara pada SESI 1: PERUMAHAN ( &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Green Building). &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Beliau merupakan salah satu lulusan Universitas Parahyangan Jurusan Arsitektur. Beliau merupakan seorang Arsitektur dan juga perencana tata ruang kota, dan jurnalis. Beliau juga menjadi salah satu inisiator pembuatan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Green Map network &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Indonesia dan Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dengan pengalaman yang beliau punya. Diharapkan beliau dapat menjadi narasumber untuk pembentukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;GREEN BUILDING.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) Confirmed dan akan datang pada 2 hari acara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foVoif1sI/AAAAAAAAAIM/yK4n63BYPgc/s1600/mas+david.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 273px; height: 187px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7foVoif1sI/AAAAAAAAAIM/yK4n63BYPgc/s320/mas+david.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456084931939653314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;DAVID SUTASURYA&lt;/span&gt;. Merupakan lulusan Biologi- FMIPA angkatan 1989. Merupakan Direktur Eksekutif salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) yang bergerak dalam bidang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;waste management, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;YPBB ( Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dengan segudang pengalaman dan workshop yang beliau telah berikan. Diharapkan Mas David dapat berbagi ilmu dan menjadi narasumber di dalam bidang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;waste management. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) confirmed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7f6eCRzycI/AAAAAAAAAJU/y3_ayNaP2Vk/s1600/bu+ogi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 210px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7f6eCRzycI/AAAAAAAAAJU/y3_ayNaP2Vk/s320/bu+ogi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456104867497232834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Dr. Ir. Katharina Oginawati, M.S.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt; &lt;/span&gt;Sering disapa dengan panggilan Bu Ogi. merupakan salah satu dosen ITB di Jurusan teknik Lingkungan. Beliau mendalami bidang Teknologi Manajemen Lingkungan, terutama di Bidang Sanitasi Lingkungan dan Kesehatan Lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dengan keahliannya dan pengetahuannya di bidang  Sanitasi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Diharapkan para partisipan mendapat gambaran mengenai bagaimana membentuk sanitasi masyarakat yang bagus dan dapat diaplikasikan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) confirmed&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fo5T-sISI/AAAAAAAAAJE/cAEHCLow41s/s1600/tri+mumpuni.gif"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 205px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fo5T-sISI/AAAAAAAAAJE/cAEHCLow41s/s320/tri+mumpuni.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085544896045346" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;TRI MUMPUNI WIYATNO&lt;/span&gt;. Beliau merupakan pendiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) yang bergerak dalam bidang Energi yaitu: Institut Bisnis Ekonomi Kerakyatan ( IBEKA), yaitu Mikrohidro.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Seperti yang kita ketahui, bahwa salah satu permasalahan saat ini, adalah tentang permasalahan energi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) Confirmed. akan digantikan oleh staff IBEKA ( Sapto Nugroho : &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Managing Director&lt;/span&gt; IBEKA)&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;karena beliau berhalangan hadir &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;MODERATOR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="color: rgb(204, 204, 204);" onblur="try  {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fo1R92sTI/AAAAAAAAAI8/bTNElkNTtug/s1600/sano.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 210px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fo1R92sTI/AAAAAAAAAI8/bTNElkNTtug/s320/sano.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456085475636195634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 0);"&gt;Muhammad Bijaksana Junerosano&lt;/span&gt;. Atau sering disapa  dengan nama Sano. Akan bertindak sebagai moderator yang mengarahkan  diskusi. Beliau merupakan lulusan Teknik Lingkungan ITB angkatan 2001.  Dan merupakan pendiri dari unit U- Green ITB, yaitu unit yang bergerak  di bidang Lingkungan Hidup. dan juga salah satu pendiri Greeneration  Indonesia. Kiprahnya di bidang Lingkungan tidak perlu diragukan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) confirmed dan dalam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;follow up &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan deskripsi acara dan profil para pembicara ini. Semoga semakin menguatkan hati temen- temen untuk datang ke acara SAHABAT BUMI. Karena acara ini milik bersama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Tidak lupa akan ada Band yang tampil untuk memeriahkan acara di sela- sela coffee break.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;*) Datang yaaa!!!!ditunggu comment dari temen- temen!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;EKSPO SAHABAT BUM&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0); font-weight: bold;"&gt;I : Kita Cinta Bumi. Bumi Cinta Kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Selain menghadirkan seminar, Sahabat Bumi juga menghadirkan Ekspo yang akan dihadiri oleh Corporate Social responsibility ( CSR) perusahaan, LSM ( Lembaga Swadaya Masyarakat), Outdoor Gear, Usaha Kecil Menengah ( UMKM) Daur ulang, stand Makanan, Band Kampus, dan juga Talk Show yang akan menghadirkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt; &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;Dik Doank&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Band Kampus yang akan tampil adalah:&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HMT OSD.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt; Merupakan Band Dangdut khas Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan ( HMT) ITB. Dijamin dengan adanya mereka, suasana makin rame!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Unit Kesenian Palembang- MUsi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Dan gak ketinggalan Dik Doank.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Dik D&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a style="color: rgb(153, 0, 0); font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e)  {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7gCKLamlCI/AAAAAAAAAJc/fElVQPlC-qQ/s1600/dik+doank.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 195px; height: 260px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7gCKLamlCI/AAAAAAAAAJc/fElVQPlC-qQ/s320/dik+doank.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5456113322445673506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;oa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);"&gt;nk &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;yang merupakan salah satu selebriti tanah air in&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;i, juga merupakan salah satu aktivis lingkungan. Di mana beliau memiliki suatu wilayah kawasan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;KANDANG JURANG DOANK&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;. yang merupakan salah satu kawasan berwawasan lingkungan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Pada ekspo kali ini, beliau akan memberikan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;Talk show &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204);"&gt;seputar Kandang Jurang Doank ini dan tentunya akan memberikan persembahan lagu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 204, 204);"&gt;&lt;br /&gt;Contact Person: Yosi Ayu Aulia ( Yosay) : 085720109089&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PHOTOGRAPHY CONTEST: Love For Earth. Earth For All&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Merupakan persembahan dari KMPA untuk mereka yang menyukai semua tentang fotografi. Diharapkan dengan adanya lomba yang FREE ini, bisa memfasilitasi mereka yang punya hobi ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Hanya dengan mengirimkan foto bertemakan lingkungan dan aktivitas manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;( info selengkapnya: lihat di postingan sebelumnya) &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 204, 204); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 204, 51);"&gt;Contact Person: Kanya Anindita ( Kanya): 085722324522&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 51); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;KMPA sangat mengharapkan kehadiran kalian semua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Karena acara ini untuk kita semua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Untuk Lingkungan kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;Tidak ada Perubahan yang datang dari satu pihak.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;T&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;api perubahan datang karena kekuatan yang datang dari banyak piha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;k.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 153, 153);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;BERSAMA KITA WARISKAN BUMI YANG SEHAT BAGI ANAK CUCU KITA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Contributed by:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Yositalida Kamaratih Fauzi ( Yostal)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam "Ganesha"ITB&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;G- 231- XVIII&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt;Farmasi Klinik Komunitas ITB 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8834317596598372272?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8834317596598372272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8834317596598372272&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8834317596598372272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8834317596598372272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2010/04/sahabat-bumi-seminar-green-community.html' title='SAHABAT BUMI: Seminar Green Community Development: Pelestarian Lingkungan Melalui Pemberdayaan Masyarakat. Ekspo. Lomba Fotografi'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/S7fpEpMEeXI/AAAAAAAAAJM/AklUL4TArpk/s72-c/sahabatbumi2010.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7914363308661355778</id><published>2009-11-06T00:47:00.003+07:00</published><updated>2009-11-06T01:01:19.614+07:00</updated><title type='text'>CATATAN PERJALANAN EVALUASI GL RC</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="Edit-Time-Data" href="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt; v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:officedocumentsettings&gt;   &lt;o:relyonvml/&gt;   &lt;o:allowpng/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:12.0pt; 	mso-ansi-font-size:12.0pt; 	mso-bidi-font-size:12.0pt; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="2050"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:26;" &gt;The Second Commander in Action&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:14;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;By : Gede Bayu (GM-009-xviii)&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Catatan perjalanan menuju tebing Sawarna&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;br /&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;&lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;&lt;v:formulas&gt;&lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;&lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;&lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;&lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;&lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;&lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;&lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;&lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;&lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_7" spid="_x0000_s1036" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0104.JPG" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 149.25pt; margin-top: 0.15pt; width: 174pt; height: 212.25pt; z-index: -9; visibility: visible;"&gt;&lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image001.jpg" title="DSC_0104"&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_5" spid="_x0000_s1034" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0089.JPG" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: -0.75pt; margin-top: 0.15pt; width: 150pt; height: 212.25pt; z-index: 1; visibility: visible;"&gt;&lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image002.jpg" title="DSC_0089"&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_6" spid="_x0000_s1035" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0071.JPG" style="position: absolute; left: 0pt; text-align: left; margin-left: 323.25pt; margin-top: 0.15pt; width: 142.5pt; height: 212.25pt; z-index: -10; visibility: visible;"&gt;&lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image003.jpg" title="DSC_0071"&gt;&lt;/v:imagedata&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:36;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:path&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;  &lt;/o:p&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt; 6 Agustus ‘09 Pukul 11.00 malam kami berangkat dengan sepeda motor, adapun orang-orang yang mengikuti kegiatan kali ini antara lain : &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Rahman, Freden, Bayu (aku), Tetu, Sigit, Bryan, Bambang, Sani, Nda dan Yostal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perjalanan kami mulai dari kampus ITB dengan menggandeng pasangannya masing-masing dan membawa beban masing-masing. Aku sendiri hanya membawa Carier dan tanpa menggandeng orang dengan membawa motor Giri karena motorku sedang mengalami sedikit gangguan. Kami berjalan beriringan dengan kecepatan yang lumayan tinggi, Sigit sebagai pemimpin perjalanan tahu betul cara mengatur irama perjalanan kami. Motornya yang tampaknya payah itu ternyata mampu berlari kencang tanpa seorangpun bisa menyalipnya. Ia sebut motornya yang tanpa spion itu dengan sebutan “belalang tempur”. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Perjalanan kami sangat membutuhkan kewaspadaan di jalan, karena selain beban yang berat yang masing-masing kami bawa, perjalanan di malam hari di sela-sela pengemudi lain yang mengendarai kendaraannya dengan ugal-ugalan terutama truk-truk yang membawa beban berat. Tentunya kami tidak mengharapkan hal-hal buruk akan menimpa kami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekitar 40 menit sejak dari kampus ITB kami tiba di Pangandaran. Di sana kami berhenti sejenak dan menjemput salah seorang rekan kami, si Nda, dari Skygers.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setelah menunggu selama kurang lebih 30 menit, kami pun berangkat lagi. Kini aku menggonceng Nda karena kini jumlah motor ada 5 dan tim berjumlah 10 orang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Perjalanan kian mengganas karena kami juga mengejar waktu agar cepat sampai di tempat menginap. Jika terlalu lambat, para pengemudi tentunya akan lebih terasa mengantuk.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampai di Sukabumi, motor Brian ternyata bannya pecah. Kami pun berhenti lagi dan istirahat bersama rombongan, sambil membeli minuman hangat yang diminum bersama-sama.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kembali ke perjalanan, kini kami akan menuju penginapan di sebuah warung di pinggir jalan dekat Pelabuhan Ratu. Perjalanan kami sudah terasa melelahkan, dan mungkin tanpa kita sadari bahwa mata kita mulai setengah lilin. Akhirnya pukul 02.00 pagi kami sampai di warung tadi. Kamipun memesan minuman dan menyantap makanan ringan di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pukul 03.00 kami tidur bersama di garasi belakang. Walau berlantaikan semen yang kasar dan berlubang-lubang, kami selalu saja membawa matras kami yang lumayan empuk bila dipakai untuk tidur, tanpa alat yang satu ini di lapangan bagi kami benar-benar terasa menderita.&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Hari ke-1 (happy and enjoy day) &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tanpa rasa nyenyak sedikitpun, demikian yang diakui semua teman-teman, akhirnya kami bangun tepat pukul 07.00 pagi. Dengan sedikit sarapan gorengan di warung dan minum kopi maupun teh hangat kamipun kembali ke formasi perjalanan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di tengah perjalanan kami melihat warung yang berdiri sendiri di pinggir pantai dan dikelilingi sawah. Suasananya sangat bagus, dan karena perut kami semua sudah kelaparan, kami pun singgah di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jalan terasa sepi, tak seperti di Bandung, setelah akhirnya kami sampai di Pelabuhan Ratu, barulah terasa seperti di perkotaan kembali namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya suasana laut yang terasa di setiap indera kami. Di Pelabuhan Ratu kami singgah untuk membeli logistik makanan, kami pun patungan, namun hanya Rp.200.000,- saja yang terkumpul waktu itu. Akhirnya kami sepakat untuk membeli secukupnya saja, kekurangannya akan dibeli di basecamp saja. Freden dan Rahman bergerak ke tengah pasar membeli sayur, buah dan ikan asin serta bumbu-bumbu secukupnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pukul 10.00 kami bergerak lagi menuju pantai Sawarna. Perjalanan kali ini terasa sangat mengagumkan karena jalan-jalan di sini melewati tanjakan-tanjakan di tebing-tebing yang menjulang tinggi mengelilingi lautan, dari atas sana terlihat garis-garis pantai yang sangat indah ditambah ombak dan kapal-kapal nelayan yang menghiasinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kini sudah menunjukkan pukul 12.00. Di sebuah tempat yang sangat bagus untuk melihat pemandangan lautan, kami bertemu lagi dengan tempat istirahat, kamipun singgah di sana karena sebagian dari sudah terasa lelah dan mengantuk. Dengan memesan kopi dan teh, dan tambahan ngobrol sambil berfoto bersama rasa lelah itu dengan sendirinya akan berkurang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t202" coordsize="21600,21600" spt="202" path="m,l,21600r21600,l21600,xe"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:path gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt; &lt;/v:path&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1026" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; margin-left: 318.75pt; margin-top: 46.5pt; width: 128.25pt; height: 153pt; z-index: 4;" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox style=""&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_9" spid="_x0000_i1046" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0634.JPG" style="width: 306pt; height: 203.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image004.jpg" title="DSC_0634"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami bergegas kembali menerjang jalanan yang panjang, berliku, naik dan turun gunung. Perjananan kami kira-kira memakan jarak 225 kilometer, benar-benar sebuah perjalanan yang panjang apalagi dengan mengendarai sepeda motor. Maka tak heran dari kami nantinya akan merasa meriang-meriang karena serangan angin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama kami melewati jalanan kering dan berbatu, naik dan turun, di pinggiran jalan semak-semak tak lagi berwarna berwarna hijau, melainkan kuning karena debu-debu berterbangan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kira-kira 5 kilometer akhirnya kami gembira karena jalan kembali mulus. Namun karena jalanan berliku-liku dan banyak tikungan tajam, “Belalang Tempur” milik Sigit terperosok saat berbelok di tikungan yang sangat tajam, ironisnya karena saking terkejutnya, Rahman yang mengendarai motor juga terjatuh di belakang. Kami pun turun dari motor, cepat-cepat menolong Sigit yang terjatuh demikian juga Tetu yang digandengnya, namun Rahman yang terjatuh dibelakang langsung bangun dengan sendirinya, kami bukannya menolong, tapi malah menertawakannya karena tampak sedikit konyol bagi kami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(Tapi pembaca jangan marah dulu, lihat saja Rahman sendiri ketawa-ketawa waktu itu menertawakan kekonyolannya) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya kami sampai di sebuah tempat yaitu Desa Sawarna yang benar-benar terasa jauh dari kota dan suasana rantaunya sangat terasa kami rombongan anak-anak pecinta alam Ganesha ITB sampai di sana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rumah-rumah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlihat sangat sederhana dengan pagar bambu yang mengelilinginya namun tak cukup tinggi untuk menjaga dari maling. Di pinggir jalan terdapat banyak sekali pohon kelapa, di sela-selanya air laut yang berwarna biru menghiasi garis cakrawala serta angin laut yang berhembus benar-benar menyejukkan hari itu karena sebenarnya udara di atas sangat panas dan seharusnya membuat kami seperti cacing. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_10" spid="_x0000_s1033" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0673.JPG" style="position: absolute; margin-left: 1.5pt; margin-top: 17.25pt; width: 259.25pt; height: 172.5pt; z-index: 5; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image005.jpg" title="DSC_0673"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1027" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; margin-left: 300.75pt; margin-top: 18pt; width: 132pt; height: 173.25pt; z-index: 7;" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_13" spid="_x0000_s1032" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0676.JPG" style="position: absolute; margin-left: 1.5pt; margin-top: 28.5pt; width: 260.6pt; height: 173.25pt; z-index: 6; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image006.jpg" title="DSC_0676"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1028" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; margin-left: 308.25pt; margin-top: 24.6pt; width: 140.25pt; height: 192pt; z-index: 8;" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami terus menyusuri jalanan aspal yang kecil dan dihiasi semak-semak itu. Kami pun melihat papan kecil menunjukkan pantai ”Gua Langir” yang berarti gua kaki seribu, apakah di sini banyak ulat kaki seribunya kami juga tak tahu…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pk.14.00 WIB, Kami tiba dan langsung mendirikan flysheet yang besar untuk menahan laju angin yang begitu kencang, selain itu kami juga mendirikan tenda untuk semua peralatan logistik agar tidak basah jika tiba-tiba turun hujan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pertama …… saatnya membawa surat jalan ke pak RT/RW setempat…&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Aku dan Rahman ditemani Sani akhirnya sampai di rumah pak RT yang sangat sederhana berupa gubuk. Namun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saat itu hanya ada istrinya saja, dan kami pun titipkan saja kepadanya. Dan kami langsung saja balik ke basecamp tercinta. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam teknis lapangan kami, sore ini kami tidak ada kegiatan sehingga beberapa dari kami berniat untuk jalan-jalan. Aku, Freden, dan Rahman ingin mandi di pantai, sedangkan yang lainnya ingin memancing entah ke mana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Ternyata Sigit sudah membawa mata pancingnya dari rumah plus benang nylonnya, namun belum siap dengan kailnya, terpaksa deh mereka mencari bambu saja. Akhirnya kami pun berpisah dengan masing-masing kesibukan kami.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Air di pantai benar-benar terasa hangat dan tenang waktu itu. Rahman nggak berani mandi, nggak tahu kenapa padahal sudah kami ajak, dan akhirnya hanya aku dan freden saja yang mandi di pantai sedangkan Rahman berjemur saja sambil menulis-nulis puisi di atas pasir pantai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah capek kami bertiga tertidur pulas di basecamp, angin pantai benar-benar terasa di semua permukaan kulit kami. Tanpa berkata-kata kami langsung tertidur melepas sejenak kelelahan kami, mungkin kami tak sempat bermimpi saat itu. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_15" spid="_x0000_i1045" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0792.JPG" style="width: 291.75pt; height: 194.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image007.jpg" title="DSC_0792"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Hari ke-2 (sosped day)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi-pagi pukul 05.00 atas instruksi ketua perjalanan, bang freden, kami semua bangun pagi. Pagi itu terasa benar-benar dingin di tambah angin yang berhembus sepoi-sepoi di kulit kami membuat kami susah sekali bergerak, Bryan pun tertidur lagi, namun kali ini ia pindah ke pantai yang lebih dekat ke air, mungkin kekurangan angin ya bri??&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami pagi itu rencananya pindah base camp ke rumah pak RT, kira-kira pukul 06.00 kami bergerak packing semua logistik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;termasuk tenda dan flysheet. Dalam waktu kurang dari 1 jam kami sudah bereskan semuanya, dan kami pergi berangkat ke rumah pak RT yang nggak jauh dari sana. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rumah itu sederhana, terbuat dari anyaman bambu, namun kami akhirnya senang karena kami tidak akan masuk angin lagi malam ini. Di samping rumah itu, berdiri rumah kedua orang tua pak RT, emak dan abah sudah sangat tua namun masih sangat kuat dalam bekerja dan tampak sehat-sehat saja.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi itu Freden tampak pucat, mungkin karena masuk angin dan kelelahan dalam perjalanan kemarin malam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya kami memutuskan untuk menyuruhnya beristirahat saja, kasihan juga pak ketua kita kali ini….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_0" spid="_x0000_i1044" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0697.JPG" style="width: 266.25pt; height: 177pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image008.jpg" title="DSC_0697"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadwal hari ini adalah sosialisasi pedesaan ke kantor desa untuk menemui pak Kades. Kami telah bersiap membawa alat tulis kami, pulpen dan kertas kosong. Yang berangkat adalah Aku, Rahman, dan Tetu dengan 2 buah sepeda motor. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;di tempat yang berbeda, Brian, Sani, dan Nda melakukan survey jalur belakang tebing-tebing untuk mendapatkan informasi tentang kondisi di atas sana dan mencari jalan ke luar seandainya tidak bisa rapelling dari atas. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kira-kira pukul 08.30 kami menuju kantor desa, yang berjarak kurang lebih 1 km dari rumah Pak RT. Pagi itu benar-benar cerah dan sangat menyegarkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sayang sekali…. setelah sampai di Kantor Desa tidak ada orang yang kami cari, yang ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya petugas hansip saja. Katanya pak RT sedang di luar desa, namun ia berpesan bahwa di sebelah tukang jahit tak jauh dari sana ada rumah pak lurah yang juga bisa ditanya-tanya seputar desa Sawarna.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Akhirnya kami beranjak pergi tak lupa ucapan terima kasih buat pak Hansip yang tegap itu. Dan akhirnya &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;kami melihat ada tukang jahit yang tampak sedang sibuk bekerja di tokonya di pinggir jalan. Lalu kami tanya tentang pak Lurah tadi, eh sekarang pak Lurah juga malah nggak ada di sana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jadwal sudah tersusun rapi bahwa pagi itu kami harus sosped. Tak ada pilihan lain sebagai backup kami iseng-iseng aja nanya ke pak tukang jahit itu dan langsung mengutarakan maksud kami bahwa kami hanya ingin mengetahui seputar Desa Sawarna yang rencananya akan kami publikasikan ke luar. Dan ia pun dengan senang hati menjawab-jawab pertanyaan-pertanyaan kami, begitu juga Rahman langsung sigap mengambil Pulpen sambil mencatat hal-hal penting yang bisa ditangkap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa hal yang kami tanyakan adalah mengenai : penduduk sekitar, mata pencaharian,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisi sosial-ekonomi, pendidikan, budaya, dan pariwisata. Lumayan juga kan, seandainya lain waktu kami tak berjumpa dengan pak kades atau pak RT.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami langsung kembali ke basecamp, dan menunggu sore hari untuk jadwal berikutnya yaitu dokumentasi tebing dengan tujuan untuk dipublikasikan ke luar termasuk PA-PA. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pukul 13.00, Waktu itu si Giri datang dengan membawa motorku yang kita tukar kemarin. Untung saja motor itu masih mantap larinya, tak kusangka dia sampai juga di sini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Singkat cerita waktu sudah menunjukkan pukul 15.00. Aku, Rahman, Tetu, Sani, Nda, Yostal, Brian, Giri, dan Bambang berangkat menuju Pantai Goa Langir dengan membawa total 3 buah kamera. kami berencana memfoto tebing-tebing itu dari awal di Goa Langir sampai kira-kira 400 meter ke arah barat. Kami mencari-cari tebing yang kira-kira berpotensi untuk dapat dipanjat baik dengan artifisial ataupun untuk tujuan sport saja. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Maka langsung saja aksi dilakukan oleh Sani, Yostal, dan si Giri. Kami berjalan bersama-sama sampai ke ujung, melewati banyak rintangan tanaman berduri, batu-batu yang lumayan besar-besar, tanjakan dan turunan namun tak terlalu berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di awal-awal dokumentasi kami melihat sebuah gua yang terletak persis di bawah tanah. Dan sepertinya menarik minat kami untuk menengok ke dalam gua itu walau dengan peralatan yang sederhana hanya dengan senter hanphone kami. Dan…. Setelah kami masuk…… &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Waw…… ternyata proses pembentukan stalagmit dan stalagtit gua itu masih baru alias muda. Kristal-kristal yang sangat indah banyak bertaburan di dalamnya, itu pertama kalinya aku dan mungkin kami semua melihat proses pembentukan gua yang masih sangat muda. &lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1043" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0718.JPG" style="width: 276.75pt; height: 183.75pt; visibility: visible;"&gt;   &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image009.jpg" title="DSC_0718"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Di sela-sela dokumentasi kami, si Nda juga banyak mencoba-coba jalur untuk dipanjat namun tidak terlalu tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_19" spid="_x0000_i1042" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0075.JPG" style="width: 276pt; height: 185.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image010.jpg" title="DSC_0075"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu lagi jadwal kami yang tak kalah pentingya yaitu survey jalur yang akan kami lewati besok…. Mmmm…. Dengan banyak pertimbangan oleh kami, terutama karena kami para GL belumlah bisa dikatakan pemanjat yang professional, namun baru sebagai pemula, yang perlu lebih banyak belajar lagi. Dan kami pun memilih 2 jalur …..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;Hari ke-3 (climbing day)&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi itu kami bangun pukul 05.00, lalu mengoperasikan trangia kami untuk membuat air panas agar badan kami bisa sedikit bergerak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pukul 08.00 kami sudah beres racking alat-alat dan ternyata kami belum membeli bekal makanan untuk dibawa manjat. Aku dan Rahman waktu itu ke luar membeli malkist dan aqua 600mL plus extrajoss 2 sachet. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan kami berangkat menuju tebing di Pantai Goa langir ……&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sewaktu kami sampai air agak pasang sehingga kami mesti memotong jalan lewat hutan-hutan di pinggiran pantai. Pagi itu sangat cerah, pemandangan di sekitar sana benar-benar indah, pinggiran pantai berbatu-batu, dan ditemani banyak pohon-pohon yang hijau lebat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami sampai di lokasi pemanjatan yang pertama, pertama-tama kami merapikan alat-alat dan racking lagi…..&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_i1041" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0164.JPG" style="width: 303.75pt; height: 203.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image011.jpg" title="DSC_0164"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Rencana kami membagi jalur yang tingginya kira-kira 30 meter ini menjadi 2 pitch. Pitch 1 kira-kira 10 meter di atas pasir, dan pitch 2 di top. Jalur terlihat menantang dan kami semua tampaknya menyukai jalur yang satu ini. Kemarin jalur ini direkomendasikan oleh sani.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1031" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; margin-left: 262.5pt; margin-top: 293.25pt; width: 151.5pt; height: 73.5pt; z-index: 11;" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div&gt;     &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ini adalah jalur pemanjatan kami….. tingginya kurang     lebih 35 meter……&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_26" spid="_x0000_i1040" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0099.JPG" style="width: 244.5pt; height: 365.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image012.jpg" title="DSC_0099"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah semua alat terpasang dengan sempurna di badan kami masing-masing, lalu kami berdoa sejenak semoga selalu dilindungi oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan kekuatan alam yang ada di tempat ini yang jauh melebihi kekuatan manusia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Leader pertama adalah aku, Jumarer adalah Rahman, dan cleaner adalah Tetu. Pada mulanya batu-batu di tebing itu tampak biasa-biasa saja, namun setelah kupegang ternyata batu itu benar-benar rapuh, tak kusangka batu-batu besar juga sangat mudah lepas. Sehingga Tetu yang ada di bawah pun mesti siaga karena batu-batu tajam itu berjatuhan dengan cepat dan tiba-tiba. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Situasi makin kacau….. kini akupun kebingungan memasang pengaman, karena dari pengamatanku tak ada tempat yang bagus untuk memasang pengaman yang tepat, dan parahnya lagi setiap batu yang kupegang runtuh begitu saja. Begitu juga setelah aku pasang piton di sebuah celah, nampakanya celah itu akan terbelah dan batu sebesar badan manusia siap-siap jatuh menimpa rekan-rekan di bawah, akhirnya kucabut lagi daripada temanku celaka di bawah sana. Akupun berusaha bertahan sejenak dan beristirahat, pengaman pertama yang kupasang adalah hexentrik kecil, dan aku sudah naik kira-kira 3 meter dari pengaman pertama tadi namun belum juga ada tempat pengaman kedua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya, walaupun sedikit ragu, ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;celah kecil yang akhirnya dapat aku pasang “blade”. Namun tampaknya sangat tidak aman, akhirnya kutambah 1 blade dan 1 piton lagi. Setelah rasanya aman, aku terus naik lewat jalur yang direncanakan sejak awal. Namun di sini batu-batunya lebih parah lagi, benar-benar rapuh, tak ada tempat pengaman dan tak ada tempat pegangan. Pikiranku benar-benar kacau waktu itu, aku belum pernah mengalami hal ini sebelumnya di tebing, dan saat itu aku hanya terdiam dan istirahat. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya ada suara dari bawah, “lewat kanan aja!!”. Dan aku ingat ada sebuah jalur lain di kanan yang mungkin dapat dilewati dengan lebih mudah. Namun aku berusaha tenang sebentar sebelum aku menyeberang ke sebelah kanan. Dalam jalur kanan diperlukan teknik memanjat yang lain yaitu 1 x teknik ganti kaki, dan 1 kali pull up. Namun tak semudah yang dibayangkan, ternyata batu-batu juga masih banyak yang runtuh, tapi berhasil aku lewati dengan hati-hati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan setelah mendapat tempat yang agak datar kami membuat pitch di sana. Di sebuah pohon yang agak besar, aku memasang sistem kebanyakan di sana, sisanya sebagai backup aku pasang dengan piton di tebing. Akhirnya rahman dan tetu berhasil sampai di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pitch 1, tanpa ada alat yang tertinggal namun tetu sedikit terluka tampaknya di kakinya, sampai-sampai celananya sedikit robek. Dan sayang sekali kami lupa membawa betadine, sebuah pelajaran besar buat kami dalam pemanjatan selanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sehabis minum extrajoss dan air mineral kami melanjutkan pemanjatan ke top. Kembali aku sebagai leader, Rahman jumarer, dan Tetu cleaner. Dari pitch 1 ini terlihat 2 jalur, kiri dan kanan. Akhirnya kami kuputuskan memilih jalur kanan karena jalur kiri kerapuhan batunya tampak lebih parah, saat itu aku dan teman-teman tampak sudah kehabisan mental dalam menghadapi batu-batu itu. Mungkin suatu saat akan kami hadapi setelah mempunyai lebih banyak ilmu lagi, kini aku kembalikan dan fokuskan ke tujuan kami yaitu “memantapkan ilmu artificial dan referensi tebing”.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam pemanjatan menuju pitch 2 kami kembali bertemu dengan batu-batu yang rapuh lagi.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Setiap batu yang kupegang dan kuinjak selalu saja ada yang rapuh, sampai-sampai Tetu terluka karena wajahnya terkena batu di bawah sana, beruntung tidak terlalu parah apalagi kami tidak membawa P2. Sampai-sampai setiap batu besar-besar yang akan jatuh aku buang ke arah timur (karena ku lihat di barat tidak ada orang di bawah sana), pikirku kalau sampai benda ini jatuh dan mengenai temanku dibawah sana pasti akan celaka. Karena tidak main-main batu seberat 10-15kg juga siap-siap menimpa orang di bawah, bahkan ada sebuah batu sebesar manusia manusia yang kupasangi piton tampak akan runtuh dan terbelah….ckckckkck….. dan untungnya ada beberapa akar-akar pohon besar yang dapat aku gunakan untuk memasang pengaman yang baik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sampai pitch 2 kembali aku menginstalasi pengaman-pengaman di akar pohon yang besar dan berhasil mengantarkan Rahman dan tetu ke atas. Kini kami bertiga merasa bahagia karena berhasil sampai di atas sana. Sedikit ngobrol-ngobrol sambil melihat pemandangan pantai yang indah dan makan camilan dan minum air sudah cukup buat merayakan. Setelah semua instalasi dilepas, kami pun lalu mencari jalan turun untuk rappelling, namun semua jalur tertutup dengan pohon dan pandan berduri. Akhirnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami pun kebingungan lagi, satu yang pasti setelah kami bertiga diskusi di atas bahwa setelah turun kami tidak naik ke jalur ke-dua karena kami memepertimbangkan kondisi fisik dan mental kami yang sudah turun sejak tadi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu pelajaran besar lagi, “jangan lupa untuk membeli pulsa dan operator yang tepat”. Waktu itu kami lupa membeli pulsa untuk komunikasi, dan GSM yang paling bagus sinyalnya di tempat itu adalah XL dan Telkomsel. Saat itu aku membawa kartu XL namun hanya berisi beberapa kali sms saja. Kami baru menyadarinya saat di atas sana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Akhirnya kami berteriak memanggil-manggil orang di bawah, berharap mereka mendengar. Waktu itu Sigit yang melihat kami di atas sana memanggil-manggil. Namun suara kami tak terdengar juga karena angin yang begitu kencang meniup gelombang suara kami. Akhirnnya kami memakai bahasa isyarat yang menyuruhnya menelepon kami, untung saja dapat dimengerti olehnya. Dia pun menelfon dan menanyakan kabar kami dan menanyakan apa rencana selanjutnya. Aku pun berkata lewat telfon, “kami tidak memanjat jalur ke-2 setelah ini pak, dan tolong jemput kami lewat jalur belakang karena kami tidak yakin berhasil kalau kami melakukan rappelling”. Dan dia pun menyuruh kami diam di atas sana, menunggu bantuan datang. Pemanjatan itu memakan waktu kurang lebih 3.5 jam. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Beberapa saat kemudian Brian, Bambang, dan Pak RT datang menjemput kami lewat jalur belakang. Oleh mereka, kami pun diajak melewati hutan-hutan yang penuh dengan semak-semak yang terasa gatal dan ditutupi hutan jati. Ada jalan setapak yang tembus di jalan aspal, dan semuanya menunggu kami di sebuah warung di pinggir jalan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mereka semua tersenyum dan tampak senang melihat kami bertiga. Namun wajah kami semua pucat dan sedih. Entah kenapa, mungkin kami merasa mengecewakan mereka karena tidak melewati jalur yang seharusnya. Mereka memberikan semangat kepada kami dan mengajak kami beristirahat dan minum es sirup sejenak, terutama bang Freden, ketua perjalanan kita. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0447.JPG" style="width: 299.25pt; height: 200.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image013.jpg" title="DSC_0447"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah semuanya selesai bersantai dan alat-alat kami sudah &lt;i style=""&gt;dipacking&lt;/i&gt;, kami mendapat tawaran jalan-jalan dari pak RT untuk melihat kondisi pantai di tempat lainnya. Dan tentunya kami sangat senang menerima tawaran itu. Kami pun langsung saja mengkondisikan formasi mobilisasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami menuju ke arah barat, dan sampai di sebuah hutan produksi jati. Dari sana kami berjalan menuju pantai dan seperti biasa melewati hutan-hutan pandan berduri sebelum akhirnya tiba di pantai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_28" spid="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0080.JPG" style="width: 300pt; height: 201pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image014.jpg" title="DSC_0080"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_8" spid="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0466.JPG" style="width: 299.25pt; height: 200.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image015.jpg" title="DSC_0466"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_11" spid="_x0000_i1036" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0462.JPG" style="width: 295.5pt; height: 198pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image016.jpg" title="DSC_0462"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_12" spid="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0474.JPG" style="width: 299.25pt; height: 200.25pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image017.jpg" title="DSC_0474"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata di tempat ini juga ada gua. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_14" spid="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0518.JPG" style="width: 192pt; height: 286.5pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image018.jpg" title="DSC_0518"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_16" spid="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0503.JPG" style="width: 255pt; height: 171pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image019.jpg" title="DSC_0503"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah puas berjalan-jalan di pinggir pantai dan gua, kami langsung balik ke basecamp. Sore itu kami mendapat tawaran untuk bertemu dengan pak kades di Balai Desa, kebetulan sekali pak kades sudah pulang dari urusannya di luar. Kami pun segera setuju sebab masih banyak kekurangan mengenai sosialisasi pedesaan kami kemarin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah selesai makan dan mandi, aku, Rahman, Tetu, Freden, dan didampingi Giri dan pak RT, kami langsung berangkat ke Kantor Desa Sawarna. Kami bertanya-tanya tentang berbagai cerita menarik mengenai Sawarna, seperti mata pencaharian penduduk, ekonomi pedesaan, budaya, pariwisata, serta kebijakan pemerintah desa untuk Desa Sawarna. Pak kades tampaknya sangat gembira dengan kedatangan kami dan ia bercerita dengan antusias dan menjelaskan secara detail apa yang kami tanyakan, namun kami sedikit canggung tampaknya, mungkin ini pertama kali kami wawancara dengan orang penting di Sawarna. Dan akhirnya wawancara ditutup karena kami sudah tampak puas dengan cerita pak kades. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Singkat cerita kami sampai di basecamp dan langsung mengadakan evaluasi kegiatan hari ini dan briefing buat kegiatan besok. Rapat malam itu aku pimpin dan mula-mula kita mengevaluasi kegiatan inti kami. Aku menjelaskan apa saja yang kami lakukan tadi. Mulai dari tertinggalnya P2 dan kehabisan pulsa, sampai gagalnya rapeling, kakak-kakak kami pun membantu menambahkan apa yang kurang. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah evaluasi, kami pun mengadakan briefing buat kegiatan besok. Dan kembali hasil briefing kami bahwa besok kami akan pulang ke Bandung dan tidak ada kegiatan pemanjatan lagi. Selain itu, dokumentasi tebing-tebing dan wawancara pun sudah beres, jadi kami rasa tidak ada yang perlu untuk dilakukan lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan briefing malam itu juga menghasilkan rencana untuk membelikan abah dan emak serta pak RT oleh-oleh dari kami sebagai ucapan terima kasih kami karena kami telah dirawat di sana kurang lebih 3 hari. Dan omong-omong selama kami tinggal di sana emak lah yang memasakkan kami makanan 3 kali sehari, selain masak, camilan gadung yang dibuatkan emak di waktu senggang juga adalah cermin kebaikan hati yang mendalam. Mungkin kami semua sudah dianggap mereka sebagai anak sendiri. Demikian juga dengan pak RT yang banyak memberi kami informasi dan banyak bercerita tentang Desa itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Esok paginya kami langsung ke Desa Bayah, sebuah Desa di luar Desa Sawarna dan lebih terasa suasana kotanya. Sebelum tiba di Bayah kami&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melewati hutan Jati yang panjang, lalu melihat tempat wisata pantai yang ramai dikunjungi wisatawan. Di Bayah, kami mencari sebuah toko untuk oleh-oleh tersebut, dan benar ternyata ada sebuah toko indomaret di sana. Kami langsung membeli indomie 1 dus plus minyak goreng.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami kembali lagi ke rumah abah dan emak. Kami pun berpamit dengan mereka dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada mereka. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;v:shape id="_x0000_s1030" type="#_x0000_t202" style="position: absolute; margin-left: 352.5pt; margin-top: 1.8pt; width: 107.25pt; height: 207.75pt; z-index: 10;" stroked="f"&gt;  &lt;v:textbox&gt;   &lt;!--[if !mso]--&gt;   &lt;table width="100%" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;    &lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;     &lt;div&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;     &lt;/div&gt;     &lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;    &lt;/tr&gt;   &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;   &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_17" spid="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0574.JPG" style="width: 333pt; height: 222.75pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image020.jpg" title="DSC_0574"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selesailah perjalanan kami ke tempat yang sangat menawan dan menyimpan rasa rindu ini. Kami takkan pernah melupakan setiap hembusan angin yang menerpa kami, setiap tebing yang melukai kami, dan setiap ombak yang membasahi kami. Ini adalah sebuah tempat yang bisa menyaingi bahkan melebihi indahnya pantai kuta di bali atau indahnya tebing di padalarang sana. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Selesai semua urusan di Sawarna. Kami kembali ke formasi perjalanan jauh. Kali ini kami mengendarai motor kami dengan santai-santai saja sambil enjoy melihat pemandangan indah di pinggir jalan yang kami lewati.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tapi kegitan senang-senang kami belum berhenti sampai di sana. Saat sampai di pelabuhan Ratu kami sempat membeli ikan bakar dan berpesta bersama di pinggir pantai. Benar-benar nikmat karena sejak kemarin kami ingin sekali makan ikan bakar namun tidak ada ikan yang berhasil kami temukan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_18" spid="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0203.JPG" style="width: 327pt; height: 219pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image021.jpg" title="DSC_0203"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pukul 15.00 wib Kami melanjutkan perjalanan setelah kekenyangan dan beristirahat sebentar. Perjalanan semakin dipercepat karena kami juga tidak ingin sampai di bandung terlalu malam. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sekian perjalanan kami yang menempuh kira-kira 450 kilometer itu. Perjalanan yang begitu jauh namun adalah sangat mengesankan buat kami. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;We are KMPA Ganesha ITB….&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;            &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Take nothing but pictures&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_21" spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0541.JPG" style="width: 284.25pt; height: 190.5pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image022.jpg" title="DSC_0541"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_23" spid="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0339.JPG" style="width: 284.25pt; height: 190.5pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image023.jpg" title="DSC_0339"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;              &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;Leave nothing but footprints&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_20" spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0146.JPG" style="width: 284.25pt; height: 190.5pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image024.jpg" title="DSC_0146"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_25" spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0599.JPG" style="width: 280.5pt; height: 187.5pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image025.jpg" title="DSC_0599"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;And kill nothing but time&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_22" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0154.JPG" style="width: 291.75pt; height: 195pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image026.jpg" title="DSC_0154"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_24" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="DSC_0300.JPG" style="width: 292.5pt; height: 195.75pt; visibility: visible;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:%5CUsers%5CKOPIIT%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_image027.jpg" title="DSC_0300"&gt; &lt;/v:imagedata&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;THE END&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:20;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Analisis lingkungan hidup :&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kondisi tebing karst yang ada di Sawarna jika dilihat dari jenis batuannya mirip dengan yang ada di daerah padalarang, Jawa Barat. tempat di mana telah terjadi eksploitasi penambangan bahan baku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berupa batuan karst secara besar-besaran untuk berbagai keperluan dan kebutuhan manusia seperti industri, lantai, dan kerajinan-kerajinan. Dan seperti yang telah terjadi saat ini di Padalarang, tebing-tebing tersebut tinggal menunggu waktu untuk menemui ajalnya hingga rata dengan tanah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tebing di tempat ini sudah semestinya dijaga kelestarian dan keberadaanya oleh masyarakat sekitar pada khususnya dan masyarakat luas terutama wisatawan pada umumnya. Apalagi yang bisa kita lakukan untuk mencegah kerusakan lingkungan selain dengan membuat undang-undang yang tegas agar tidak terjadi kerusakan di tempat yang sangat indah ini. Seandainya terlambat untuk melakukannya, maka sudah tak diragukan lagi suatu saat eksploitasi besar-besaran akan terjadi di sawarna karena kebutuhan manusia yang tidak mungkin berkurang akan bahan tambang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Potensi wisata gua di tempat ini pada waktu dekat memang tidak terlalu besar. Namun bayi-bayi stalagtit dan stalagmit yang baru terbentuk pada suatu saat akan dapat menunjukkan keindahannya pada kita. Bahkan pada saat ini, stalagtit dan stalagmit tersebut sudah dapat dilakukan penelitian terhadapnya sebagai suatu proses awal pembentukannya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pantai yang bersih dan bebas sampah plastik di Desa sawarna merupakan sebuah contoh yang baik dari sebuah masyarakat yang hidup jauh dari perkotaan untuk kita. Kita ini, masyarakat yang hidup sebagai pengotor lingkungan kita sendiri sudah seharusnya mengerti akan pentingnya hidup yang bebas dari sampah yang berserakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kondisi air yang sulit di tempat ini membuat orang-orang desa harus selalu berhemat akan air bersih yang mereka gunakan. Ini juga merupakan sebuah contoh nyata dan pelajaran buat kita yang selalu membuang-buang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air dengan seenaknya dengan terus menyerapnya dari dalam tanah. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7914363308661355778?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7914363308661355778/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7914363308661355778&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7914363308661355778'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7914363308661355778'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/11/catatan-perjalanan-evaluasi-gl-rc.html' title='CATATAN PERJALANAN EVALUASI GL RC'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-2635949848466018786</id><published>2009-08-18T22:59:00.008+07:00</published><updated>2009-08-19T00:38:56.212+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RC_KMPA'/><title type='text'>Upacara 17 Agustus di Citatah 125</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 204, 255);"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Tanggal 17 Agustus tahun 2009 yang merupakan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke- 64. Bertepatan dengan hari itu, Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam " Ganesha" ITB khususnya divisi Rock Climbing beserta anggota Skygers yang dikenal dengan nama NDa memiliki inisiatif untuk mengadakan upacara pengibaran bendera merah putih di tebing Citatah 125 sebagai wujud nasionalisme para pecinta alam dan sebagai wujud kepemilikan tebing Citatah 125 yang merupakan tonggak sejarah olahraga panjat tebing di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"  &gt;Sekaligus menjadi upacara bendera &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; kali yang dilakukan di tebing Citatah. Karena ide ini baru tercetus pertama kali, maka kami pun mempersiapkannya dalam waktu yang tidak lama, namun alhamdulillah mendapatkan respond yang baik dari media maupun dari teman- teman pecinta alam lainnya.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Persiapan pengibaran bendera pun berlangsung singkat. Persiapan yang kami lakukan adalah peminjaman bendera, penjahitan bendera yang secara khusus dilakukan oleh Nda dkk, menyebar undangan secara lisan untuk menghadiri pengibaran bendera, peminjaman alat untuk rapling bendera, dan penyebaran undangan secara lisan kepada teman- teman sesama pecinta alam di Bandung dan sekitarnya. Bendera yang kami dapatkan adalah berukuran 12x 8m, yang kami pinjam dari Unit PSIK ITB.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sorjv_8kVUI/AAAAAAAAAHk/UKEVagYbeEs/s1600-h/resize+1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sorjv_8kVUI/AAAAAAAAAHk/UKEVagYbeEs/s320/resize+1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371355919351567682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Upacara pengibaran bendera yang dilakukan dengan metode rapling di Citatah 125 berlangsung sederhana dengan peserta PA SMA Ranca Ekek, KMPA 'G' ITB, Mapala UI, dan PA di sekitar Padalarang. Bendera berukuran 12x 8 meter ini dikibarkan oleh 4 pemanjat yaitu: M. Achsani Takwim dari KMPA 'G' ITB, Ramdhan dari Padalarang, Budi dari Padalarang, dan Nda selaku ketua pelaksana dari kegiatan ini yan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;g berasal dari sekolah panjat tebing Skygers ( kiri ke kanan).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Dipimpin oleh pemimpin upacara lagu Indonesia Raya dinyanyikan oleh para pemanjat yang hadir di Citatah 125 mengiringi 4 pemanjat yang melakukan rapling untuk mengibarkan sangsaka merah putih di tebing yang bersejarah ini, bukan hanya untuk para pemanjat, namun juga sebagai sumber laboratorium alam yang penting untuk para geologist. Dengan diadakannya upacara pengibaran bendera merah putih ini, kami harap tidak terjadi lagi eksploitasi yang tidak bertanggung jawab terha&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;dap alam. Karena jika kita lihat, di sekeliling tebing Citatah telah banyak pabrik- pabrik marmer yang mengeruk batuan karst, yang sebenarnya memiliki nilai lebih selain hanya untuk ditambang.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Memang masih banyak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SorlDmS5CcI/AAAAAAAAAHs/GMJQrEgPCoQ/s1600-h/resize2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 170px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SorlDmS5CcI/AAAAAAAAAHs/GMJQrEgPCoQ/s320/resize2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371357355574888898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; kekurangan di sana sini mengenai upacara 17 agustus ini. Setelah melakukan evaluasi, kami sepakat untuk mengadakan upacara peringatan hari kemerdekaan setiap tahunnya, tidak terpaku pada Citatah. Kami juga akan terus berusaha untuk menggugah semangat dan kepedulian untuk menyelamatkan tebing- tebing di Indonesi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;a.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;upacara pengibaran pada tanggal 17 Agustus ini juga menjadi perhatian media. Moment ini diabad&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;ikan di koran Kompas dan Tribun Jawa Barat edisi Selasa, 18 Agustus 2009. Semoga ke depan, jiwa nasionalisme dan juga kepedulian kita terhadap lingkungan di sekitar kita &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);font-family:trebuchet ms;" &gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;semakin meningkat.&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MERDEKA... MERDEKA... MERDEKA...&lt;/span&gt;  &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Post by: Yositalida Kamaratih Fauzi ( G- 231- XVIII- KMPA 'G' ITB)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Foto By: Eko Mario Cipta Lubis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-2635949848466018786?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/2635949848466018786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=2635949848466018786&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/2635949848466018786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/2635949848466018786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/08/upacara-17-agustus-di-citatah-125.html' title='Upacara 17 Agustus di Citatah 125'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sorjv_8kVUI/AAAAAAAAAHk/UKEVagYbeEs/s72-c/resize+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1414094861375646360</id><published>2009-08-10T19:03:00.008+07:00</published><updated>2009-08-11T08:15:50.572+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Catatan Perjalanan Merbabu - Merapi - Lawu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendakian 3 gunung (merapi-merbabu-lawu)  ini di lakukan mulai tanggal 21 Juni hingga 26 Juni 2009. Memakan waktu selama 6 hari 5 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. &lt;/span&gt;Pendakian Gn. Merbabu (3142 mdpl) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gn. Merbabu merupakan gunung pertama yang didaki dari pendakian 3 gunung ini&lt;br /&gt;                                                                 &lt;br /&gt;pada tanggal 21-22 Juni 2009. Gn. Merbabu secara administratif terletak di propinsi jawa tengah dengan ketinggian 3142 mdpl.&lt;br /&gt;Kami memilih jalur pendakian dari desa Thekelan dengan seven summit nya (7 puncak nya).&lt;br /&gt;Rute pendakian Thekelan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;21 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;12.15&lt;/span&gt; berangkat dari basecamp setelah mendaftarkan diri&lt;br /&gt;-&gt; basecamp terletak didesa Thekelan ditengah perkampungan penduduk dan perjalanan menuju ke pos pending melewati kebun penduduk dan hutan pinus. Disini dapat dinikmati pemandangan gunung telomoyo, gn. Andhong, gn. Ungaran dan juga rawa pening.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAhRAuh0qI/AAAAAAAAAGs/T_PGMJtsipI/s1600-h/4814_1166825806823_1113250778_30495554_6803511_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 202px; height: 263px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAhRAuh0qI/AAAAAAAAAGs/T_PGMJtsipI/s320/4814_1166825806823_1113250778_30495554_6803511_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368327331962278562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15&lt;/span&gt; tiba di pos pendhing&lt;br /&gt;-&gt; disini terdapat sumber air yang segar, sekalian buat yang pingin wudhu atau cuci muka, perjalanan menuju pos 1 melewati tebing berwarna putih yang disebut pereng putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14.30&lt;/span&gt; sampai di pos 1&lt;br /&gt;-&gt; Pemandangan akan tebing putih beserta kota salatiga dibawah dapat dinikmati di Pos 1 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;15.30&lt;/span&gt; pos 3&lt;br /&gt;-&gt; kami makan biskuit dan minum segelas kopi sebagai  makan siang kami perjalanan menuju pos 4 yang mulai menanjak melaui hutan semak-semak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;16.20&lt;/span&gt; pos 4&lt;br /&gt;-&gt; Pos 4 merupakan sebuah tanah lapang yang luas dan bisa dijadikan tempat untuk acara bersama.  Pos 4 ini sudah tidak terdapat lagi shelter seperti pos2 sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17.30&lt;/span&gt; sampai di puncak watu gubuk (puncak 1)&lt;br /&gt;-&gt; puncak pertama dari seven summit dan melihat sunset di belakang sindoro dan sumbing. Kemudian kami melanjutkan perjalanan, awalnya kami berencana untuk ngecamp di puncak pemancar, tapi terlihat pada puncak pemancar anginnya terlalu kencang, jadi kami ngecamp di tengah perjalanan menuju puncak pemancar, yang dimana terdapat batu-batu besar di sekelilingnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18.30&lt;/span&gt; Kami memutuskan untuk ngecamp&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari berikutnya (22 Juni 200&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;9)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;03.30&lt;/span&gt; kami terbangun, lalu dengan bodohnya teman saya yang kehausan langsung membuat pocari sweat, dimana saat itu suhunya mencapai 12^C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;06.30 &lt;/span&gt;setelah packing dan sarapan dan sunrise, kami langsung berangkat menuju puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;06.45&lt;/span&gt; sampai di Puncak Pemancar (puncak II)&lt;br /&gt;-&gt; Di Puncak ini terdapat tower Pemancar yang terbengkalai (tampaknya) dan terdapat di ketinggian 2896 mdpl. selanjutnya perjalanan melalui jalan yang menurun dan melewati jembatan setan yang terdapat diantara 2 kawah (kawah lanang dan kawah wadon). Setelah iu mulai menanjak menuju Puncak III - Puncak Geger sapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;07.30&lt;/span&gt; Tiba di Puncak Geger sapi (3000 mdpl)&lt;br /&gt;-&gt; Puncak ini menyerupai geger sapi yang terdapat 2 buah jurang di kedua sisinya. Pejalanan dilanjutkan menuju ke pertigaan. Apabila belok kekiri akan mencapai ke puncak Syarif dan apabila ke kanan menuju ke puncak ondhorante, puncak kenteng syarif dan puncak triangulasi. kami memutuskan untuk belok ke kanan.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAoHkBz-zI/AAAAAAAAAHM/y1ASjEUnsLY/s1600-h/4814_1166826206833_1113250778_30495564_5536727_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 213px; height: 264px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAoHkBz-zI/AAAAAAAAAHM/y1ASjEUnsLY/s320/4814_1166826206833_1113250778_30495564_5536727_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368334866221103922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08.00&lt;/span&gt; Tiba di puncak Ondho ranthe (Puncak V)&lt;br /&gt;-&gt; Sebenarnya tanpa melalui puncak ini kita bisa langsung menuju ke puncak berikutnya melalui jalan melipir samping, menghindari puncakan. Jalur berikutnya merupakan jalur tanjakan yang terdapat juga jalan yang harus dilalui secara traverse (gambar samping)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08.30&lt;/span&gt;  Tiba di Puncak Syarif (puncak tertinggi)&lt;br /&gt;-&gt; Disini terdapat  4 buah batu bulat yang berlubang ditengahnya, konon batu itu pada mulanya terdapat 9 buah dan merupkan pondasi rumah.Pemandangan disini sanngat indah, merpai yang terlihat sangat dekat, sindoro sumbing slamet, lawu, Ungaran, dsb terlihat sangat jelas. Selanjutnya kami menuju ke Punak triangulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;08.40&lt;/span&gt; Puncak Tri angulasi&lt;br /&gt;-&gt; Disini lah petualangan Merbabu ini berakhir, dengan merapi yang terlihat sangat dekat dan semakin dekat.&lt;br /&gt;total perjalanan kami dari basecamp ke puncak triangulasi kurang 8 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kami melakukan perjalanan turun melalui Jalur selo untuk melanjutkan ke Gn. Merapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika perjalanan turun, inilah saat kami diuji..&lt;br /&gt;air kami kurang dari 1.5 liter, udara di sekitar puncak sangatlah menyengat, membuat kami sedikit  dehidrasi.&lt;br /&gt;oiya fyi : gunung merbabu merupakan 7 summitnya Indonesia, jadi untuk turunnya kita harus menuruni dan mendaki lagi puncak2nya + dengan panasnya udara sekitar yang mencapai 37^C membuat kami lelah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu yang kami tempuh untuk turun dari pukul 09.30-13.30..&lt;br /&gt;total waktu turun = setengah dari waktu naik 4 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 199px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s320/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368322273098194674" border="0" /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pendakian Gn. Merapi (2965 mdpl)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAcqi_V3vI/AAAAAAAAAGM/OsF9KpUbbR8/s1600-h/4814_1166826366837_1113250778_30495568_6302733_n.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian berikutnya adalah pendakian Gn. Merapi. Terlatak di Propinsi Jawa Tengah dan DIY. Jalur yang kami pilih dari pendakian ini adalah Jalur Selo. Kami melakuna pendakian pada tanggal 23-24Juni 2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;23 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14.30&lt;/span&gt; Kami Mulai pendakian dari base camp Jalur Selo.&lt;br /&gt;-&gt;Pos-pos yang terdapat di Gn. merapi ini sudah tidak terdapa lagi shelter2 hanya berupa tanal lapang. Jalur Merapi via Selo ini merupakan jalur yang menanjak terus, disarankan untuk melakukan perjalanan sore hari supaya tidak terlalu panas dan menghindari dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;17.30&lt;/span&gt; Kami menikmati  sunset di punggungan sebelum tugu memoriam dan mendirika camp disan untuk melakukan perjalanan keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;24 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti ritual2 kami sebe&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAmC4-KFnI/AAAAAAAAAG0/1odMgSOspx0/s1600-h/4814_1166817246609_1113250778_30495529_6368072_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 255px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAmC4-KFnI/AAAAAAAAAG0/1odMgSOspx0/s320/4814_1166817246609_1113250778_30495529_6368072_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368332586920318578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;lumnya, kami melihat sunrise di camp baru summit attack..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.30 - 06.30 -&gt;&lt;/span&gt; perjalanan menuju puncak,, dipuncak kami  foto dengan bule (hehe..). perjalanan menuju puncak merapi, melalu jaur batu dan  pasir yang menanjak sekitar 35 derajat. Perjalanan menuju puncak sebaiknya dilakukan pagi hari karena pada siang hari (pukul 08.00 keatas) asap - asap belerang sudah mulai muncul dan beraktivitas. dan karena asap dari belerang yang makin lebat, kami di puncak hanya sekitar 15 menit. Dipuncak ini terdapat kawah mati, yang dapat ditempuh sekitar 10 menit dari puncak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;setelah packing kami turun pukul 09.10 sampai di new selo pukul 11.30..dan setelah pengalaman di Gn. Merbabu, dengan bekal air yang cukup, tidak dehidrasi lagi kami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu terdingin di merapi yang kami hitung sampai 10^C&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAm0XaZQOI/AAAAAAAAAG8/NiPE6dWYpq8/s1600-h/4814_1166817486615_1113250778_30495535_4053883_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 295px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAm0XaZQOI/AAAAAAAAAG8/NiPE6dWYpq8/s320/4814_1166817486615_1113250778_30495535_4053883_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368333436905406690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAnWu_DhNI/AAAAAAAAAHE/1N8Sk-7cBPw/s1600-h/4814_1166817326611_1113250778_30495531_4586330_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 132px; height: 195px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAnWu_DhNI/AAAAAAAAAHE/1N8Sk-7cBPw/s320/4814_1166817326611_1113250778_30495531_4586330_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368334027348739282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Pendakian Gn. Lawu (3&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;265 mdpl)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendakian yang ketiga adalah Gn. Lawu. secara Administratif terletak di Propinsi Jawa tengah dan Jawa Timur. Jalur yang kami pilih untuk pendakian ini adalah Cemoro sewu dan Turun melalui jalur cemoro kandang.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;25 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;14.20&lt;/span&gt; kami berangkat dari pos setelahmelakukan pendaftaran&lt;br /&gt;-&gt; berdasarkan informasi dari pos, jarak yang akan kami tempuh untuk pendakian ini adalah sejauh 7 km melalui jalan yang berbatu. Jalur Cemoro sewu merupakan jalur yang cukup menanjak sedangkan jalur Cemoro kandang merupakan jalur yang landai tapi jauh Sekitar 10 km. Dahulunya jalur cemoro kandang di gunakan sebagai jalan berkuda. Gn. Lawu sangat erat hubungannya dengan Prabu Brawijaya. Makam dari Prabu Brawijaya sendiri terdapat di puncak lawu yang di sebut Hargo Dumilah&lt;br /&gt;-&gt; Dan untuk pencatatan waktu tiap pos, saya lupa untuk melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;18.30&lt;/span&gt; sampai di sendang drajat.&lt;br /&gt;-&gt; Disini kami mendirikan camp, dan terdapat sumber mata air disini, di sendang derajat tepatnya. Sendang derajat merupakan tempat yang menyediakan air semacam sumur (sendang) konon menurut cerita masyarakat sekitar dahulu sendang inin merupakan sarana untuk mencukupi kebutuhan sehari2 pada masa Prabu Brawijaya.&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAozyCNw1I/AAAAAAAAAHU/sLDGj8hnz5A/s1600-h/4814_1166804806298_1113250778_30495419_7536611_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 251px; height: 167px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAozyCNw1I/AAAAAAAAAHU/sLDGj8hnz5A/s320/4814_1166804806298_1113250778_30495419_7536611_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368335625895134034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;26 Juni 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;seperti biasa, kami menikmati sunrise di tempat camp di sendang drajat. (gambar samping)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;05.30&lt;/span&gt; kami berangkat menuju puncak Hargo Dumillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;06.30&lt;/span&gt; Kami mencapai Puncak Hargo Dumilah, Disini pemandangan nya indah dengan berbagai Gunung Tampak dari sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;07.45&lt;/span&gt; kami melakukan perjalanan turun..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai sekitar pukul &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;13.15&lt;/span&gt; an kami tiba di cemoro kandang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain gunung terakhir yang kami daki, gunung lawu juga merupakan gunung yang fenomenal, diantaranya :&lt;br /&gt;1. suhu terakhir yang saya catat pada pukul 8 malam sekitar 8^C, mungkin sekitaran jam 1-3 suhu bisa mencapai 4^C.&lt;br /&gt;2. waktu naik hampir sama dengan waktu turun, apakah karena berbeda jalurnya atau karena kami malas untuk turun, padahal kecepatan turun kami bisa dibilang konstan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoApLI4X7OI/AAAAAAAAAHc/84PfPRUZwdc/s1600-h/4814_1166805006303_1113250778_30495424_3738785_n.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 318px; height: 210px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoApLI4X7OI/AAAAAAAAAHc/84PfPRUZwdc/s320/4814_1166805006303_1113250778_30495424_3738785_n.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5368336027164863714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELESAI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Bryan Brama R.&lt;br /&gt;      KMPA 'G' ITB&lt;br /&gt;      G-221-XVIII&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1414094861375646360?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1414094861375646360/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1414094861375646360&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1414094861375646360'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1414094861375646360'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/08/catatan-perjalanan-merbabu-merapi-lawu.html' title='Catatan Perjalanan Merbabu - Merapi - Lawu'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SoAhRAuh0qI/AAAAAAAAAGs/T_PGMJtsipI/s72-c/4814_1166825806823_1113250778_30495554_6803511_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-656627074219290698</id><published>2009-07-19T12:41:00.001+07:00</published><updated>2009-07-19T12:42:57.435+07:00</updated><title type='text'>Gunung Kerinci</title><content type='html'>Gunung Kerinci merupakan gunung api aktif yang tertinggi di Indonesia.Puncaknya berada pada ketinggian 3810 Mdpl.&lt;br /&gt;Kerinci berada dalam 2 wilayah administratif, yaitu provinsi Sumatera Barat dan Jambi.Gunung Kerinci terletak di Bukit Barisan, dekat pantai barat, dan terletak sekitar 130 km sebelah selatan Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat dua alternatif jalur pendakian di gunung Kerinci.&lt;br /&gt;Jalur pertama berada di desa kersik tuo Kabupaten Kerinci,Jambi.Para pendaki biasanya menggunakan jalur ini untuk mencapai puncak.&lt;br /&gt;Satu jalur lagi berada di daerah Solok Selatan.Jalur ini baru dibuka tahun 2007 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa Kersik Tuo dapat dicapai dengan 2 alternatif perjalanan darat. Pertama perjalanan dapat dimulai dari kota Jambi menuju Sungai Penuh dengan jarak perjalanan sejauh 500 Km, +/- 10 jam. Kemudian melanjutkan perjalanan kedesa Kayu Aro selama +/- 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desa ini juga dapat dicapai dari kota Padang, dengan lama perjalanan +/- 7 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;RUTE PENDAKIAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pondok R10 (1611 m dpl) - Pintu Rimba (1800 m dpl).&lt;br /&gt;R10 adalah pondok jaga balai TNKS untuk mengawasi setiap pengunjung yang akan mendaki gunung Kerinci. Medannya berupa perkebunan/ladang penduduk, kondisi jalan baik (aspal) sampai batas hutan. Jarak tempuh 2 km atau 1 jam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pintu Rimba - Pos Bangku Panjang (1909 m dpl).&lt;br /&gt;Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk, disini ada shelter dan juga lokasi air kurang lebih 200 meter sebelah kiri jika kita menghadap gunung Kerinci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tempuh ke Bangku Panjang 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasan trekking nya relatif landai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pos Bangku Panjang - Pos Batu Lumut (2000 m dpl).&lt;br /&gt;Pos Bangku Panjang terdapat dua shelter yang masih boleh dibilang layak. Menuju Batu Lumut medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 30 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pos Batu Lumut - Shelter 1 (2225 m dpl).&lt;br /&gt;Pos Batu Lumut merupakan tempat istirahat namun tidak ada shelternya tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai tetapi sungai ini konterporer yang hanya berair dimusim hujan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km perjalanan dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya relatif terjal dengan kemiringan sekitar 60.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shelter 1 - Shelter 2 (2510 m dpl).&lt;br /&gt;Shelter 1 merupakan tempat istirahat, terdiri dari satu buah pondok yang masih terawat baik, jarak tempuh menuju pos 2 yaitu 3 km dengan waktu tempuh 1,5 jam. Di lintasan ini sesekali jalan setapaknya terjal sampai kemiringan 45.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shelter 2 - Shelter 3 (3073 m dpl).&lt;br /&gt;Shelter 2 merupakan tempat istirahat, dengan satu buah shelter namun tidak terlalu kokoh. Mungkin karena usia pondok ini cukup tua dan kondisi medan yang suhu udara dratis membuat shelter ini masih bertahan walaupun dalam keadaan miring hampir rubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak tempuh menuju shelter 3 yaitu 2 km dengan waktu tempuh 2 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shelter 3 - Shelter 4 (3351 m dpl).&lt;br /&gt;Shelter 3 merupakan tempat istirahat yang hanya tingga kerangka besinya saja. Lokasi ini merupakan medan yang terbuka dan bisa memandang kearah desa Kersik Tuo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat ini juga bagus untuk dijadikan tempat mendirikan tenda. karena tempat datarnya lumayan luas. Disini juga kita bisa menjumpai sumber air. Perjalanan menuju puncak hanya tinggal 3 jam perjalanan dari shelter ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menuju shelter 4 jarak 1,5 km dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya merupakan bekas aliran air yang menjadi jalur pendakian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Shelter 4 - Batas vegetasi/Pasir/Batuan Cadas - Puncak (3800 m dpl).&lt;br /&gt;Ditempat ini terdapat papan pengumuman yang berisikan larangan membuat rute baru dan informasi mengenai lintasan pasir dan cadas harap berhati-hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lapangan yang luas. Disini bisa mendirikan tenda asalkan tenda anda memenuhi persyaratan untuk didirikan disini, karena disini angin bertiup lumayan kencang serta suhu yang dingin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERIJINAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perijinan dapat diurus di R.10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;By : Maria Ulfa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;dikutip dari berbagai sumber&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-656627074219290698?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/656627074219290698/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=656627074219290698&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/656627074219290698'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/656627074219290698'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/07/gunung-kerinci.html' title='Gunung Kerinci'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8831610199041058782</id><published>2009-06-01T13:47:00.006+07:00</published><updated>2009-06-01T14:20:47.802+07:00</updated><title type='text'>Forum Hijau Di Hotel Aston</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;               Tanggal 24 Mei 2009, KMPA mendapat undangan untuk Menghadiri Forum Hijau yang bertempat di Hotel Aston Meeting Room. Forum Hijau merupakan forum tempat berkumpulnya komunitas-komunitas berwawasan lingkungan. Pada saat itu, beberapa komunitas peduli lingkungan hadir, seperti dari YPBB, U green ITB, Balad Kuring, BCS (konsrvasi Burangrang) dan tentu saja KMPA. Disitu KMPA berkesempatan untuk melakukan Presentasi mengenai organisasi nya dan kegiatan-kegiatannya. KMPA di forum itu diwakili Oleh Maul, Eko dan Bryan.&lt;br /&gt;          Presentasi dikemukakan oleh Maul yang didalam nya berisi pengenalan organisasi KMPA yang merupakan organisasi pencinta Alam yang juga berlandasan lingkungan. Dalam presentasi tersebut forum ternyata cukup terkejut ketika kami mengangkat masalah yang terjadi di Citatah. Dan terjadilah perbincagan yang cukup hangat disana. Selain kami, yang melakukan presentasi adalah dari YPBB dan Baladkuring.  YPBB mengangkat tema tentang penanganan sampah di rumah tangga dan perkotaab serta pelatihan-pelatihan yang telah dilakukannya. Sedang Balad Kuring mengangkat tema tentang Dago car free day yang akan dilakukan pada tanggal 30 Mei 2009. Di Forum itu, terjadi suatu perbincangan dan pertukaran informasi yang cukup hangat dan responsif. Masalah-masalah lingkungan yang terjadi dan dipandang dari banyak sudut yang kadang luput dari pengamatan kita. Dan Masih banyak PR-PR kita untuk menangani isu-isu Lingkungan. Forum tersebut berlangsung dari Jam 20.00 hingga 22.00 dan dimoderatori oleh Vera dari U green ITB. Semoga forum ini masih terus berlanjut dan mampu memberikan solusi -solusi untuk berbagai macam masalah lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Bryan Brama R. (G-221-XVIII)a&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8831610199041058782?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8831610199041058782/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8831610199041058782&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8831610199041058782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8831610199041058782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/06/forum-hijau-di-hotel-aston.html' title='Forum Hijau Di Hotel Aston'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-8225894531572358108</id><published>2009-06-01T13:04:00.004+07:00</published><updated>2009-06-01T13:46:49.788+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORAD_KMPA'/><title type='text'>Latihan Bersama Dayung di Pengalengan</title><content type='html'>Pada hari kamis dan jumat Tanggal 21 dan 22 Mei 2009. KMPA melakukan latihan bersama Dayung dengan WARP. WARP dengan kebaikan hatinya bersedia menfasilitasi perahu dan logistik lainnya. Dengan begitu kami tidak perlu menyewa perahu.. itung2 penghematan, hehe. Sebelum latihan, sehari sebelumnya tepatnya hari rabu malam, kami melakukan tech meet. Dalam tech meet kontingen KMPA dipimpin oleh Dani Johan Malmsteen The Dying Pharmacist. Dan dalm Tech Meet tersebut akhirnya diputuskan untuk mengambil tempat di pengalengan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, kita berangkat pukul 07.30 dengan menyewa angkot. Tetapi ada juga yang naik motor yaitu Emil, Arfan dan Bryan. dan dengan diwarnai putar sana dan putar sini, akhirnya sampai juga di tempat target. Langsung saja latihan dimulai, pukul 11.00. Latihan dipimpin oleh kang Bolet dari Rahwayan.  Total peserta yang ikut dari WARP dan KMPA adalah 11 orang dengan 2 perahu. Dari Kami adalah Dani, Emil, Yana, Bryan, Arfan. Latihan itu berlangsung hingga pukul 17.00. Materi dalam latihan tersebut adalah berenang dalam sungai, rescue sungai, macam2 dayung (j stroke, C stroke, draw dsb), Flipflop, dll. Latihan akan dilanjutkan keesokan harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan Harinya latihan dimulai pukul 8.30 sampe jam 15.00 dengan break solat jumat. Materi yang disampaikan adalah latihan skipper, pengarungan dan River Rescue. Setelah berbasah2 ria dan berdingin2 ria, kami ganti baju dan melakukan perjalanan pulang. Dan banyak Terima kasih untuk Kang Bolet dan Rahwayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Bryan Brama R. (G-221-XVIII)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-8225894531572358108?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/8225894531572358108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=8225894531572358108&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8225894531572358108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/8225894531572358108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/06/latihan-bersama-dayung-di-pengalengan.html' title='Latihan Bersama Dayung di Pengalengan'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7897813464006513903</id><published>2009-06-01T12:20:00.006+07:00</published><updated>2009-06-01T14:22:52.447+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RC_KMPA'/><title type='text'>Latihan Bersama Team Rescue</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;                          Pada Tanggal 2 dan 3 Mei 2009, Kami bersama Warp (ST-Inten) dan Mapaligi (Unikom) melakukan Latihan Bersama Team Rescue. Latihan Ini bertempat di ST Inten dan WARP Selaku Tuan Rumah nya. Hari sabtu nya kami melakukan Tech meet dulu untuk membicarakan skenario apa yang akan kita lakukan. Dari KMPA yang Hadir sekitar 6 orang (Sigit, Bryan, Sani, Maul, jarwo, Cuy). Setelah pembicaraan cukup panjang akhirnya diputuskeun untuk menindaklanjuti skenario latihan sebagaimana yang sebelumnya (tanggal 18-19 april di ITB) dan untuk melancarkan tehnik2 yang diperlukan. &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SiNq5FldXcI/AAAAAAAAAF8/JmIiajaV3vY/s1600-h/Skenario+rescue+KMPA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 455px; height: 241px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SiNq5FldXcI/AAAAAAAAAF8/JmIiajaV3vY/s320/Skenario+rescue+KMPA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342231111975919042" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;                              Keesokan harinya, seperti biasa di kehidupan sehari2 Indonesia, jadwal yang sudah disetujui ternyata molor. Sebenarnya kami sih yang datang nya telat.. hehe... Waktu itu yang datang sebagai advance ke warp adalah Bambang dengan Bryan. Yang lain katanya akan menyusul  (menyusul juga akhirnya). Kemudian kamu melakukan survei lokasi untuk menentukan dimana bisa melakukan skenario kasus yang sudah direncanakan sebelumnya. Setelah oke semua, kami melakukan briefing, dan langsung eksekusi. Team dibagi 2, team bawah dan tim atas. Tim bawah bertugas membawa tali ke target korban, menangani korban dan melakukan instalasi tambatan di bawah. Tim atas bertugas mengencangkan tali, mengirim peralatan, dan pusat komunikasi. teknis penyelamatan Sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Tim mentransfer 2 tali ke titik target dan melakukan instalasi tambatan sekaligus menangani korban dan membersihkan jalur lintasan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;2. Tim atas melakukan pengencangan tali yang akan digunakan untuk lintasan transfer korban. Tali yang digunakan 2 buah Untuk memenuhi safety procedure. Pengencangan tali dilakukan menggunakan Hauling system ( N dan M system)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;3. Setelah terbentuk Lintasan yang diinginkan, 1 orang dari Tim bawah menemani korban untuk di bawa ke titik aman. Tim atas menarik korban juga dengan menggunakan Hauling system.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;4. Setelah Korban di amankan, jalur sudah tidak diperlukan sehingga bisa dilepaskan(dibereskan)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Alat 2 yang dibutuhkan untuk melakukan Rescue tsb adalah : Pulley (tandem dan Single), Karabiner (snap dan Screw), ascender (jumar, croll basic), Descender (autostop, figure), Webbing, Tali statis 3 buah (2 untuk lintasan dan 1 untuk alat transfer), harnes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan berlangsung selama 4 jam, dan berakhir pukul 17.00. Setelah itu kami melakukan evaluasi, komunikasi dan koordinasi tim dan teknis2 nya merupakan point yang dievaluasi. Secara Overall latihan kami lebih baik dibandingkan dengan latihan sebelumnya yang di Tuan Rumahi oleh KMPA G. Latihan ditutup dengan makan bareng di depan Sekre Warp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Lestari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Bryan Brama Ramadhana (G-221-XVIII)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7897813464006513903?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7897813464006513903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7897813464006513903&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7897813464006513903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7897813464006513903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/06/latihan-bersama-team-rescue.html' title='Latihan Bersama Team Rescue'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SiNq5FldXcI/AAAAAAAAAF8/JmIiajaV3vY/s72-c/Skenario+rescue+KMPA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-537318603545118656</id><published>2009-05-16T19:30:00.003+07:00</published><updated>2009-05-16T19:38:38.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DP'/><title type='text'>DP Terbaik Bulan April</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sg6zHjlw2BI/AAAAAAAAAF0/J4dpLXpPkAI/s1600-h/Untitled-1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 310px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sg6zHjlw2BI/AAAAAAAAAF0/J4dpLXpPkAI/s320/Untitled-1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336399550874703890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-537318603545118656?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/537318603545118656/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=537318603545118656&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/537318603545118656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/537318603545118656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/05/dp-terbaik-bulan-april.html' title='DP Terbaik Bulan April'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/Sg6zHjlw2BI/AAAAAAAAAF0/J4dpLXpPkAI/s72-c/Untitled-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-4604930456859780187</id><published>2009-05-02T15:38:00.000+07:00</published><updated>2009-05-02T15:41:47.395+07:00</updated><title type='text'>Seminar Lingkungan Hidup @ Argawilis, STSI,22 April 2009</title><content type='html'>Pada awal bulan April lalu, KMPA mendapatkan undangan seminar lingkungan hidup dari kelompok pecinta alam Argawilis, sekolah Tinggi Seni Indonesia (STSI). Seminar ini bertujuan untuk Memperingati hari Bumi tahun 2009 , dilaksanakan bertepatan pada hari bumi (22 April 2009) di gedung GSG STSI, seminarnya bertemakan “Lingkungan Hidup dalam perspektif kebudayaan”. Selama ini, Argawilis memang diketahui selalu mengadakan event untuk memperingati hari bumi setiap tahunnya.&lt;br /&gt;Seminar ini dhadiri oleh 3 pembicara yang berasal dari WALHI Bandung (Saya lupa nama mas2nya, aduh maaf ya mas…),STSI (bapak Arthur S Nalan, penulis naskah), dan dari Fakultas Desain dan Seni rupa ITB(Bapak Jakob Sumardjo).&lt;br /&gt;Seminar dibagi atas 3 sesi dimana tiap sesinya diisi oleh 1 pembicara kemudian dilanjutkan dengan Tanya jawab.&lt;br /&gt;Sesi pertama diisi oleh pembicara dari WALHI (Aduh, sekali lagi saya minta maaf karena lupa namanya…).Inti materi yang disampaikan bagus, dan sangat dekat sekali kenyataannya dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Bandung, yaitu konversi Lahan didaerah Bandung. Wacana ini sepertinya sudah sering kali kita dengar diforum-forum, berita, dan banyak media lainnya.Bagaimana efek alih fungsi lahan untuk pembangunan memberikan dampak yang sangat buruk terhadap keseimbangan alami kota Bandung. Contoh yang diberikan pada pembicaraan kali ini adalah perubahan suhu yang sangat kentara dirasakan didaerah Bandung Utara yang terus-terusan dibangun, sementara masyarakat sendiri juga tidak banyak yang mengetahui tentang perencanaan tata lahan kota dan tentang prosedur pemberian IMB (izin mendirikan bangunan)oleh pemerintah. Contoh terdekat lain diberikan oleh audience, yaitu rencana pembangunan didaerah hutan Babakan Siliwangi, hal yang mengancam oleh rencana pembangunan ini adalah hilangnya titik sumber-sumber mata air yang ada dilokasi hutan ini. Padahal selama ini, sumber-sumber mata air ini dimanfaatkan oleh warga disekitar Baksil untuk kehidupan sehari-hari mereka.Dampak negative lain tentu saja semakin berkurangnya lahan hijau di kota Bandung , sementara yang kita punya saat inipun sudah jauh dibawah standar yang seharusnya. Ada pertanyaan dari audiense yang menarik saya waktu itu. Inti pertanyaannya adalah, kenapa selama ini aksi protes terhadap alih fungsi lahan yang kita lakukan selama ini cenderung memojokkan pemerintah dengan izin-izin yang mereka berikan terhadap pengusaha, sementara tidak bisa dibantah kita juga menikmati hasil dari pembangunan ini.Opini-opini lain yang dilemparkan seperti kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam, pembangunan-pembangunan yang seolah-olah tidak ada batasan, dan beberapa opini lain. Beberapa kesimpulan yang diambil dari sesi pertama ini adalah : menyebarluaskan pemahaman tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam pada masyarakat (dan ini menjadi tanggung jawab personal tiap orang yang sudah memahami ilmunya, apalagi pencinta alam yang keberadaannya sangat terkait dengan kelestarian alam), membuat perencanaan pembangunan yang ramah lingkungan dan disiplin terhadap apa yang sudah kita rencanakan.Sedikit masukan, pembicaraan sepertinya akan lebih hidup dan interaksi jadi lebih terasa kalau materi disertai slide.&lt;br /&gt;Sesi kedua diisi oleh bapak Jakob Sumardjo yang berasal dari FSRD ITB. Peserta seminar sebelumnya sudah dibekali oleh sebuah artikel dari beliau dengan judul “Hutan dan Kearifan Lokal”.&lt;br /&gt;Pada pembukaannya, artikel ini bercerita tenang makna dan cara pandang masyarakat Indonesia terhadap hutan yang berbeda-beda. Secara umum , cara pandangnya dibagi atas keadaan geografis tempat tinggal masyarakat, yaitu dataran rendah, perbukitan, dan lading. Masyarakat dataran rendah cenderung hidup bersawah dan tidak menganggap hutan sebagai sesuatu yang harus dilestarikan. Untuk yang diperbukitan yang hidupnya berpindah-pindah, hutan sangat dibutuhkan karena perladangan mereka sangat tergantung pada kesuburan tanah. Sementara masyarakat didaerah pantai juga merupakan pelestari hutan karena mereka memperdagangkan hasil-hasil hutan dengan kecakapan berlayar mereka. Kerajaan-kerajaan di Indonesia dibangun atas basis pengetahuan ini. Ketika Indonesia mulai dimasuki kolonial, pola hidup Industri diberlakukan di Indonesia. Bagi colonial, Indonesia hanya dibutuhkan sebagai sumber bahan metah Industri negara mereka dan pemerintah colonial mengabaikan makna hutan yang telah tumbuh dalam diri masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Masalah yang terjadi kemudian adalah, cara pandang kolonial ini kemudian diteruskan oleh pemerintah Indonesia setelah kemerdekaan. Hal ini semakin diperburuk karena ada kecenderungan negara dikendalikan oleh pemerintah dinegara Indonesia. Dimana kebijakan-kebijakan dikendalikan oleh pemerintah (yang sudah dipengaruhi oleh cara pandang luar) dan melupakan  kearifan lokal rakyat setempat yang padahal sudah terbentuk ribuan tahun sebelum kedatangan koloni . Dan lalu terjadi titik balik cara pandang dalam membangun bangsa dan negara Indonesia yang sangat terkenal keberagaman budayanya dimana cara pandang ini dibangun oleh ekologi kehidupan dan bukannya sistem pengetahuan yang muncul sebagai refleksi pangjang lingkungan hidup yang empiric. Salah satu penyebab terjadinya titik balik ini adalah aktivitas dan pemikiran kaum intelektual Indonesia yang berpendidikan colonial barat yang membentuk negara dan pemerintahan Indonesia yang membangun dengan orientasi model negara Barat. Mekanisme pembangunan yang dilakukan mengabaikan kondisi empiric masyarakat Indonesia yang sebagian besar masih agraris-hutan , sementara rakyat hanya bisa mengikuti, mematuhi, dan mempercayai para pemimpin yang diyakini lebih “terpelajar”&lt;br /&gt;Bapak Jakob dalam artikel ini mewacanakan turning point paska kolonial. Beliau juga memberikan cara hidup yang arif dan ramah lingkungan seperti yang dilakukan oleh kaum dayak punai diKalimantan (Bagi yang tertarik dapat searching di internet untuk keterangan lebih lanjutnya).&lt;br /&gt;Sesi ketiga dari seminar ini diisi oleh Bapak Arthur S Nalan dari STSI yang bertemakan nurani ekologis dan nurani panggung.Beliau mengaitkan cara hidup arif dan ramah lingkungan (nurani ekologis) yang tumbuh dari kesehariaan beliau bergelut dengan dunia panggung. Beliau menceritakan bagaimana ide-ide untuk panggung kemudian justru tumbuh dari alam.&lt;br /&gt;Pada slidenya, beliau memberikan definisi nurani ekologis dan nurani panggung. Nurani ekologis : “ “pengetahuan dibidang ilmu-ilmu humaniora, khususnya etika yang mengutamakan keselamatan lingkungan, baik manusia dan makluk kain serta habitatnya.”, Nurani Panggung :”Pengetahuan dibidang-dibidang ilmu pertunjukkan, khususnya estetika yang mengutamakan realitas nilai-nilai yang memiliki maknawinya sendiri.”.&lt;br /&gt;Lalu beliau juga memberikan beberapa filsafat lingkungan yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan untuk menjaga kelestraian lingkungan :&lt;br /&gt;• Komperehensif&lt;br /&gt;• Tekad Kuat&lt;br /&gt;• Hidup secara spiritual&lt;br /&gt;• Berorientasi kehidupam&lt;br /&gt;• Memperhatikan kesehatan&lt;br /&gt;• Toleransi terhadap fenomena transfisik&lt;br /&gt;• Tanggung jawab individu&lt;br /&gt;• Prihatin secara lingkungan&lt;br /&gt;• Sadar secara politis&lt;br /&gt;• Berhubungan dengan ekonomi dan kualitas kehidupan&lt;br /&gt;• Sadar secara lingkungan dan ekologis&lt;br /&gt;• Mengejar Kebijaksanaan&lt;br /&gt;Seminar ini ditutup oleh pertunjukan music oleh musisi STSI. Pertunjukan musik ini sangat special karena alat-alat musik yang dimainkan merupakan hasil karya tangan sendiri dan terbuat dari barang-barang buangan. (Lagi-lagi saya lupa nama musisinya, aduh maaf…). Sang musisi memilih caranya sendiri dalam melestarikan lingkungan dan dengan cara yang sangat kreatif. Sang musisi sudah mendapatkan banyak penghargaan dan yang terbaru dari Thailand atas kreatifitasnya memanfaatkan barang bekas. &lt;br /&gt;Sedikit banyak seminar ini memberikan beberapa ilmu baru bagi saya dan beberapa hal saya catat untuk direnungi. Semoga dengan acara ini semakin banyak orang yang mengerti pentingnya arti lingkungan hidup bagi kehidupan kita.Terima kasih sahabat di Arga Wilis! &lt;br /&gt;(By : Maria Ulfa, G-226-XVIII)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-4604930456859780187?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/4604930456859780187/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=4604930456859780187&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4604930456859780187'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/4604930456859780187'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/05/seminar-lingkungan-hidup-argawilis.html' title='Seminar Lingkungan Hidup @ Argawilis, STSI,22 April 2009'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7115355989302187836</id><published>2009-01-07T14:50:00.005+07:00</published><updated>2009-04-05T06:32:00.635+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan-jalan'/><title type='text'>Navigasi Cicenang-Gunung Malang</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTFzm8lI/AAAAAAAAAFc/oJvTrofnXMQ/s1600-h/navdar%60.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 373px; height: 279px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTFzm8lI/AAAAAAAAAFc/oJvTrofnXMQ/s400/navdar%60.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320968103342305874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pagi hari yang sebenarnya cerah dan memang sangat bersahabat, tapi gak buat gue.. hehe, soalnya hari ini ada materi navdar atau navigasi darat untuk GL XVIII di daerah Cicenang. GL yang jumlahnya 15 orang, ternyata yang bisa ikut cuma 10 orang termasuk gue.. Dan sempat berpikir kenapa gue gak masuk yang 5 orang itu ya?? Karena terlalu banyak mikir, makanya malah jadi ikutan. Jadi anak GL yang ikut ada Freden, Cahyo, Nasir, Affan, Andi, Tetu, Rahman, Os, Yulyan, dan tidak lupa gue. Kegiatan ini juga didampingi oleh para pendamping yang katanya sih baik-b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;aik (jangan dipercaya), mereka adalah Irfan, Arfan, Gian, Alam, Heri, ser&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ta tidak ketinggalan dua orang turis yang gak jelas datang dari mana, ya dia adalah Maul dan Maman (yang datangnya telat, makanya langsung nyusul ke tempat materi). Gue sendiri juga bingung kerjaan dua turis (M2M) ini ngapain aja&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Irfan langsung menyuruh untuk membagi kami dala&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;m 2 kelompok yang tiap kelompok ada 5 orang, ya otomatis semua pada rebutan ke kelompok gue la, secara alatnya gue kan paling lengkap (kompas, penggaris, pena, pensil, penghapus, busur derajat, dan masih banyak lagi yang lainnya), haha (narsis mode on). Tapi ternyata itu cuma kamuflase saja, kelompok yang sebenarnya adalah orang yang berdiri di depan masing-masing. Jadi tiap kelompok terdiri dari 2 orang yang totalnya ada 5 kelompok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Dan dimulailah materi hari itu dengan mencari titik awal di peta yang telah diberikan sebelumnya. Gue dan Yulyan memulai dengan menembak 2 titik ekstrim, yaitu Gunung Tangkuban Perahu (yang uda lumayan ketutup sama kabut) dan satu lagi gue lupa nembak apaan, hehe. Baru setelah itu melakukan resection di peta, karena belum yakin dengan hasil resection, makanya harus dilanjutkan dengan orientasi medan. Dan atas saran dari pembimbing kami yaitu Heri, kami pergi ke tempat yang agak lebih tinggi supaya dapat lebih melihat medan di sekitar. Butuh waktu &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;yang cukup lama sampai akhirnya terpaksa meyakini suatu titik sebag&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ai titik awal dan semua itu juga karena gue yang tidak membantu sama sekali, harap dimaklumi soalnya emang gue gak ngerti tentang navdar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTYOrfmI/AAAAAAAAAFs/QIx2qW-EllM/s1600-h/navdar2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 247px; height: 185px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTYOrfmI/AAAAAAAAAFs/QIx2qW-EllM/s400/navdar2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320968108287688290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Os, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rahman dan Pak Alam, satu tim, satu ke’liar’a&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;n.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awalnya, kami tidak memilih pendamping, mau ga mau, Pak Alam menghampiri untuk menjadi pendamping navdar kelompok ini. Dari awal, kami ini tidak niat ikutan navdar. Si Rahman dah mala&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;s buat ikutan navdar, kemungkinan karena ga ada si Intan. Os ga niat karena tidak pernah bisa menyukai kebuh teh hingga sekarang. Dari persamaan ketidakniatan ini, mereka mulai mengerjakan resection dengan peralatan seadanya, yaitu pena dan kompas. Dengan pena dan kompas yang pas-pasan, Rahman mulai membidik Tangkuban Perahu dan Gunung.... Dengan perhitungan pas-pasan, akhirnya, kami menebak-nebak posisi kami di tempat berdiri. Tebakan pun salah&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;. Pak Alam, dengan sabar, mengajak ke bawah, ke arah dekat aliran sungai untuk memperjelas penglihatan kami berdua. Dibawa ke bawah bukannya semakin tahu, atau mengerti pembacaan bentang alam yang ada di cicenang tersebut, malah kami berdua semakin mumet dan main tebak-tebakan semakin menjadi. Akhirnya cukup lama waktu yang dihabiskan untuk menebak dan tidur-tiduran, niatan pulang pun selalu terlintas.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Pak Alam pun menyerah dengan memberi clue pada kami berdua posisi berdiri ini dengan bertanya apa saja bentangan berupa punggungan yang ada, termasuk punggungan luas, tempat mereka berdiri. Akhirnya posisi pun didapat dengan (rincian ada di peta).&lt;br /&gt;Setelah itu target dari navdar ini pun disebutkan bahwa k&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ami harus menuju gunung Malang, yang secara kasat mata ternyata berada di seberang jalan. Pak Alam pun memberi pengarahan kepada kami untuk tahu bagaimana ke gunung tersebut. Keterbatasan alat sempat mengganggu rencana dan menurunkan semangat. Kebingungan mendera hingga si bapak bilang ada 3 cara navigasi, yang salah duanya adalah potong kompas dan trekking. Secara peralatan navigasi kurang, dan option ketiga juga bernasib sama, maka diambil opsi trekking. Opsi ini membawa kami harus mengerti dan menghitung jumlah punggungan yang akan dilewati di peta dan yang sebenarnya. Entah benaran m&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;engerti atau hanya pura-pura mengerti, kami membawa pak Alam berjalan sesuai arah yang kami tunjuk dan pilih. Cuaca masih tampak bersahabat meskipun semua kelompok yang lain telah menghilang. Namun, keadaan tersebut tidak berlangsung lama karena akhirnya awan bergerak cepat, dan rintik pun turun. Hujan gerimis yang tidak deras turun. Jam telah menunjukkan sekitar pukul 12.00, setiap punggungan dan lembahan dilewati agar segera menemukan jalan dan menyebrang ke seberang. Hitung-hitung mengikuti aliran sungai ternyata sang&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;at membantu kami. Trekking dengan mengikuti aliran sungai yang disarankan pak Alam sangat membantu dan mulai menimbulkan semangat kami untuk menyelesaikan tugas ini. Sempat rasa drop itu ada karena tugas ini mau tidak mau harus selesai, meskipun harus sampai malam. Melewati punggungan hingga akhirnya sempat salah jalan karena terlalu terjal turun ke lembah. Akhirnya, kembali dan menelusuri jalan yang ada, dengan tetap menghitung jumlah punggungan yang ada hingga menemukan spot untuk menyebrang jalan. Pilihan pun dijatuhkan b&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;ahwa menyebrang segera dilakukan. Perjalanan yang ditempuh akhirnya membuat Rahman setidaknya berakhir sebagai seseorang yang ber”prospek”, dan aku masih kesulitan untuk memiliki prospek itu. ya, setidaknya aman, tidak navdar sampai malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-size:85%;" &gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTceNDQI/AAAAAAAAAFk/EW6d3LL82fw/s1600-h/navdar3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 341px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTceNDQI/AAAAAAAAAFk/EW6d3LL82fw/s400/navdar3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320968109426543874" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Setelah menyebrang, kami tidak menduga petualangan yang sesungguhnya sedang menunggu. Di seberang jalan, kabut mulai turun dan menghalangi pemandangan ke depan sehingga sempat kesulitan menentukan posisi kembali sesuai peta. (rincian di peta). Rahman yang berprospek setelah menerima pengarahan dari Pak Alam dan berkompromi dengan aku, akhirnya menemukan posisi tersebut. Menuju punggungan yang dimaksud mulai dilakukan, menelusuri kebun teh yang ada, menghindari tanjakan dan turunan terjal yang dapat dilewati untuk memotong. Kabut yang ada turun menjadi gerimis deras yang cukup membuat baju kami bertiga basah kuyup. Hal ini yang paling tidak disuka selama latihan-latihan navdar. Mengapa harus selalu basah? Semua diterima lapang dada untuk sementara. Turun dari punggungan, hujan berkurang dan sungai yang membantu jadi patokan pun mulai stop alirannya, lebih tepatnya mulai bercabang karena dimanfaatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kesabaran yang dimiliki, akhirnya sekitar pukul 15.00 sampai di puncak gunung Malang 1024 mdpl. Di atas telah menunggu kelompok lain, kami menjadi yang keempat sampai, meski dengan aksi jagoan dan akhirnya muka pak Alam lumayan suntuk juga. Namun, kesenangan itu tetap ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baca Selengkapnya di : &lt;a href="http://students.itb.ac.id/%7Emaman_dc/catatan_perjalanan/%2317%20-%20Navdar%20Cicenang.pdf"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;SINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7115355989302187836?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7115355989302187836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7115355989302187836&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7115355989302187836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7115355989302187836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/01/navigasi-cicenang-gunung-malang.html' title='Navigasi Cicenang-Gunung Malang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SdfgTFzm8lI/AAAAAAAAAFc/oJvTrofnXMQ/s72-c/navdar%60.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-5815484792245758150</id><published>2009-01-07T14:29:00.005+07:00</published><updated>2009-07-15T15:00:13.965+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GH_KMPA'/><title type='text'>Materi SAR, Sanggara</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;By: GL GH&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhnd1XjDI/AAAAAAAAAFA/T5pz10-RlxY/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 230px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhnd1XjDI/AAAAAAAAAFA/T5pz10-RlxY/s320/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288459193091066930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan kami dimulai keberangkatan dari basecamp(red: SEL) sekitar jam 4 sore. Hoho, materi kali ini pesertanya Aldi, Ari, Gian dan Hery beserta 2 orang pembimbing yaitu pak ustadz Alam dan &lt;a href="http://anakmoeda.wordpress.com"&gt;gustaf pooh&lt;/a&gt; perjalanan kami tempuh dengan mengendarai motor, lalu harus menempuh jalanan penuh batuan yang teramat hancur. Walaupun segala rintangan menghadang tetap dengan senang hati kami lalui, karena rintangan tersebut yang membuat kami dewasa. Hehehe, sedikit berpuisi ria.&lt;br /&gt;Perjalanan panjang kami pun berakhir di sebuah warung di desa panghaiatan. Ooo salah masih belum berakhir, masih panjang jalan yang menunggu kami. Kami berehat sekejap. Sekaligus menikmati indomie traktiran gustaf, sekaligus jajan.  Setelah kenyang kami berinisiatif untuk melanjutkan perjalanan, dan motor yang kami gunakan kami titipkan di warung tempat kami belanja. Hehehe&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhnJmj6hI/AAAAAAAAAE4/7q9ilq5ydIU/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhnJmj6hI/AAAAAAAAAE4/7q9ilq5ydIU/s320/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288459187660253714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki menuju sanggara. Perjalanan kami tempuh dengan bermodalkan senter. Untuk menghemat bateri kita berjalan menggunakan formasi, 2 baris dengan tiap baris terdiri dari 3 orang dan yang di tengah membawa senter. Kami berjalan sekitar 2 hingga 3 kilometer. Sungguha perjalanan yang melelahkan. Sesampainya di camp, kami langsung mendirikan tenda dan membuat api. Setelah evaluasi kami berbincang-bincang hingga jam 12 lebih lalu tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhmwlxwDI/AAAAAAAAAEw/ijQY0p4LBkU/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhmwlxwDI/AAAAAAAAAEw/ijQY0p4LBkU/s320/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288459180946079794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhm7fibqI/AAAAAAAAAEo/P4OyFvkPKZM/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 244px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhm7fibqI/AAAAAAAAAEo/P4OyFvkPKZM/s320/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288459183872700066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Besok paginya, seperti biasa sarapan ala kadarnya dengan oseng-oseng sayur dan tempe goreng tidak lupa ditemani teh manis ala  heri. Pokoknnya serapan pagi kami sangat sederhana tapi puas, karena tempenya buanyak banget.hehehe. plek –plek bereslah kerjaan awa pagi-pagi.. lalu kami pergi ke aula, untuk mendapat materi dari Alam. Seusai sesi materi, gustaf terpaksa pulang ke kota.karena  ia harus menghadiri agenda lain yang menurutnya sangat urgent.&lt;br /&gt;Lalu kami diberi lokasi TKP, dan materi pun dimulai, hoho…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhmv-waOI/AAAAAAAAAEg/2tp68KvXjwE/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhmv-waOI/AAAAAAAAAEg/2tp68KvXjwE/s320/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288459180782414050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kami menerapkan metode penyisiran dalam SAR kali ini. Maksudnya untuk mencari petunjuk dan keberadaan korban, kami menyisir daerah yang ditentukan dengan metode dari atas ke bawah lalu keatas lagi dan seterusnya, ato sebaliknya. Alamat kata kami harus tebas sana tebas sini, cuapek. Teknis lapangan kali ini yaitu tim dipimpin oleh ketua regunya, dan digilir secara bergantian. Dan juga selama di lapangan  diterapkan beberapa simulasi, seperti penyelamatan, komunikasi, dan lain-lain. Waktu terus berlalu hingga akhirnya waktu menunjukkan jam 4. Berakhirlah materi sar hari ini. Dan materi dilanjutkan dengan materi camp di lereng, tapi sayangnya tempat yang kami tuju(red:tempat traversal) telah jadi rata oleh sendirinya. Jadinya  ya camp seperti biasa. Dan malam pun berlalu dengan ditemani hujan rintik-tintik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9X8lliI/AAAAAAAAAEY/jBV4tcGAcOg/s1600-h/6.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 238px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9X8lliI/AAAAAAAAAEY/jBV4tcGAcOg/s320/6.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288457370444600866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9SZcc4I/AAAAAAAAAEQ/WDyUqij3BW8/s1600-h/7.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 242px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9SZcc4I/AAAAAAAAAEQ/WDyUqij3BW8/s320/7.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288457368955024258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Besok Pagi ya seperti biasa, sarapan, packing lalu materi. Materi hari ke2 yaitu sar sungai. Dari namanya udah ketauan. Ya dalam sar sungai, teknisnya sama seperti sar biasa, namun bedanya penyisirannya dilakukan di daerah aliran sungai(nyemplung ke dalam sungai). Tentunya medan yang dilalui sangat berat. Karena banyaknya pohon yang bertumbangan di sekitar lokasi. SAR hari ke2 ini dilanjutkan dengan evakuasi korban( menurut scenario alam). Evakuasi dilakukan hingga ke basecamp(alias camp panitia yang waktu survival). Setelah itu kami diajari Navigasi malam. Setelah menempuh jalan yang menanjak bak tanjakan laknat, kami berpapasan dengan anak palawa unpad yang juga sedang materi. Ternyata ada juga yang wah, namun apalah daya no telpon pun tak dapat. Balik ke materi. Materi ini tergolong unik, karena hanya bisa dilakukan  bila ada 1 tim, 1 orang sebagai navigator dan yang lainnya di sekeliling navigator dengan masing-masing membaw a senter tentunya. Cara berjalannya ya potong terus kea rah navigarot minta. Tebas-tebasan tentunya. Kami melakukan navigasi malam hingga jam 6 sore. Sekitar 1-2 jam. Lalu balik  ke Camp.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9OQEmdI/AAAAAAAAAEI/xr10OwjOHEI/s1600-h/8.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf9OQEmdI/AAAAAAAAAEI/xr10OwjOHEI/s320/8.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288457367841970642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buesoknya…&lt;br /&gt;Kami semua dibekali dengan pengantar seputar GPS oleh alam..&lt;br /&gt;Prinsipnya mudah, tinggal tentuin spot target lalu ikutin tracking yang ada di GPS tersebut, lalu nyampe deh.. dan tidak lupa foto-foto dong…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf8pEnotI/AAAAAAAAAEA/AwAMKD28IIg/s1600-h/9.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf8pEnotI/AAAAAAAAAEA/AwAMKD28IIg/s320/9.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288457357861823186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf8s6bvRI/AAAAAAAAAD4/Yc3bbBiFfhk/s1600-h/10.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRf8s6bvRI/AAAAAAAAAD4/Yc3bbBiFfhk/s320/10.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288457358892842258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-5815484792245758150?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/5815484792245758150/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=5815484792245758150&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5815484792245758150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5815484792245758150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/01/materi-sar-sanggara.html' title='Materi SAR, Sanggara'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWRhnd1XjDI/AAAAAAAAAFA/T5pz10-RlxY/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-1225041579811568632</id><published>2009-01-07T14:15:00.003+07:00</published><updated>2009-01-07T14:30:54.690+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GH_KMPA'/><title type='text'>Penyeberangan Basah Situ Ciburuy</title><content type='html'>&lt;span&gt;Sabtu, 10 Mei 2008&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;By : Dinna Tazkiana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu agenda diklat GH buat Ekspedisi Tumbang Maluhoi ntar adalah penyebrangan basah. pertimbangannya, di lapangan ntar kita bakal nemuin rawa yg teramat luas dan harus dilewati. Dipikir-pikir ngapain kita berenang di rawa? Kan banyak buaya? Luas pula, kapan nyampenya??? Yah, karena pemikiran logis ini saat itu belum muncul, jadi kita lancarkan latihan penyebrangan basah ini. Kegiatan dilakukan hari Sabtu, 10 mei 2008, pesertanya 6 orang  anggota GLGH, Geblek sebagai pelatih sekaligus pembimbing, serta Ulfa, Arfan dan Ria jg ikut meramaikan. Lokasi yang kita ambil adalah Situ Ciburuy, pertimbangannya ajimumpung, soalnya pada saat yang bersamaan orad juga mau latihan disana, jadi kita bisa berdayakan Tejo, si perahu penyelamat. Perlengkapan lain yang dibawa masing-masing orang adalah ponco, rafia, dan kerir berisi. Kita bawa juga tali kernmantel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rencananya, kita mau pergi dari sel jam 9 dengan alasan biar ga panas. Tapi ya itu, selalu ada hambatan untuk ontime, akhirnya kita pergi jam 11, disaat teriknya siang. Dengan naik mobil Heri yg penuh sesak oleh manusia dan kerir, kita meluncur menuju lokasi lewat jalan tol padalarang, nyampe situ ciburuy jam 12an. Langsung aja kita masuk ke gerbang masuk. Taunya, waktu kita di enterance, kita ditanya mecem-macem ma si bapa yang jaganya. Katanya darimana, mau ngapain, gitulah. Ya kita bilang aja dari itb mau latihan penyebrangan, trus kita ditagih surat ijin resmi dari instansi (ITB maksudnya) sama sii bapa itu. Tapi kita kan ga bawa, ngga tau msti bw juga, jadi ga ngasih surat, ngasihnya duit (maaf saya lupa berapa nominalnya, pokonya mayan murahlah untuk disebut duit nyogok). Fyi, htm biasa harganya 1750.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai di pintu masuk, kita langsung parkir dan cari spot yg pas buat latihan. Ternyata ga ada. Ke daratan terdekat di tengah sana aja penjangnya ampe 50 meteran lebih. Intinya kita ga dapet lokasi yg sesuai buat latihan,,,, Setelah nyari-nyari sambil jajan gorengan dan es doger, akhirnya geblek dan tim pencari lokasi bilang kalo kita dapet tempat yg mayan cocok. Ternyata tempatnya diluar area wisata, tapi lebih deket ke rumah penduduk, tapi masih situ ciburuy juga. Langsung kita ngedodol kerir di tepian, trus tinggal nunggu perahu yang ngga kunjung dateng. Selagi nunggu perahu, kita nyampah di pinggir situ, ngobrol-ngobrol tiduran ga jelas, untungnya Ria bawa cemilan, kita jadi ada kerjaan yang berarti. Perahu akhirnya dateng sore, trus kita langsung latihan deh. Anak-anak GH gantian turun satu-satu, berenang dari pinggir menuju perahu di tengah sana, trus balik lagi ke tepi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di air ada geblek sebagai “penyemangat” yang setia di samping kita dikala kita renang, di perahu ada irland ma baim sebagai tim rescue sekaligus penentu jarak renang kita mpe mana. Ternyata nggak gampang renang pake kerir itu, ribet soalnya. Kalo bisa sih mending ga pake kerir deh. Indikator keberhasilan penyebrangan basah ini adalah kerir yang tetap terjaga kering dan kita yang selamat sampai tujuan. Selesai latihan yang Cuma berlangsung sekitar 1,5 jam, kita foto-foto sambil ngliatin anak orad latihan. Abis rangkaian acara latihan GH dan Orad beres, kita balik ke sel rame-rame maghriban. Sekian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONDISI DAERAH SITU CIBURUY&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situ Ciburuy yang berlokasi di Padalarang (tepatnya setelah tol padalarang, deket citatah, masuknya Kabupaten Bandung)  merupakan sebuah danau milik pemerintah yang dibuka untuk umum. Waktu kita kesana bilang mau latihan penyebrangan, di pos enterance kita ditagih surat ijin resmi dari instansi (ITB maksudnya) sama petugas yg jaga dsana. Tapi kita kan ga bawa, ngga tau msti bw juga, jadi ya ga ngasih surat, ngasihnya duit (maaf saya lupa berapa nominalnya, pokonya mayan murahlah untuk disebut duit nyogok).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya lupa bilang, Situ Ciburuy tu menurut sy rada aneh lokasinya. Gimana engga, situnya tuh berada di tengah kota. Kota bener” kota, jalan raya, banyak mobil, motor, penduduk, pemukiman, kemacetan, kepanasan. Sebenernya bagus juga si, jadi kesannya the ecocity, tapi da tetep aja aneh, abisnya tu tempat kayak ga keurus. Di airnya tu banyak ‘asesorisnya’, kayak sampah-sampah ngambang, aroma yg kurang sedap buat dihirup, dan warna air yang coklat tua keijoan (emang ada warna kyk ini?). Sebenernya kalo kita liat view-nya si ngga ada masalah, bagus malah, apalagi klo sore tuh keren bgt. Udah mah pemandangan di sekitarnya bagus, rindang byk pohon”an (ada yg bilang suka ada lutung juga nangkring di pohon), lighting alami jg bagus, warna asli si air jg ga kliatan. Tapi ya itu, mungkin salah satunya disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat (penduduk sekitar dan pengunjung) akan pentingnya kebersihan lingkungan. Itu mungkin sekilas tentang situ-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah sy singgung di atas klo di sekitar Situ Ciburuy itu rame. Ada pemukiman penduduk juga. Pas sy ‘soskot’ ke salah satu rumah (dengan niat numpang mandi), yang sy temukan adalah ternyata air disana bagus, sangat layak. Listrik juga masuk (yaiyalah, namanya juga kota). Terus lagi, disana rada’ gersang gitu (menurut sy lho) panas bgt pula (kalo yg ini si mungkin emang karena siang aj). Kurang pohon-pohonan di pinggir jalan dan di rumah penduduk, jadi kesannya jalanannya kurang segar dan berdebu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaudah, segitu aja yg bisa sy ceritain. Yah intinya, pemugaran dan  pemeliharaan Situ Ciburuy itu sangat diperlukan melihat kondisinya airnya sekarang yang kurang layak dijadikan objek wisata dan tempat latihan renang. Diluar itu, kondisi air penduduk tergolong memadai. Namun, di daerah pemukiman tersebut sedikit kering dan berdebu. Tapi rada gpp jg sih soalnya di sekitar Situ kan banyak pohon-pohon gede. Sekian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-1225041579811568632?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/1225041579811568632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=1225041579811568632&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1225041579811568632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/1225041579811568632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2009/01/penyeberangan-basah-situ-ciburuy.html' title='Penyeberangan Basah Situ Ciburuy'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-953423946676699637</id><published>2008-12-18T03:14:00.002+07:00</published><updated>2009-01-07T10:58:50.396+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Caving_KMPA'/><title type='text'>CATATAN PERJALANAN PEMETAAN GOA SEDEN-BULUH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQn1uElckI/AAAAAAAAADw/Ii65q9EgkLE/s1600-h/1.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 300px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQn1uElckI/AAAAAAAAADw/Ii65q9EgkLE/s400/1.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288395666293617218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;20-23 JUNI 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;By: Muhsin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu, 20 Juni 2008&lt;br /&gt;Pagi hari yang cerah kami—saya (muhsin), Arfan, Cusi, Geblek, dan Didik—berangkat dari kampus ITB menuju terminal Caheum. Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB. Terlambat sekitar satu jam dari rencana keberangkatan semula. Sesampainya di terminal caheum kami telah ditunggu oleh pak Taat, lelaki berdarah Cilacap yang saat itu sedang menjalankan studi pasca sarjana jurusan Geologi di ITB. Beliau ingin mengetahui bagaimana kami melakukan pemetaan goa Seden-Buluh.&lt;br /&gt;Perjalanan pun dilanjutkan dari Terminal Caheum menuju Pangandaran menggunakan Bus Budiman ber-AC. FYI, Tarif Bus Budiman dari terminal Caheum ke Pangandaran saat itu adalah Rp33.000,00. Perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 6 jam. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan menggunakan bus Budiman jurusan Parigi yang selanjutnya kami charter hingga ke desa Masawah. Tepat di depan rumah kepala desa Masawah, Pak Tohidin.&lt;br /&gt;Setelah menjelaskan maksud kedatangan kami kepada Pak Tohidin, kami pun dipersilahkan untuk beristirahat dan bermalam disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, 21 Juni 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQn1XSF1CI/AAAAAAAAADo/MYnuAqVYlHE/s1600-h/2.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 357px; height: 264px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQn1XSF1CI/AAAAAAAAADo/MYnuAqVYlHE/s400/2.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288395660176249890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Peralatan yang digunakan. (kanan ke kiri) klinometer, meteran 50m,kompas geologi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pukul 9.00 WIB, kami berangkat menuju mulut goa Seden ditemani seorang penduduk setempat—yang ditugaskan oleh pak kepala desa (pak Kuwu). Di dekat mulut goa, kami mempersiapkan segala peralatan yang dibutuhkan. Beberapa peralatan yang kami bawa saat itu, antara lain : 4 overall, 4 helm, 4 sepatu boots, 3 headlamp, 2 senter anti air, perahu kecil untuk peralatan, 2 pelampung, meteran, klinometer, kompas, kertas, dan alat tulis. Tak lupa kami membawa 2 botol air minum dan beberapa snack.&lt;br /&gt;FYI, goa yang akan kami petakan ini merupakan goa sungai bawah tanah. Rata-rata ketinggian airnya sekitar 1 meter. Tim yang memetakan terdiri dari 4 orang, yaitu saya (muhsin), Geblek, Cusi dan Arfan. Sedangkan tim basecamp yang menunggu di mulut goa terdiri dari 2 orang, yaitu Didik dan Pak Taat.&lt;br /&gt;Setelah semuanya siap, kami pun masuk ke goa. Di depan mulut goa ketinggian air sekitar 120 cm. Otomatis overall kami basah dan rasa dingin perlahan merayap ke dalam tubuh kami. Brrr!!!&lt;br /&gt;Pengukuran pun dimulai, saya (muhsin) sebagai stasioner yang berada paling depan bertugas menentukan titik stasiun. Cusi sebagai shooter yang bertugas membidik saya dengan klinometer guna mengetahui kemiringan vertical goa. Arfan bertugas sebagai deskriptor yang bertugas menggambar kondisi goa dan mencatat data pengukuran. Sedangkan Geblek bertugas sebagai fotografer.&lt;br /&gt;Satu jam pertama merupakan satu jam terberat bagi kami. Kondisi goa yang memiliki ketinggian air mencapai 180 cm itu benar-benar menyulitkan kami. Baju yang basah dan udara goa yang lembab membuat kami merasakan kedinginan yang amat sangat. Dalam satu jam itu, kami hanya dapat memetakan goa sepanjang kira-kira 30 meter. Beruntung, setelah 30 meter dari mulut goa Seden ada rekahan yang tersambung ke permukaan sehingga kami dapat naik dulu ke atas tempat tim basecamp. Kami pun beristirahat sambil minum kopi hangat guna mengembalikan kehangatan tubuh kami yang tadi dirampas oleh air goa yang dingin. Setelah puas beristirahat, kami pun kembali memetakan goa Seden-Buluh dengan perubahan strategi kerja. Geblek yang semula bertugas sebagai fotografer diberdayakan sebagai pengukur guna membantu dan mempercepat pekerjaan ukur-mengukur.&lt;br /&gt;Pekerjaan pun kami mulai kembali. Semakin lama, kami pun semakin dalam menembus kedalaman goa. Semakin indah juga pemandangan-pemandangan yang kami lihat disana. Ornamen-ornamen putih yang berkilau ketika terkena sinar senter, serangga-serangga aneh, kelelawar, serta ikan2 albino membuat saya merasa takjub dan kagum atas ciptaan-Nya itu. Perjalanan kami memetakan goa tersebut bervariasi. Terkadang kami harus jalan jongkok, menunduk, berenang dan berjalan guna melanjutkan perjalanan menembus perut bumi itu. Kemudian tak terasa tiga jam sudah kami memetakan goa Seden-Buluh. Kemudian secercah cahaya terlihat di depan kami. Di sana mulut goa Sodong Buluh telah menganga menunggu kami yang menggigil kedinginan. Cahaya matahari menyambut kami keluar dari kegelapan goa yang pekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsxkzjSI/AAAAAAAAADg/S-XLiszTo5M/s1600-h/3.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 375px; height: 281px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsxkzjSI/AAAAAAAAADg/S-XLiszTo5M/s400/3.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288393313591987490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Perkenalkan anggota baru tim kami “Flinstone Si perahu karet”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 22 Juni 2008&lt;br /&gt;Hari itu kami bangun agak siang. Rencananya siang ini kami akan kembali ke goa guna mendokumentasikan lebih banyak goa Seden-Buluh. Jam 11 kami berangkat ke sana ditemani teriknya matahari daerah pantai. Puanass pisan euy!&lt;br /&gt;Kemudian kami pun masuk melalui mulut goa Sodong Buluh dan mulai mendokumentasi. Kira-kira satu setengah jam lamanya kami menulusuri goa dan mendokumentasikan keindahan di dalamnya.&lt;br /&gt;Seusai itu, kami pun kembali ke rumah pak Kades dan menunggu kang Diky yang rencananya sore itu akan menyusul ke desa Masawah bersama tim LVG.&lt;br /&gt;Sekitar pukul 4 sore, kang Diky tiba di rumah pak Kades bersama timnya. Kang Diky pun bertegur sapa dengan bu Kades dan segera meminta pamit untuk mempersiapkan tenda di dekat mulut goa Seden. Kami yang saat itu sedang bersantai segera diberdayakan guna mempersiapkan segala hal yang perlu disiapkan.&lt;br /&gt;Malam itu saya, Arfan, dan Geblek bermalam di tenda tim LVG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlslDqAGI/AAAAAAAAADY/NBBtwlyZLH8/s1600-h/4.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 365px; height: 271px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlslDqAGI/AAAAAAAAADY/NBBtwlyZLH8/s400/4.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288393310231724130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ini waktu lagi kerja, pak….Cusi sebagai shooter dan arfan sebagai deskriptor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsWcAWKI/AAAAAAAAADQ/IMBHWZaHw1E/s1600-h/5.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 378px; height: 278px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsWcAWKI/AAAAAAAAADQ/IMBHWZaHw1E/s400/5.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288393306307319970" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Mengukur lebar gua bareng penduduk setempat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 23 Juni 2008&lt;br /&gt;Hari itu turun hujan. Hujan yang pertama bagi desa yang sudah 4 bulan tidak turun hujan. Di saat itu Arfan dan beberapa orang dari tim LVG masuk ke goa Seden-Buluh guna memasang katoda. Seusai pemasangan katoda dan bersantai ria sebentar, kami bersiap-siap untuk kembali ke Bandung. Sekitar pukul 11.30 WIB kami pun pamit kepada bu Kades untuk pulang ke Bandung.&lt;br /&gt;Good Bye Masawah! See you next time.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsWVGPlI/AAAAAAAAADI/X2KozdXTOMs/s1600-h/6.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 352px; height: 268px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsWVGPlI/AAAAAAAAADI/X2KozdXTOMs/s400/6.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288393306278346322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ternyata flinstone itu narsis…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsC28b4I/AAAAAAAAADA/Ey2vuYdrQZM/s1600-h/7.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 366px; height: 274px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQlsC28b4I/AAAAAAAAADA/Ey2vuYdrQZM/s400/7.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288393301051600770" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Model manusia-manusia gua dan perahu gua jaman sekarang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHzHThTI/AAAAAAAAAC4/qJq1y6cnJ8M/s1600-h/8.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 381px; height: 285px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHzHThTI/AAAAAAAAAC4/qJq1y6cnJ8M/s400/8.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288387180791825714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pose-pose eksentrik biota-biota endemik goa seden-buluh (eksentrik dan endemik itu apa ya?)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHuZt4LI/AAAAAAAAACw/6STIVJlOf1g/s1600-h/9.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 272px; height: 365px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHuZt4LI/AAAAAAAAACw/6STIVJlOf1g/s400/9.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288387179526873266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ceritanya lagi jadi photo model…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHSTCTTI/AAAAAAAAACo/iev05JfGc8c/s1600-h/10.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 360px; height: 267px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHSTCTTI/AAAAAAAAACo/iev05JfGc8c/s400/10.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288387171982658866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Goa = kolam renang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHQ5O5hI/AAAAAAAAACg/_dC5J-y62Cc/s1600-h/11.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 253px; height: 346px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHQ5O5hI/AAAAAAAAACg/_dC5J-y62Cc/s400/11.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288387171605997074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Weits, si photographer juga ingin diphoto ternyata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHBTcHtI/AAAAAAAAACY/MChW11wsJRw/s1600-h/12.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 349px; height: 262px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQgHBTcHtI/AAAAAAAAACY/MChW11wsJRw/s400/12.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288387167420948178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Photo bareng di “bendungan alami” buatan Yang Maha Pencipta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-953423946676699637?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/953423946676699637/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=953423946676699637&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/953423946676699637'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/953423946676699637'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/12/catatan-perjalanan-pemetaan-goa-seden.html' title='CATATAN PERJALANAN PEMETAAN GOA SEDEN-BULUH'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CVNN0h8cLG8/SWQn1uElckI/AAAAAAAAADw/Ii65q9EgkLE/s72-c/1.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-3041442423331797763</id><published>2008-11-05T09:41:00.000+07:00</published><updated>2008-11-05T10:06:52.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='GH_KMPA'/><title type='text'>Materi Survival di Lembah Ciherang</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selengkapnya bisa didownload di &lt;a href="http://students.itb.ac.id/%7Emaman_dc/catatan_perjalanan/%2307-Catatan%20Perjalanan%20survival%20di%20Tji%20Herang.pdf"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(51, 0, 153);"&gt;By : Zulhariansyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Pertama Survival (7 Juni 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Survival GL tahun ini sengaja mengambil lokasi di ciherang agar kami lebih dapat banyak ilmu dan sekaligus mengenal lokasi-lokasi baru yang belum pernah kami kunjungi. Perserta survival kali ini adalah kami berlima alias, Ary, Aldi,Yudhi, Dinna, dan Hery serta ditemani oleh seorang pembimbing berinisial MDC, hehehe alias Maman DC. Perjalanan kami dimulai dengan keberangkatan dari rumah makan nasi pecel, tepatnya jam 10.00 WIB. menurut rundown kami, kami telat sekitar 2 jam. Hal ini terjadi karena kami menunggu pasukan kami(Hery) yang sedang berjuang naik angkot dari margahayu karena ban motornya bocor. Walapun segala rintangan menghadang akhirnya kami dapat berangkat. Semangat !! Hidup GH!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;  Perjuangan keras kami dimulai, pertama-tama kami naik angkot caheum-ledeng ke terminal ledeng, ternyata dari ITB ke Ledeng tarifnya sudah mencapai Rp. 2.500,- suatu dampak yang diakibatkan kenaikan BBM. Seperti yang kita ketahui, angkot tersebut penuh, dan tentunya BAU. Alhasil Ari pun muntah-muntah ketika tiba di terminal ledeng. Memang pada awal keberangkatan ia menunjukkan gejala-gejala tidak fit. Namun itu tidak menghambat semangat juang kami, sehingga perjalanan pun kami lanjutkan. Selanjutnya kami naik angkot jurusan parongpong untuk menuju stasiun parongpong. Diluar dugaan, tarifnya udah Rp.3500 aja. Lalu kami berjalan ke villa istana bunga dan diteruskan kearah pintu angin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Karena kondisi keuangan, kami berencana untuk masuk lewat hutan. Hutan pinus pun kami susuri, namun anjing-anjing penjaga dengan sigap menanti, kami kena palak lagi deh. Wong Cuma mau lewat dipalaki, SiaL!! namun apalah daya, golok masih didalam carier dan anak-anak make anorak. Kamipun terus berjalan sesudah membayar tiket. Kami berjalan hingga ke gubuk yang berada di persimpangan menuju ke Burangrang dan situ lembang, lalu kami beristirahat sekitar 30 menit.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kami berjalan naik, masuk ke dalam hutan kearah barat laut mengikuti jalan setapak, namun lama sudah kami masuk, jalan setapak tersebut berakhir di lereng punggungan yang cukup terjal dan berbatu tidak lupa tentunya ada jelatang walaupun masih setinggi semak belukar. Lalu kami memutuskan untuk menggapai puncakan terlebih dahulu dengan cara apapun. Golok pun akhirnya dikeluarkan. Kami melipir punggungan untuk mencari lereng yang dapat dilalui. Setelah bersusah payah akhirnya kami dapat menginjakkan kaki di punggungan yang sempit dan terjal. Setelah Navigator kami alias Maman mengutak atik peta dan kompas orienteeringnya, kami menelusuri punggungan kearah barat daya, akhirnya ketemulah tapal kuda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengikuti nasehat para petua, kami mengambil jalan yang melipir di punggungan yang terletak di kiri kami. Jalannya berkelok-kelok macem ular, untungnya jalan ini hanya 1 jalur, walaupun terkadang ada cabangnya. Kami berjalan hingga ke ujung punggungan, lalu kami menjumpai sungai, airnya segar betul lah. Kami terus berjalan mengikuti arah aliran sungai berbelok-belok. Kiri kanan kami lihat, ternyata banyak begonia, alhamdulillah makan malamnya begonia. Kami mengambil sebanyak mungkin. Soalnya di camp kayaknya tidak ada makanan yang banyak. Kami terus berjalan mengikuti Maman, sekitar jam setengah lima akhirnya kami tiba di camp. Setibanya di camp, tanpa rasa bersalah si Yudhi langsung memakai celana pendek karena celananya robek parah. Lalu kami pun mencari-cari kayu untuk mendirikan bivak alam, ada yang mengambil kayu,ada yang mencari daun-daunan, ternyata di camp kami ada pohon yang sudah hampir rubuh, karena kami pikir jika ketimpa pohon itu sakit juga, maka kami berinisiatif untuk merubuhkannya terlebih dahulu. Kami dorong pohonya bruk, tapi masih dalam posisi tergantung, rupanya ranting-rantingnya tersangkut sulur-sulur, usaha kami tidak sampai disini, kami menarik dan mendorong pohon tersebut agar jatuh sempurna, dalam artian jatuh ke tanah, kami tarik, pohon itu tertarik, namun ternyata sulur tadi memberikan efek pegas pada sistem kayu-sulur. Kami tarik lagi hingga kami masuk ke semak-semak, Alhasil Yudhi merasakan nikmatnya jelatang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untungnya kami (kecuali Yudhi) menggenakan seragam tempur. Karena sulurnya begitu kuat, kami potong saja kayu tadi. Kami melanjutkan pekerjaan hingga matahari terbenam, karena semuanya sibuk mendirikan bivak, Maman yang notabenenya turis terpaksa membuat api (sorry man), bivak kami jadi… maksudnya jadinya ancur, untung saja tidak hujan. Setelah bivak dirasa udah jadi, dan badan dirasa udah capek,,,kita semua memutuskan untuk menghentikan kegatan dengan evaluasi sambil ngemil _______. Abis gitu kita main kartu di dalem bivak,,,peraturannya rada aneh, yang kalah maen salahs atu anggota badannya ditetesin lilin panas. Hhaaa,,,mayan lah,,, setelah jalannya permainan mulai kacau karena pada ngantuk,,,kita memutuskan untuk tidur aja dengan tak lupa berdoa supaya ntar malem jangan ampe hujan,,,soalnya kalo ujan bakal banjir kita,,,, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: verdana;"&gt;Hari Kedua Survival (8 Juni 2008)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Rangkaian kegiatan dimulai jam 8 pagi, emang dah kita rencanain sebelumnya bakal bangun jam segitu. Diawali dengan kemales-malesan di depan (bekas) api unggun, kegiatan survival hari kedua yang penuh materi dimulai. Jam 9 pagi kita nyiapin barang-barang buat materi air dan trap. Barang yang disiapkan adalah sebagai berikut: Buat materi air, kita nyiapin ponco, misting, golok, dan kantong kresek warna item, sedangkan buat materi trap kita cuma butuh golok, bekas botol air mineral, dan kreativitas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lalu kami pergi ke aula. Di sanalah materi trap diberikan. Yang dibutuhkan untuk trap hanyalah kreativitas. Semua berkarya dengan kreativitas masing-masing. Intinya diharapkan kita dapat menangkap hewan dengan menggunakan bahan yang tersedia dari alam, dan seefektif mungkin. Selanjutnya acara diisi dengan materi air. Kami diberikan pengetahuan dan ketrampilan untuk mendapatkan air. Sebagian besar sama seperti pada saat acara akhir. Bagaimana mendapatkan air dari pisang, evaporasi, penguapan, dll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Siang hari adalah saat untuk tidur siang, jadi kami tidur. Huah.. bangun dari tidur siang yang panjang, badan terasa aneh, maklum perut sedang lapar. Lalu ntah apa apa, tak da yang kerja,,,, nyampe juga setengah lima, kami berinisiatif untuk membuat api. matah-matahin ranting pohon, ngikis-ngikis kayu untuk starter jadi kerjaan pokok,tapi beberapa dari kami berperan sebagai DU untuk menyiapkan makanan sebagai penutupan survival. Nyalahin lilin,, starter terbakar,, lalu… ternyata butuh kesabaran untuk menggedekan api. Alhadulillah sewaktu matahari tergelincir api kita sudah jadi, namun makanan tetap belum dapat dinikmati.sekitar jam setengah delapan, akhirnya makanan telah siap di santap. HOREEE… Survival ditutup, walaupun dengan nasi + indomie..alhamdulillah. Perut kami akhirnya terisi. Lalu kami semua bingung mau ngapain, jadi semua langsung berselimut sleeping Bag dan tidur nyenyak, padahal blum jam 10.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Besok paginya alias hari ketiga, kami bangun sekitar jam 6. Lalu para DU sigap membuat indomie yang jadi santapan pagi kami. Kami sarapan dengan nikmat. Lalu packing dan foto-foto tentunya. O ya tidak lupa melihat hasil trap, ternyata ada yang kena. Daun yang hanyut di sungai mengisi trap kami. Lumayan,,,,, lalu kami briefing untuk pulang, ternyata kami semua memilih untuk potong turun ke arah barat laut lalu kearah Purwakarta. Seperti biasa, jalan-jalan abis tu  nyasar. Tapi semangat kami tetap ada, kami terus jalan turun hingga, ketemu perumahan. Perkampungan yaitu ciliwung. Langsung navigasi punten.. hehehe… lalu jajan-jajan di warung yang ternyata rada nyari untung. Sehingga kami tertahan disana hingga jam 11. Setelah itu kami baru mendapat imformasi yang pasti bagaimana caranya pulang ke Bandung. Menunggu di tepi jalan hingga jam setengah satu, akhirnya muncullah bis yang kami harapkan. Yes pulang ke bandung. Setelah tiba ke bandung langsung ke warung Steak. Beh kenyang abis Barudeh ke sel.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-3041442423331797763?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://students.itb.ac.id/~maman_dc/catatan_perjalanan/%2307-Catatan%20Perjalanan%20survival%20di%20Tji%20Herang.pdf' title='Materi Survival di Lembah Ciherang'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/3041442423331797763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=3041442423331797763&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3041442423331797763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3041442423331797763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/11/materi-survival-di-lembah-ciherang.html' title='Materi Survival di Lembah Ciherang'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-3583712493110219683</id><published>2008-09-09T16:15:00.002+07:00</published><updated>2008-11-04T07:38:57.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='RC_KMPA'/><title type='text'>Simulasi vertikal terakhir menuju Eval artifisial</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perjalanan gladi lanjut RC menuju evaluasi kali ini dilaksanakan tanggal 23 Agustus 2008. Perjalanan kali ini lumayan banyak hambatannya. Soalnya selain ngejar evaluasi Citatah- 125, nak- nak Gladi Lanjut XVII juga punya acara lain. Tujuan dari acara ini sih sebenernya Cuma buat ngakrabin antar anggota GL aja, salnya udah lama juga kita gak ngumpul bareng- bareng ber- 18.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Acara Gladi lanjut kali ini mengambil tempat di Sukawana, rencananya kita mau pergi hari Jum’ at Sre dan balik lagi ke sel tengah malemnya. Namun,karena banyak dari anggota GL yang kuliah sore, alhasil kita malah jadi bernagkat sekitar jam 7 abis magrib. Selain itu juga, ada acara lain. Yaitu ulang tahun 2 anggota KMPA, yaitu Ramzi dan K’ Epin. Satu kue pun dibeli K’ Ana. Dan sambil rapat, kita pun ngerayain ulang tahun mereka di depan sel. Lumayan juga bwat seru- seruan. Sebelumnya juga kita dah nyiain 1 kue bwat Ramzi, dan rencananya mau dikasih waktu di Sukawana.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak disangka acara GL kali ini lumayan seru, dan kita ngerasaim bareng- bareng lagi kayak jaman Acara akhir dulu. Acara di sana kebanyakan adalah sharing- sharing, dan makan- makan. Sekitar jam 3 malem, kita siap- siap pulang ke sel, soalnya banyak yang punya urusan masing- masing. Aldi, Ari, Muhsin, Heri mau berangkat ke Depok pagi jam 6an bwat ikut lomba navigasi yang diadain Universitas Pancasila. Nama lombanya Talaseta. Nak- nak GL RC tentunya maw melanjutkan perjuangan ber- simulasi vertikal ria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sekitar jam 4an pagi, kita semua nyampe sel. Rencana baiknya sih kita mau langsung berangkat ke Citatah. Tapi apa mau dikata bukan direncanakan, kita tepar. Ha… dan para G- RC pun ngamuk- ngamuk soalnya kita telat banget. Jam 8 kita ber- 4 baru bangun. Dan lebih bodohnya lagi, walaupun udah beres- beres, kita tuh siapnya lama. Dan ada lagi kebodohan lain, motor Brian emang STNK nya lagi ilang. Makanya kita kekurangan motor. Dan solusinya Brian mau gak mau harus ngurusin STNK nya dulu. Ide nya sih mau bikin surat keterangan dari satpam, bahwa kehilangan STNK. Tapi, ternyata Brian nyari STNK nya ke laundyan dan lama. Masalah lain lagi, Hari itu 23 Agustus 2008 Mba’ May lagi nikah, terus kita malah disuruh ke sana dulu. Dan perjalanan ke Citatah pun semakin molor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dan akhirnya Bambang dan Brian memutuskan untuk menjadi tim advance ke Citatah. Mereka berangkat sekitar jam 11an. Mereka dah sarapan. Dan gw dengan Maul dengan jahatnya meninggalkan mereka, pergi makan- makan di tempatnya Mba’ May.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tadinya gw pikir, kita bakal balik dulu ke sel setelah dari pernikahan Mba’ may yang berlokasi di Cimahi. Dan akibatnya adalah gw lupa membawa daypack nya Brian yang beisi sleeping bag nya Brian dan Bambang. Ho… teganya gw sama teman- teman gw. Padahal gw yang dititipin sama Brian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVT1Lth_XI/AAAAAAAAAD0/j85Bk1hs0Vo/s1600-h/DSC03964.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 177px; height: 236px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVT1Lth_XI/AAAAAAAAAD0/j85Bk1hs0Vo/s320/DSC03964.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243689514284744050" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kita ber-empat (yostal, Maul, Giri, Sani) nyampe ke citatah sekitar jam setengah 3 menuju jam 3. Sebelumnya kita shalat dulu di Musholla Ciburuy. Sesampainya di Citatah, gw melihat Bambang sedang tutorial sama Brian. Tutorialnya berupa memalu dan mencari crack2 yang bisa dijadikan tempat untuk memasang alat artificial. Setelah itu, gw langsung bergegas siap- siap racking alt, soalnya mau latihan simulasi horizontal lagi. Bambang jadi leader, gw jadi cleaner. Simulasi lumayan bejalan dengan lancar. Tapi, simulasi Cuma sempet dilakuin 1 kali, soalnya udah sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya , kita mulai jam 8. Citatah kali itu sepi, Cuma kita aja yang ada di sana. Jadi, jalur vertical yang biasanya rame dipake bwat latihan artificial bisa kita pake sampe sore. Kita paa GL dibagi ke dalam 2 tim. Maul- Brian, Bambang- Yostal. Tim pertama Maul sama Brian. Kita ber- 4 simulasi vertical sampe goa, dengan system bergantian jadi leader dan cleaner.Sambil menunggu tim 1 selesai, gw pun memperhatikan dengan seksama rangkaian latihan simulasi sambil memotret. Sedangkan Nda dan Sani melakukan penghijauan kecil- kecilan, yaitu menanam beberapa pohon di Citatah. Biar citatah gak kering, sekalian menjaga lingkungan hidup.heheh…Kan KMPA berbasis lingkungan hidup.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; color: rgb(0, 0, 0);font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVV5eDmqEI/AAAAAAAAAD8/GNYpCrhBhJc/s1600-h/DSC03997.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVV5eDmqEI/AAAAAAAAAD8/GNYpCrhBhJc/s320/DSC03997.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243691786951895106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Heu… Kita Cuma ditemenin sama K’ Giri sampai siang aja. Karena motornya jadi kurang kalaw K’ Giri pulang, jadi maul pulang duluan bareng K’ Giri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat gw jadi leader dan cleaner, kerasa banget capek nya. Hamper aja mau nyerah, tapi untungnya nggak. Kendala lainnya adalah kala itu lumayan panas. Yang menguras tenaga juga adalah waktu gw mau meng- clean phyton angle yang gw pasang sendiri, waktu bikin tambatan di pitch. Untungnya tim 2, yaitu gw dan Bambang didampingi Nda. Jadi tim 1 gak nyopot tali statisnya. Tali statis dipake buat ngejumar. Trus kita turun dari goa lewat pintu belakang Citatah. Inilah enaknya Citatah kalaw buat latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Di luar rencana lagi, simulasi akhirnya jadi dilakuin 3 kali. Yang terakhir sebenernya dah sore banget, sekitar jam setengah 5 lewat. Brian jadi leader, Bambang jadi cleaner, dan gw menjumar. Brian untungnya kala itu dengan sigap dan cepat menyelesaikan leader nya sampe goa dengan 1 pitch. Lalu, setelah selesai, Brian pasang tali statis, gw langsung menjumar. Biar cepet, gw menjumar sambil manjat. Tiba- tiba hujan datang menyergap. Huh…baju gw serta merta jadi basah dan kotor. Waktu itu jadi agak deg- degan soalnya takut banget batunya jadi licin. Untung aja bisa cepet, dan akhirnya langsung berteduh di goa. Heu...pengalaman baru, karena sebelumnya belum pernah kita manjat sambil ujan- ujanan. Nggak Cuma ujan aja, waktu itu juga hari udah gelap, jadi mengganggu pemanjatan juga, apalagi bwat Bambang yang jadi cleaner.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; color: rgb(0, 0, 0); font-family: verdana;font-family:webdings;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVYUCveSTI/AAAAAAAAAEE/Ht6vkpOgsWo/s1600-h/DSC04082.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVYUCveSTI/AAAAAAAAAEE/Ht6vkpOgsWo/s320/DSC04082.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243694442499426610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untung aja gak cuma Sani sendiri, ada Nda’ dan 1 orang temennya yang bantuin ngarahin apa yang harus kita perbuat. Karena panic, dan komunikasi jadi susah, Brian salah ngelepas tali dinamis yang harusnya jadi petunjuk jalan bwat Bambang. Dan akhirnya Bambang meng- clean dengan menggunakan tali statis, dan dengan pengaman jumar. Kasian juga dya nge- cleaner sambil gelap- gelapan. Kita ber- 3 turun sambil rapling pake tali dinamis yang dipasang di hanger. Akhirnya kita berhasil turun sekitar jam setengah 7. Huhu..pengalaman yang seru dan sedikit menegangkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masalah berikutnya adalah packing. Soalnya senter yang kita bawa kehabisan baterai. Ada lilin sih, tapi angin Citatah yang lumayan gede, bikin lilin kita jadi gampang mati. Untunglah masih bisa di handle. Sky hook sempat menghilang waktu di packing, entah ke mana. Cuma ada 1. Heheh… tapi karena susah, bambang lebih milih bwat ganti. Brian juga rencananya mau beliin heksentrik. Makin banyak deh alat baru. Untung aja gak ujan lagi. Akhirnya kita pulang juga. Capek euy…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sesampainya di sel, langsunglah beberes dan mandi. Dan kita ditraktir sama ka gugum. Hu.asik kan ditraktir ma om Gugum di MCD lagi.  Haha… Dan jam 10 sampailah di kos.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh : Yositalida K. F&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-3583712493110219683?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://yositalidakf.blogspot.com' title='Simulasi vertikal terakhir menuju Eval artifisial'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/3583712493110219683/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=3583712493110219683&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3583712493110219683'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3583712493110219683'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/09/simulasi-vertikal-terakhir-menuju-eval.html' title='Simulasi vertikal terakhir menuju Eval artifisial'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_a3QcYShg5Ts/SMVT1Lth_XI/AAAAAAAAAD0/j85Bk1hs0Vo/s72-c/DSC03964.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-77026188831032335</id><published>2008-09-07T01:50:00.000+07:00</published><updated>2008-09-07T02:25:33.986+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda'/><title type='text'>Pembukaan Gladi Mula XVIII</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sabtu, 6 September 2008, merupakan momen di mana KMPA akan mendapatkan keluarga baru (anggota baru).&lt;br /&gt;Pembukaan kali ini berbeda dengan sebelumnya. Pembukaan GM XVIII ini dilakukan di sore hari sekalian ber-ngabuburit ria di bulan puasa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut sekilas cuplikannya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm9.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 352px; height: 264px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm9.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Peserta dibariskan di terowongan"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 351px; height: 263px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;"Panitia pun tak kalah, berbaris di tangga untuk menyambut calon keluarga baru"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm3.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm3.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Penyematan Slayer kepada perwakilan siswa GM XVIII oleh ketua KMPA Ganesha ITB"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm7.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm7.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Penyalaan Api, pertanda acara GM XVIII telah dibuka"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Selanjutnya, saling kenal-mengenal antara siswa dan seluruh anggota KMPA:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm6.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 295px; height: 221px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm6.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm4.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm4.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm8.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 305px; height: 228px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm8.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kegiatan pembukaan GM XVIII ini ditutup dengan slide show kegiatan-kegiatan KMPA dan berbuka dengan ta'jil bersama-sama...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=gm5.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/gm5.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-77026188831032335?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/77026188831032335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=77026188831032335&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/77026188831032335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/77026188831032335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/09/pembukaan-gladi-mula-xviii.html' title='Pembukaan Gladi Mula XVIII'/><author><name>Maman DC</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-Zop8CEcfdKs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4w/F0J4tXykPbo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-5552677313255600471</id><published>2008-09-03T01:52:00.000+07:00</published><updated>2008-09-03T02:02:11.024+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>When the world is all about rubbish...</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(51, 102, 102);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;WALL-E&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=wall-e-1368.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 402px; height: 320px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/wall-e-1368.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;"... ketika robot lebih pantas disebut manusia..."&lt;br /&gt;"... dan ketika manusia lebih pantas disebut robot..."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film dari Walt Disney &amp;amp; Pixar ini memberikan gambaran mengenai kehidupan manusia masa depan, kurang lebih di tahun 28xx masehi. Saat itu manusia sudah meninggalkan bumi dan bertempat tinggal di pesawat ruang angkasa yang bernama Axiom. Segalanya serba robotisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini dikemas dengan berbagai adegan humor yang bisa mengocok perut, namun tetap sarat akan amanat bagi penonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan manusia tidak lagi menggunakan kaki dan tangan, tetapi menggunakan kursi otomatis yang bisa bergerak ke mana saja layaknya laju mobil. Segala makanan dan aktivitas lain disuplai dan dilakukan oleh robot. Manusia hanya makan, berkomunikasi dengan dunia maya, alias autis sendiri-sendiri. Tidak peduli lagi dengan yang namanya interaksi satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara tulang dan tubuh manusia semakin berevolusi karena tidak pernah digunakan di Axiom, bumi hanyalah sebagai tempat sampah, penuh dengan gedung-gedung rongsokan dan sanpah-sampah kaleng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bumilah tempat wall-e bertugas membersihkan dan merapikan sampah-sampah tersebut hingga akhirnya menemukan bibit suatu tanaman. suatu hal langka bisa menemukan tanaman di bumi pada saat itu. Wall-e bertemu dengan Eva yang sedang bermisi mencari tanda-tanda adanya tanaman. Dimulailah petualangan Wall-e dan Eva mempertahankan tanaman tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=walle-plant.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/walle-plant.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sebuah film yang bisa dibilang menyadarkan manusia untuk tetap memperhatikan kelangsungan hidup dan kehancuran bumi.&lt;br /&gt;Sangat direkomendasikan untuk menonton film ini...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;...pedulikah kita...&lt;br /&gt;...robot saja peduli dan memiliki hati...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-5552677313255600471?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/5552677313255600471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=5552677313255600471&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5552677313255600471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/5552677313255600471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/09/when-world-is-all-about-rubbish.html' title='When the world is all about rubbish...'/><author><name>Maman DC</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-Zop8CEcfdKs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4w/F0J4tXykPbo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-7711628711638449792</id><published>2008-09-02T08:02:00.000+07:00</published><updated>2008-09-02T08:19:30.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jelajah'/><title type='text'>Pendokumentasian Jalur Selatan Gunung Raung</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;Berikut adalah sekilas pendokumentasian Pendakian Gunung Raung...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div  style="text-align: center;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=tim.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 311px; height: 240px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/tim.jpg" alt="Yanuar Prima,C. N. N Ria Lestari,Malahayati,Gustaf Ardana,Alam Surya Pasemah,Irfan Hamzah,Maman Dwi Cahyo" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Tim Raung"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=menjelang.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 316px; height: 237px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/menjelang.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Briefing menjelang keberangkatan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=menjelang2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 316px; height: 129px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/menjelang2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Pelepasan dari SEL"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=kalibaru1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 318px; height: 236px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/kalibaru1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Malam Evaluasi, Polsek Kalibaru"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=glenmore1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 317px; height: 249px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/glenmore1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Batas akses kendaraan, Glenmore"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=camp2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 320px; height: 239px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/camp2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Camp 2"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=camp3.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 324px; height: 242px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/camp3.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Camp menjelang batas vegetasi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=batasveg1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 326px; height: 244px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/batasveg1.jpg" alt="Yanuar Prima,Alam Surya Pasemah,Irfan Hamzah,C. N. N Ria Lestari,Maman Dwi Cahyo" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Batas Vegetasi"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=scrmblg1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/scrmblg1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Menuju puncak, instalasi punggungan sempit, moving together"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=scrmblg2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/scrmblg2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Punggungan pasir dan batu labil/rapuh"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=peak4.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 348px; height: 261px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/peak4.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Puncak Raung"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=peak3.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 350px; height: 262px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/peak3.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Bibir kawah Gunung Raung"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=peak2.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 354px; height: 266px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/peak2.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Kawah Gunung Raung"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://s138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/?action=view&amp;amp;current=peak1.jpg" target="_blank"&gt;&lt;img style="width: 351px; height: 263px;" src="http://i138.photobucket.com/albums/q246/maman_dc/peak1.jpg" alt="Photobucket" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;"Puncak Selatan Gunung Raung"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-7711628711638449792?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/7711628711638449792/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=7711628711638449792&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7711628711638449792'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/7711628711638449792'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/09/pendokumentasian-jalur-selatan-gunung.html' title='Pendokumentasian Jalur Selatan Gunung Raung'/><author><name>Maman DC</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh4.googleusercontent.com/-Zop8CEcfdKs/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAA4w/F0J4tXykPbo/s512-c/photo.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-838593506534795221</id><published>2008-06-23T20:41:00.002+07:00</published><updated>2009-04-05T05:21:38.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ORAD_KMPA'/><title type='text'>Catatan Perjalanan Pengarungan Ciburuy</title><content type='html'>Oleh Zaki Mujahid GL XVII&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;Laporan Perjalanan Pengarungan Ciburuy&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;Bandung, 7 Juni 2008&lt;/b&gt; – Perjalanan kali adalah dalam rangka pelatihan Gladi Lanjut XVII KMPA khususnya divisi Olah Raga Arus Deras..Untuk kali ini, sasaran kami adalah untuk pelatihan dasar rafting, seperti mendayung, membalikan perahu, atau yang dikenal &lt;i style=""&gt;flop-flop&lt;/i&gt;, mengunakkan tali &lt;i style=""&gt;safety rescue&lt;/i&gt;, dan melatih kekompakkan. Sebenarnya, kami berniat untuk berlatih di Pangalengan. Namun karena faktor transportasi, akhirnya kami memilih tempat ini sebagai tempat latihan yang sebenarnya latihan pertama kami juga bertempat di Danau Ciburuy ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kami berangkat berdelapan yaitu: Koko, Zakib, Dani, Yasir, Ramzi, Yosay, Baim, dan saya sendiri, Zakim. Berangkat dari ITB tepat pukul 8.10 WIB. Sekitar 1 jam, kami sampai di Danau Ciburuy. Keadaan Danau Ciburuy sendiri sama seperti kunjungan pertama kami dulu. Airnya cukup tenang meskipun kedalamannya mungkin tak seberapa. Seperti kebanyakan danau, warna air danau ini hijau kecoklatan. Ada hal yang menarik bahwa bagian tempat danau tersebut yang dibutuhkan tiket karcis justru keadaan airnya lebih buruk dari tempat yang gratis. Tentu saja kami suka yang gratis. Ada yang berbeda antara kunjungan kami yang petama dengan sekarang ini. Pada kunjungan pertama kami waktu itu, pesisir danau masih bisa digunakan untuk &lt;i style=""&gt;portaging. &lt;/i&gt;Artinya, daerah pinggir danau itu masih lapang. Namun pada kunjungan kali ini, daerah pesisir tersebut sudah ditumbuhi tanaman tomat dan cabe. Sehingga kami harus portaging agak lebih ke atas dari danau. Alasan penanaman di daerah itu kami tidak tahu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketika kami memompa perahu, kami menemukan perahu kami bocor pada bagian &lt;i style=""&gt;floor&lt;/i&gt;. Kami tetap meneruskan. Setelah memompa perahu, kami langsung naik ke perahu. Karena bocor, permukaan perahu kami menampung air. Semakin lama, air yang memenuhi perahu pun semakin banyak. Dan sekitar 10 menitan, kami harus mendarat lagi untuk memompa perahu kembali. Setelah itu kami kembali meneruskan perjalanan secepat mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar perahu yang bocor tidak tergenang air.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah kami mendayung perahu sekitar lima&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;belas menit, perahu kami sudah terlalu banyak menampung air. Koko menginstruksikan untuk kembali mendarat. Kali ini kami mendarat ketempat yang mudah untuk memompa perahu. Tempat kami memompa perahu itu sangat kotor. Sampah plastik mencemari danau itu. Airnya berbusa dan keruh mengindikasikan tingkat BOD yang tinggi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Di tempat itu kami berlatih &lt;i style=""&gt;safety rescue&lt;/i&gt;. Karena tali &lt;i style=""&gt;safety rescue&lt;/i&gt; tersebut terbatas, maka kami pun secara bergantian melakukan latihan tersebut. Disaat saya menunggu giliran, saya beinisiatif untuk latihan berenang karena saya adalah salah satu orang dari dua orang anak ORAD yang tidak bisa berenang. Air danau itu makin jelas saja kotornya. Saya tidak kuat lagi dengan air di sebelah tersebut. Kemudian saya pindah ke tengah dengan maksud untuk memperoleh air yang lebih &lt;i style=""&gt;mendingan&lt;/i&gt;. Sempat saya meminum (tak sengaja) air danau yang kotor nan berbusa tesebut. Rasanya saya lupa karena berusaha tidak mau mengingat-ingatnya. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setelah kami semua telah berlatih safety rescue, kami kembali memompa perahu untuk turun kembali. Kali ini yang akan kita lakukan adalah latihan &lt;i style=""&gt;flip-flop&lt;/i&gt;. Latihan ini adalah latihan yang terakhir. Kami dibagi menjadi dua tim kecil. Tiap tim harus mampu membalikan perahu (flip) dan mengembalikan perahu ke posisi semula (flop). Cukup sulit juga melakukannya karena disamping kita sudah lelah, perahu yang kempis pun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat susah untuk di balikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari itu, matahari sudah condong ke barat. Sanagat panas sekali suhu ai danau. Kami memutuskan untuk naik dan segera melakukan portaging. Kami membersihkan tubuh kami di kakus sebuah masjid yang dilanjutkan shalat Zuhur. Akhinya sekitar pukul 13.40, kami meninggalkan danau Ciburuy setelah menghabikan semangkuk baso. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itulah catatan perjalanan latihan ORAD KMPA XVII Pengarungan ke-2. jika catatan perjalanan ini ada kesalahan, tolong berikan kritik. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-838593506534795221?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/838593506534795221/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=838593506534795221&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/838593506534795221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/838593506534795221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/06/catatan-perjalanan-pengarungan-ciburuy_23.html' title='Catatan Perjalanan Pengarungan Ciburuy'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/04780535634736211699</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://bp1.blogger.com/_CVNN0h8cLG8/Roc7sZqnEFI/AAAAAAAAAAc/-wnf4Kuf7bM/s400/Copy+of+logo+kmpa+9.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-23041845.post-3746776926378748250</id><published>2008-06-20T00:46:00.000+07:00</published><updated>2008-06-20T00:50:41.343+07:00</updated><title type='text'>Catatan Perjalanan ke Situ Ciburuy</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10.5pt;"&gt;By Dani Andipa (GM-04-XVII)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;7 Juni 2008&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;Berangkat jam 8.00 dari SEL, trus kami (GL ORAD &amp;amp; Koko) pun tiba di Ciburuy kira-kira jam 9.00. Masuk lewat jalan kecil, nggak lewat gerbang, jadi nggak perlu bayar karcis. Langsung dilanjutkan memompa perahu dengan semangat ksatria. Selesai perahu dipompa, kami pun langsung memakai perlengkapan seperti pelampung dan helm, trus dilanjutkan dengan melakukan pemanasan sebelum turun buat latihan. Setelah selesai pemanasan, kami lalu menurunkan perahu ke danau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Karena si “Heejo”, sang perahu tua, bermasalah lagi, kami memulai kembali latihan hari ini dengan berenang mengejar perahu, lalu naik pas di tengah danau. Naik ke perahu itu susah abis bung! Kalo tekniknya gw nggak bisa, cuma bisa naik pake caranya anak RC, dengan kekuatan tangan. Hoho…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Hari ini air danau Ciburuy berbeda dengan waktu kunjungan kami sebelumnya. Airnya bau. Alhasil, secangkir Ciburuy yang terminum oleh gw , membuat gw batuk dan pilek.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Latihan hari ini yaitu latihan flip-flop perahu dan melempar rescue rope. 3 orang ditambah Koko, naik ke perahu, trus flip-flop ditengah. Gw kebagian di sesi kedua. Selama nunggu, kami 3 orang yang nunggu giliran flip-flop, latihan melempar rescue rope. Gw mencoba cara melempar yang diajarin Pak Yana waktu GM di Cimanuk dulu. Sementara itu, Yasir udah akrab aja ama anak-anak kecil yang nonton kami latihan. Waktu kami (gw, Yasir, dan Baim) ngobrol-ngobrol, si Zakim asyik aja meng-autis di tengah danau dengan berenang-berenang aneh. Baim berkata, “Anak saya…, semenjak setahun yang lalu masuk ITB, jadi sering menyendiri dan stress…” mengejek Zakim. Kompak kami ketawa melihat tingkah si Zakim yang autis itu. Haha…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah tiba giliran gw, Yasir, dan Zakim buat melakukan flip-flop perahu, kami langsung naik ke perahu dan mendayung ke tengah. Trus, kami melakukan flip sesuai yang diajarin ama Koko. Ternyata di tempat kami melakukan flip itu ada jaring nelayan! Kaki gw dan Zakim tersangkut. Trus, gw berhasil membebaskan jeratan jaring itu, Zakim juga. Kami naik ke perahu yang sedang terbalik itu, trus kami balikkan lagi perahunya (flop). Abis itu, kami dayung lagi perahunya pindah ke tempat yang nggak ada jaringnya dan melakukan flip-flop lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Matahari udah tinggi dan waktu menunjukkan jam 11.45, kami naik dan membereskan semua perlengkapan dan memasukkannya ke dalam mobil. Trus, dilanjutkan dengan membersihkan badan dan shalat zuhur. Trus, kami pulang, dan dilanjutkan dengan mencuci perahu dan alat-alat lainnya di SEL.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/23041845-3746776926378748250?l=kmpaganeshaitb.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/feeds/3746776926378748250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=23041845&amp;postID=3746776926378748250&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3746776926378748250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/23041845/posts/default/3746776926378748250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kmpaganeshaitb.blogspot.com/2008/06/catatan-perjalanan-ke-situ-ciburuy.html' title='Catatan Perjalanan ke Situ Ciburuy'/><author><name>KMPA "Ganesha" ITB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/0478053
