Jumat, 16 Maret 2012

NAVIGASI PANTAI - SANCANG 8-12 Juni 2011




8 Juni 2011
Hari pertama, sekitar pukul 8 pagi dimulai dengan berbelanja di pasar simpang dago untuk melengkapi kebutuhan logistik kami selama latihan navigasi pantai di Sancang. Lalu perjalanan dimulai dengan menuju ke terminal cicaheum sekitar pukul 11. Perjalanan diawali dengan menaiki angkutan umum ledeng-cicaheum dengan biaya Rp 30.000 untuk 7 orang, dilanjutkan dengan menaiki bus budiman trayek Bandung - Karang Nunggal dengan biaya Rp 32.000 per orang, setelah itu sekitar pukul 5 sore di daerah Karang Nunggal kami berganti bus dengan tujuan akhir Ciheras dengan biaya Rp 15.000 per orang. Sampai di Ciheras sekitar jam 8 malam kami beristirahat dan makan malam. Setelah selesai beristirahat kami melanjutkan perjalanan dengan menumpang mobil truk dan berjalan kaki untuk sampai ke sungai Tji Kaingan. Kami sampai di mushola di sebelah sungai Tji Kaingan sekitar pukul 9.30 malam dilanjutkan dengan evaluasi dan memutuskan untuk bermalam di sana.
9 Juni 2011
Kami bangun pukul 5 pagi karena mushola dipakai untuk melaksanakan ibadah, lalu langsung bersiap dan memasak di halaman disamping mushola. Pukul 7 pagi kami sudah selesai makan dan membereskan semua logistik. Hari ini navigator adalah Emil dan Ami, penebas adalah Ido, sedangkan porter adalah Bella dan Mamat. Hari pertama latihan navigasi dimulai dengan menentukan posisi awal oleh navigator dibantu oleh penebas dan porter. Kami beristirahat sekitar pukul 11 selama 1 jam dan memutuskan untuk menghentikan perjalanan pukul 5 sore, lalu membuat camp dan api dilanjutkan dengan evaluasi.
10 Juni 2011
Hari ini kami bangun sekitar pukul 7 lalu memasak serta packing hingga pukul 10 kami siap untuk memulai perjalanan. Navigator hari ini adalah Bella dan Ido sedangkan penebas adalah Rahmat dan porter adalah Ami dan Emil. Namun dikarenakan Ido sedang tidak enak badan, navigasi yang dilakukan menjadi kurang maksimal. Kami istirahat makan siang sekitar pukul 12 hingga 1, dan memutuskan untuk membuat camp pada jam 5. Tadinya kami ingin membuat camp di pinggir pantai, namun karena beberapa pertimbangan akhirnya kami memutuskan untuk membuat camp di tepi sungai. Kami sempat berdebat, sebenarnya di sungai manakah kami membuat camp, Affan dan Heri menebak bahwa itu adalah sungai Tji Djeruk, sedangkan Emil menebak bahwa itu adalah Sungai Tji Kalomeran sedangkan Bella, Ami dan Mamat menebak bahwa itu adalah sungai ditengah-tengah Tji Djeruk dan Tji Kalomeran. Keesokan harinya saat kami melanjutkan navigasi ternyata Emil-lah yang benar. Hari ini kami membuat camp di samping sungai Tji Kalomeran.
11 Juni 2011
Hari ini kami bangun sekitar pukul 6 dan selesai memasak, masak, makan serta packing sekitar pukul setengah 10.  Navigator hari ini adalah Mamat dan Ami, penebas Ido dan porter adalah Emil dan Bella. Hari ini kami berjalan menuju ke barat sampai akhirnya menemukan sungai yang cukup besar yaitu Sungai Tji Djeruk dan memutuskan untuk menyusuri sungai tersebut. Pada pukul 1 kami sudah sampai di tepi pantai dan memutuskan untuk membuat camp di sana. Setelah eval kami bermain pasir dan berenang hingga sore, untuk makan malam kami membeli ikan salmon dan dibakar.
12 Juni 2011
Sekitar pukul 6 pagi kami sudah terbangun dan memasak serta makan hingga pukul 8. Pada pukul 9 kami sudah packing dan siap untuk melakukan perjalanan pulang. Perjalanan pulang kami diawali dengan menyebrangi muara Tjibaluk lalu berjalan ke arah jalan raya dan menuju tasik dengan menggunakan elf dengan biaya Rp 15.000 lalu perjalanan pulang kami dilanjutkan dengan naik bus dari Tasik menuju ke Cicaheum dengan biaya sekitar Rp 23.000. sampai di terminal Cicaheum sekitar pukul 4 sore dan langsung naik angkot menuju ke kampus.

River Camp di Sungai Citanduy, Tasikmalaya, Jawa Barat



Jumat – Minggu, 1 – 3 Juli 2011
                Sungai Citanduy merupakan salah satu sungai yang berada di Kota Tasikmalaya, sungai ini cukup lebar dan deras sehingga banyak penggiat arung jeram yang menggunakan sungai ini untuk berarung jeram. Bagi para penggiat arung jeram, Sungai Citanduy dibagi dalam 3 jalur antara lain jalur atas ( indihiang - obyek wisata karang resik), jalur tengah (obyek wisata karang resik -  jembatan kereta cirahong), dan jalur bawah ( jembatan kereta cirahong – handapherang). Pada Sabtu – Minggu, 1 – 3 Juli 2011 Sub Divisi Olahraga Alam Bebas (ORAD) KMPA Ganesha ITB mencoba mengarungi Sungai Citanduy tersebut dalam rangka latihan River Camp untuk Gladi Lanjut XX.
            Setelah sebelumnya sungai Citanduy telah disurvey oleh saya dan Emil, setelah rencana latihan ini di-briefing, setelah dihitung-hitung berapa peserta yang ikut, setelah perahu “ganesha” dan logistic pengarungan yang lain diangkat ke bagian belakang mobil pick up Widi, dan setelah semua logistik sudah di-packing di gentong dan dimasukkan ke mobil Widi. Akhirnya ORAD berangkat menuju Tasikmalaya pada hari Jumat 1 Juli 2011 sekitar pukul 14.30, keberangkatan ini dibagi menjadi 3 tim, pertama Yasir, Yodia, dan Widi menggunakan mobil Widi; kedua saya menggunakan motor; ketiga Jekim, Dani, dan Bocil (Wanala) menyusul malam harinya. Awalnya saya harus menjemput Pa Yana terlebih dahulu di Cilawu, Garut karena Pa Yana mau ikut dan menunggu di Cilawu namun sesampainya saya di Cilawu, Pa Yana tidak jadi berangkat ke Tasik karena ada pengarungan di Cimanuk hari Sabtu paginya jadi setelah istirahat sejenak di Cilawu, saya melanjutkan perjalanan kembali ke Tasik.
            Tim pertama keberangkatan telah sampai duluan di titik Start, daerah Indihiang, sekitar pukul 8 malam. Setelah semua logistik diturunkan dari mobil, Kang Bobi dari Ckas Rafting datang untuk mengambil mobil dan mengirimkan logistik pengarungan yang belum lengkap seperti perahu, pelampung, dayung, dan helm. Saya pun sampai di titik start sekitar pukul 9. Sesampainya saya di sana, Widi sedang memasak dan Yasir, Yodia sedang memasang flysheet dengan menggunakan perahu juga sebagai penyangga. Tempat camp di titik start kami berada tepat di pinggir sungai Citanduy juga sebelah rel kereta. Camp kami berada di halaman luas rumah penduduk yang kosong, saat survey saya dan Emil telah meminta izin ke RT setempat untuk menggunakan halaman rumah tersebut ternyata rumah kosong tersebut milik saudara pa RT. Widi pun telah selesai memasak, maka kami ber-4 pun segera makan malam. Setelah makan malam, kami bermain kartu sambil briefing di dalam flysheet lalu sekitar pukul 11 kamipun tidur. Pada pukul 4 pagi, Tim ketigapun akhirnya sampai di tempat camp dan langsung tidur.
            Pagi harinya tanggal 2 Juli 2011, saya mendapat telepon dari Pa Yana bahwa beliau akan menyusul ke Tasik bersama Yana, yang ternyata ikut Pa Yana ke Cimanuk, karena pengarungan di Cimanuk selesai kira-kira pukul 9 dan mereka langsung berangkat ke Tasik. Saat saya bangun, yang lain masih tertidur, saya pun langsung membangunkan Widi untuk menyiapkan sarapan sambil saya membuat kopi. setelah hampir semuanya bangun pukul 8, kamipun langsung membereskan flysheet dan semua logistik lalu sarapan. Sambil menunggu Pa Yana dan Yana kami bermain dengan anak-anak warga sekitar yang sejak pagi memperhatikan kami terus, tak lupa kamipun foto-foto bersama anak-anak tersebut. Kira-kira sekitar pukul 11, Pa Yana dan Yana sampai d titik start, maka kamipun segera mempersiapkan pengarungan, perahu diturunkan ke sungai, gentong ditaruh di perahu, dan logistik pribadi pengarungan dipakai. Alat pengarungan yang berlebih dan motor-motor kami titipkan ke Pa RT yang nantinya akan diambil oleh Kang Bobi dkk. Setelah berpamitan dengan Pa RT juga anak-anak tadi kamipun berangkat.
            Pada saat kami mengarungi Sungai Citanduy, keadaan Tasikmalaya dan umumnya di Indonesia sedang musim kemarau sehingga debit air Sungai Citanduy agak mengecil, Tinggi Muka Air (TMA) menurun namun tetap menarik untuk diarungi. Pa Yana merupakan orang yang membuka jalur atas Sungai Citanduy sehingga beliau hafal betul karakteristik jeram-jeram Sungai Citanduy. Komposisi peserta di perahu antara lain saya, widi, yodia, dani, dan pa yana di perahu ganesha dan jekim, yasir, yana, dan bocil di perahu yang satunya lagi. Sungai Citanduy atas agak bau kotoran hewan karena ada beberapa peternakan dan rumah potong hewan yang pembuangan limbahnya langsung ke Sungai Ctanduy. Seperti di sungai-sungai lain yang pernah saya arungi, di pinggir Sungai citanduy pun banyak warga yang memancing, biasanya kalau ada yang memancing kami membawa perahu ke arah menjauhi tali pancing mereka namun tetap saja ada warga yang membentak kami mungkin karena kegiatan kami menganggu ikan-ikan yang akan dipancing mereka. Setelah 1 jam pengarungan, kami menepi sejenak untuk beristirahat dan mengabadikan momen-momen.  Sambil beristirahat, pa yana melatih kami untuk membawa perahu upstream dan memutari sebuah batu yang ada di tengah sungai namun tidak ada yang berhasil. setelah 30 menit beristirahat kamipun melanjutkan kembali pengarungan.
            Setelah kira-kira 2 jam pengarungan, kami pun sampai di tempat camp di sekitar taman wisata Karangresik pada pukul 4. Taman wisata Karang resik adalah salah satu daerah wisata yang ada di Tasikmalaya namun sudah tutup kira-kira 2 bulan yang lalu karena ada konflik internal makannya tempat ini sepi dan seperti tidak terurus namun masih ada petugas sapu yang membersihkan tempat ini. Setelah menepi, saya dan pa yana memeriksa tempat camp yang telah saya survey namun menurut pa yana tempat camp tersebut tidak aman apabila air tiba2 naik, maka kamipun segera mencari tempat camp yang lain. Awalnya ada kendala ketika saya dan Emil survey tempat camp di Karang resik, ketika kami bertemu petugas di sana, petugasnya bilang bahwa tempat ini tidak boleh dipakai atau harus izin terlebih dahulu ke BKL, pada saat itu saya dan Emil tidak membawa surat apapun karena menurut Kang Bobi tempat ini masih boleh dipakai maka dari itu saya dan Emil mencari tempat camp lain. Pa yana mengusulkan camp agak di dalam Karangresik meskipun awalnya saya telah menceritakan tentang izin tersebut tapi pa yana meminta saya untuk mencoba mencari petugas yang bertemu saat survey. Setelah dicari-cari, saya tidak dapat bertemu petugas itu maka kata pa yana kita camp tetap di dalam Karangresik. Setelah tempat camp diputuskan, maka saya dan yang lain mulai membereskan logistik, ada yang membawa gentong-gentong, ada pula yang mengangkat perahu ke dekat tempat camp. Setelah itu kamipun membagi tugas untuk masak, dan memasang flysheet juga membuat api. Yodia dan Widi langsung ganti baju bersih karena mereka harus ke gereja yang berada lumayan dekat dengan Karangresik. Saya dan bocil mencoba mencari air di sekitar Karangresik namun karena tempat tersebut sudah tutup maka air di sana pun mati namun ada jalan tembus menuju rumah warga maka saya dan bocil meminta air ke rumah warga terdekat. kamipun beristirahat di camp tersebut.
            keesokkan harinya tanggal 3 Juli 2011, setelah sarapan dan beres-beres logistik kami akan melanjutkan pengarungan kira-kira pukul 9 namun Kang Bobi ternyata datang bersama anak-anaknya dan bilang bahwa anak Kaniwata pun ingin ikut pengarungan sehingga kami menunggu mereka terlebih dahulu. Sambil menunggu, kami bermain bersama anak-anak Kang Bobi di pinggir sungai. Kira-kira pukul 11 anak Kaniwata pun akhirnya datang, kamipun bersiap-siap. Semua logistic selain logistic pengarungan di angkat ke mobil dan dibawa oleh Kang Bobi ke titik finish. Pengarungan pun dimulai!.
            Komposisi peserta di perahu antara lain saya, widi, yasir, dan jekim di perahu ganesha lalu bocil, yodia, dani, dan pa yana di perahu satunya lagi dan anak Kaniwata di perahu mereka, yana sudah pulang duluan tadi pagi sekali dengan motor, yang dibawakan dari rumah Pa RT, karena ada Kerja Praktek. Kira-kira 1 jam pengarungan, kamipun menepi untuk beristirahat tak lupa untuk mengabadikan momen dan setelah kami puas beristirahat, pengarungan pun dilanjutkan kembali.
            Setelah hampir 4jam pengarungan, akhirnya kami sampai di titik finish di Jembatan Cirahong pukul 5 dan Kang Bobi pun sudah menunggu. Jarak dari sungai ke jalan tidak terlalu jauh namun harus menaiki lembah dengan tangga sehingga memakan waktu dan tenaga yang cukup banyak. Setelah semua logistic sampai di atas dan diangkat ke mobil beserta orang-orangnya kami pun berangkat menuju sekretariat Kaniwata. Sesampainya di sana (ternyata motor kamipun sudah di sana) kami membagi-bagi tugas, ada yang mandi atau ganti baju, juga ada yang merapikan logistic dan mencuci perahu. Setelah semua beres, kami pun makan malam dengan Nasi Tauco Oncom khas Tasikmalaya. Lalu sekitar pukul 8 kamipun pulang.

Pemetaan Cimanuk 2



Oleh : Widiana Mutyasari (GM-017-XX)
13 Juni-14 Juni 2011
Tanggal  13 Juni pk 18.00 Aufa,Widi, Hapsoh, dan Yoga sebagai driver berangkat ke Garut dengan pick up gw(Widi) menyusul yang lain. Yana , Yodi, Emil, Jekim, Yasir sudah berada di Uniga untuk fun rafting. Malah Yana dan Yodi sudah di Uniga hamper 5 hari karena ikut latihan gabungan river rescue. Aufa jg ikut latihan gabungan,tapi dia pulang duluan karena ada kuliah. Kami sampai di Uniga kurang lebih pk. 21.00.Ngaret banget..karena mas Ganteng sama Aufa dating ke rumah Widi ‘agak’ terlambat ditambah nyasar dulu sampai ke Jatinangor. Begitu sampai di Uniga , tidak lama kami semua langsung menuju Cilawu untuk istirahat dan materi kelas pemetaan disana. Dengan Yasir sebagai driver, semua naik ke pick up menuju Cilawu. Untunglah kami sampai ke Cilawu dengan selamat. Materi kelas pemetaan langsung dimulai di saung sambil ada yang makan malam. Materi diberikan oleh Emil( calon sarjna Geodesi) dan Jekim kurang lebih pk23.00 sambil pada ngantuk-ngantuk. Memang jadwal kali ini agak kacau karena satu dan lain hal. Tapi materi cukup tersampaikan. Setelah materi selesai, kami briefing sebentar untuk besok lalu semua istirahat tidur.
Kami bangun pk04.30 lalu sarapan snack dan minum kopi dan energen. Pk 05.30 kami semua langsung berangkat menuju Gerhana(kali ini Yana drivernya). Sampai di Uniga semua langsung mempersiapkan logistic pengarungan dan pemetaan (GPS, papan jalan, kalkir, penggaris, pensil) lalu sarapan nasi kuning. Kami sempat sedikit bingung mencari tim darat karena anak Gerhana pun ikut turun bersama kami, sedangkan Kang Wek jg sedang sakit.Oh iya ada teman baru jg yang ikut pengarungan kali ini, yaitu Teh Ica dan Teh Dede.  Akhirnya Kang Wek berhasil meminta supir angkot, namanya Mang Imin untuk menjadi tim darat. Pk 09.00 pun kami berangkat menuju Leuwigoong. Pengarungan dimulai pk 10.30 dengan 3 perahu (1 perahu anak Gerhana). Begitu turun Aufa dan Emil mengukur ketinggian air saat itu di titik start. Kami akan  memetakan jeram dan eddies sampai bendungan dengan Hapsoh sebagai Sketcher  yang akan menggambar keadaan sungai, Widi sebagai Plotter yang mengeplot titik d GPS, dan Aufa sebagai Documenter  dan Measurer  yang bertugas mengambil foto dan mengukur  tinggi air atau panjang jeram bila diperlukan. Awal pengarungan pemetaan ini kami GLorad masih agak lemot dan belum terbiasa dengan tugas masing-masing sehingga sempat membuat kesal Keparad dan yg lain karena harus menunggu lama. PEngarungan  pemetaan memang membutuhkan kesabaran karena  hamper setiap bertemu jeram kami harus berhenti untuk mengeplot (kadang lewat darat), manggambar, dan memfoto. Bagian yang lama (rebek dan ribet jg) adalah memasukkan dan mengeluarkan barang dari drybag dan Lock n Lock. Tapi setelah beberapa kali, kami mulai terbiasa dengan tugas masing-masing. AKhirnya kami sampai di bendungan. Pengarungan dengan pemetaan dari Leuwigoong sampai bendungan memerlukan waktu 2 jam!(cembetul lah..lama juga yaa..) Sesampai di bendungan kami berhenti makan snack dan foto-foto.
Setelah makan snack, pengarungan dilanjutkan pk 13.30 sampai Kopeng karena kalo sampe Limbangan waktu tidak cukup(kesorean). Jadi mulai dari bendungan sampai Kopeng adalah pengarungan biasa. GLorad akan bergantian menjadi skipper didampingi Emil, Yana, Yodi. Jeram- jeram yang dilaui cukup seru walaupun air di Cimanuk lagi agak kering. Pk 16.00 kami sampai di Kopeng. Sambil menunggu jemputan, GLorad sempat latihan upstream nyebrng sungai dan berenang defense-offense. Sakit juga pantatnya nabrak-nabrak batu. Kami juga sempat foto dengan tripod dayung buatan Jekim lohh pake self timer.Keren banget lahh dayung jadi tripod.hahaha..Abis itu udah deh langsung portaging perahu. Lumayan cape juga ngangkut sampai ke mobilnya. Perjalanan pulangnya ternyata cukup jauh juga, hampir 1 jam. Sebelum ke Uniga kami diundang makan ke rumah Kang Oyo ( ga tau jg dalam rangka apa). Dengan badan basah dan mengigil, kami makan hidangan yang disediakan, yaitu ikan asin,tempe, lalab, dan sambel dengan lahap. Yodi sang Keparad aja sampe nambah 3 kali kalo ga salah. Makanan dan nasi sebakul udah abis, praktik SMP (Sesudah Makan Pulang).hehehe..Setelah berpamitan, kami semua menuju Gerhana untuk membereskan logistik dan mandi.  Pk 20.30 kami evaluasi bersama Pak Yana juga sampai pk 22.00. Masih banyak kekurangan dalam manajemen perjalanan kami dan hal-hal lain juga masih banyak yang ’miss’.  Pk 22.00 lebih kami jalan menuju Bandung. Semua cewe naik pick up Widi dengan Yana sebagai supirnya. Sedangkan yang cowo naik motor. Di pick up hampir terjadi ‘kecelakaan’ karena empat4nya ketiduran!!Yana sang driver pun sempat skip sesaat!(untung Tuhan beserta kita).Semua sampai sel dengan selamat…
                    

Logistik pengarungan
-          Perahu          1
-          Dayung         7
-          Helm             7
-          Drybag          2
-          Pompa          1
-          Pelampung 7
-          Rescue rope 2
-          P2                   1
-          Flip line         2


Logistik pemetaan

-          Peta sungai Cimanuk dari google maps           1
-          Papan jalan                                                                 1
-          Kertas kalkir                                                               1pak
-          Pensil kayu                                                                 secukupnya
-          GPS                                                                                                1
-          Kamera                                                                        1
-          Lock n Lock                                                                 1

Kamis, 09 Februari 2012

Selamat Jalan Fanka!

Selamat siang seluruh saudara, kawan, dan teman yang mengikuti perkembangan kondisi pencarian saudari kami, Angelina Yofanka selama beberapa hari ini.

Melalui postingan ini, kami memberitahukan bahwa saudari kami telah ditemukan pada hari Rabu, 8 Februari 2012 sekitar pukul 17.45 di sekitar pusat pencarian. Saudari kami ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Kami memohon doanya untuk saudari kami, Angelina Yofanka agar dilapangkan jalannya kepada Sang Pencipta.

Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dalam Operasi SAR selama kurang lebih 4 hari untuk mencari hingga mengevakuasi saudari kami. Kami juga mengucapkan terima kasih seluruh bantuan materiil dan immateriil yang telah diberikan kepada seluruh tim.
Dengan ini juga, kami memberitahukan bahwa Operasi SAR telah dihentikan sejak saudari kami ditemukan.

Saat ini, saudari kami, Angelina Yofanka disemayamkan di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Pada Kamis, 9 Februari 2012 telah dilakukan misa pertama untuk saudari kami. Besok, 10 Februari 2012 pukul 09.00 akan dilakukan Misa Pelepasan di tempat disemayamkan.
Saudari kami akan dimakamkan pada hari kamis esok, sekitar pukul 10.00 di Pemakaman San Diego Hills, Karawang.

Demikian yang kami dapat bagikan.
Kami memohon doanya dan keikhlasan hati buat saudari kami, Angelina Yofanka.

Senyummu, akan selalu ada di hati kami, Fanka. 

Rabu, 08 Februari 2012

Update per tanggal 7-8 Feb 2012

Rabu, 8 Februari 2012 pukul 10.30

Sudah empat orang penyelam melakukan penyelaman secara bergantian tetapi belum tampak hasilnya


Rabu, 8 Februari 2012 pukul 08.50

Tim penyelam gabungan AL Jakarta dan Bandung mulai melakukan penyelaman


Rabu, 8 Februari 2012 pukul 07.00

Tim Pencarian yang baru diberangkatkan sudah sampai di garut dan sedang menuju TKP

Tim Pencarian yang sekarang ada di lapangan adalah gabungan dari Tim AL Jakarta, Tim AL Bandung, Tim SAR Gabungan dari Koramil, Wanadri, termasuk mahasiswa ITB, UNPAD, dan UNPAR 

Helikopter yang disewa pihak keluarga Angelina Yofanka, kemarin sudah 2 kali menyusur sungai sampai muara dan sempat landing di lokasi (ada batu yang sangat besar dan dapat digunakan untuk landing helikopter)
 

Rabu, 8 Februari 2012 pukul 05.30

Kebutuhan logistik yang  dipost pada Selasa, 7 Februari 2012 pukul 22.30
telah sampai di garut. 
Kami ucapkan banyak terimakasih pada berbagai pihak yang telah membantu, semoga peralatan tersebut dapat berguna dalam proses pencarian


Selasa, 7 Februari 2012 pukul 22.30

Dibutuhkan:
- terpal 50m
- tali lampar 5 kg ukuran standard
- karung pasir 200 buah
- sekop pasir 20 buah
Bagi yang memiliki salah satu dari barang tersebut dan dapat diberikan dapat menghubungi Johan (KMPA) 087877176576

Selasa, 07 Februari 2012

Informasi mengenai Hilangnya Angelina Yofanka

Info terbaru per hari selasa/ 7 Februari 2012: 
Biodata Saudara kami yang hilang, yaitu : 
Nama : Angelina Yofanka
Tempat, Tanggal Lahir : Jakarta, 11 Juli1992 
Umur : 19 tahun 
Golongan Darah : A 
Tinggi : 172 cm 

ciri-ciri terakhir korban adalah sebagai berikut:
- Mengenakan pelampung berwarna merah-biru 
- Helm berwarna merah - Kaos hitam lengan panjang 
- Celana pendek warna biru tua dengan legging berwarna abu-abu
- Memakai sandal gunung eiger 

Waktu dan lokasi kejadian : 
Waktu : Hari minggu/ 5 Februari 2012 jam 12.00 
Lokasi : Desa Tanjung Jaya, Pakenjeng, Garut Selatan 
Koordinat Tempat : 790204, 9169282, 48M 

Telah dibuat basecamp yang berlokasi di :
 Rumah Pak Tarmudin,Kampung Bihbul dekat SMP Pakenjeng 2, Desa TTanjung Jaya, Kec. Pakenjeng
Koordinat basecamp : 789671, 9169668, UTM 48M

 KRONOLOGIS KEJADIAN : 
Pada hari Minggu, 5 Februari 2012, unit kegiatan mahasiswa Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) 'Ganesha' ITB, Mahasiswa Pecinta Alam Sekolah Tinggi Teknologi Garut (STTG), UKM Pecinta Alam 'GERHANA' Fisip UNIGA, UKM Pecinta Alam 'PALAWA' UNPAD, beserta MAPALA 'WANALA' UNAIR dan 'IMPALA' melakukan pengarungan bersama di Sungai Cikandang, Garut. Pengarungan dilakukan dengan 10 perahu dengan total peserta 56 orang. Peserta dari KMPA menggunakan 6 perahu, GERHANA 1 perahu, STTG 2 perahu, dan PALAWA bersama MAHATALA bergabung dalam 1 perahu. Peserta dari WANALA dan IMPALA tergabung dengan peserta dari KMPA. Sistem pengarungan dilakukan dengan 3 perahu sebagai perahu rescue yang ditempatkan di depan (membuka jalan), tengah, dan belakang (sweeper). Pengarungan dimulai pukul 09.00 waktu setempat dengan start di jembatan Ciarinem, desa Ciarinem. Sekitar pukul 12.30, perahu yang ditumpangi Angelina Yofanka mengalami wrap (perahu menyangkut di batu) dan arus air yang deras mengisi bagian tengah dan hampir terbalik sehingga 4 dari 6 peserta jatuh dari perahu sementara 2 peserta lain masih berusaha membalikkan perahu. 3 orang yang terjatuh tadi langsung masuk ke arus utama dan terbawa ke tepi kanan sungai di mana tim rescue sudah bersiaga dengan tali lempar. 3 orang tersebut pun dapat diselamatkan oleh tim rescue. Namun, Fanka tidak terlihat hanyut bersama 3 orang tersebut. Sementara 2 orang yang mencoba membalikkan perahu berhasil menepi ke sisi kanan setelah perahu kembali pada posisi normal. Bersama warga, sebagian tim melakukan usaha pencarian korban di lokasi undercut tersebut dengan tenaga dan alat seadanya. Sementara itu, tim lain meneruskan perjalan beberapa saat sebelum dievakuasi di desa terdekat (desa Bokor). Saat ini, upaya pencarian masih dilakukan dengan dibantu banyak personil dan alat yang lebih memadai untuk melakukan penyelaman

Kondisi Save and Rescue saat ini :
a. Jumlah personil 
Personil saat ini di lapangan sebanyak 156 orang dengan rincian sebagai berikut :
(uritan : Nama organisasi- Jumlah orang- Penanggung Jawab)
KMPA ‘G’ ITB 32 Emil
KAPINIS 6 Wawan 
Mahitala Unpar 7 Pipin
Koramil 13 Acum Suparman
Polsek 7 Sapriyudin
Wanadri 13 Gilang
Wanariksa 1 Fauzi
TMP 1 Fauza
Sabareuma 2 Bara
Nikreuh 7 Tako
Basarnas 6 Yudi
Bubat Corp 1 Rohman
Menwa 1 Gurhana
Jenggala 10 Ato Suprapto
Mapak Alam Unpas 1 Arni
Mataspala STIE Ekuitas 1 Kecos
Pamor UPI 1 Rifki
SAR Pramuka Garut 5
KMKL ITB 8 Ilman
Himpala ITENAS 2 Yogi Ginanjar
Bramatala Widyatama 2 Fajar
HIPAMA 1 Lukas
Gempar 1 Sapta
Mahacita UPI 1 Revi
Mapaligi Unikom 4
Arif Palawa Unpad 1
Rifki Janabuana 1 Ricky
Sadawana 1 Boay
Forester 1 Hadi
Swaorippa 1 Pelay
SBSM STKS 2 Faisal
Medis Astacala STT Telkom 4
Torak Rimba 1
PGPI 1
Lain-lain 14
Total Personil 160

SUSUNAN KEPANITIAAN TIM SAR:

SMC : BASARNAS 
- Staf Intelijen : Johan (KMPA) 087877186576 
Dani (KMPA) 085721406767 
- Staf Operasi : MAHITALA, KMPA
- Staf Komunikasi : Yana (KMPA) 085265824909
- Staf Admin Logistik : Gian (KMPA) 085222461261
 OSC : Emil (KMPA) 082185523385
- SRU 1 (Lokasi Undercut) Koordinator : Cahyo (KMPA) 085645451318
- SRU 2 (Susur Sungai) Koordinator : Zaki (KMPA) 08179883500 
- SRU 3 (Susur Darat) Koordinator : Ari (KMPA) 085263366292 


Deskripsi pergerakan

Personil saat ini terbagi menjadi tiga tim, yaitu :
•Tim Sungai Ada tiga tim dengan tiga perahu di tiap tim mengarungi sungai hingga titik finish. (5 feb-6 Feb) Pencarian melalui darat, di area sekitar tempat kejadian ( sisi barat dan timur perbukitan sekitar sungai). 

•Tim Darat (menyusuri sungai) Terbagi menjadi empat tim : tim Tanjungjaya-Bokor (di sisi barat dan timur) dan Bokor-Finish (di sisi barat dan timur) menyusuri sekitar sungai.

 •Tim Undercut Tim membendung aliran sungai disekitar undercut di dekat lokasi kejadian untuk memperlemah arus agar undercut dapat diselami. Bendungan sudah siap diselami 


Hasil pencarian saat ini
Belum ditemukan tanda-tanada mengenai keberadaan survivor Operasi SAR akan terus dilakukan sampai batas yang belum ditentukan. 


Perkiraan anggaran yang dibutuhkan selama operasi SAR dilakukan adalah:
Perkiraan anggaran untuk 1 hari
 a. Anggaran Tim SRU Transportasi : Mobil @500.000x5 Rp 2.500.000
 Motor @200.000x7 Rp 1.400.000
 Operasional: SRU @500.000x7 Rp 3.500.000
 Komunikasi: Rp 1.000.000
 Konsumsi : @10.000x200x2 Rp 4.000.000
 Administrasi: Rp 600.000

 b. Tim posko sel Administrasi
 Rp 500.000 Konsumsi Tim posko sel Rp 1.500.000

 Total Keseluruhan biaya yang dibutuhkan per harinya adalah sebesar Rp 15.000.000,00 

Beberapa kebutuhan lapangan di antaranya adalah:
- Lampu Halogen
- Bahan Bakar
- Batere
-Senter
- Penerangan bawah air
- Komunikasi HT/WT
- Transportasi (motor)
- Bahan Makanan (beras, sayur, lauk pauk, makanan kaleng, ikan kering, telur, kopi, teh, gula)
- minyak goreng
- tabung gas LPG
- senter bawah air
- head lamp

 Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat menghubungi :
Contact Person : Johan – 087877186576

Untuk pergerakan tim SAR dapat menghubungi: 
Contact Person : Yoga (Dansatgas) - 081578815653

Untuk memberikan bantuan dana dapat menyalurkan bantuan melalui :
BCA a.n. Yudhi Ferraro : 777 090 0501 
BNI a.n. Dian Lutfiana : 015 316 5582
Mandiri a.n. Dian Lutfiana : 119 000 5473 143

Silahkan untuk melihat website KMPA 'G' ITB : http://kmpaganesha.itb.ac.id/?p=340

Jumat, 30 September 2011

THE HIDDEN PARADISE


The hidden paradise, adalah nama yang menurut gw sangat cocok untuk mendeskripsikan sawarna. Sebuah pantai dengan tebing – tebing di pinggirnya, dengan ombak yang besar, pohon – pohon tropis kecil dan gua disekitarnya. Pantai ini terletak di Banten, 6 – 7 jam perjalanan dari Bandung dengan menggunakan motor, masuk ke jalan – jalan kecil dan rusak. Makanya gw kasi sebutan hidden paradise. Pantai terbagus dan ter-ribet (untuk mencapainya) yang pernah gw datengin.
Perjalanan kali ini berlangsung selama lima hari. Hari pertama dimulai dengan keberangkatan dari sel di kampus ITB tercinta naik 5 motor beranggotakan 10 orang. Perjalanan berlangsung di malam hari yang dingin. Tujuan pertama adalah ke sukabumi. Dalam perjalanan ini ban motor yang gw dan ade gunakan pecah sehingga mesti nyari tukang tambal ban. Untung bang fred nemu tukang tambal ban ga jauh di depan. Setelah tambal menambal selesai, perjalanan dilanjutkan menembus angin yang dingin sampai melewati sukabumi. Disana kita berhenti di sebuah warung yang sudah biasa ditempati anak – anak KMPA kalo mau ke Sawarna. Kita semua nginep, makan dan tidur di warung tersebut.
Keesokan paginya perjalanan dilanjutkan sampai ke Pelabuhan Ratu. Di sana kita beristirahat bentar dan kembali melanjutkan perjalanan sampai ke Sawarna siang menjelang sore hari. Dalam perjalanan sebelum sampai Sawarna ini, motor yang ditumpangi dika dan bayu terjatuh di tanjakan terjal dan rusak. Namun jatuhnya ga parah seperti yang akan gw ceritakan selanjutnya. Nah setiba di Sawarna, kita langsung ke rumah sebuah keluarga yang sudah sangat dekat dengan KMPA. Disana kita berramah – tamah sebentar, kemudian keluar untuk membeli berbagai barang – barang makanan dan kebutuhan lainnya. Di dekat rumah situ, ada warung yang sangat lengkap, kita sebut borma.
Nah kegiatan selanjutnya yang di hari ini yang sangat menyenangkan. Untuk pertama kalinya jalan – jalan melihat pantai di kirinya dan melihat tebing di kanannya. Tebing nya ga begitu tinggi tapi fun bwt boulderan. Kita dikasi task sm bang fred untuk boulderan sampe ke suatu titik, yang ga begitu tinggi, tapi rada susah. Gw coba sampe tangan lecet – lecet karna tebingnya kasar banget, tapi masih gagal(dikit lagi nyampe). Akhir – akhirnya, setelah coba sampe sore cuma bang fred yang berhasil. Kita foto – foto di pantai dan gw dika sama inda mencoba mengebor di batu kecil di pasir. Karna sebenarnya tujuan perjalanan kali ini adalah belajar buat jalur sport. Nah, kenapa gw bilang di awal paragraph kalo kegiatannya menyenangkan, karna Cuma itu kegiatan yang gw nikmatin. Ceritanya, setelah cape manjat, kita mau cari sunset di Tanjung Layar. Perjalanan ke Tanjung Layar menggunakan motor dan harus melewati sungai yang dipasangi jembatan kayu gantung yang bergoyang. NAHHH, di jembatan ini gw goncengan motor bareng dika terjatuh di tengah jalan gara – gara jembatannya goyang – goyang. Untung ga nyebur sungai, tapi tangan gw jadi keseleo(yang sialnya sampe sekarang masih). Gara – gara tangan keseleo itu gw jadi ga bisa ngapa – ngapain. Baru sekali ngerasain melakukan semua hal dengan 1 tangan dan ternyata sangat susah.
Besok pagi nya gw langsung diajak novi ke rumah pak siapa gitu yang bisa ngurut. Baru sadar disana gw kalo jatonya tu parah juga ternyata, karna ga begitu sakit pas jatoh, tapi pas di urut sakitnya mantab. Uda de, bis ini gw ga bisa ngapa - ngapain lagi. Kelanjutan ceritanya sangat membosankan karna gw Cuma datang ke pantai, ngeliat yang manjat. Bantu masak – masak dikit sebisanya. Tau – tau uda sore aja dan balik ke rumah. Hari ini pembuatan jalur kurang berjalan lancer karna kesusahan dalam memanjat keatas untuk memasang tali dan pengaman. Malem – malem mau mandi males, jadi Cuma bilas – bilas dan gw dapet sesuatu si, belajar nimba air pake 1 tangan. Haha. Malem makan tidur bangun pagi hari baru dan keadaan sama.
Hari ke tiga hamper sama kaya hari ke 2 karna ga pake urut. Siang siang kalau tidak salah brian sama wina pulang duluan. Tau – tau sore lagi dan 1 hari membosankan terlewat kembali. Hari kedua ini pembuatan jalur sudah setengah jadi. Malem berlangsung seperti biasa dan tidur seperti biasa.
Hari keempat jalur selesai dibuat siang menjelang sore. Setelah perjuangan berat oleh dwika dan inda akhirnya jalur baru selesai dibuat. Bang fred membantu melepaskan sekaligus member contoh dalam cleaning dari atas ke bawah. Nah jalur pertama ini juga dicobain dikit oleh bang fred dan katanya lumayan susah (wow). Sore – sore mau foto – foto terakhir di pantai semua orang tapi pas uda siap – siap tiba – tiba batre kamera abis. Jadinya malah main yang muter – muter ngadep tanah sambil megang kuping trus lari ke depan dan akhirnya pada bergelimpangan badan – badan hidup. Sebenernya gw dika sama inda mau main ombak di pantai, tapi karna ada kejadian berbahaya dulukala, jadi ga boleh lebih dari paha sama mas sigit. Malam terkahir kita evaluasi dan tidur nya agak cepet kecuali bayu inda sama mas sigit yang jalan – jalan keluar dulu.

Besok paginya bangun jam 4, rencananya mau ngeliat suset. Tapi pas nyalain motor, motornya si bambang yang dipinjem ade mogok lagi. Jadi ga jadi liat sunset malah jalan dan nongkrong di warung atas tidur – tiduran. Abis itu kita semua ke bayah untuk belanja sembako dan bensin. Balik ke rumah dan beres – beres, pamit kemudian kembali menempuh perjalan jauh ke Bandung. Belum jauh dari Sawarna, motor yang ditumpangi ade dan dwika kembali menimpa musibah yaitu jatuh dan nabrak motor mas sigit dan gw. Untung ga kena tangan kanan gw ~_~/ . Intinya dwika bawa sial :p dia naik motor dengan 3 pengendara berbeda dan smuanya jatoh ckckck. Sampai di bandung malam hari dan mampir ke rumah nda dulu ngambil lele yang kecil – kecil. Perjalanan ke hidden paradise berakhir.

Joseph Bimandita Sunjoto / GM 011 XX