Kamis, 29 Mei 2008

Catatan Perjalanan Kawah Putih-Situpatenggang

25-26 April 2008

By : Maria Ulfa

Pada minggu keempat April saat kegiatan akademik lagi padat2nya di ITB, tiba-tiba tecetus ide galatuping,(kalo ga salah sih idenya datang dari Arfan).Kemudian ditetapkan rute pejalanan kali ini adalah camping di Situ Patenggang di Ciwidey dan besoknya diterusin ke kawah putih.

Tim awal yang rencananya mau ikut itu, Arfan(sang pencetus ide), Didik, KoKo, Kanya, Mala, Ana, Alam, Irfan,Ria, dan Fusi(Saudara jauhnya Ria). Kalo ada keanehan dari nama-nama diatas, yaitu ga tercantum nama GL. Demi kebaikan nama GL akhirnya saya dan Aldi memutuskan untuk ikut. Karena saya sendiri ada urusan malam harinya, kami menyusul jam setengah empat pagi.

Pelajaran moral yang didapat dari mengendarai motor jam setengah empat pagi dari Bandung ke ciwidey.

1. Kamu ga bakal kepanasan dan jamuran saat melewati macetnya Kopo disiang hari

2. Kamu akan mencederai paru-parumu dengan bekerja lebih berat.

Sedikit informasi tentang situ patenggang niy, situ ini berada pada ketinggian sekitar 1600 m dari permukaan laut. Berada di daerah Bandung Selatan kawasan yang menempati luas 150 Ha ini dulunya merupakan kawasan cagar alam atau taman nasional, namun pada tahun 1981 telah resmi berubah menjadi sebuah taman wisata. Untuk menikmati objek wisata ini, terdapat fasilitas perahu yang bisa disewa untuk mengelilingi sebuah pulau kecil yang berada dibagian tengah danau yang bernama Pulau Sasuka. Fasilitas sarana transportasi air yang disewakan di tempat ini berupa penyewaan perahu dayung, perahu boat, dan sepeda air dengan harga yang masih bisa dinegosiasi dengan pemiliknya. Terdapat pula fasilitas gazebo maupun tempat-tempat duduk tanpa atap yang terbuat dari semen untuk keperluan menikmati panorama sekitar dari tepi danau. Urusan makananpun bukanlah suatu hal yang sulit dikarenakan banyaknya warung penjual makanan yang berderet dekat dengan area parkir.

Berhubung jalan pagi masih sepi, perjalanan yang biasanya ditempuh 2 jam lebih (belum dihitung macetnya) kami tempuh dalam waktu 1,5 jam. Jam 5, kami singgah disebuah Mesjid dekat pintu masuk Situ Patenggang. It’s time to pray.

Masuk ke daerah Situ Patenggang, Kami melihat situ masih diselubungi kabut, gabungan antara dingin dan sepi terbukti menimbulkan efek mistis tersendiri.

Entah karena efek mistis itu, atau kedodolan karena belum tidur semalam , kami ga berhasil menemukan pintu masuk ke Situ yang jelas-jelas udah terlihat didepan mata. Akhirnya sebelum memutuskan untuk terjun melewati tebing kami bertemu seseorang yang kelihatannya penduduk asli.

Percakapannya kira-kira begini :

Aldi : “Pak, punten, jalan masuk ke danau nya lewat mana yah?”

Si Bapak (ga tau namanya ): “o, terus aja , ntar ketemu parkiran masuk kedalam..”

Aldi : “o,, makasi ya pak”..(bersiap-siap mau pergi)

Si Bapak ( Yang masih ga diketahui namanya ): “eh , emangnya dipintu depan ga ada yang jaga yah?”

Aldi : “enggak pak..”

Si Bapak : ”wah, bayar kesini aja nak 10.000, qlo pake tiket mah 15000..”

Saya : “kesini? Ke Bapak ?”( dengan kepolosan yang bodoh)

Si Bapak : “iya neng...” (dengan tampang tak berdosa)

Siakek,, pagi-pagi kena palak bapak-bapak.

Dengan modal 10000 kami akhirnya menemukan pintu masuk danau. Karena trauma diminta bayaran lagi, kami ga bertanya ke petugas jaga dimana tempat anak KMPA camping, dan berusaha mencari sendiri disekeliling danau yang masih gelap. Karena ga menemukan tenda anak KMPA, saya mencoba menelpon. Saya mengakhiri usaha menelpon setelah 3 kali telpon tidak aktif, 2 kali salah sambung, dan 5 kali ga diangkat. Analisis sementara, sepertinya masih pada tidur.

Dan tepat saja, saat kami berhasil menemukan tenda dan mendekat, kami melihat beberapa tubuh dalam sleeping bag seperti kepompong kedinginan sedang tidur diluar. Kebiasaan anak KMPA: menyia-nyiakan keberadaan tenda dan malah tidur diluar. Karena ga ingin kedatangan saya sia-sia dan Cuma disambut udara pagi Situ Patenggang, saya mengaplikasikan cara membangunkan orang tidur dengan cara yang diajarkan Gugum dan Gemen, berteriak dan bernyanyilah sefals mungkin. Cara terjitu yang saya pelajari hingga saat ini.

Waktunya untuk makan pagi. Kami sarapan dengan sup krim manis asin campuran ayam+jagung, dan roti. Dengan sedikit kreatifitas , kami mengubah menu sarapan dengan roti bakar mentega gula isi supkrim dilumeri saus pedas. Hamburger tanpa beef, penjelasan paling sederhananya.


Sarapan kita...


Lagi makan...

Dari Ria, saya tau kalau ternyata mereka juga diminta bayaran 5000/orang sebagai admin untuk menginap. Jadi memang untuk dapat masuk ke sana kita harus membayar 5000.

Sekitar jam setengah 9 kami mulai packing. Dan kami menyelesaikan packing disaat yang tepat, saat matahari bersinar dengan hangatnya memantulkan cahaya dibeningnya air situ. Kami berfoto-foto sambil mendengarkan debat antara Alam dan Arfan tentang bagaimana terbentuknya Situ ini dan bagaimana debit airnya bisa naik turun. Sumpah, saintis abis, tapi ga jelas. ITB terlihat berhasil mendidik mahasiswanya.

Saya memilih mendengar Mala bercerita tentang dongeng asal muasal Situ Patenggang. Sains sepertinya kurang tepat untuk ketenangan galatuping diakhir minggu. Saya rasa menyediakan sedikit waktu untuk mengagumi ciptaanNya, membuat hari-hari anda berikutnya akan lebih bermakna.



Puas berfoto-foto dengan kamera Handpone Ana(Kamera Kanya baterainya abis dan lagi diCas di warung dekat sana).



Sebelum pergi, hal yang wajib dilakukan, sweeping sampah! Peraturan di KMPA : Leave Nothing but FootPrint.

Dan fenomena yang biasa ditemukan dtempat-tempat wisata di Indonesia, sampah bekas pengunjung bertebaran dimana-mana.

Aduh, dilema...

Punten yah, sedikit beropini disebuah catatan perjalanan...

(Bagian ini boleh dibaca, boleh ga...)

Ada 2 masalah yang dapat disorot dari fenomena diatas. Yang pertama, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga aset yang dimiliki. Atau mungkin juga kurangnya kesadaran ini disebabkan kurangnya rasa memiliki dari masyarakat sendiri. Masalah yang kedua, saat masyarakat membayar untuk memasuki tempat wisata, itu dianggap adalah bayaran untuk segalannya, termasuk kebersihan. Tapi ga tau kenapa, ternyata bayaran tiket masuk itu ga cukup buat menjaga sebuah tempat tetap bersih. At least, masih ada tempat wisata yang terawat kok.

Catatan perjalanannya dilanjutin...

Think Globally, Act Locally. Yah, sweeping sampah hasil aktivitas sendiri, dan memungut sampah disekitar semaksimal kemampuan, solusi praktis untuk saat itu.

Perjalanan diteruskan ke Kawah Putih. Jam 10-an.

Perjalanan dipagi hari dan bersama yang lain lebih menyenangkan, karena bentang alam disekitar sekarang terlihat jelas. Gunung yang tadi pagi terlihat seperti bayangan raksasa hitam menampilkan aslinya. Selain gunung dan hutan, kita juga disuguhi pemandangan hamparan kebun teh di sepanjang perjalanan. Dari Situ Patenggang melewati bumi perkemahan RancaUpas, kami sampai di pintu gerbang untuk masuk ke kawah putih.

Dan kita harus membayar 10.000/orang untuk dapat masuk. Perjalanan Galatuping hemat yang direncanakan, resmi gagal. Nasib jadi mahasiswa...

Untuk sampai ke kawah putih kita harus mendaki, dan untungnya sudah ada jalan raya yang dibangun untuk mempermudah transportasi. Tapi jalannya lumayan merusak kendaraan. Sedikit perjuangan untuk sampai ke atas, pemandangan yang ada mengingatkan saya dengan sebuah cekungan luas yang diisi dengan es vanilla blue cair. Hukum kesetaraan berlaku pada pemandangan yang kami lihat dengan uang 10.000 yang dibayar.Y ah, kepuasan memang butuh pengorbanan saudara-saudara.



Dengan tampang kucel belum mandi, pakai carier, dan agak kotor,saya pikir wajar kalo kami terlihat mencolok diantara pengunjung-pengunjung lain. Kami kemudian mencari spot bagus untuk berfoto, dan menggelar matras. Udara dingin dan kawah putih sedikit berkabut. Dan saya sedikit heran bagaimana cewek-cewek (kelihatannya model-model) diseberang sana yang sedang berfoto bisa bertahan dengan pakaian apa-adanya(dibaca : minim).

“aduh mbak, punya ilmu tahan dingin yah?”, pengen bertanya seperti itu, tapi takut di jejalin sama sepatu highheel mereka, hehe...

Hal paling penting nomor satu : Foto-foto



Hal paling penting nomor dua : Foto-foto


Hal paling penting nomor tiga : Foto-foto


Well, jam menunjukkan pukul 12 kurang, dan waktunya untuk pergi. Sebenarnya kami mau meneruskan perjalanan ke Pengalengan. Tapi sepertinya kita udah keburu capek dan pengen kembali ke Bandung.

Karena pengen menghindari macet didaerah Kopo, kami memilih pulang lewat Cimahi. Tapi ternyata itu bukan keputusan yang tepat. Tetap saja kami terjebak dalam macet didaerah Cimahi. Bandung, bandung, semakin hari semakin padat. Setelah berpanas-panasan, gerah dan stres karena macet, kami sampai ke Sel sekitar jam 3. Akhirnya,,,

Sampai di Sel, kami baru tau kalo Koko kena musibah. Kakinya keserempet knalpot motor waktu didaerah macet tadi. Lumayan besar dan terlihat perih.Oleh-oleh galatuping lah ya...

Minggu, 18 Mei 2008

Catatan Perjalanan Gunung Ciremai

Ini dia para Bolang yang berlibur ke Ciremai:
  • Anna
  • Rime
  • Koko
  • Arfan
  • Ria
  • Didik
  • Yostal
Dengan Bintang Tamu: Wulan Gurita & Yusni

Cerita Lebih Lanjut klik di sini



Catatan Perjalanan Pulau Sempu

Si Bolang yang ke Pulau Sempu : Mala, Manda, Kanya.

klik di sini untuk Melihat Catatan Perjalanan dari Si Bolang (Catatan Perjalanan By Malahayati).












Selasa, 13 Mei 2008

Earth


Di saat banyak bermunculannya teori-teori baru tentang global warming, tentang apakah sebenarnya global warming pada periode paling akhir ini disebabkan oleh manusia atau tidak, muncul sebuah film dokumenter yang menceritakan pada kita tentang keadaan Bumi yang sesungguhnya. Uniknya, dalam film ini para hewanlah yang menjadi aktor dan aktris utamanya.


"Earth" adalah film yang dimaksud. Film berdurasi 90 menit ini menceritakan kondisi hewan-hewan di berbagai belahan dunia sepanjang tahun, mulai dari Januari hingga Desember. Juga tentang perubahan kondisi Bumi dari tahun ke tahun, yang menyusahkan populasi gajah di Afrika untuk mencari air, juga beruang kutub untuk mencari tempat tinggal di antara es Kutub Utara yang mencair.

Pengambilan gambar yang diambil oleh sineas berpengalaman serta pesan yang terkandung di dalamnya, menempatkan film ini sebagai film yang sangat direkomendasikan untuk ditonton. Paling tidak bagi anda-anda yang mengaku pencinta lingkungan :)

Sabtu, 22 Maret 2008

Update Pengumuman PEMILU 2008

Sedikit update pengumuman nih :

I. Teman-teman KMPA semuanya, terutama buat anggota aktif KMPA periode 2008-2009. Kita mau ngingetin kalau penutupan registrasi Pemilu untuk Bakal Calon Ketua Dewan Pengurus ama Calon Dewan Majelis periode 2008/2009 akan ditutup pada pukul 24.00 hari Senin, tanggal 24 Maret 2008...

A. Buat teman2 yang akan ngembaliin formulir registrasi pemilu Bakal Calon Ketua DP WAJIB untuk melengkapi syarat2nya, yaitu :
1. Essay yang memenuhi kriteria sesuai dengan pengumuman yg telah ditempel di SEL
2. Formulir dukungan Tim Sukses bakal calon yang bersangkutan (sebanyak mungkin ttd)
3. Slide presentasi (dgn format PowerPoint) untuk dipresentasikan kepada massa KMPA pada saat Hearing & Tanya Jawab calon Ketua DP

B. Adapun bagi teman2 yang akan mengembalikan formulis registrasi pemilu Calon Dewan Majelis juga WAJIB mengembalikan formulir sebelum tenggat waktu di atas serta WAJIB mempersiapkan diri untuk presentasi pada saat Hearing & Tanya Jawab bagi Calon Anggota Majelis.


II. Pada hari Selasa pagi (tanggal 25 Maret 08) pukul 09.00 akan diumumkan siapa saja bakal calon ketua DP dan anggota Majelis yang lulus verifikasi. Pengumuman bakal ditempel di Papan Pemilu 2008 @ SEL.


III. Kemudian bagi yang lulus verifikasi menjadi calon, silakan memanfaatkan Masa Kampanye Pemilu dimulai pada hari Selasa (tgl 25 Maret 08) hingga hari Selasa (tgl 1 April 08). Dibebaskan memanfaatkan media kampanye apapun (mau poster kek, milis, obrolan panas, dll.)


IV. Adapun jadwal Hearing & Tanya Jawab bagi calon2 Ketua DP dan anggota Majelis yang lulus verifikasi bakal kita umumkan next time. Setiap calon ketua DP dan anggota Majelis pasti dan harus melakukan presentasi saat hearing & tanya jawab tersebut. Jadi walaupun misalnya (inget, cuma misal) hanya ada satu calon, tetap harus ngelakuin hearing & tanya jawab di depan semua massa KMPA.

V. Masa Pencoblosan Pemilu akan dilakukan hari Rabu tanggal 2 April s.d hari Jumat tanggal 4 April 2008.

----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Jadi buat temen2 anggota aktif, baik anggota penuh maupun anggota muda, juga celebs (terutama untuk celebs yang udah mendaftarkan diri sbg anggota aktif periode 2008/2009 seperti Mas Wahyu), ayo kita sukseskan Pemilu KMPA 2008 ini... Ingat, ini untuk kemajuan dan kebaikan keluarga kita, KMPA Ganesha...

Makasih bwt perhatian temen2,


Panitia Pelaksana PEMILU KMPA 2008



- Untuk Tuhan, Bangsa, dan KMPA "G" -

KMPA !!! GANESHA !!!

*visit KMPA "Ganesha" ITB blog @ http://kmpaganeshaitb.blogspot.com *
* email KMPA : kmpa_g@yahoo.com *

Senin, 10 Maret 2008

PENGUMUMAN

Pengumuman ...

1.
Perayaan Dies Natalis XVII KELUARGA MAHASISWA PECINTA ALAM "Ganesha" ITB
di CiC, Maribaya, Lembang. 15-16 Maret 2008.
Ayo Smua Celebs & Anggota KMPA pada dateng yak! Kita reuni, makan2, & bersenang-senang... ^_^
cp : Sani (GM 10 XVI)

&

2.
Pemilihan Umum KELUARGA MAHASISWA PECINTA ALAM "Ganesha" ITB

Jadwalnya :
# Registrasi Pemilu bagi Bakal Calon Ketua Dewan Pengurus & Dewan Majelis periode 2008/2009 : 5 Maret - 24 Maret 2008.
# Masa Kampanye Hearing & Tanya-Jawab tiap Calon : 25 Maret - 1 April 2008
# Masa Pencoblosan Calon Ketua DP dan Dewan Majelis : 2 ApriL 2008 - 4 April 2008

- Bukan AKU, KAMU, DIA, atau MEREKA... Tapi KITA!!! -
Untuk Tuhan, Bangsa, & KMPA "G" :
KMPA!!! GANESHA!!!


Sabtu, 12 Januari 2008

Ucapan Turut Berduka Cita bagi rekan2 di Bramatala

Atas nama keluarga besar Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) "Ganesha" Institut Teknologi Bandung , kami turut berduka cita atas berpulangnya rekan kita Iqbal dari Bramatala Universitas Widyatama ke rahmatullah. Semoga arwahnya selalu berada di sisi Tuhan YME serta diberikan ketabahan dan keridhoan bagi keluarganya serta rekan-rekan di Bramatala. Serta semoga 2 orang rekan yang lain yaitu Nita dan Eko dapat ditemukan dalam keadaan sehat walafiat.

Posted by detikcom
06/01/2008 17:00 WIB
Hilang 2 Minggu, Mahasiswa Ditemukan Tewas di Gunung Agung
Gede Suardana - detikcom

Denpasar - 1 Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung, Jawa Barat, ditemukan menjadi jenazah. Jenazah ditemukan di ketinggian 2.600 meter di Gunung Agung, Bali. Jenazah itu ditemukan Minggu (6/1/2008) sekitar pukul 15.30 Wita dengan posisi tidur meringkuk seperti udang, tangannya memeluk lutut, seperti kedinginan.

Jenazah ini ditemukan antara puncak 1 dan puncak 2 Gunung Agung, Besakih, Karangasem, dengan kemiringan 60-70 derajat. Jenazah ditemukan 1.200 di atas base camp mereka di mana ditemukan tenda dan peralatan lainnya.

Saat ditemukan, jenazah laki-laki yang belum diketahui identitasnya ini mengenakan jaket hitam, celana putih kecoklataan, slayer, jam tangan, dan tanpa sepatu.

Diperkirakan jenazah meninggal karena kedinginan. Sejak tanggal 26 Desember 2007, ketika mahasiswa itu bersama dua rekannya tersebut mulai mendaki suhu sempat mencapai 8 derajat Celsius selama beberapa hari.

"Jenazah ini pertama kali ditemukan Nyoman Sudarsana, dia ini angota tim pramuwisata Besakih," Ketua Pramuwisata Besakih Nyoman Adi Sudarmaya ketika dihubungi detikcom.

Sudarsana yang juga tergabung di tim SAR gabungan, lanjutnya, melakukan pencarian melalui jalur timur Gunung Agung, yang selama ini belum dilalui tim SAR gabungan karena lebih fokus mencari melalui jalur barat.

"Pencarian selama ini lebih banyak dilakukan di jalur barat, karena diduga nyasar di jalur barat," ujar Sudarmaya.

Sementara menurut Kepala SAR Denpasar Ketut Parwa, 2 mahasiswa lainnya, satu perempuan dan satu laki-laki masih dalam pencarian.

"Pencarian oleh Tim SAR gabungan saat ini difokuskan di sekitar TKP tempat penemuan jenazah pertama. Saat ini jenazah sudah dibawa turun menuju posko Besakih. Diperkirakan dari tempat penemuan sampai posko menempuh empat sampai lima jam," ujar Parwa ketika dihubungi detikcom.

3 Mahasiswa Universitas Widyatama Bandung hilang di Gunung Agung sejak mereka mendaki tanggal 26 Desember 2007 lalu. Mereka adalah Eko Saputra Sudirman (mahasiswa semester III Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Bahasa), M Iqbal (semester V Fakultas Bisnis Manajemen), dan Yunita Indah Safitri (semester III Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi).

Selasa, 04 Desember 2007

Pemanjatan Artifisial Top di Tebing Citatah 125

Acara Akhir Gladi Lanjut (GL) Rock-Climbing (RC) KMPA “Ganesha” ITB :
Pemanjatan Artifisial Top di Tebing Citatah-125

Gua sebagai siswa GL – RC mo bagi-bagi cerita ni tentang acara final Rock Climbing alias Panjat Tebing. Beberapa waktu yang lalu, anak GL RC telah menyelesaikan acara finalnya yaitu pemanjatan artifisial di Tebing Citatah 125 setelah melewati beberapa kali simulasi, berjam2 menggantung di atas boulderan, berpuluh2 surat peminjaman alat, dan satu kali presentasi kepada Dewan Pengurus (DP) dan massa KMPA, akhirnya Final RC terlaksana dengan hepy ending.

Eh bukannya mo nyombong ni yee, cuman mo kasih tau aja, hehehe,, Sekaligus sebagai pendorong smangat bwt yg laen,, N bwt divisi2 olahraga alam bebas yang lain : smangat lah kalean! Jangan menyerah, jangan mau dianggap nothing (piss kk !!!), sekali lagi bukan sombong ni yee, congkak dikitttt,,,,, piss ah
Gua bakal memperkenalkan dulu ni tim nya. Pemanjat (climber) ada tiga orang : gua sendiri sebagai logistik, team leadernya si Didik Hartadi (Ose ’05), cleaner nya ada Giri (TI ’06), team rescue ada senior-senior RC KMPA, yaitu Dominiq alias Domi, Om Sigit, Andhika alias Geblek *ketua umum KMPA nih*, juga ada Adi dan Sam. Dateng juga perwakilan dari Dewan Pengurus XVI KMPA, si Yosefin alias Epin *doi menjabat sebagai Ketua Divisi Olahraga Alam Bebas dan Lingkungan Hidup*.

Tebing Citatah 125 sendiri berada di kawasan Citatah, Padalarang, deket Situ Ciburuy *dilewati kok oleh jalur Jakarta-Bandung klo via Ciamis/Puncak*. Tebing Citatah 125 ini cukup terkenal dan sudah sering dipanjat oleh banyak rock-climber di seluruh Indonesia, bahkan pernah masuk di situs rock climbing internasional lho... Anak RC KMPA pun hampir selalu ngelakuin pemanjatan tebing di Citatah 125.

Sementara pemanjatan artifisial dimulai pada jam 8 pagi, dan berhasil nyampe puncak Citatah 125 sekitar jam 3 sore *kebayang kan gimana rasanya 6 jam tergantung-gantung di tebing*. Selama pemanjatan kita make 4 pitch, dan syukurlah selama itu tidak ada hambatan berarti. Hanya saja, sewaktu dari pitch 3 menuju ke puncak, hampir terjadi kecelakaan fatal! Sebuah batu segede CPU bergeser dari tempatnya setelah terinjak oleh Didik dan hampir jatuh pas banget di kepala gw. Untung aja semua pada sigap, nahan tuh batu, trus digeser dikit dan akhirnya dijatuhkan, daripada entar terinjak oleh pemanjat lain kan berabe... Setelah kita nyampe puncak, dipuncak udah ada team rescue yang udah menunggu sambil cengar-cengir.

Di puncak itulah *akhirnyah!* kita rayain dengan ceremonial kecil berupa pemecahan semangka segede gaban, yang dari tadi ada di daypack gw *beraattt juga euy!*. Sumpah seger banget tuh semangka, sluurrpppp... Dan setelah narsis n foto2 bentar, akhirnya kita turun dan ngadain evaluasi.. Oke sekian.


Kontributor :

Sani (GM XVI – 10)
*edited by GM XVI – 05*




iNi tim nya




Ini alat nya





Abis manjat narsis dikit gpp.





Semangka euy





Dipuncak ni

Senin, 26 November 2007

NAVIGASI DARAT GM XVII


Cicenang...Love Yuuuuuuuuuu

Yup, gw mau crita2 tentang materi lapangan GM XVII lagi. Kali ini, materi lapangannya dari subdivisi Gunung-Hutan (GH). Materi navigasi terbuka ini kebetulan dilaksanakan di daerah Cicenang, Lembang (lagi-lagi cicenang! Bosaannnn). Kita (nak Gladi Lanjut GH) udah bikin estimasi yang dateng kira2 20 orang siswa Gladi Mula (GM) XVII. Ehh.. ternyata yang dateng cuma 13 biji ('biji' apaan tuh maksudnya?!). Gak tau karena faktor apaan, mereka pada berhalangan hadir. Moga2 aja bukan karena mereka disuruh bawa kompas masing2 satu. Tapi gak bisa dipungkiri kalo masalah bawa kompas entu jadi faktor paling gede. Peduli lah...kan materinya navigasi, masa bawa panci??!!


Gw ma mbak Wulan rencana nyusul hari sabtu sorenya, so
alnya kita pada2 masih ada kuliah ama UTS (hari Sabtu??? Males bgt DAH!!! *Man, Gak Boleh Malezzz!!!*). Kukira sore sekitar jam 3 kita udah brangkat. Ternyata.. Ada juga warisan nenek moyang yang udah pasti kena ke kita baik itu lewat kromosom kelamin maupun somatik. Molor, atau kala lainnya ngaret, tradisi ini menyerang umat manusia secara totalitas gak peduli cowok cewek, tinggi pendek, gemuk kurus, dll. Sekarang yang jadi pertanyaan, yang kelainan entu yg molor ato yg tepat waktu??? (perbandingan yg molor ama yg nggak molor, jelas banyak yg molor). Ngapain bahas molor ya? Gw kan mau crita tentang materi GM.


Pokokna mah kita berdua nyampe di camp sekitar jam 8 ato 9-an g
itu dah. Hujan sih!! (gak usah nyalahin hujan MAN!! Lu aja yang molor).


Malemnya Kita udah bahas masalah point2 yg udah di tarok ama pe
ndampingnya. Yg bikin gw sebel, point gw gak dipasang. HIKZ. Hehehe..

Begini ceritanya... kita udah sepakat kalo point kita Bukan Boint Biasa”, kita make foto2 kita, skalian kenalan ama anak GM (bilang aja narsis! Heheh). Nah rencana sih yg dipasang ada 7 ampe 8 point. Sementara GL GH cuman ada 6 ekor. Solusinya udah ada, dengan memajang foto alwin ama hadi. Tak disangka tak dinyana,.. yang dateng cm secuprit. Jd anak GM-nya dibagi jd 4 kelompok doank. Otomatos point yg dipake cuman 4, nah satu lagi point bonus, total point yang dipasang ada 5. Karena GL GH ada 6 seperti yg gw omongin tadi, terpaksa dah.. Point gw yang gak dipasang (sebenernya bukan terpaksa, tepatnya “emang seharusnya gitu”). Heheh... emang, yg namanya jagoan pasti disembunyiin buat tayang di akhir2 chapter.

Bangun Pagi yg Menyegarkan *dasar Ndeso narsis, piss*

Sik,,sik,,berisik,,. Nih anak GM sebelum subuh dah pada ribut. Rajin juga. (rajin apa nggak bisa tidur?).

Seperti biasa yang bikin ribut entu para kaum-kaum hawa. Udah dari sononya kali yak?

Hwoke,..sekarang musti masak buat sarapan.

Mie lagiiii.... Mie lagiiiii. Memang, sekarang zamannya mie instan yak.

Seperti biasa, sebelom memulai kegiatan kita pemanasan dulu... ayo siswa!!! Mana semangatnya!!! Satu..dua..tiga..cukuuup.

Satu, dua, tiga, torerojing!!!

Setelah nentuin titik posisi kita berada (resection), siswa GM berangkat bersama pembimbingnya masing-masing. Marilah kita songsong perjalanan jauuh dengan semangat!!! Kebun teh ini.

Wuuh,,,punggungan Men!!!

Naik punggungan, turun ke lembahan. Gw ama Alam megang kelompok B (kalo gak salah, lupa). Point pertama kita yaitu point “RIA” yang berada nun jauh di pelana.

Gampang ditemukan, tapi jauh...

Yak, setelah perjalanan jauh dan penyusunan strategi yg matang, akhirnya kelompok kita berhasil mendapat point 370. dengan 3 point bernilai cepek. Meskipun kalah 10 point ama kelompoknya si Pooh *Woi sekate-kate loe, nama aing Gustaph*, gw tetep bangga ama tim GM yang gua bimbing udah kompak dan penuh strategi (kebetulan timnya paling banyak,, ada 4 orang).

Karena lelah, lapar, haus, dan dahaga,, apalagi waktu dah mepet,, kita pun memutuskan balik ke post akhir dengan perolehan nilai 370 tersebut.

Udah ah, segitu aja ceritanya. Kalo mau tahu lebih detil hubungi kita2 ajah.

Walhasil, di akhir episode...kita berpose bersama dengan narsisnya. Seperti ini:

Kiri-Kanan: Yudha, Aldi, Yosai, Fadli, Daku, Alam

Saksikanlah suara kebun teh sekalipun bersama kami..............




Kontributor :
Maman Dwi Cahyo (GM XVI - 09)
Gladi Lanjut Divisi Lingkungan Hidup dan Gunung-Hutan
Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam "Ganesha" ITB
*edited by : GM XVI - 05*

Jumat, 23 November 2007

Sepak Terjang KMPA Ganesha ITB semester ganjil 07/08

Udah lama nih gak nulis di blog punya KMPA (padahal di blog sendiri juga jarang posting sih, hehehe :-p ). Mungkin ada yang nanya : “Pa kabar nih KMPA?”. Baek-baek aja kok – klo emang harus dibilang gitu. Sejauh ini KMPA, seperti organisasi kampus di ITB lainnya, teteup menjalankan aktivitas dan roda organisasi ‘sebagaimana mestinya’. Buat yang pengen tahu, tulisan di bawah ini mungkin bakal ngasih bayangan tentang sepak terjang KMPA sejak awal semester ganjil ini ampe sekarang – dari point of view sayah tentunya, tapi singkat aja yak :

1. Gladi Mula (GM) XVII KMPA. Apa itu Gladi Mula (GM). GM adalah program kaderisasi buat para calon anggota muda KMPA Ganesha. Tujuannya? Jelas lah : sebagai ajang seleksi. Jadi, buat anak GM XVII yang baca posting ini, serius lah kow! Ato mau awak push-up?! *mode sok galak on* :-p

GM sekarang punya ketua yang namanya Maman DC. alias Ndeso (Industri ’06). Sejauh ini, KMPA udah hampir menyelesaikan tahapan kaderisasi awalnya ini. Materi yang belum tersampaikan yaitu Caving di bilangan Citatah, Padalarang (bakal diadain Sabtu &Minggu, 24-25 November 2007), dan Arung Jeram di Cimanuk (Sabtu &Minggu, 1-2 Desember 2007). Semua kurikulum yang telah diberikan antara lain : Pembukaan GM; Manajemen Perjalanan; Lingkungan Hidup (LH); Survival dan Botani-Zoologi Praktis (BZP); Pertolongan Pertama; Panjat Tebing di Citatah 125; Navigasi Darat di Cicenang, Lembang; dan Materi LH yaitu Studi Lingkungan Daerah Perkotaan (Bandung).

Para siswa GM XVII sendiri yang mendaftarkan diri berjumlah 92 orang dari berbagai lintas angkatan dan lintas jurusan. Angka pendaftaran GM KMPA cenderung meningkat dengan pesat dalam beberapa tahun terakhir (tengkyu buat para advertiser produk rokok – apa seh?! ). Bahkan siswa GM tahun ini adalah jumlah siswa GM terbanyak sepanjang sejarah KMPA yang sudah berumur 17 tahun ini (medio Februari tahun depan). Tapi teteup saja para akhwat yang daftar kok cuma berkisar 14 orang... Hiks hiks,,

Pihak panitia GM XVII saat ini sedang sibuk mempersiapkan ajang seleksi akhir bagi para siswa Gladi Mula, yaitu Acara Akhir (AA) Gladi Mula – yang tempat dan tanggalnya tentu saja dirahasiakan. Jadi, sori banget nih buat para siswa GM yang pengen tahu tentang Acara Akhir : *sono loe siapin aja fisik dan mental loe,, n tentu aja nabung dari sekarang.* Banyak hal yang perlu dibeli, mulai dari carrier (ransel) bervolume + 80 liter; sepatu lapangan; konsumsi; matras; sleeping bag, dll. Tapi jangan khawatir, tentu aja kaderisasi KMPA bakal meninggalkan banyak pelajaran buat kemajuan kalian. Percaya deh ama kakak (hueks!).

Oh ya, buat para celebs (alumni) KMPA, sehubungan dengan hal di atas, adik-adikmu di sini memerlukan banyak dukungan lho, baik moriil maupun materiil. To the point aja ya. Mohon kontribusinya dalam bentuk apa pun (maksudnya berbentuk kertas bergambar mantan presiden diktator negara kita – ah, just kidding). Btw, kita juga bakal menjual berbagai merchandise KMPA loh, mulai dari kaos, kemeja, mug, kalender bergambar, dll. Eh semua dijual UNTUK UMUM lho,, jadi bukan hanya buat anak KMPA aja!

2. Proyek Lingkungan Hidup (LH) KMPA Ganesha. Ketuanya yaitu M. Arfan alias Bone (Tambang ’04). Proyek LH kali ini mengambil tema ”Konservasi Kawasan Karst di Citatah”. Tujuannya untuk memberikan bentuk kesadaran terhadap masyarakat dan berbagai pihak yang berkecimpung di usaha pertambangan bahwa kawasan karts di Citatah itu telah diambang kehancuran!

Kawasan karts di Citatah membentang dari Padalarang hingga Rajamandala. Sudah banyak sekali tebing dan bukit karst di kawasan ini yang telah dikeruk demi kepentingan industri. Masalahnya, izin yang diberikan kepada pihak industri pertambangan di sana patut dipertanyakan. Rumornya, hanya dengan mengajukan izin ke pihak kelurahan – dan tentu saja ’sedikit alat pelicin’ – kita dapat mengeruk kawasan karst di sana leluasa. Dan ada masalah urgent lain yaitu kawasan karst di Citatah memiliki nilai arkeologi yang tinggi. Di sana banyak terdapat objek peninggalan purbakala, semacam Gua Pawon, fosil Manusia Purba, dll. Apakah kita rela menghancurkan hal-hal tersebut hanya untuk kepentingan industri dan politik saja? Tentu saja jawaban tidak akan dicetuskan oleh orang-orang yang masih berpikiran lurus.

Sejauh ini (hingga 22 November ’07) tim proyek LH telah melakukan studi secara langsung ke lapangan di kawasan Citatah (penyebaran kuesioner ke masyarakat Citatah, wawancara ke pihak pertambangan, kelurahan dan kecamatan, dll) maupun studi literatur dan wawancara ke berbagai pihak (pihak akademis di departemen-departemen terkait di ITB, pihak pemerintah, Kementrian ESDM – Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung – Soreang, dll.). Hasil studi tim proyek LH ini akan di follow up melalui sebuah seminar yang akan melibatkan pihak LSM Lingkungan Hidup, organisasi PA se-Bandung Raya, pemerintah, pihak industri pertambangan, masyarakat Bandung, dll. yang diharapkan akan melahirkan suatu tindakan nyata yang dapat berkontribusi maksimal bagi kelestarian kawasan karst di Citatah.

3. KMPA udah punya forum diskusi yang diperuntukkan buat umum lho. Alamatnya di http://kmpaganesha.thoforum.com . Forum ini merupakan ajang diskusi buat semua orang yang peduli dan care dengan alam dan lingkungan, di Indonesia khususnya. Trus apalagi? Banyak! Ada forum buat olahraga alam bebas, macem aktivitas Gunung-Hutan, Panjat Tebing, Caving, dan Arung Jeram. Trus ada juga forum beasiswa, lowongan kerja, akademis, caci-maki, sepakbola, multimedia, kenangan selama hidup di SEL, greeting, dll. Pokoknya pasti seru deh! Jadi, walaupun kamu bukan anak KMPA, ayo register di forum ini untuk sekedar menyumbangkan saran, ide, dan curhatan kamu tentang semua hal yang berkaitan dengan pelestarian alam dan lingkungan hidup, maupun mau ngobrol santai tentang berbagai macam hal,, monggo daftar!

4. Foto Wisuda Oktober 2007. Seperti biasalah, proyek Foto Wisuda yang diadain KMPA featuring MediArt (design, printing, photo) merupakan ajang pencarian dana buat KMPA. Walopun harus bersaing dengan Liga Film Mahasiswa (LFM) ITB yang tentunya udah punya hak khusus untuk urusan foto wisuda dari rektorat, KMPA n MediArt gak takut lah! Kali ini ketua FoWis kita bernama Alam Surya P. (Geologi '06). Total ada 176 wisudawan yang berfoto, dengan total lembar foto dan cd sekitar 600 lembar. *Wah, kayaknya FoWis KMPA sekarang untung gede nih! Woi Lam, jangan loe korup tuh duit,, tapi klo mau dikorup bagi-bagi gua dulu yak :-) *. Sementara itu, ada beberapa dedengkot KMPA yang juga diwisuda, yakni Adi (RC), Berry Cassanova *mantan Ketum DP XV*, Andi, n Dominique (Dom). SELAMAT BUAT KALIAN!! Good Luck n Sukses! Bawa oleh2 yak klo maen2 ke sel!

5. Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) 2007 di Kalimantan. TWKM merupakan ajang silaturahmi tahunan bagi para organisasi pecinta alam kampus seluruh Indonesia untuk berbagi pikiran dan pendapat tentang kepecintalaman serta ajang bertukar ilmu di bidang olahraga alam bebas. Sayang sekali, KMPA Ganesha ITB tidak dapat mengirimkan wakilnya untuk TWKM tahun ini karena (lagi-lagi) terbentur dengan kegiatan akademis yang sulit untuk ditinggalkan. Saran untuk panitia TWKM tahun-tahun berikutnya : Gimana klo waktu penyelenggaraan TWKM disesuaikan dengan jadwal akademis para mahasiswa – maksudnya diadain pas libur semester kek (medio Januari atau Juni-Juli). *Cuma bentuk pembelaan diri nih kayaknya :-P *.

6. Deklarasi pendirian Yayasan KMPA Ganesha ITB. Yayasan KMPA Ganesha ITB merupakan suatu badan hukum yang bertujuan untuk aktif di kegiatan pelestarian lingkungan hidup yang beranggotakan para celebs (alumni) dan anggota KMPA. Jadi, tidak seperti KMPA Ganesha ITB yang hanya diakui dan berada di bawah naungan ITB, Yayasan KMPA Ganesha merupakan badan hukum yang diakui keberadaannya secara hukum di Indonesia.

6. KMPA juga menyediakan penyewaan alat-alat petualangan dan aktivitas lapangan semacam penyewaan sleeping bag, matras, ponco, Handy-Talkie (HT), tenda mini maupun dome, fly-sheet, dll. Selain itu KMPA juga mengadakan pelatihan aktivitas olahraga alam bebas seperti Fun Rafting alias arung jeram, navigasi darat, survival, caving, flying-fox, maupun rock/wall climbing. Semua DIPERUNTUKKAN BUAT UMUM dan dipatok dengan HARGA yang amat sangat TERJANGKAU! *tenang aja, kami mahasiswa kok, jadi pernah dan sering ngerasin jadi orang kere, hehehe*. Jadi silakan dateng aja ke sekretariat KMPA di Sunken Court W-03, kampus ITB, Jl. Ganesha No. 10 Bandung. Ato hubungi aja email KMPA: kmpa_g@yahoo.com atau Ketum DP XVI KMPA Ganesha ITB : Andhika Yudha alias Geblek (02291625484).


Kontributor :
Gustaf Ardana (GM XVI – 05)
Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Gunung-Hutan
Keluarga Mahasiswa Pecinta Alam (KMPA) “Ganesha” ITB